Show simple item record

dc.contributor.advisorLili Garliah, M.Si.en_US
dc.contributor.authorRaisa Andeaen_US
dc.date.accessioned2010-03-20T07:21:23Z
dc.date.available2010-03-20T07:21:23Z
dc.date.issued2010-01-20T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahmaen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/14525
dc.description10E00103en_US
dc.description.abstractBody image in adolescent is important, because during adolescent, someone experience many changed, physically and also psychological. These rapid change has created a certain response for adolescent, that is a behavior concerned on his/her body shape. Attention to appearance and ideal body image may lead to obsessively effort such as weight control. Generally, adolescent do diet, sport, body treatment, consume diet pil, and many things to get ideal weight. This research is a correlational research that aims to understand the correlation between body image and dieting behaviors among adolescent. The population and subject of this research were 215 students in SMA Kemala Bhayangkari I Medan. This research using two scale as a measuring tools, namely Body Image Scale and Dieting Behaviors Scale organized by researcher in formed Likert Scale and Semantic Differential Scale based on the aspect of body image (Cash, in Seawell & Danorf-Burg 2005) and weight reduction methods (French, Perry, Leon & Fulkerson, dalam Elga 2007). The Body Image Scale has a value of reliability for Likert Scale (rxx)=0.929 and Semantic Differential Scale (rxx)=0.788, and consist of 39 item, whereas the Dieting Behaviors Scale reliability value is (rxx)= 0.865 and consist of 28 item. The analysed of research data using Pearson Product Moment correlation method. The result showed that there was a negative correlational between body image and dieting behaviors with correlation coefficient r = -.554, ? (two tailed)en_US
dc.description.abstractBody image bagi remaja merupakan suatu hal yang penting, karena pada masa remaja seseorang banyak mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikis. Perubahan yang pesat ini menimbulkan respon tersendiri bagi remaja berupa tingkah laku yang sangat memperhatikan perubahan bentuk tubuhnya. Kepedulian terhadap penampilan dan body image yang ideal dapat mengarah kepada upaya obsesif seperti mengontrol berat badan. Pada umumnya remaja melakukan diet, berolahraga, melakukan perawatan tubuh, mengkonsumsi obat pelangsing dan lain-lain untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dan perilaku diet pada remaja. Populasi dan sampel penelitian ini adalah 215 orang siswa dan siswi di SMA Kemala Bhayangkari I Medan. Penelitian ini menggunakan dua buah skala sebagai alat ukur, yaitu Skala Body Image dan Skala Perilaku Diet yang disusun sendiri oleh peneliti dalam bentuk Skala Likert dan Skala Semantik Diferensial berdasarkan dimensi-dimensi body image (Cash, dalam Seawell & Danorf-Burg 2005) dan metode-metode penurunan berat badan (French, Perry, Leon & Fulkerson, dalam Elga 2007). Skala Body Image nilai reliabilitas untuk Skala Likert (rxx)=0.929 dan Skala Semantik Diferensial (rxx)=0.788, dan terdiri dari 39 aitem, sedangkan Skala Perilaku Diet nilai reliabilitas (rxx)=0.865 dan terdiri dari 28 aitem. Analisa penelitian menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil analisa ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara body image dengan perilaku diet dengan nilai r = -.554, ? (two tailed) < 0.01. Artinya semakin positif body image maka intensitas perilaku diet yang dilakukan akan semakin rendah, dan sebaliknya, semakin negatif body image maka intensitas perilaku diet yang dilakukan akan semakin tinggi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectbody imageen_US
dc.subjectperilaku dieten_US
dc.titleHubungan Antara Body Image Dan Perilaku Diet Pada Remajaen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record