Show simple item record

dc.contributor.advisorAdrian, Yuddi
dc.contributor.advisorSitumorang, Hamzon
dc.contributor.authorSimbolon, Marnita Widya U. N
dc.date.accessioned2010-05-31T06:18:26Z
dc.date.available2010-05-31T06:18:26Z
dc.date.issued2010-05-31
dc.identifier.otherIndra Satria Luhur
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/17508
dc.description040708051en_US
dc.description.abstractKomik Shanaou Yoshitsune karya Sawada Hirofumi merupakan komik yang menceritakan tentang kesetiaan para samurai dalam memperjuangkan kehormatan klannya (keluarga), yang telah direbut oleh klan samurai lain. Dengan membaca dan menganalisis komik Shanaou Yoshitsune, pembaca dapat memahami tentang berbagai makna mengenai kesetiaan dalam kehidupan para samurai Jepang pada zaman Kamakura. Di dalam cerita ini terdapat 3 jenis makna kesetiaan berdasarkan Bushido secara umum, yaitu kesetiaan berdasarkan ekonomi, kesetiaan berdasarkan moral dan kesetiaan berdasarkan keterpaksaan. Tokoh utama dalam komik ini adalah Hyouta yang kemudian berubah jati diri menjadi seorang samurai dan putra dari seorang samurai pemimpin klan Genji, yaitu Yoshitomo no Minamoto. Ia kemudian menjadi seorang samurai sesungguhnya demi kesetiaannya terhadap Ushiwakamaru. Hyouta pun memulai perjalannya sebagai seorang samurai dengan membuktikan kesetiaannya bahwa ia akan berjuang meskipun bertaruh nyawa dalam mengembalikan kehormatan klan Genji yang telah direbut oleh Taira no Kiyomori dari klan Heike. Dalam perjalanan merebut kembali kehormatan klan Genji, Hyouta tidak berjuang sendiri tetapi ia dibantu oleh beberapa samurai yang sangat setia kepadanya. Dalam komik ini pengarang menonjolkan makna kesetiaan beragam yang dimiliki oleh para samurai di Jepang. Di antaranya kesetiaan kepada keluarga, teman dan pemimpinnya. Makna kesetiaan itu sendiri merupakan kehormatan tertinggi bagi seorang samurai sehingga mereka rela mengorbankan nyawanya sendiri. Di Jepang kelas ksatria dikenal dengan samurai. Samurai merupakan kaum petarung yang mempunyai kemampuan dalam seni bela diri. Selain pedang, seorang samurai juga memiliki banyak kemampuan dan keahlian dalam menggunakan busur dan panah. Mereka mampu menunggang kuda dengan handal dan membunuh lawan dengan tangan kosong. Para samurai akan menjadi seorang ksatria semenjak ia mulai menjadikan dirinya seorang samurai sampai ia mati. Mereka tidak mempunyai rasa takut terhadap bahaya. Kumpulan samurai disebut dengan Bushi. Sedangkan Bushido merupakan prinsip hidup samurai dalam ajaran Shinto. Dalam ajaran Shinto, Bushido dibekali dengan ajaran kesetiaan dan patriotisme. Bagi seorang samurai, penghormatan adalah segalanya. Kehormatan terbesar adalah kemampuannya untuk melakukan Bushido, yang apabila dilihat dari kanjinya bermakna, “jalan hidup ksatria”. Ini merupakan kode etik dan jalan hidup bagi seorang samurai di Jepang. Bushido lebih ditekankan pada pelayanan diri sendiri, keadilan. Rasa malu, adab sopan santun, kemurnian, rendah hati, kesederhanaan, semangat bertarung, kehormatan, kasih sayang, dan yang paling utama adalah kesetiaan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKesetianen_US
dc.subjectTokoh Samuraien_US
dc.subjectKomik Shanaou Yoshitsuneen_US
dc.subjectSawada Hirofumien_US
dc.titleAnalisis Kesetian Pada Tokoh-Tokoh Samurai Dalam Komik Shanaou Yoshitsune Karya Sawada Hirofumien_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record