Show simple item record

dc.contributor.authorA Hadi Arifinen_US
dc.date.accessioned2010-03-22T08:48:42Z
dc.date.available2010-03-22T08:48:42Z
dc.date.issued2009-08-10T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherDiani Hartatien_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/15898
dc.descriptionsti-jul2005- (30)en_US
dc.description.abstractPembangunan nasional pada hakikatnya adalah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan manusia Indonesia secara keseluruhan. Dalam hal ini pemerintah telah mengarahkan perhatian agar pembangunan sektor industri dititikberatkan pada peningkatan dan pembangunan industri kecil. Industri kecil kerajinan rotan merupakan industri kecil yang paling banyak ditekuni oleh masyarakat di kecamatan Jeumpa kabupaten Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek usaha industri kecil kerajinan rotan di kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen untuk masa yang akan datang berkaitan dengan adanya gangguan keamanan yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan para pengusaha industri kecil kerajinan rotan serta mengetahui faktor permasalahan yang sedang dihadapai oleh para pengusaha kerajinan rotan khususnya di kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat langsung dengan mewawancara pemilik dari tempat usaha kerajinan rotan yang berasal dari tiga usaha industri kerajinan rotan yaitu, Al- Fata, Coslat Rotan Furniture dan UD.Fadillah. Untuk menguji hipotesis digunakan model Studi Kelayakan Bisnis yaitu : Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Net Benefit Cost of ratio dan lain sebagainya. Dalam penentuan pemilihan terhadap usaha yang akan diinvestasikan dan memiliki propek digunakan metode Mutually exclusive alternative project untuk mendapatkan perbandingan dari ketiga usaha tersebut dan diperoleh hasil bahwa NPV usaha kerajinan rotan Al-Fata adalah Rp 714.104,- Coslat Rotan Furniture Rp 1.147.172,- dan UD.Fadillah Rp 56.854,- dengan IRR berturut-turut 18,78 %, 37,16 %, dan 18,07 %, dan Net B/C masing- masing sebesar 1,02; 1,11; dan 1,00. Dari ketiga hasil tersebut, dengan menggunakan metode pemilihan usaha Mutually exclusive alternative project maka usaha kerajinan Coslat Rotan Furniture yang memiliki NPV, IRR, dan Net B/C tertinggi yang memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan walaupun usaha tersebut memiliki jumlah investasi yang sangat kecil jika dibandingkan dengan Al-Fata dan UD. Fadillah.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectnpven_US
dc.subjectirren_US
dc.subjectnet b/c dan mutually exclusive alternative projecten_US
dc.titleMutually Exclusive Alternative Project Untuk Analisis Kelayakan Usaha Industri Kecilen_US
dc.typeUSU e-Journalsen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record