Show simple item record

dc.contributor.advisorPutra, Effendy De Lux
dc.contributor.advisorSalbiah
dc.contributor.authorHalim, Wina
dc.date.accessioned2011-02-11T02:48:07Z
dc.date.available2011-02-11T02:48:07Z
dc.date.issued2011-02-11
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/22015
dc.description060804018en_US
dc.description.abstractAkrilamida merupakan suatu senyawa toksik yang ditemukan dalam beragam jenis makanan yang kaya karbohidrat yang dimasak pada suhu yang tinggi dan waktu yang lama. Salah satu jenis makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia adalah keripik singkong. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar akrilamida dalam keripik singkong yang terdapat di kota Medan. Untuk mengkaji hal ini, maka dilakukan penelitian dengan mengambil beberapa sampel keripik singkong yang berasal dari pasar swalayan dan pasar tradisional untuk mewakili keripik singkong yang berada di kota Medan. Kadar akrilamida dianalisa dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase balik menggunakan kolom Shim-Pack VP_ODS (4,6 x 250 nm), perbandingan fase gerak asetonitril dan asam fosfat 21,7 mM (5:95), laju alir 1 ml/menit dan detektor uv pada panjang gelombang 230 nm. Validasi metode menunjukkan bahwa prosedur penelitian yang dilakukan memiliki akurasi dan presisi yang baik yakni dengan persen perolehan kembali 115,78% (RSD = 1,41%). Sedangkan batas deteksi dan batas kuantitasi berturut-turut adalah 0,21 mcg/ml dan 0,69 mcg/ml. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa kadar akrilamida dalam keripik singkong yang berasal dari pasar tradisional yaitu sebesar 1900-5500 mcg/kg sampel dan jauh lebih besar dari kadar akrilamida dalam keripik singkong yang berasal dari pasar swalayan yaitu sebesar 850-1300 mcg/kg sampel.en_US
dc.description.abstractAcrylamide was a toxic compound found in various types of foods rich of carbohydrates which were cooked at high temperatures and long periods. Cassava chips are one of the snacks containing high concentration carbohydrates which Indonesian people liked. Therefore, the purpose of this research was to determine the acrylamide content of cassava chips existed in Medan. To examine this, a research was done by taking several samples of cassava chips from supermarkets and traditional markets to represent all cassava chips in the city of Medan. Level of Acrylamide was then analyzed by High Performance Liquid Chromatography (HPLC) reversed phase column, Shim-Pack VP_ODS (4.6 x 250 nm), the ratio of mobile phase acetonitrile and 21.7 mM phosphoric acid (5:95), flow rate 1 ml/min and UV detector at 230 nm. Method of validation showed that the research procedure had a good accuracy and precision, which gave percent recovery of 115.78% (RSD = 1.41%). The limit of detection and limit of quantitation frequently were 0.21 mcg/ml and 0.69 mcg/ml, respectively. Based on this research, it was concluded that the level of acrylamide in cassava chips derived from the traditional market equal to 1900-5500 mcg/kg sample and was significantly higher than the level of acrylamide in cassava chips from the supermarket 850-1300 for mcg/kg sample.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectAkrilamidaen_US
dc.subjectKeripik Singkongen_US
dc.subjectKCKT Fase Baliken_US
dc.subjectValidasien_US
dc.titlePenetapan Kadar Akrilamida pada Keripik Singkong yang Berasal dari Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional di Kota Medan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record