Show simple item record

dc.contributor.advisorDrs. Hamzon Situmorang, MS. Ph. Den_US
dc.contributor.authorHadi, Wira
dc.date.accessioned2010-04-15T08:52:06Z
dc.date.available2010-04-15T08:52:06Z
dc.date.issued2010-04-15
dc.identifier.otherFredo Hasugian
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/16235
dc.description060722005
dc.description.abstractBahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu ide, pikiran, hasrat dan keinginan kepada orang lain. Memang terkadang kita menggunakan bahasa bukan untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain tetapi hanya ditujukan pada diri sendiri, seperti saat berbicara sendiri baik yang dilisankan maupun hanya didalam hati. Tetapi yang paling penting adalah ide, pikiran, hasrat, dan keinginan tersebut dituangkan melalui bahasa Bahasa Jepang merupakan bahasa yang unik yang merupakan bahasa yang berbeda dengan bahasa lainnya, seperti bahasa Ingris, Malaysia, Brunei dan bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dan diamati dari huruf yang dipakainya, kosa kata, sistem pengucapan, gramatika dan ragam bahasa. Apabila kita cermati secara seksama bahwa bahasa Jepang kaya akan kosa kata, selain itu dalam bahasa Jepang banyak juga kata yang memiliki bunyi ucapan yang sama tetapi ditulis dengan huruf kanji yang berbeda sehingga menunjukkan makna yang berbeda pula Bahasa Jepang dan bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang serumpun, maka sudah barang tentu banyak terdapat perbedaan diantara kedua bahasa tersebut. salah satu diantaranya adalah penmakaian kata. Dalam bahasa Jepang banyak terdapat kata yang apa bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia artinya sama, namun dalam bahasa Jepang sendiri memiliki makna yang berbeda, baik dari segi katanya maupun makna dari kata tersebut. Seperti contoh adalah kata Youda, souda,dan rashii. Keempat kata ini apabila diartikan kedalam bahasa Indonesia, dapat berarti kelihatannya, sepertinya namun pada dasarnya ada terdapat perbedaan makna yang terkandung dalamnya. Secara sederhana kita dapat melihat bahwa kata souda, youda, dan rashii, semuanya adalah ungkapan untuk menyatkan dugaan, akan tetapi kata tersebut ditas tidaklah dipakai dalam satu konteks yang sama, karena kata souda, youda dan rashii, memiliki makna yang berbeda. Souda merupakan Sebuah kata sifat pelengkap yang menunjukkan bahwa apa yang di ekspresikan oleh pembicara adalah sebuah dugaan mengenai peristiwa atau kejadian yang akan datang atau sedang terjadi dari seseorang atau sesuatu, berdasarkan apa yang pembicara rasakan atau dilihat. Youda bisa gunakan untuk menyatakan suatu dugaan yang berasl dari apa yang dilihat dan dirasakan, dan informasi yang diterima oleh akal sehat. Rashii Merupakan sebuah kata sifat pelangkap yang menunjukkan bahwa kalimat sebelumnya merupakan perkiraan pembicara berdasarkan apa yang telah di dengar, dibaca atau dilhat. Untuk meneliti perbedaan makna yang terdapat dalam sebuah kata atau bahasa perlu adanya suatu ilmu yang mengkaji tentang makna. Ilmu yng objek kajiannya adalah makna disebut dengan semantik. Analisis semantik dapat dilihat dalam contoh kalimat dibawah ini. 1. このケーキはおいしそうです。 Kono keki ha oishisoudesu. Kue ini sepertinya enak. 2. このけーきはおいしいようです。 Kono keki ha oishiiyoudesu. Kue ini sepertinya enak Dalam kalimat diatas kaya souda, dan youda keduanya dapat diterjemahkan menjadi sepertinya. “ kue ini kepertinya enak” namun ada perbedaan makna yang terdapat dalan kedua kalimat diatas. Kalimat ( 1 ) pembicara mengatakan “ kue ini sepertinya enak” karena dia melihat dari luar atau tampilan luar, mungkin penyajian yang menarik, bentuk yang cantik dan sebagainya, sehingga dia menduga bahwa kue yang dilihat oleh pembicara “enak”. Berbeda dengan kalimat ( 2 ), pembicara mengatakan “ kue ini kelihatannya enak” karena dia melihat dan merasakan ada keinginan untuk mencicipi dari kue tersebut. Mungkin baunya yang enak sehingga menggugah selera bagi pembicara yang melihat kue itu. Dengan demikian dapat dibedakan pemakaian kata youda dan souda. Souda informasi yang dirasakan dari luar sedangkan youda informasi yang dirasakan dari dalam. Analisis seperti ini merupakan analisis semantik. Secara morfologi kata souda, youda dan rashii merupakan morfem terikat. Morfem terikat adalah morfem yang mempunyai arti apabila di gabungkan dengan morfem yang lainnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Youda (ようだ) terdiri dari dua morfem yaitu you (よう) yang merupakan morfem dasar ( 形態素けいたいそ/ keitaiso ), dan morfem da ( だ) merupakan morfem berubah terikat ( 結語形態けつごけいたい / ketsugokeitai ), yang dapat mempunyai makna bila digabungkan dengan morfem yang lain. Morfem ada yang mempunyai arti dan ada pula yang tidak mempunyai arti, namun memberikan makna pada morfem yang mengikutinya. Makna tersebut bisa berupa makna sopan, atau tidak. Jadi kata you ( よう ) memiliki arti sepertinya, sedangkan kata da ( だ ) tidak memiliki arti apa-apa namun dapat memberikan makna pada kata you. Yaitu makna bentuk biasa. Kata da ( だ ) bisa berubah menjadi desu (です ) ini memberikan makna sopan. Souda (そうだ ) juga terdiri dari dua morfen yaitu sou(そう) merupakan morfem dasar ( 形態素けいたいそ/ keitaiso ) dan da(だ) merupakan morfem terikat Kata (sou) memiliki arti sepertinya dan (da) tidak memiliki arti apa-apa mamun memberikan makna sopan atau tidak. Kata rashii ( らしい ) juga terdiri dari dua morfem yaitu (rashi) sdan (i), kata ( rashii) memiliki arti sepertinya sedang ( i ) tidak memiliki arti apa-apa namun bisa memberikan makna positif atau negatif pada kata rashi. Seperti contoh kata (rashi + i) berubah menjadi kata (rashi + kunai ) menunjukkan makna negatif pada kata rashii.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKosa Kataen_US
dc.subjectSoudaen_US
dc.subjectYoudaen_US
dc.subjectMorfologien_US
dc.subjectSemantiken_US
dc.titleAnalisis Pemakaian Kata Youda, Souda Dan Rashii Ditinjau Dari Segi Morfologi Dan Semantiken_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record