USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » Student Papers (SP) » Public Health » SP - Ilmu Kesehatan Masyarakat »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/22463


Title: Pengaruh Faktor Predisposisi, Pemungkin Dan Kebutuhan Terhadap Pemanfaatan Sarana Pelayanan Antenatal Oleh Ibu Hamil Di Kelurahan Pasir Bidang Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2010
Authors: Situmeang, Riris
Advisors: Yustina, Ida
Heldy B. Z.
Issue Date: 23-Mar-2011
Abstract: The high maternal mortality rate in Indonesia is related to the low performance of the implementation of Antenatal Care (ANC). Based on Sarudik Health Centre Profile in 200 the scope of antenatal care services in Pasir Bidang village was still far from the expected target, where the scope of K1 was 37,60% and K4 was 26,49%. The scope of K1 an K4 still needs to be improved as optimal as possible so that the target of antenatal care services can be achieved according to Minimum Service Standards (MSS), which is 95 % in 2015. The type of the research used explanatory approach that aimed to explain the influence of predisposing, enabling and need factors on the utilization of antenatal care by pregnant women in the Pasir Bidang village Sarudik subdistrict Tapanuli Tengah District in 2010. The population were all the pregnant women who gave birth in January to December of 2009 and had more than one children amounted to 75 mothers. All population were sample. Data were collected by using questionnaire and analyzed by using multiple linear regression. The results of research showed that variables which had significant influence on the utilization of antenatal care by pregnant women were education (ρ = 0,000); knowledge (ρ = 0,015), attitude (ρ = 0,000), family income = 0,012) and maternal conditions (p = 0,027). Variables of parity, birth spacing and husband occupancy had no influence on the utilization of antenatal care by pregnant women. It is suggested to the Tapanuli Tengah District Health office to increase the extension about the importance of antenatal care utilization and the antenatal care as a continuous effort to reduce MMR integrately and continually to the community especially women of childbearing age. It is also suggested to increase the inter-sectoral cooperation by empowering the prominent community leaders to disseminate health informations in community activities, including the teaching material about health especially about Maternal and Child Health (MCH) in formal education.
Abstract (other language): Tingginya angka kematian ibu di Indonesia terkait dengan rendahnya pencapaian pelaksanaan antenatal care. Berdasarkan Profil Puskesmas Sarudik Tahun 2009 diketahui bahwa cakupan pelayanan antenatal care di Kelurahan Pasir Bidang masih jauh dari target yang diharapkan, di mana cakupan K1 sebesar 37,60% dan K4 sebesar 26,49%. Cakupan K1 dan K4 masih perlu ditingkatkan seoptimal mungkin sehingga target pelayanan antenatal care dapat tercapai sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu 95% pada Tahun 2015. Jenis penelitian ini menggunakan tipe explanatory research yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh faktor predisposisi, pemungkin dan kebutuhan terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal oleh ibu hamil di Kelurahan Pasir Bidang Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2010. Populasi adalah semua ibu hamil yang melahirkan pada bulan Januari sampai Desember Tahun 2009 dan sudah memiliki anak lebih dari satu orang berjumlah 75 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel pemanfaatan pelayanan antenatal oleh ibu hamil yaitu variabel pendidikan (ρ = 0,000); pengetahuan (ρ = 0,015); sikap (ρ = 0,000), pendapatan keluarga (ρ = 0,012) dan kondisi ibu (p = 0,027). Variabel paritas, jarak kelahiran dan pekerjaan suami tidak memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal oleh ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah agar meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pemanfaatan pelayanan antenatal dan pemeriksaan kehamilan sebagai upaya menurunkan AKI secara berkesinambungan dan terintegrasi kepada masyarakat khususnya Wanita Usia Subur (WUS). Diharapkan kerjasama lintas sektoral melalui pemberdayaan tokoh-tokoh masyarakat untuk menyisipkan pesan-pesan kesehatan dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat, memasukkan materi pelajaran tentang kesehatan terutama Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) melalui sarana pendidikan formal
Keywords: Predisposisi
Pemanfaatan Pelayanan Antenatal
Kebutuhan
Pelayanan Antenatal
Ibu Hamil
AKI
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/22463
Appears in Collections:SP - Ilmu Kesehatan Masyarakat

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover465.65 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract263.16 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I229.63 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapter II278.12 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III-VI.pdfChapter III-VI421.83 kBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference217.89 kBAdobe PDFView/Open
Appendix.pdfAppendix258.82 kBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.