|
USU Institutional Repository »
Student Papers (SP) »
Law »
SP - Ilmu Hukum »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/20562
|
| Title: | Tinjauan Juridis Perlindungan Hak Cipta Menurut Undang-Undang No. 19/2002 Dalam Menunjang Industri Musik Di Indonesia |
| Authors: | Pardede, Hengky Mangihut Martua |
| Advisors: | Runtung Rizal, Syamsul |
| Issue Date: | 21-Oct-2010 |
| Abstract: | Hak cipta adalah merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaanya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengertian hak cipta tersebut diatas nampak bahwa pencipta mempunyai hak eksklusif untuk memberikan ijin suatu hasil karya ciptaan dalam bentuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaanya yang dapat diahlikan kepada pihak lain tanpa memisahkan hak moralnya yang melekat pada si pencipta terhadap hasil karya ciptaannya.
Perlindungan hukum terhadap hak cipta pada dasarnya dimaksudkan sebagai upaya untuk mewujudkan iklim dan suasana yang lebih baik bagi tumbuh dan berkembangnya gairah mencipta di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra walaupun tanpa didaftarkannya karya cipta tersebut sudah mendapatkan suatu perlindungan hukum dari undang-undang. Suatu karya cipta akan lebih baik apabila ciptaan tersebut didaftarkan dengan tujuan agar terhindar dari berbagai permasalahan mengenai pelanggaran hak cipta. Demikian pula, dalam upaya perlindungan hukum terhadap hak cipta atas hasil karya ciptaan lagu seseorang berupa rekaman kaset. Adapun pelanggaran tersebut berupa pembajakan-pembajakan rekaman kaset yang telah beredar di masyarakat umumnya. Tanpa didasari dengan tindakan tersebut diatas yaitu melakukan pelanggaran berupa pembajakan rekaman kaset atas hasil karya lagu seseorang tanpa ijin dari penciptannya, maka setiap orang yang melanggar tersebut dapat dikenakan sanksi hukum pidana dan dituntut secara hukum perdata.
Pelanggaran-pelanggaran berupa pembajakan rekaman kaset tersebut diatas termasuk didalamnya yaitu performing right dan mechanical right. Pelanggaran hak cipta terjadi disebabkan oleh adanya nilai ekonomi atau keuntungan yang didapat dari setiap pembajakan rekaman kaset. Peranan aparat penegak hukum pun dalam hal ini masih kurang membantu dikarenakan aparat penegak hukum juga kurang mengerti atau memahami pentingnya perlindungan hukum bagi hasil karya ciptaan dalam bentuk pembajakan rekaman kaset. Upaya-upaya untuk meminimalisir agar terjadinya pelanggaran-pelanggaran hak cipta berupa pembajakan rekaman kaset hanya dapat dilakukan oleh instansi yang terkait dan juga organisasi-organisasi yang membawahi perlindungan mengenai hak cipta. Adapun caranya bisa melalui seminar-seminar dan penyuluhan-penyuluhan melalui media elektronik ataupun media elektronik. |
| Keywords: | Perlindungan Hak Cipta |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/20562 |
| Appears in Collections: | SP - Ilmu Hukum
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|