Show simple item record

dc.contributor.advisorYustina, Ida.
dc.contributor.advisorNasution, Siti Khadijah
dc.contributor.authorHarahap, Siti Chairiah. A.
dc.date.accessioned2010-09-02T03:29:42Z
dc.date.available2010-09-02T03:29:42Z
dc.date.issued2010-09-02
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/19918
dc.description057012030en_US
dc.description.abstractAngka Kematian Ibu (AKI) adalah salah satu indikator status derajat kesehatan satu bangsa. Berdasarkan Balai Pusat Statistik (BPS), AKI di Indonesia tahun 2006-2007 sebesar 226./100.000. Walaupun ada penurunan dari perhitungan sebelumnya, angka tersebut tetap masih tinggi dibanding dengan negara ASEAN lainnya. Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Utara yang AKI-nya tergolong masih tinggi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan AKI, salah satunya penempatan bidan di setiap desa terutama desa terpencil. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey eksplanatori dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu (umur, lama kerja, tempat tinggal, pelatihan, pengetahuan), faktor organisasi (disain kerja, kepemimpinan dan insentif), dan faktor psikologis (motivasi) terhadap kinerja bidan desa di Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Tapanuli Selatan. Populasi adalah seluruh bidan desa yang berjumlah 39 orang, yang semuanya dijadikan sampel. Data diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner; dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda pada ά =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari karakteristik individu yang memengaruhi kinerja bidan desa yaitu lama kerja dan pengetahuan. Dari variabel organisasi terdapat 2 (dua) sub variabel yang berpengaruh terhadap kinerja bidan desa yaitu kepemimpinan dan insentif. Kontribusi pengaruh ditunjukkan dari R-Square dengan nilai 0,561 (56,1%) yang artinya kinerja bidan desa dipengaruhi oleh variabel yang berpengaruh sedangkan 43,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Disarankan kepada kepala Dinas Kesehatan atau Puskesmas untuk tetap membina dan memberikan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi pada bidan desa yang telah lama bekerja dengan mengikutkan bidan desa dalam pelatihan, seminar dan pengarahan yang lebih baik oleh Kepala Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan bidan desa. Kepala Puskesmas sebaiknya melihat kembali gaya kepemimpinan yang diciptakannya dan mengkondisikan gaya kepemimpinan yang lebih sesuai dengan iklim organisasi yang dibutuhkan bawahan.en_US
dc.description.abstractMaternal mortality rate (MMR) is one of the health level status indicators of a nation. Based on the data obtained from the National Bureau of Statistics, the maternal mortality rate in Indonesia for the year of 2006-2007 was 226/100.000. Although is showed a decrease compared to the previous maternal mortality rate, it is still high compared to that of the other ASEAN countries. Tapanuli Selatan District is one of the districts with high maternal mortality rate in Sumatera Utara province. Various attempts have been done to reduce the maternal mortality rate and one of the attempts is assigning a midwife in every village, especially in a remote village. The purpose of this explanatory survey study was to analyse the influence of individual characteristics (age, lenght of service, place of residence, training taken, knowledge), organizational factor (work design, leadership, and incentive), and psychological factor (motivation) on the performance of rural midwives in Barumun the 39 rural midwives and all of them were selected to be the samples for this study. The data for this study were obtained through questionnaire-based interviews. The data obtained were analyzed through multiple linear regression test at α = 0.05. The result of this study showed that the sub-variables of individual characteristics which influenced the performance of rural midwives were length of service and knowledge. The sub-variables of organizational factors which influenced the performance of rural midwives were leadership and incentive. The contribution of influence shown by R-Square was 0.561 (56.1%) meaning that 56.1% of the performance of rural midwives was influenced by the influencing variables while the other 43.9% was influenced by the other factors. The Head of Tapanuli Selatan District Health Service of Community Health Center is suggested to keep developing the rural midwives with long services and providing them with Communication, Information and Education through training, seminar, and a better direction by the Head of Community Health Center to improve the knowledge and outlook of the rural midwives. The Head of Puskesmas should review the leadership style he created and condition a leadership style which is more appropriate to the organizational climate needed by his/her staff.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectRural Midwifeen_US
dc.subjectPerformanceen_US
dc.titlePengaruh Karakteristik Individu, Faktor Organisasi Dan Faktor Psikologis Terhadap Kinerja Bidan Desa Di Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2008en_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record