Show simple item record

dc.contributor.authorHelmi, Luthfi
dc.date.accessioned2010-07-09T03:13:49Z
dc.date.available2010-07-09T03:13:49Z
dc.date.issued2010-07-09
dc.identifier.issn0216-325x
dc.identifier.otherLenny Anggrina
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/18521
dc.description.abstractSystemic lupus erythematosus (SLE) merupakan penyakit radang kronik sistemik yang timbul akibat proses otoimun. Penyebab kematian tersering dari SLE adalah infeksi. Lupus bisa hadir pada usia berapapun, dan yang paling sering pada wanita. SLE bisa menyerang berbagai bagian tubuh, dan yang paling sering membahayakan jantung, persendian, kulit, paru-paru, pembuluh darah, hati, ginjal, dan sistem saraf. Lupus bisa diobati secara simtosis, terutama dengan kortikosteroid dan immunosupresan. Tipe lupus yang yang menunjukkan systemic lupus erythematous meliputi drug induce erythematosus, lupus nephritis, discoid lupus erythematous, subakut kutaneus lupus erythematous, neonatus lupus. Gejala dan keluhan yang sering ditemukan pada orang dengan SLE adalah kelelahan, demam, hilangnya nafsu makan, nyeri otot, arthritis, ulkus di mulut dan hidung, facial rash (buterflay rash), sensitive terhadap sinar matahari (photosensitive), peradangan di sepanjang pinggir paru (pleuritis), dan jantung (perikarditis) dan kurangnya sirkulasi di jari dan jari kaki pada paparan dingin (fenomena Raynauld). Tiga kriteria yang diklasifikasikan sebagai SLE adalah: 1) pasien harus memiliki empat dari delapan gejala yang dialami, 2) gejalanya bisa bersamaan atau berturut-turut, 3) gejala timbul selama masa observasi. Namun, tidak ada pengobatan yang permanen untuk SLE. Tujuan dilakukannya pengobatan adalah mengurangi gejala dan melindungi organ dengan mengurangi peradangan dan tingkat aktifitas autoimun di tubuh. NSAID dan anti-malaria juga dapat digunakan. Perkembangan dalam diagnosis dan pengobatan meningkatkan angka harapan hidup lebih dari 90% pasien bertahan hidup lebih dari sepuluh tahun dan banyak yang tanpa gejala. Prognosis normalnya lebih buruk pada pria dan anak-anak dibandingkan dengan wanita.en_US
dc.description.abstractSystemic lupus erythematosus (SLE) is a systematical chronic inflammatory disease occurred as the effect from the auto-immune process. The most frequent to the death is infection. Lupus may attack all ages and it is mostly on women. SLE also attack some parts of the body and it is most dangerous on the heart, joint, skin, lung, blood gland, liver, and nervous system. Lupus can be treated simtosisly and it is particularly with corticosteroids and immunosuppressant. The type of the lupus shows the Systemic lupus erythematosus includes drug induce erythematosus, lupus nephritis, discoid lupus erythematous, subakut kutaneus lupus erythematous, neonatus lupus. The symptoms which are frequently found are such as tiredness, fever, reduced of appetite, arthritis, ulcus on the mouth, facial rash, photosensitive, pleuritis, perikarditis and Raynauld’s phenomenon. Three criteria of the SLE includes 1) the patient suffers four of eight symptoms, 2) similar symptom and 3) the symptom occurs during the observation period. The objectives of the treatment is to reduce the symptoms and to protect the organ by the treatment and activity of autoimmune in the body. NSAID and anti-malaria can be also used. The development in the diagnosis and treatment may also add the life expectancy rate for 90% and it will survive for more than ten years and even without the symptom. Its normal prognosis may be worse on the men and children compared to the women.en_US
dc.language.isoenen_US
dc.subjectsystemic lupus erythematosusen_US
dc.titleManifestasi Systematic Lupus Erythematosus pada Paruen_US
dc.typeUSU e-Journalsen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record