Show simple item record

dc.contributor.authorSirojuzilam
dc.date.accessioned2010-10-22T10:50:29Z
dc.date.available2010-10-22T10:50:29Z
dc.date.issued2010-10-22
dc.identifier.otherMuhammad Salim
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/20613
dc.description.abstractTujuan pembangunan ekonomi (bersifat multidimensional) adalah menciptakan pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi, perubahan sosial, mengurangi atau menghapuskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan (disparity), dan pengangguran (Todaro, 2000). Sejalan dengan hal tersebut, maka pembangunan ekonomi daerah menghendaki adanya kerjasama diantara pemerintah, privat sektor, dan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh wilayah tersebut dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja seluas-luasnya. Indikator keberhasilan pembangunan ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi dan berkurangnya ketimpangan baik di dalam distribusi pendapatan penduduk maupun antar wilayah. Berbagai masalah timbul dalam kaitan dengan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi wilayah, dan terus mendorong perkembangan konsep-konsep pertumbuhan ekonomi wilayah. Dalam kenyataannya banyak fenomena tentang pertumbuhan ekonomi wilayah. Kesenjangan (ketimpangan) wilayah dan pemerataan pembangunan menjadi permasalahan utama dalam pertumbuhan wilayah, bahkan beberapa ahli berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah tidak akan bermanfaat dalam pemecahan masalah kemiskinan. Beberapa perbedaan antara wilayah dapat dilihat dari beberapa persoalan seperti, potensi wilayah, pertumbuhan ekonomi, investasi (domestik dan asing), luas wilayah, konsentrasi industri, transportasi, pendidikan, budaya dan lain sebagainya. Kajian terhadap ekonomi dan pembangunan wilayah (regional) memang sudah dilakukan sejak lama, terutama di Eropa yang ditandai oleh pemikiran Von Thunen (1826), Alfred Weber (1929), dan August Loch (1939). Akan tetapi secara keilmuan Walter Isard (1956), telah meletakkan kerangka dasar tentang prinsip-prinsip yang termasuk dalam lingkup regional science. Perkembangan ilmu ini di Indonesia mulai dirasakan pada awal tahun 1970-an yang didasarkan bahwa urgensi pembangunan daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional yang tak terpisahkan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectDisparitasen_US
dc.subjectRegionalen_US
dc.subjectPerencanaan Wilayahen_US
dc.titleDisparitas Ekonomi Regional dan Perencanaan Wilayahen_US
dc.typeUSU e-Archivesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record