USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » Master Theses (MT) » Law » MT - Ilmu Hukum »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/23213


Title: Kebijakan Di Bidang Perdagangan Yang Tanggap Terhadap Perubahan Makrostruktur Sistem Internasional(Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian AFTA Cina-Indonesia)
Authors: Hasibuan, Febrina Rezkitta
Advisors: Nasution, Bismar
Sunarmi
Siregar, Mahmul
Issue Date: 25-Apr-2011
Abstract: Indonesia has faced global trade do various efforts shaped trade wisdoms and during the time creat National economy more various and competitive. In ASEAN scope, agreement made it in dinamic growth is aimed in communities development ASEAN stronger, the planning more comprehensive in economic sector and social life. Government had an aim at industrial area, they are industrial development balance, the competitive market structure, regional development balance, the industrial structure balance, generalization, equilibirium, ethnic, control, foreign investment, industrial arrangement tools, capital planting body, foreign trade, factors of production market, industrial specific regulations, and another arrangement as needed. In International law norms that ratified is can’t directly and ex proprio vigore applied to National environment by national Courts or by whoever; the norms operative must endure a incorporation special into national law. This watchfulness is law watchfulness normatif, that is do scientific analysis towards law ingredient, and has analytical descriptive that aims to describe Free Trade troubleshoot AFTA China-Indonesia based on beginning data that be canvassed by using theories and literature hypothesis passes literature study that done good that regulation also legislation. Law substantions that gatherred to analyzed deductively attractively conclusion from troubleshoot has generalized towards troubleshoot concreate so that even seen inclination pattern and modhus operandy from AFTA China-Indonesia, so that can help as base reference and law deliberation that useful in law wisdom maker correctly. As to industrial wisdom more than the focus weight against in five matters that is: (1). industrials that produce foreign exchange by produce goods susbtitution import; (2). industrials that processed raw material (industrial base) in country in gross; (3). labour intensive industrials; with (4). companies country for strategic and political. Economy agreement ASEAN with China with reference to consumer importance usually like lower rate. From producers side like at price in higher and country usually like protection rate. And when does both of consumers and local produced is was seen has different importance. Competitive competitiveness of course needs protection existence from trade partners (especially country progress) that has impact towards trade composition and production. Domestic wisdom that has been gives indication better hit to change it comparability superiority and composition our exports. Commodity exports to be growth in diffrential on demand of import, and how far certain market is growth centre in a item residual with government wisdom with accecibility towards capital and technology. Various business transaction had wants efforts to positivity business transaction in negotiation regulation that aim to overcome law system disparity between common law and civil law so that business transaction is not hinderred by difference obstacle conception. When aimed in ideal condition, conditon comprehensively and publication and be comparison and input for investment law forwards so that actions be creation that wanted to achieve stability. Trade liberalization impact basically depend on three factors, that is: (1). government distortion/wisdoms level; (2). commitment each country to decrease distortion; (3). commitment execution consistency. More bigger distortion level at principal nations (to produce and or consumers), so more impact in big potential from trade liberalization. At least, direction of ASEAN forwards make an effort natural resources, grow and bloom and proper exploited in public alive desire fulfillment and increase welfare for all Indonesian people. As far as what an Indonesia law, utilizable as regulation and deregulation in Free Trade AFTA China-Indonesia be efforts that has clear direction and was had defenition with all economy wisdom that appointed by government with all also existing resource. Economy performance has been increased the growth of economy is accumulation early as far as what natural resources blend, main need, and APBN (In Indonesian, Anggaran Pendapatan Belanja Negara- Revenue Plan and Country Expense), and goods based on from also from within country self. And how does government and Indonesian people stand out an attention and realized that existing resource not merely commodity but investment sometimes can not be evaluated with notation as far as what economy growth a Country.
Abstract (other language): Indonesia menghadapi perdagangan global telah melakukan berbagai upaya berupa kebijakan-kebijakan perdagangan dan selama ini telah menciptakan ekonomi nasional yang lebih beragam dan berdaya saing. Pada lingkup ASEAN, kerjasama dalam pertumbuhan dinamis diarahkan pada pembangunan komunitas ASEAN yang lebih kuat, perencanaan yang lebih komprehensif di bidang ekonomi dan sosial. Tujuan Pemerintah di bidang industri, adalah pembangunan industri yang seimbang, struktur pasar yang kompetitif, keseimbangan pembangunan regional, struktur industri yang seimbang, pemerataan, keseimbangan, etnis, pengendalian, investasi asing, alat-alat pengaturan industri, Badan Penanaman Modal, perdagangan luar negeri, pasar faktor produksi, peraturan-peraturan industri yang spesifik, dan pengaturan lainnya yang dibutuhkan. Dalam kaidah-kaidah hukum internasional yang telah diratifikasi tidaklah dapat secara langsung dan ex proprio vigore diberlakukan di dalam lingkungan nasional oleh pengadilan-pengadilan nasional atau oleh siapapun; kaidah tersebut berlaku harus menjalani suatu inkorporasi khusus ke dalam hukum nasional. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu melakukan analisis ilmiah terhadap bahan hukum, dan bersifat deskriptif analitis yang bertujuan untuk melukiskan permasalahan Perdagangan Bebas AFTA Cina-Indonesia berdasarkan data awal yang akan diteliti dengan menggunakan teori-teori dan hipotesa literatur melalui studi kepustakaan yang dilakukan baik itu regulation maupun legislation. Bahan hukum yang dikumpulkan dianalisis secara deduktif dengan menarik kesimpulan dari permasalahan yang bersifat umum terhadap permasalahan konkret sehingga terlihat pola kecenderungan dan modus operandi dari AFTA Cina-Indonesia, sehingga dapat membantu sebagai dasar acuan dan pertimbangan hukum yan berguna dalam pembuatan kebijakan hukum secara tepat. Adapun kebijakan industri lebih menitik beratkan pada lima hal yaitu: (1). Industri-industri yang menghasilkan devisa dengan cara memproduksi barang-barang susbtitusi impor; (2). Industri-industri yang memproses bahan-bahan mentah (industri dasar) dalam negeri dalam jumlah besar; (3). Industri-industri padat karya; serta (4). Perusahaan-perusahaan negara untuk tujuan strategis dan politis Kerjasama ekonomi ASEAN dengan Cina berkenaan dengan kepentingan konsumen umumnya menyukai tarif yang lebih rendah. Dari sisi produsen disaat harga dalam negeri lebih tinggi umumnya menyukai tarif proteksi. Dan kepentingan nasional ketika konsumen dan produsen lokal terlihat memiliki kepentingan yang berbeda. Daya saing kompetitif tentunya memerlukan adanya proteksi dari para mitra dagang (terutama negara maju) yang memiliki dampak terhadap komposisi perdagangan dan produksi. Kebijakan domestik yang memberikan indikasi yang lebih baik mengenai berubahnya keunggulan komparatif dan komposisi ekspor. Komoditi ekspor merupakan pertumbuhan diffrensial dalam permintaan impor, dan sejauh mana pasar tertentu merupakan pusat pertumbuhan dalam suatu item residual dengan kebijakan pemerintah serta aksesibilitas terhadap modal dan teknologi. Berbagai transaksi bisnis membutuhkan upaya untuk mempositifkan transaksi-transaksi bisnis tersebut dalam peraturan perundingan yang bertujuan mengatasi disparitas sistem hukum antara common law dan civil law agar transaksi bisnis tidak terhalangi oleh kendala perbedaan konsepsi. Ketika dihadapkan pada kondisi ideal tersebut, keadaan tersebut secara komprehensif dan dipublikasikan dan menjadi perbandingan dan masukan untuk hukum investasi ke depan sehingga terciptanya tindakan-tindakan yang dibutuhkan guna mencapai stabilitas. Dampak liberalisasi perdagangan pada dasarnya tergantung pada tiga faktor, yaitu: (1). Tingkat distorsi/kebijakan pemerintah; (2). Komitmen masing-masing negara untuk mengurangi distorsi tersebut; (3). Konsistensi pelaksanaan komitmen. Makin besar tingkat distorsi di negara-negara utama (produsen ataupun konsumen), maka makin besar potensi dampak dari liberalisasi perdagangan. Setidaknya arah ASEAN ke depan adalah memberdayakan sumber daya alam, tumbuh dan berkembang dan layak dieksploitasi dalam pemenuhan hajat hidup orang banyak dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejauh apa hukum Indonesia, berdaya guna sebagai regulasi dan deregulasi pada perdagangan bebas AFTA Cina-Indonesia merupakan upaya yang memiliki arah yang jelas dan terdefenisikan dengan segala kebijakan ekonomi yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan segala pertimbangan baik fiskal maupun sumber daya yang ada. Kinerja ekonomi meningkatkan pertumbuhan ekonomi merupakan akumulasi dini sejauh apa perpaduan sumber daya alam, kebutuhan pokok, dan APBN, baik bersumber dari devisa negara maupun dari dalam negeri sendiri. Dan bagaimana pemerintah dan segenap rakyat Indonesia menyikapi dan menyadari bahwa sumber daya yang ada bukan hanya sekedar komoditi melainkan investasi yang terkadang tidak bisa dinilai dengan angka-angka sejauh apa pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Keywords: Trade wisdoms (ASEAN Free Trade Area)
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/23213
Appears in Collections:MT - Ilmu Hukum

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover446.95 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract316.76 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I424.16 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapter II456.83 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III-V.pdfChapter III-V629.83 kBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference272.14 kBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.