Show simple item record

dc.contributor.advisorPujiono, Muhammad
dc.contributor.advisorSitumorang, Hamzon
dc.contributor.authorPurba, Desi Julita
dc.date.accessioned2010-10-01T07:01:18Z
dc.date.available2010-10-01T07:01:18Z
dc.date.issued2010-10-01
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/20250
dc.description080722009en_US
dc.description.abstractBahasa merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia, sebab bahasa sebagai alat komunikasi dapat membantu manusia untuk menyampaikan gagasan –gagasan dan mengungkapkan perasaan jiwa manusia dalam suatu masyarakat, sehingga dapat saling menginformasikan gagasan dan perasaan mereka masing-masing. Peranan bahasa mempunyai pengaruh terhadap hubungan antar masyarakat ataupun bangsa, baik dalam bidang informasi dan teknologi, perkembangan kebudayaan, maupun perekonomian. Melalui kemajuan hubungan tersebut, mendorong banyak orang untuk tidak hanya menguasai bahasa ibu sebagai alat komunikasi, tetapi juga harus mampu mempelajari bahasa asing lainnya. Ada begitu banyak hal yang dapat dipelajari dari bahasa asing khususnya bahasa Jepang. Salah satu diantaranya adalah peribahasa, yang diartikan dalam bahasa Jepang yaitu Kotowaza. Peribahasa merupakan sesuatu yang unik dan sulit untuk dipelajari, karena gramatika peribahasa yang digunakan berbeda dengan gramatika yang dipelajari oleh mahasiswa dalam pendidikan. Selain itu juga karena peribahasa tidak selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari, maka banyak orang sulit memahami makna dari peribahasa Jepang tersebut. Peribahasa Jepang (kotowaza) memiliki jumlah yang cukup banyak dan terdiri dari beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut berasal dari lingkungan sekitar masyarakat sendiri atau dari unsur yang hubungannya erat dengan kehidupan masyarakat, misalnya berasal dari Lima Unsur Elemen Jepang yang dipengaruhi Buddhism atau biasa disebut Godai. Lima Elemen Jepang (Godai) tersebut terdiri dari unsur tanah, api, angin, air dan langit. Dan dalam skripsi ini, penulis menggunakan air sebagai unsur peribahasa Jepang tersebut dan menginterpretasikannya ke dalam bahasa Indonesia agar dapat mudah dipahami maknanya. Perlu kita ketahui, air memiliki banyak sifat dan bila dihubungkan dengan manusia, air dapat mewakili karakteristik dan pemikiran manusia. Karena kita dapat memperoleh nilai-nilai luhur melalui sifat-sifat air tersebut. Sehingga menjadi suatu budaya yang tertanam dalam diri masyarakat, maksudnya disini adalah air sebagai perantara masyarakat dalam memahami lingkungannya yang dituangkan kedalam suatu unsur seni bahasa yang bersifat nasihat atau sindiran. Peribahasa Jepang berunsur air cukup banyak, namun penulis hanya menginterpretasikan 16 peribahasa Jepang saja., dan ke-16 peribahasa Jepang tersebut kemudian akan dihubungkan dengan sifat air yang sesungguhnya. 16 peribahasa Jepang tersebut adalah : 1. 水至りて渠成る (みずいたりてきょなる) a. “mizu itarite kyonaru” 2. 水清ければ魚棲まず (みずきよければうおすまず) a. ”mizu kyokereba uo sumazu” 3. 水と油 (みずとあぶら) a. “mizu to abura” 4. 水の底の針を捜す (みずのそこのはりをさがす) a. “mizu no soko no hari o sagasu” 5. 水の飲み置きで役に立たず (みずののみおきでやくにたたず) a. “mizu no nomi okide yakuni tatazu” 6. 水に絵を描く (みずにえをかく) a. “mizu ni e o kaku” 7. 水の干落ちるを待っているようなも(みずのひおちるをまっているようなも) a. “mizu no hi ochiru o matte iruyouna mo” 8. 水に懲りて湯を辞す (みずにこりてゆをじす) a. “mizu ni korite yu o jisu” 9. 水濁ればすなわち尾を振るうの魚無し (みずにごればすなわちおをふるうのうおなし) a. “mizu nigoreba sunawachi o o furuu no uo nashi” 10. 水は天から貰い水 (みずはてんからもらいみず) a. “mizu wa ten kara morai mizu” 11. 水積もりて川と成る (みずつもりてかわとなる) a. “mizu tsumorite kawa to naru” 12. 水積もりて魚集まる (みずつもりてうおあつまり) a. “mizu tsumorite uo atsumaru” 13. 水積もりて淵となリ、学積もりて聖となる (みずあつもりてふちとなり、がくつもりてせいとなる) a. “mizu atsumorite fuchi tonari, gaku tsumorite seito naru” 14. 水入りて垢落ちず (みずいりてあかおちず) a. “mizu irite aka ochizu” 15. 水音すれば里に近し (みずおとすればさとちかし) a. “mizu otosureba sato chikashi” 16. 水と魚 (みずとうお) a. “mizu to uo” Kemudian setelah menginterpretasikan ke-16 peribahasa Jepang tersebut, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Unsur air yang digunakan pada peribahasa Jepang tersebut berasal dari kepercayaan masyarakat terhadap Godai atau Lima Elemen Jepang. 2. Dari ke-16 peribahasa Jepang berunsur air yang penulis interpretasikan, hanya 7 peribahasa Jepang yang maknanya berhubungan dengan sifat air. Yakni peribahasa nomor 1, 4, 6, 8, 10, 11, dan 13. 3. Hanya 7 peribahasa Jepang yang maknanya berhubungan dengan sifat air. Yakni perbahasa : 1. 水至りて渠成る (みずいたりてきょなる) “mizu itarite kyonaru” 4. 水の底の針を捜す (みずのそこのはりをさがす) “mizu no soko no hari o sagasu” 6. 水に絵を描く (みずにえをかく) “mizu ni e o kaku” 8. 水に懲りて湯を辞す (みずにこりてゆをじす) “mizu ni korite yu o jisu” 10. 水は天から貰い水 (みずはてんからもらいみず) “mizu wa ten kara morai mizu” 11. 水積もりて川と成る (みずつもりてかわとなる) “mizu tsumorite kawa to naru” 13. 水積もりて淵となリ、学積もりて聖となる (みずあつもりてふちとなり、がくつもりてせいとなる) “mizu atsumorite fuchi tonari, gaku tsumorite seito naru”en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectMizuen_US
dc.subjectMakna Peribahasaen_US
dc.subjectBahasa Jepangen_US
dc.titleInterpretasi Makna Peribahasa Bahasa Jepang yang Terbentuk Dari Kata Mizuen_US
dc.title.alternativeMizu No Kotoba Kara Dekita Kotowaza No Imi No Kaishakuen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record