Show simple item record

dc.contributor.authorHelmi, Luthfi
dc.date.accessioned2010-07-09T03:09:08Z
dc.date.available2010-07-09T03:09:08Z
dc.date.issued2010-07-09
dc.identifier.issn0216-325x
dc.identifier.otherLenny Anggrina
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/18519
dc.description.abstractSarkoidosis merupakan penyakit yang berhubungan dengan proses peradangan yang dapat menyerang organ apa saja pada tubuh. Penyakit ini ditandai dengan adanya granuloma dan daerah kecil yang berisi sel-sel radang. Sarkoidosis juga dapat diartikan sebagai retikulosis granulomatosa sistemik yang kronik progresif tanpa sebab yang jelas, ditandai dengan tuberkel keras pada hampir semua organ atau jaringan, termasuk kulit, paru, kelenjar getah bening, hati, limpa, mata dan tulang-tulang kecil tangan dan kaki. Epidemiologi sarkoidosis menjadi tantangan yang besar karena munculnya manifestasi klinis yang berbeda-beda dan kurangnya alat diagnosis yang spesifik. Namun, etiologi sarkoidosis belum diketahui dengan pasti, apakah merupakan penyakit infeksi, penyakit genetik atau reaksi terhadap benda asing atau apakah penyakit tersebut akibat satu atau banyak penyebab. Beberapa penyebab terjadinya sarkoidosis adalah infeksi bakteri, gangguan sistem imun tubuh, faktor lingkungan dan faktor genetik. Manifestasi klinis sarkoidosis ada dua yakni tipe akut dan tipe kronik. Keduanya berbeda dalam masa awitan, perjalanan penyakit, prognosisi, dan reaksi terhadap pengobatan. Pada sarkoidosis akut, biasanya terlihat pada orang muda, ditandai oleh masa awitan yang eksplosif dan secara klinis sering tampak sebagai eritema nodudum, demam, poliartritis, dan iritis akut. Pada tipe kronik terdapat lebih banyak pada penderita berusia di atas 40 tahun yang ditandai oleh masa waitan yang kurang jelas dan terlihat sebagai lesi progresif persisten pada organ-organ yang terlibat. Diagnosis terhadap sarkoidosis dilakukan atas dasar pemeriksaan klinis, pemeriksaan radiografi toraks, karena insidensnya yang paling sering. Biopsi dapat dilakukan di kulit, konjungtiva, kelenjar getah bening prifer, kelenjar liur, otot skeletal, paru, limpa, dan hati. Pengobatan terhadap sarkoidosis ditujukan untuk mencegah progresifitas, meningkatkan regresi atau meredakan gejala penyakit dengan efek samping sekecil mungkin. Kortikosteroid merupakan obat yang paling menguntungkan terhadap kelainan klinis, radilogik, imunologik, dan biokimia pada sarkoidosis. Pemeriksaan penunjang pada sarkoidosis meliputi foto toraks, pemeriksaan fungsi paru, pemeriksaan menggunakan fiber optic bronkoskopi, fiber optic bronkoskopi biopsy, CT-Scan, MRI, PET Scan, hingga Tahhlium dan Gallium Scan. Komplikasi sarkoidosis pada paru-paru dapat berupa hipertensi pulmonal, fibrosis pulmonal, dan kematian.en_US
dc.description.abstractSarkoidosis is a disease related to the inflammatory process. It may attack any organ in the human body. This disease is signed by the existence of granuloma and small region containing the inflammatory cells. Sarkoidosis also means as the hard tubercle with systematical, chronic and progressive to the reticulus granulomatosa and it is found in almost all organ, including skin, lung, white gland, liver, eyes and small muscles. The epidemiology of sarkoidosis has been as one of the struggle for the occurrence of different clinical manifestation and with lack of specific diagnostic. However, the etiology of Sarkoidosis has not been exactly known of whether it is as infection disease, genetics disease or the reaction to the foreign objects or other causes. Some causes related to the sarkoidosis includes bacteria infection, body immune system disturbance, environment factor and genetic factors. There are two clinical manifestation to the Sarkoidosis, namely acute and chronic type. The two has different progress, disease process, prognosis and the reaction to the treatment. On the acute sarkoidosis, it is usually seen on young people with explosive progress and it is clinically seen as the erythematic nodule, fever, poliarthritis and acute iritic. On the chronic phase, mostly it is seen on the patient aged above 40 years olds. In addition, it is seen as the persistent progressive lesion on the involved organs.The diagnosis to the sarkoidosis can be done based on the clinical checking, thorax radiography checking, since it occurs frequently. The biopsy can be done on the skin, conjuctiva, prifer light gland, saliva gland, skeletal muscle, lung, and liver. The treatment for the sarkoidosis is intended for the prevention of progressive, enhancing the regression and reducing the side-effects. Corticosteroids has been as the good medicine for the clinical disorder, radiology, immunologic, and biochemical to the sarkoidosis. The supporting checking on the sarkoidosis includes thorax photo, lung function checking, checking using the fiber optic broncoscopy, fiber optic, bronchoscope biopsy, CT-Scan, MRI, PET Scan, Tahhlium and Gallium Scan. The complication of Sarkoidosis on the lung can be in the form of pulmonal hypertension, pulmonal fibrosiss, and the death.en_US
dc.language.isoenen_US
dc.subjectlung sarkoidosisen_US
dc.titleSarkoidosis Paruen_US
dc.typeUSU e-Journalsen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record