Show simple item record

dc.contributor.advisorRusmarilin, Herla
dc.contributor.advisorLubis, Linda Masniary
dc.contributor.authorLubis, Muhammad Irfan
dc.date.accessioned2010-07-26T02:33:43Z
dc.date.available2010-07-26T02:33:43Z
dc.date.issued2010-07-26
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/18984
dc.description060305018en_US
dc.description.abstractMUHAMMAD IRFAN LUBIS: Study Of Leaves Position And Time Withering On Effect Quality Of Tea From Jeruju Leaves (Achantus illicifolius L). Guided by Dr. Ir. Herla Rusmarilin, MS And Linda Masniary Lubis, STP, M.Si. Indonesia is one of the largest producer of tea in the world, but limited habitat suitable for growing tea plant delayed tea development, so there’s a need to find a different source of tea. This research is conducted to know if jeruju leaves can replace the tea leaves both in quality and quantity. A research was conducted at Januari-Februari 2010 in Jaring Halus Village Langkat, North Sumatera and The Laboratory of Food Technology, Faculty Of Agriculture, North Sumatera University, Medan, using factorial complete random design with position of leave (young leave, middle, bottom) and time withering (15, 16, 17 and 18 hours). Parameter analysed water rate, ash content, tannin rate, organoleptic value of colour, organoleptic value of appearance, organoleptic value of taste, and organoleptic value of infused leaf. The result of research indicated had highly significant effect on water rate, ash content, tannin rate, orgsnoleptic value of colour, organoleptic value of appearance, organoleptic value of taste, and organoleptic value of infused leaf. A young leave and time withering for 15 hours give the best result.en_US
dc.description.abstractMUHAMMAD IRFAN LUBIS: Mempelajari Pengaruh Letak Daun dan Lama Pelayuan terhadap Kualitas Teh Daun Jeruju (Achantus illicifolius L). Dibimbing oleh Dr. Ir. Herla Rusmarilin, MS dan Linda Masniary Lubis, STP, M.Si. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia, namun keterbatasan lahan yang sesuai untuk budidaya teh mengakibatkan terhambatnya perkembangan teh, sehingga diperlukan adanya sumber lain pengganti teh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah daun jeruju dapat dijadikan sebagai salah satu pengganti daun teh baik secara kualitas maupun kuantitas dengan memperhatikan letak daun dan lama pelayuan. Penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2010 di Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat Sumatera Utara dan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan perlakuan letak daun (daun pucuk, tengah dan bawah) dan lama pelayuan (15,16,17 dan 18 jam). Parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar abu, kadar tannin, uji organoleptik warna air seduhan, uji organoleptik penampakan partikel, uji organoleptik rasa, dan uji organoleptik ampas seduhan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar tannin, uji organoleptik warna air seduhan, uji organoleptik penampakan partikel, uji organoleptik rasa, dan uji organoleptik ampas seduhan. Letak daun pucuk dengan lama pelayuan 15 jam menghasilkan mutu teh yang baik.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectTeh Daun Jerujuen_US
dc.subjectLama Pelayuanen_US
dc.subjectLetak Daunen_US
dc.titleMempelajari Pengaruh Letak Daun dan Lama Pelayuan terhadap Kualitas Teh Daun Jeruju (Achantus Illicifolius L)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record