Show simple item record

dc.contributor.advisorDamanik, B. Sengli J.
dc.contributor.advisorChairani, Hanum
dc.contributor.authorTanjung, Ira Ismalanda
dc.date.accessioned2010-07-16T03:26:48Z
dc.date.available2010-07-16T03:26:48Z
dc.date.issued2010-07-16
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/18774
dc.description047001004en_US
dc.description.abstractIra Ismalanda Tanjung. Karakteristik Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kacang Buncis dengan Penambahan Kalium pada Dataran Rendah di Kecamatan Medan Denai, di bawah bimbingan Bapak B. S. J. Damanik dan Ibu Chairani Hanum. Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret sampai dengan Juni 2009. Jenis tanah yang digunakan adalah ultisol dengan pH 5.16 dan ketinggian tempat ± 28 m. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi BPP Dinas Pertanian Kota Medan Desa Selambo Amplas Kecamatan Medan Denai, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan dan 2 faktor. Faktor I terdiri dari berbagai varietas (varietas lokal Brastagi, Widuri, Lebat, Perkasa, Superking) dan faktor II merupakan kebutuhan pupuk kalium terdiri dari 0 kg/ha, 100 kg/ha dan 200 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan varietas yang memiliki keunggulan komparatif dari parameter analisis tumbuh yaitu total luas daun, bobot kering dan laju asimilasi bersih terdapat pada varietas Widuri dengan nilai berturut-turut adalah 18.942 cm2, 2.275 g, dan 0.7082 mg.m-2.h-1. Hasil pengamatan masa pertumbuhan generatif diperoleh munculnya bunga tercepat dihasilkan varietas Lebat (44 hari), sedang umur saat panen terpanjang terdapat pada varietas lokal Brastagi (75 hari). Parameter hasil yang meliputi jumlah polong segar terbanyak ditampilkan varietas Lebat 46.944 polong, panjang polong dan bobot polong segar ditampilkan oleh varietas Widuri dengan nilai berturut-turut 8.898 cm dan 117.702 g. Perlakuan kebutuhan dosis pupuk kalium 200 kg/ha menghasilkan total luas daun tertinggi dan bobot kering terberat umur 14 hari setelah tanam dengan nilai berturut-turut 37.467cm2 dan 0.238 g. Interaksi kombinasi perlakuan varietas Lebat dipupuk dengan dosis pupuk kalium 100 kg/ha menghasilkan total luas daun terluas pada umur 28 hst dengan nilai 19.302 cm2. Perlakuan varietas Lebat dipupuk dengan dosis pupuk kalium 200 kg/ha menghasilkan laju asimilasi bersih 2 tertinggi 0.7083 mg.m-2.h-1.en_US
dc.description.abstractIra Ismalanda Tanjung. The characteristics of some bean varieties on the growth and production by using management potassium on lowlands in Medan Denai subdistrict, under the consultant B.S.J. Damanik and Chairani Hanum. This research was carried out from March to June 2009. The type of the soil that used was ultisol with pH 5.16 and altitude about + 28 m. This research was done at BPP location, Agriculture Department Medan, Selambo Amplas village, Medan Denai Subdistrict using Randomised Block Design with 3 replication and 2 factors. The first factor was bean varieties consist of Brastagi local variety, Widuri, Lebat, Perkasa, and Superking and the second factor was potassium fertilizer treatment consisting of: 0 kg/ha, 100 kg/ha and 200 kg/ha. The result of the research showed that Widuri is superior variety on the vegetative growth on the parameters: total of leaf area index (18.942 cm¬¬2), dry weight (2.275 g), and net assimilation rate (0.7082 mg.m-2.h-1). On the generative growth observation the fastest emergence of flower produce on the Lebat variety (44 days), whereas the longest age on the harvesting on Brastagi local variety (75 days). Lebat variety have the highest number of fresh pod more about 46.944 pod. Meanwhile the fresh pod length (8.898 cm) and fresh weight pod (117.702 g) there are on the Widuri variety. The potassium fertilizer treatment dosage 200 kg/ha produces the highest total leaf area index (37.467 cm2) and dry weight (0.238 g) on the stage 14 days after planting. The interaction of the Lebat variety and potassium fertilized treatment on dosage 100 kg/ha produces the highest leaf area index on the age 28 days with the value 19.302 cm2. Lebat variety with dosage potassium fertilizer 200 kg/ha produces the highest net assimilation rate on the stage 21 to 28 days after planting 0.7083 mg.m-2.h-1.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectbeanen_US
dc.subjectvarietyen_US
dc.subjectpotassiumen_US
dc.titleKarakteristik Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Kacang Buncis Dengan Penambahan Kalium Pada Dataran Rendah Di Kecamatan Medan Denaien_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record