Show simple item record

dc.contributor.advisorNurliza, Cut
dc.contributor.authorYana, Putri Rezeki
dc.date.accessioned2011-05-09T03:42:09Z
dc.date.available2011-05-09T03:42:09Z
dc.date.issued2011-05-09
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/23880
dc.description050600083en_US
dc.description.abstractRestorasi resin komposit pada daerah servikal sering mengalami kesulitan karena sedikitnya enamel pada daerah servikal gigi. Oleh karena itu, kebocoran mikro sangat sering terjadi pada restorasi kavitas klas V. Kebocoran mikro dapat terjadi karena kekuatan perlekatan resin komposit terhadap dentin lebih lemah dibandingkan dengan perlekatan resin komposit terhadap enamel. Selain itu, kebocoran mikro juga dipengaruhi oleh adanya pengerutan resin komposit selama polimerisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui perbedaan kebocoran mikro pada restorasi resin komposit flowable dan packable dengan menggunakan sistem adhesif total-etch two-step dan self-etch one-step. Sampel berjumlah 40 buah gigi premolar maksila disimpan dalam larutan saline kemudian dilakukan preparasi kavitas klas V, lalu seluruh sampel dibagi ke dalam empat kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 10 sampel yaitu, kelompok I diaplikasikan sistem adhesif total-etch two-step dan direstorasi dengan resin komposit flowable, kelompok II diaplikasikan sistem adhesif self-etch one-step dan direstorasi dengan resin komposit flowable, kelompok III diaplikasikan sistem adhesif total-etch two-step dan direstorasi dengan resin komposit packable, dan kelompok IV diaplikasikan sistem adhesif self-etch one-step dan direstorasi dengan resin komposit packable. Selanjutnya dilakukan proses thermocycling 200 putaran pada suhu 50C dan 550C selama 30 detik. Untuk mengevaluasi kebocoran mikro digunakan teknik penetrasi dye dengan larutan fuchsin red 0,5%. Sampel diamati di bawah stereomikroskop dengan pembesaran 40x setelah dipotong secara longitudinal dengan diamond disc, kemudian panjang penetrasi zat warna yang diamati diberi skor 0-3, dimana skor 0 = tidak ada penetrasi zat warna, skor 1 = penetrasi zat warna mencapai ½ kedalaman kavitas, skor 2 = penetrasi zat warna melewati ½ kedalaman kavitas tanpa mencapai dinding aksial kavitas, dan skor 3 = penetrasi zat warna mencapai dinding aksial kavitas. Hasil pengamatan kebocoran mikro pada kelompok I diperoleh 8 sampel yang berskor 1, 1 sampel yang berskor 2, dan 1 sampel yang berskor 3, pada kelompok II diperoleh 4 sampel yang berskor 1, 2 sampel yang berskor 2, dan 4 sampel yang berskor 3, pada kelompok III diperoleh 1 sampel yang berskor 1, 6 sampel yang berskor 2, dan 3 sampel yang berskor 3, dan pada kelompok IV diperoleh 2 sampel yang berskor 1, 3 sample yang berskor 2, dan 5 sampel yang berskor 3. Data yang diperoleh dianalisis dengan Kruskal-Wallis Test dan hasilnya terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) diantara keempat kelompok perlakuan. Kemudian dilakukan uji analisis dengan Mann-Whitney Test dan hasilnya terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) diantara kelompok I dan III serta antara kelompok I dan IV. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seluruh sampel yang diamati pada penelitian ini mengalami kebocoran mikro dengan skor yang berbeda-beda dan terdapat perbedaan yang bermakna (p < 0,05) terhadap kebocoran mikro dari restorasi kavitas klas V yaitu antara sistem adhesif total-etch two-step dan resin komposit flowable dengan sistem adhesif total-etch two-step dan resin komposit packable serta antara sistem adhesif total-etch two-step dan resin komposit flowable dengan sistem adhesif self-etch one-step dan resin komposit packable. Selain itu juga terdapat perbedaan yang tidak bermakna (p > 0,05) terhadap kebocoran mikro dari restorasi kavitas klas V yaitu antara sistem adhesif total-etch two-step dan resin komposit flowable dengan sistem adhesif self-etch one-step dan resin komposit flowable, antara sistem adhesif self-etch one-step dan resin komposit flowable dengan sistem adhesif total-etch two-step dan resin komposit packable, antara sistem adhesif self-etch one-step dan resin komposit flowable dengan sistem adhesif self-etch one-step dan resin komposit packable, serta antara sistem adhesif total-etch two-step dan resin komposit packable dengan sistem adhesif self-etch one-step dan resin komposit packable.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectRestorasi Resin Kompositen_US
dc.subjectFlowableen_US
dc.subjectPackableen_US
dc.subjectSistem Adhesif Total-Etch Two-Stepen_US
dc.subjectSelf-Etch One-Stepen_US
dc.titlePerbedaan Kebocoran Mikro Resin Komposit Flowable dan Packable dengan Meggunakan Sistem Adhesif Total-Etch Two-Step dan Self-Etch One-Step pada Restorasi Klas V (PENELITIAN IN VITRO)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record