Show simple item record

dc.contributor.authorDaulat H. Sibueaen_US
dc.date.accessioned2010-03-22T08:36:31Z
dc.date.available2010-03-22T08:36:31Z
dc.date.issued2009-07-06T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherJohanes Hutabarat, S.Sosen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/15620
dc.descriptionmkn-jun2006- (11)en_US
dc.description.abstractThe patient is a grandemultigravid and multipara woman of 33 years old. This woman have twin pregnancy, with the first fetus have succesfully living birth by vaginal delivery handled by tradisional birth attendant. The second aterm living fetus is transverse lie, and has retention for 46 hours. The second aterm living fetus has cesarean section birth in Haji Adam Malik Genteral Hospital Medan. The second infant is a healthy boy of 3800 gram weight. Retention of second aterm living infant should not occur if handle by modern Obstetric. Postponement of delivery of the second aterm living fetus able to be accepted only if continuous fetal monitoring is employed.en_US
dc.description.abstractPasien seorang ibu berumur 33 tahun grandemultigravida dan multipara. Ibu ini hamil kembar, dengan bayi kembar pertama lahir hidup pervaginam yang ditangani oleh seorang dukun beranak. Janin kembar kedua aterm hidup letak sungsang, mengalami retensi 46 jam. Bayi kembar kedua aterm dilahirkan dengan seksiosesarea di Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik, Medan. Bayi kembar kedua sehat, laki-laki, berat badan 3800 gram. Retensi janin kembar kedua aterm hidup seharusnya tidak boleh terjadi pada penanganan obstetrik modern. Menunda kelahiran janin kembar kedua aterm hidup hanya dapat diterima jika kondisi janin dimonitor ketat.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectretensi janin kembar keduaen_US
dc.subjectpenanganan; second twin retentionen_US
dc.subjectmanagementen_US
dc.titleRetensi Janin Kembar Kedua Aterm Hidup 46 Jamen_US
dc.typeUSU e-Journalsen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record