Show simple item record

dc.contributor.advisorSinta Uli SH, M. Hum. ; Maria Kaban SH, M. Humen_US
dc.contributor.authorSamuel F.R. Sinagaen_US
dc.date.accessioned2010-03-20T06:41:42Z
dc.date.available2010-03-20T06:41:42Z
dc.date.issued2009-08-06T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahmaen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/12170
dc.description09E02088.pen_US
dc.description.abstractPersaingan para pengusaha sector pengadaan sarana transportasi terutama sepeda motor pun semakin ketat. Hal ini dapat kita lihat langsung dengan adanya persaingan berupa pemberian hadiah langsung terhadap para konsumen yang akan membeli produk mereka. Selain itu parapengusaha juga berupaya untuk memberikan kemudahan bagi calon konsumen untuk mendapatkan sepeda motor. Kemudahan tersebut berupa pemberian kredit dengan bunga dan juga uang pangkal yang rendah. Pembelian sepeda motor secara kredit tersebut merupakan suatu bentuk perjanjian yang saat ini sering dipakai para pengusaha. Hal ini karena lebih menguntungkan bagi para pengusaha tersebut karena memperkecil risiko untuk menanggung kerugian apabila debitur melakukan wanprestasi. Dalam perjanjian jual beli dengan cara kredit ini , yang dijadikan sebagai jaminan atas hutang debitur yakni sepeda motor itu sendiri. Jadi, walaupun sepeda motor tersebut telah diserahkan kepada debitur, namun segala dokumen yang berhubungan dengan sepeda motor tersebut tetap berada di tangan kreditur, sehingga jika debitur ingin mengalihkan ataupun menjual sepeda motor tersebut harus diketahui dan disetujui oleh kreditur. Permasalahan yang akan dibahas mengenaipraktek-praktek perjanjian jual beli sepeda motor dengan jaminan secara kredit, jaminan yang dipergunakan dalam perjanjian jual beli sepeda motor dengan jaminan secara kredit, wanprestasi dalam perjanjian jual beli sepeda motor dengan jaminan secara kredit, dan aspek hukum yang dipergunakan jika terjadi wanprestasi pada perjanjian jual beli sepeda motor dengan jaminan secara kredit. Jenis perjanjian jual beli dengan jaminan secara kredit merupakan suatu bentuk yang baru dari jenis-jenis perjanjian pada umumnya yang diatur di dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Dalam perjanjian ini para pihak bebas untuk menentukan apa yang menjadi hak maupun kewajiban masing-masing pihak. Hal tersebut sesuai dengan Pasal 1338 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Jaminan yang digunakan dalam perjanjian jual beli dengan jaminan secara kredit ini adalah jaminan dalam bentuk fiducia, dimana objek dari perjanjian jual beli tersebut yang dijadikan sebagai jaminan. Apabila debitur melakukan wanprestasi, maka kreditur berhak menarik kembali baranng yang telah diserahkan kepada debitur. Hendaknya debitur lebih teliti untuk membaca dan memahami isi dari perjanjian tersebut. Hal ini karena perjanjian yang digunakan merupakan perjanjian baku yang dibuat sepihak oleh kreditur, dimana debitur tidak diajak dalam proses pembuatan perjanjian tersebut. Cara pembayaran yang dipakai di dalam system perjanjian jual beli jenis ini yakni dengan cara membayar secara berangsur hingga tempo waktu yang telah disepakati dalam perjanjian. Apabila debitur tidak melakukan kewajibannya (melakukan wanprestasi) untuk membayar sisa harga atas sepeda motor tersebut, maka pihak kreditur berhak menarik kembali sepeda motor tersebut.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectwanprestasien_US
dc.subjectperjanjian jual belien_US
dc.titleWanprestasi Dalam Perjanjian Jual Beli Sepeda Motor Dengan Jaminan Secara Kredit (Studi PT. Indako Medan)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record