Show simple item record

dc.contributor.advisorAbidin, Trimurni
dc.contributor.authorBeatrice, Lusiana
dc.date.accessioned2010-09-28T02:54:31Z
dc.date.available2010-09-28T02:54:31Z
dc.date.issued2010-09-28
dc.identifier.otherFredo Hasugian
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/20163
dc.description060600003en_US
dc.description.abstractBakteri Enterococcus faecalis merupakan salah satu spesies bakteri yang resisten serta paling sering ditemukan pada infeksi endodonti. Keberadaan bakteri E. Faecalis mampu mengadakan kolonisasi atau perlekatan yang baik terhadap permukaan protein serta membentuk biofilm pada dinding – dinding dentin. Ekstraseluler superoxide akan sangat reaktif dalam menyebabkan inflamasi, resorpsi tulang dan lesi periapikal. Gelatinase dan Hyaluronidase yang juga merupakan enzim pada bakteri E.faecalis menjadi penyebab kerusakan jaringan serta mampu mengadakan degradasi matriks organik dentin. Berbagai bahan medikamen yang sering digunakan antara lain calcium hydroxide (Ca(OH)2), antibiotik, non-phenolic biocides, phenolic biocides, dan bahan iodin. Ca(OH)2 telah digunakan sejak tahun 1920 dan saat ini merupakan bahan medikamen saluran akar yang paling sering digunakan. Ca(OH)2 terbukti sebagai bahan biokompatibel dan efektif pada gigi dengan periodontitis apikal, memiliki kelarutan yang rendah terhadap air, pH yang tinggi sekitar 12,5-12,8, serta tidak dapat larut dalam alkohol. Buah mahkota dewa dipilih sebagai alternatif bahan medikamen saluran akar karena rendahnya kandungan saponin yang terdapat pada buah dengan toksisitas rendah serta adanya kandungan senyawa lain, yaitu tanin yang juga bekerja sebagai antibakteri. Penelitian ini dimulai dengan melakukan ekstraksi buah mahkota dewa dengan pelarut etanol 96%. Dari 800 gram buah mahkota dewa diperoleh 80 gram simplisia. Kemudian simplisia dimaserasi dan dimasukkan ke dalam perkolator untuk diperkolasi dengan penambahan pelarut etanol 5 liter 96% sehingga diperoleh 2,5 liter maserat cair. Kemudian maserat cair dilakukan penguapan menggunakan Vaccum Rotary Evaporator dan diperoleh ekstrak kental buah mahkota dewa. Untuk mengetahui daya antibakteri buah mahkota dewa dalam menghambat pertumbuhan bakteri E.faecalis dilakukan dengan menentukan nilai MIC dan MBC pada konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5% dan 6,25%. Dari hasil pengujian, maka didapat bahwa ekstrak etanol buah mahkota dewa memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Enterococcus faecalis, kemungkinan karena adanya kandungan senyawa saponin dan tanin. Pada konsentrasi 12,5% senilai 0 CFU/ml, bahwa tidak dijumpai pertumbuhan bakteri dalam media pembenihan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectBakterien_US
dc.subjectEkstrak Buah Mahkota Dewaen_US
dc.titleDaya Antibakteri Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa.Scheff (Boerl)) Terhadap Enterococcus faecalis Sebagai Bahan Medikamen Saluran Akar Secara In Vitro.en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record