Show simple item record

dc.contributor.advisorParinduri, Harun T
dc.contributor.advisorLoebis, Bahagia
dc.contributor.advisorAmir, Zainuddin
dc.contributor.authorSimanjuntak, Saulina Dumaria
dc.date.accessioned2011-01-17T03:08:00Z
dc.date.available2011-01-17T03:08:00Z
dc.date.issued2011-01-17
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/21630
dc.description080153003en_US
dc.description.abstractLatar Belakang : Beberapa penelitian seperti penelitin Golberg dan kawan-kawan yang melakukan percobaan klinis menganjurkan untuk menggunakan obat antipsikotik generasi kedua yang secara signifikan dapat meningkatkan fungsi kognitif pada pasien skizofrenik. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas risperidon terhadap perbaikan skor Mini Mental State Examination dan Clock Drawing Test. Metode : Penelitian analitik dengan pendekatan eksperimental one group pre test-post test design, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling, desain yang digunakan cross sectional study, dilakukan terhadap 30 orang pasien skizofrenik yang datang berobat ke poli Psikiatri Umum BLUD RSJ Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,selama periode 1 Maret 2010-31Agustus 2010. Pasien skizofrenik yang memenuhi kriteria inklusi (memenuhi kriteria PPDGJ-III, berusia 20–50 tahun, bersedia sebagai subyek penelitian, pertama kali kontak dengan peneliti, fase akut dan kooperatif). Yang termasuk kriteria eksklusi (pasien skizofrenik yang komorbiditas penyakit medis umum dan atau gangguan psikiatrik lainnya, keadaan hamil dan menyusui, hipersensitifitas terhadap risperidon, tidak tamat SMA/sederajat) menjalani wawancara langsung secara autoanamnese dengan menggunakan skala pengukuran BPRS kemudian menjalani pemeriksaan MMSE dan CDT. Hasil skala pengukuran BPRS,skor MMSE dan CDT pada saat awal sebelum pengobatan dibandingkan dengan sesudah pengobatan minggu kedelapan. Hasil : Dari 30 sampel pasien skizofrenik yang mendapat pengobatan risperidon terdiri dari kelompok umur yang terbanyak adalah umur 21-40 tahun sebanyak 13 orang (43,3%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 27 orang (90%), tingkat pendidikan SMU/ sederajat sebanyak 26 orang (86,7%). Pada minggu pertama nilai rerata dari BPRS = 39,0 (SD 2,5), nilai rerata dari MMSE = 15,40 (SD 3,2), dan nilai rerata dari CDT = 1,37 (SD 0,5). Pada minggu kedelapan nilai rerata dari BPRS = 16,93 (SD 2,3), nilai rerata dari MMSE= 24,53 (SD 3,0), nilai rerata dari CDT = 3,47 (SD 0,6). Dari nilai uji t- independen terlihat ada perbedaan bermakna antara perbandingan nilai rerata 2 kelompok BPRS, MMSE, dan CDT sebelum dan sesudah p = 0,001 . Kesimpulan : Dari penelitian ini didapati bahwa risperidon efektif memperbaiki fungsi kognitif pada pasien skizofrenik berdasarkan adanya perbedaan bermakna paada skor MMSE dan CDT (p = 0,0001).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectPasien skizofreniken_US
dc.subjectrisperidonen_US
dc.subjectMMSEen_US
dc.subjectCDTen_US
dc.titleEfektifitas risperidon terhadap perbaikan fungsi kognitif pada skor Mini Mental State Examination dan Clock Drawing Testen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record