Show simple item record

dc.contributor.advisorLubis, Arliza Juairiani
dc.contributor.authorSihombing, Hernawati Mei Lestari
dc.date.accessioned2011-05-10T05:18:05Z
dc.date.available2011-05-10T05:18:05Z
dc.date.issued2011-05-10
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/23986
dc.description061301076en_US
dc.description.abstractSelama dua dasawarsa terakhir telah terjadi peningkatan partisipasi wanita dalam aktivitas diluar rumah. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah wanita yang mempunyai peran ganda. Wanita yang bekerja diluar rumah juga diharapkan mempunyai tanggung jawab atas pekerjaan domestik. Pekerjaan dan keluarga adalah dua hal penting dalam kehidupan wanita dan sering menimbulkan konflik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konflik peran ganda dengan life satisfaction pada wanita bekerja. Konflik peran ganda adalah situasi kesulitan dimana tuntutan atau harapan peran di pekerjaan dan dirumah muncul secara bersamaan dan saling bertentangan. Life satisfaction adalah penilaian kognitif mengenai seberapa baik dan memuaskan hal yang sudah dilakukan individu dalam kehidupannya secara menyeluruh dan atas area utama yang mereka anggap penting dalam hidup yaitu kehidupan pekerjaan dan keluaga berdasarkan standar yang dibuat oleh individu itu sendiri. Wanita bekerja adalah wanita yang melakukan aktivitas fisik maupun mental dalam menghasilkan produk/jasa dan bertujuan untuk mempertahankan hidup, mendapatkan kepuasan/kesenangan dan meningkatkan taraf kehidupan. Penelitian ini dilakukan pada 90 wanita bekerja di kota Medan yang berusia 25 – 40 tahun, sudah menikah dan memiliki anak serta bekerja selama 8 jam/hari. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik incidental sampling. Alat ukur pada penelitian ini adalah skala konflik peran ganda (α=0,749) dan skala life satisfaction (α=0,815). Skala konflik peran ganda disusun berdasarkan dimensi konflik peran ganda menurut Greenhaus dan Beutell (1985). Skala life satisfaction dikembangkan berdasarkan aspek yang terkandung dalam satisfaction with life scale oleh Diener, Emmons, Larsen dan Griffin (1985) dalam dua area yaitu pekerjaan dan keluarga. Analisa data yang digunakan adalah korelasi Spearman rho. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa nilai korelasi antara konflik peran ganda dengan life satisfaction adalah sebesar rxy = -0.065 dengan nilai p = 0.270 (tidak signifikan), yang artinya tidak ada hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran ganda dengan life satisfaction pada wanita bekerja. Tidak terbuktinya hipotesa penelitian kemungkinan disebabkan oleh terjadinya type II error dan social desireability yang tinggi.en_US
dc.description.abstractOver the past two decades there has been a steady increase in women’s participation in the activities outside the home. This has greatly increased the number of multiple role women. The women who have paid employment outside the home live with the continued expectation that they will assume the primary responsibility for domestic work. Work and family are the two most important aspects of women’s lives and they often conflict. This research is a quantitative correlational research that aims to find out whether there is a relationship between work-family conflict and life satisfaction on working women. Work family conflict is a difficult situation or tension which the roles demand or expectation from the work and family domains are comes together and mutually incompatible in some respect. Life satisfaction is people’s cognitive evaluation about how well and satisfied they are doing in life and the domains that are important to them such as work and family life, depends on the standard for satisfaction up to the individual. Working women is employed women who are doing physical and psychological activities to produce goods and service and aims to survive, satisfied and increase living standard. Subject of the research were 90 working women in Medan, whose age group ranged from 25 to 40 years, married and have children, and worked 8 hours/day. The sampling method using incidental sampling technique. Measuring instruments in this study are work-family conflict scale (α=0,749) and life satisfaction scale (α=0,815). Work-family conflict scale is constructed by the dimension of work-family conflict by Greenhaus and Beutell (1985). Life satisfaction scale is constructed by aspect in satisfaction with life scale by Diener, Emmons, Larsen dan Griffin (1985) in work and family domain. Analysis of data using Spearmen rho correlation. From the calculation results showed that the correlation between work-family conflict with life satisfaction amounted r = -0.065 with p = 0.270 (not significant), which means that there is no significant negative relationship between work-family conflict and life satisfaction on working women. Research hypothesis is not proven possible due to type II error and high social desireability of scale.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectLife Satisfactionen_US
dc.subjectKonflik Peran Gandaen_US
dc.subjectWanita Bekerjaen_US
dc.titleHubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Life Satisfaction Pada Wanita Bekerjaen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record