Show simple item record

dc.contributor.advisorDra. Gustiarti Leila M.Si, Psi, M.Kesen_US
dc.contributor.authorSri Ulina Gintingen_US
dc.date.accessioned2010-03-20T07:21:21Z
dc.date.available2010-03-20T07:21:21Z
dc.date.issued2010-02-03T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahmaen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/14523
dc.description10E00286en_US
dc.description.abstractEmployee who is having high morale can increase productivity. High of morale shows the employee to work with energic, full of willingness to finalize the work, employee wish to come to work and enthusiastic to work when reaching office. There are some factor influencing morale, that is feeling together and work together in executing duty for reached purpose. Feeling together and work together in executing duty is part of group cohesiveness, causing can be told the influencing employee morale is group cohesiveness. This research applies quantitative method with correlation that aim to know how much cohesiveness influence employee morale. This research takes 44 employee sample in PT Bumiputera Asuransi Jiwa Bersama Kantor Cabang Askum Medan. Sampling is done by using simple random technique. The mesure equipment in this research is two scale that is scale morale and scale group cohesiveness compiled by researcher based on characteristics of morale by Carlaw, Deming and Friedman (2003) and dimension of group cohesiveness by Forsyth (1999). Scale morale has reliability value (rxx)=0.937 and scale group cohesiveness has reliability value (rxx)= 0.903. Result of analysis research by using regression analysis shows coefficient of determination r2=0.84 and ?=0.916 with level signifikansi pen_US
dc.description.abstractKaryawan yang memiliki semangat kerja yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja. Semangat kerja yang tinggi menunjukkan karyawan bekerja dengan energik, penuh dengan kemauan untuk menyelesaikan pekerjaannya, karyawan ingin datang bekerja dan antusias untuk bekerja ketika sampai di kantor. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi semangat kerja yaitu perasaan kebersamaan dan rasa kerja sama dalam melaksanakan tugas demi tercapainya tujuan. Perasaan kebersamaan dan rasa kerja sama dalam melaksanakan tugas merupakan bagian dari kohesivitas kelompok kerja, sehingga dapat dikatakan bahwa yang mempengaruhi semangat kerja karyawan adalah kohesivitas kelompok kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kohesivitas kelompok kerja terhadap semangat kerja karyawan. Penelitian ini mengambil sampel karyawan PT. Bumiputera Asuransi Jiwa Bersama Kantor Cabang Askum Medan sejumlah 44 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik acak sederhana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua buah skala yaitu skala semangat kerja dan skala kohesivitas kelompok kerja yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja tinggi oleh Carlaw, Deming dan Friedman (2003) dan berdasarkan dimensi kohesivitas kelompok oleh Forsyth (1999). Skala semangat kerja memiliki nilai reliabilitas (rxx) = 0,937 dan nilai reliabilitas skala kohesivitas kelompok kerja (rxx) = 0, 903. Hasil analisa data penelitian dengan menggunakan analisa regresi menunjukkan koefisien determinasi r2=0.84 dan ?=0.916 dengan taraf signifikansi p<0.01 (p=0.000), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh kohesivitas kelompok kerja yang signifikan terhadap semangat kerja.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.titlePengaruh Kohesivitas Kelompok Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Di PT. Bumiputera Asuransi Jiwa Bersama Kantor Cabang Askum Medanen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record