Show simple item record

dc.contributor.advisorHarto, Soejat
dc.contributor.advisorArifin, Hasanul
dc.contributor.authorLubis, Andriamuri Primaputra
dc.date.accessioned2011-05-18T06:26:30Z
dc.date.available2011-05-18T06:26:30Z
dc.date.issued2011-05-18
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/24542
dc.description077114005en_US
dc.description.abstractLatar Belakang dan tujuan: Penanganan nyeri adalah hak dasar manusia tanpa memandang jenis kelamin dan usia. Penanganan nyeri tidak dapat disamakan pada masing-masing individu dan kelompok umur karena penanganan nyeri yang baik memerlukan perhatian khusus terhadap fisiologi, anatomi, dan karakteristik farmakologi. Pasien anak dan orang tua mendapat perhatian khusus dalam penanganan nyeri karena persepsi nyeri, kognitif, dan personaliti menyebabkan ambang nyeri keduanya sangat berbeda. Nyeri yang bersifat akut adalah sensasi yang paling sering dialami oleh anak dibandingkan nyeri kronik, yang dapat disebabkan trauma, adanya penyakit yang diderita dan akibat tindakan medis lainnya Analgesia yang sering digunakan saat ini untuk nyeri paska bedah pada anak-anak adalah golongan Non Opioid Analgesi seperti NSAID (Non Steroid Anti Inflamatory Drug), karena dianggap aman dan tidak menimbulkan depresi pernapasan. Tetapi efek analgesia dari Non Opioid Analgesi seperti NSAID kurang poten dan golongan ini dapat menimbulkan banyak efek samping. Parasetamol dan metamizol sering digunakan sebagai alternatif penanganan nyeri sebagai pengganti NSAID. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek analgesia parasetamol dengan metamizol yang diberikan intravena sebagai preventif analgesia pada pembedahan pasien anak dengan anestesi umum. Metode: penelitian ini menggunakan uji klinis acak terkontrol tersamar ganda dengan memakai cara randomisasi blok. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan, dengan waktu Oktober 2010 s.d. Desember 2010. Populasi diambil dari pasien anak berumur tiga tahun sampai sepuluh tahun yang menjalani pembedahan dengan anestesi umum di RSUP H. Adam Malik Medan dan sampel diambil dari semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A dan kelompok B. Kelompok A mendapat Metamizol 15 mg/kgBB IV 30 menit sebelum sayatan pertama, lalu dilanjutkan dengan premedikasi. Kelompok B mendapat Parasetamol 15 mg/kgBB IV 30 menit sebelum sayatan pertama dilanjutkan dengan premedikasi. Kedua kelompok paska pembedahan diperlakukan sama dengan mendapatkan Metamizol 15 mg/kgBB IV atau Parasetamol 15 mg/kgBB IV dan juga dilakukan penilaian nyeri setiap enam jam sampai dengan duapuluh empat jam setelah enam jam injeksi pertama. Evaluasi terhadap penilaian nyeri dengan Wong Baker Faces Pain Rating Scale dan FLACC Scale. Hasil: hasil penelitian evaluasi nyeri paska bedah dengan Wong Baker Faces Pain Rating Scale didapati nilai p=0,035; p=0,002; p=0,004; p=0,245, nilai ini menunjukkan ada perbedaan bermakna diantara kedua kelompok,kecuali pada pemberian ke IV dari jadwal yang sudah ditentukan,sedangkan evaluasi nyeri paska bedah dengan FLACC scale didapati nilai p=0,121, p=0,089, p=0,151, p=0,182, nilai ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna diantara kedua kelompok.Dengan nilai p=0,000,p=0,001,p=0,000,p=0,030 didapatkan ada hubungan yang bermakna antara Wong Baker Faces Pain Rating scale dengan FLACC scale sebagai alat pengukur nyeri pada anak. Kesimpulan: Parasetamol dan metamizol effektif sebagai preventif analgesia pada pembedahan pasien anak dengan anestesi umum.Parasetamol lebih baik dalam menurunkan nilai nyeri berdasarkan penilaian Wong Baker Faces Pain Rating Scale.Dari penelitian didapatkan ada hubungan yang searah antara nilai WBPRS dengan nilai FLACC sebagai alat pengukur nyeri pada anak.en_US
dc.description.abstractBACKGROUND AND OBJECTIVE : Pain management is human right without any relation with gender and age. Pain management is different among individual and age group because a good pain management needs special attention in physiology, anatomy, and pharmacology characteristic. In paediatric patient and elderly, there is a special attention in pain management due to the differentiation threshold in perception of pain, cognitive and personality. Paediatric patient are more likely to experience acute pain than chronic pain that due to trauma, underlying disease and other medical experiences. The common analgesic that used for post surgery pain in paediatric patient is Non Opiod Analgesic group like NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Drug). This drug is used due to its safety and does not cause respiratory depression, but the effect of analgesic from Non Opiod Analgesic like NSAID is less potent and this group cause many side effects. The using of paracetamol and metamizol is common as an alternative way for pain management to NSAID. The aim of this study is to compare the effect of paracetamol with metamizol that is given intravenous as a preventive analgesic for surgery with general anaesthesia in paediatric patient. METHODE : This study uses a randomised control double blind clinical trial with block randomisation. This study was done in General hospital of Haji Adam Malik from October 2010 to December 2010. The population were paediatric patient with age range from 3 to 10 years old who endure a surgery with general anaesthesia in General hospital of Haji Adam Malik and sample was taken from all the population that fullfil the inclusion and exclusion criteria. Sample was divided into two groups, group A and group B. Group A was given metamizol 15 mg/kgBW iv 30 minutes before surgery continued with premedication. Group B was given paracetamol 15 mg/kgBW iv 30 minutes before surgery continued with premedication. The two groups were treated equally and pain assessment was done in every 6 hours to 24 hours, after the first 6 hours injection. The evaluation of pain assessment is done with the Wong Baker Faces Pain Rating Scale and FLACC Scale. RESULT : From the pain evaluation in post surgery patient with Wong Baker Faces Pain Rating Scale, the p score are p=0.035; p=0.002; p=0.004; p=0.245. This result shows that there is a correlation between the two groups, except in the fourth injection from the schedule. Whereas, In pain evaluation in post surgery patient with FLACC Scale, the p score are p=0.121; p=0.089; p=0.151; p=0.182. This result shows that there is no correlation between the two groups. With p=0.000; p=0.001; p=0.000; p= 0.30 shows that there is a correlation between Wong Baker Faces Pain Rating Scale with FLACC Scale as an instrument for pain evaluation in paediatric patient. CONCLUSION : Paracetamol and metamizol were effective as preventive analgesic for surgery with general anaesthesia in paediatric patient. Paracetamol is more effective in decreasing pain score according to Wong Baker Faces Pain Rating Scale. From the result of the study there is a correlation between Wong Baker Faces Pain Rating Scale and FLACC Scale as an instrument for pain evaluation in paediatric patient.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectParacetamolen_US
dc.subjectMetamizolen_US
dc.subjectPreventive analgesicen_US
dc.subjectWong Baker Faces Rating Scaleen_US
dc.subjectFLACC Scaleen_US
dc.titlePerbandingan Efek Analgesia Parasetamol 15 mg/kgBB Intravena Dengan Metamizol 15 mg/kgBB Intravena Sebagai Preventif Analgesia Pada Pembedahan Pasien Anak Dengan Anestesi Umumen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record