<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>USU-IR Community:</title>
    <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/86</link>
    <description />
    <pubDate>Fri, 24 May 2013 01:23:22 GMT</pubDate>
    <dc:date>2013-05-24T01:23:22Z</dc:date>
    <item>
      <title>Implementasi Algoritma One Time Pad Pada Data Teks Dan Knapsack Pada Kunci</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37540</link>
      <description>Authors: Prameswara, Gustaf
Advisors: Budiman, M. Andri
Abstract: A data security is very important to be kept secret. Cryptography is a branch of science that contribute to security and confidentiality of the data. One of the methods used in cryptography is a hybrid encryption. That system of data security by combining the use of symmetric algorithms the key asymmetric algorithms. This thesis aims to increase knowledge and references on how algorithms work in securing a One Time Pad text data. And also how to work the Knapsack algorithm used in securing key algorithm of One Time Pad earlier. This discussion will result in an application that can be used to encrypt text data using symmetric algorithms are used at the same time securing key to encrypt it again using an asymmetric algorithm.
Abstract (other language): Keamanan suatu data rahasia sangat penting untuk dijaga. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi. Kriptografi merupakan cabang ilmu yang berperan dalam keamanan dan kerahasiaan suatu data. Salah satu metoda yang digunakan dalam kriptografi adalah hybrid enkripsi. Yaitu sistem pengamanan data dengan menggabungkan penggunaan algoritma simetris dengan algoritma asimetris. Skripsi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan referensi tentang bagaimana cara kerja algoritma One Time Pad dalam mengamankan data teks. Dan juga bagaimana cara kerja algoritma Knapsack dalam mengamankan kunci yang dipergunakan dari algoritma One Time Pad tadi. Pembahasan ini akan menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengenkripsi data teks menggunakan algoritma simetris sekaligus mengamankan kunci yang digunakan dengan mengekripsinya lagi menggunakan algoritma asimetris.</description>
      <pubDate>Thu, 23 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37540</guid>
      <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Prameswara, Gustaf</dc:creator>
      <dc:description>Keamanan suatu data rahasia sangat penting untuk dijaga. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi. Kriptografi merupakan cabang ilmu yang berperan dalam keamanan dan kerahasiaan suatu data. Salah satu metoda yang digunakan dalam kriptografi adalah hybrid enkripsi. Yaitu sistem pengamanan data dengan menggabungkan penggunaan algoritma simetris dengan algoritma asimetris. Skripsi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan referensi tentang bagaimana cara kerja algoritma One Time Pad dalam mengamankan data teks. Dan juga bagaimana cara kerja algoritma Knapsack dalam mengamankan kunci yang dipergunakan dari algoritma One Time Pad tadi. Pembahasan ini akan menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengenkripsi data teks menggunakan algoritma simetris sekaligus mengamankan kunci yang digunakan dengan mengekripsinya lagi menggunakan algoritma asimetris.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Dan Perbandingan Penggunaan Metode Pembangkitan Bilangan Prima Fermat  Dan Lucas-Lehmer Dalam  Kriptografi Elgamal</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37539</link>
      <description>Authors: Wijayanti, Ratnaningtyas Yoga
Advisors: Rachmawati, Dian
Abstract: Security of a written message from one person to another during communication is important. It takes an application to secure the contents of the message to be sent. The main objective of this study is to build an applications that can sent plaintexts. This study was implemented ElGamal cryphtography algorithms for encryption and decryption with Fermat and Lucas-Lehmer prime generator, using Java 2.0 programming language with the Netbeans IDE 6.8. The methods ensure that the Fermat prime numbers obtained, a p-1 mod p = 1, has a range of 1-5000. If the value of p has digits greather than 2 and the penultimate is 0 then it should be avoided. Lucas-Lehmer method only applies to Mersenne numbers (Mp = 2p-1) with s := s2 – 2 mod Mp. Prime numbers used in the application are greater than 255 and the key value should not exceed 4 digits. The iteration to determine the key value of p which does not have 0 as the penultimate number resulted in the Fermat encryption method requiring longer time than Lucas-Lehmer, which is 5.346267 second for Fermat compared to 0.13326 second for Lucas-Lehmer. In the decryption process, the average time obtained for Fermat 0.0041 second for Fermat compared to 0.0104 second for Lucas-Lehmer because the p key used in the Lucas-Lehmer was average larger than the p key used in the Fermat. In this application, the encryption process is faster with the Lucas-Lehmer method, while decryption process is the faster with Fermat method
Abstract (other language): Keamanan pesan tertulis yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain ketika berkomunikasi adalah hal yang penting. Dibutuhkan suatu penerapan untuk mengamankan isi dari pesan yang akan dikirim. Sasaran utama dari kajian ini adalah untuk membangun aplikasi yang dapat merahasiakan pesan yang dikirim. Penelitian ini dibangun dengan bahasa pemograman Java 2.0 dengan editornya adalah Netbeans 6.8 dan menggunakan algoritma kriptografi ElGamal untuk proses enkripsi dan dekripsinya, metode pembangkitan bilangan prima Fermat dan Lucas-Lehmer. Metode Fermat memastikan bilangan yang diperoleh prima, a p-1 mod p = 1, memiliki rentang 1-5000. Jika nilai p yang memiliki digit lebih dari 2 dan angka kedua dari belakang adalah 0 harus dihindari. Metode Lucas-Lehmer berlaku pada bilangan Mersenne (Mp = 2p-1) dengan s := s2 – 2 mod Mp. Bilangan prima yang digunakan lebih besar dari 255 dan nilai kuncinya tidak lebih dari 4 digit. Proses iterasi untuk menentukan kunci p yang tidak memiliki angka kedua dari belakang adalah 0 menyebabkan proses enkripsi metode Fermat lebih lama dibandingkan Lucas-Lehmer, untuk Fermat 5.346267 detik dibandingkan 0.13326 detik untuk Lucas-Lehmer. Pada proses dekripsi, didapatkan hasil rata-rata waktu dekripsi Fermat 0.0041 detik dibandingkan 0.0104 detik waktu dekripsi Lucas-Lehmer, disebabkan karena kunci p yang dipakai dalam Lucas-Lehmer rata-rata lebih besar daripada kunci yang dipakai dalam Fermat. Pada aplikasi ini, proses enkripsi yang lebih cepat adalah metode Lucas-Lehmer sedangkan untuk proses dekripsi yang lebih cepat adalah metode Fermat.</description>
      <pubDate>Thu, 23 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37539</guid>
      <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Wijayanti, Ratnaningtyas Yoga</dc:creator>
      <dc:description>Keamanan pesan tertulis yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain ketika berkomunikasi adalah hal yang penting. Dibutuhkan suatu penerapan untuk mengamankan isi dari pesan yang akan dikirim. Sasaran utama dari kajian ini adalah untuk membangun aplikasi yang dapat merahasiakan pesan yang dikirim. Penelitian ini dibangun dengan bahasa pemograman Java 2.0 dengan editornya adalah Netbeans 6.8 dan menggunakan algoritma kriptografi ElGamal untuk proses enkripsi dan dekripsinya, metode pembangkitan bilangan prima Fermat dan Lucas-Lehmer. Metode Fermat memastikan bilangan yang diperoleh prima, a p-1 mod p = 1, memiliki rentang 1-5000. Jika nilai p yang memiliki digit lebih dari 2 dan angka kedua dari belakang adalah 0 harus dihindari. Metode Lucas-Lehmer berlaku pada bilangan Mersenne (Mp = 2p-1) dengan s := s2 – 2 mod Mp. Bilangan prima yang digunakan lebih besar dari 255 dan nilai kuncinya tidak lebih dari 4 digit. Proses iterasi untuk menentukan kunci p yang tidak memiliki angka kedua dari belakang adalah 0 menyebabkan proses enkripsi metode Fermat lebih lama dibandingkan Lucas-Lehmer, untuk Fermat 5.346267 detik dibandingkan 0.13326 detik untuk Lucas-Lehmer. Pada proses dekripsi, didapatkan hasil rata-rata waktu dekripsi Fermat 0.0041 detik dibandingkan 0.0104 detik waktu dekripsi Lucas-Lehmer, disebabkan karena kunci p yang dipakai dalam Lucas-Lehmer rata-rata lebih besar daripada kunci yang dipakai dalam Fermat. Pada aplikasi ini, proses enkripsi yang lebih cepat adalah metode Lucas-Lehmer sedangkan untuk proses dekripsi yang lebih cepat adalah metode Fermat.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Penerapan Algoritma Genetika Untuk Penyelesaian Vehicle Routing Problem With Delivery And Pick-Up (VRP-DP)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37520</link>
      <description>Authors: Simanullang, Herlin
Advisors: Siagian, Partano
Abstract: Vehicle Routing Problem (VRP) is a problem of combinatorial optimization&#xD;
complexeses that has essential role in management distribution system which is aimed&#xD;
to minimize the needed cost, the cost is determined in relationship with the distance of&#xD;
route which is taken by the distribution vehicle. The characteristic from VRP is the use&#xD;
of vehicle in certain capacity and its activity is centralized in one depot to serve the&#xD;
customer on certain locations with certain known demand. The problem of distribution&#xD;
which combines the activity of delivery and picking up the product belong to one of&#xD;
type VRP - Vehicle Routing Problem Delivery and Pick Up (VRP-DP). One of the&#xD;
methods which is used in solving the problem of VRP-DP is by applying the Genetics&#xD;
Algorithm. The data is set for 30 consumers and the sum of the demand of each, then it&#xD;
is processed by using the Matlab programme. The expected result is route of optimal&#xD;
distribution for firm vehicle so that it generate the distance and minimum total cost in&#xD;
fulfilling all the customers’ demand.
Abstract (other language): Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan permasalahan optimasi kombinatorial&#xD;
kompleks yang memiliki peranan penting dalam manajemen sistem distribusi dengan&#xD;
tujuan meminimalkan biaya yang diperlukan, dimana penentuan biaya berkaitan dengan&#xD;
jarak dari rute yang ditempuh oleh kendaraan distribusi. Ciri dari VRP yaitu&#xD;
penggunaan kendaraan dengan kapasitas tertentu dan kegiatannya berpusat pada satu&#xD;
titik depot untuk melayani pelanggan pada titik-titik tertentu dengan jumlah permintaan&#xD;
yang diketahui. Permasalahan distribusi yang menggabungkan aktifitas pengiriman dan&#xD;
pengambilan produk termasuk dalam salah satu jenis VRP yaitu Vehicle Routing&#xD;
Problem Delivery and Pick-Up (VRP-DP). Salah satu metode yang digunakan untuk&#xD;
menyelesaikan permasalahan VRP-DP ini adalah dengan menerapkan Algoritma&#xD;
Genetika. Data di set sebanyak 30 konsumen dengan masing-masing jumlah&#xD;
permintaannya, kemudian diproses dengan menggunakan program Matlab. Hasil yang&#xD;
diharapkan nantinya adalah rute distribusi optimal untuk kendaraan perusahaan&#xD;
sehingga menghasilkan jarak tempuh yang tentunya total biaya yang minimal dalam&#xD;
memenuhi semua permintaan pelanggan.</description>
      <pubDate>Wed, 22 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37520</guid>
      <dc:date>2013-05-22T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Simanullang, Herlin</dc:creator>
      <dc:description>Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan permasalahan optimasi kombinatorial&#xD;
kompleks yang memiliki peranan penting dalam manajemen sistem distribusi dengan&#xD;
tujuan meminimalkan biaya yang diperlukan, dimana penentuan biaya berkaitan dengan&#xD;
jarak dari rute yang ditempuh oleh kendaraan distribusi. Ciri dari VRP yaitu&#xD;
penggunaan kendaraan dengan kapasitas tertentu dan kegiatannya berpusat pada satu&#xD;
titik depot untuk melayani pelanggan pada titik-titik tertentu dengan jumlah permintaan&#xD;
yang diketahui. Permasalahan distribusi yang menggabungkan aktifitas pengiriman dan&#xD;
pengambilan produk termasuk dalam salah satu jenis VRP yaitu Vehicle Routing&#xD;
Problem Delivery and Pick-Up (VRP-DP). Salah satu metode yang digunakan untuk&#xD;
menyelesaikan permasalahan VRP-DP ini adalah dengan menerapkan Algoritma&#xD;
Genetika. Data di set sebanyak 30 konsumen dengan masing-masing jumlah&#xD;
permintaannya, kemudian diproses dengan menggunakan program Matlab. Hasil yang&#xD;
diharapkan nantinya adalah rute distribusi optimal untuk kendaraan perusahaan&#xD;
sehingga menghasilkan jarak tempuh yang tentunya total biaya yang minimal dalam&#xD;
memenuhi semua permintaan pelanggan.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Ultrastruktur Hepar Mencit (Mus Musculus L.) Setelah Pemberian Ekstrak Air Biji Pepaya (Carica Papaya L.) Dan Testosteron Undekanoat (Tu)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37489</link>
      <description>Authors: MARYATI, GUSTIKA
Advisors: Tanjung, Masitta; Ilyas, Syafruddin
Abstract: The influence of papaya (Carica papaya L.) seed water extract and testosterone undekanoat (TU) to the structure of mouse liver (Mus musculus L.) was be conducted in a Laboratory of Animal Structure-Biology Departement, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Sumatera Utara, Medan. This research used completely randomized design that consist of 5 controls and 5 treatments, using 5 mice. The treatments were conducted for 24 weeks. Each mouse was treated by muscular injection with TU 0,25mg/0,1ml/ with interval 6 weeks and papaya seed extract was given 30mg/0,5 orally every day. After 6 weeks the mouse was killed by neck dislocation and the liver was treated by paraffin block stained by hematoxilin-eosin. The result indicated that there is a significant different between control and treatment group, livers necrosis is found in every observation (p&lt;0,05) and steatosis was found on 6 weeks and 18 weeks (p&lt;0,05), while hydrophic degeneration only found on 12 and 18 weeks of observation. How ever the treatments have no significant effect on liver morphology.
Abstract (other language): Hati merupakan organ yang memiliki fungsi sebagai detoksifikasi toksin. Penelitian tentang pengaruh pemberian ekstrak air biji pepaya (Carica papaya L.) dan Testosteron Undekanoat (TU) terhadap ultrastruktur hati mencit (Mus musculus L.) telah dilakukan di Laboratorium Struktur Hewan Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 kelompok kontrol dan 5 kelompok perlakuan, jumlah mencit masing-masing 5 ekor, dengan perlakuan lama waktu pajanan selama 24 minggu. Penyuntikan TU 0,25mg/0,1ml/ekor/mencit jantan interval waktu 6 minggu sekali secara intramuskular dan pemberian ekstrak biji pepaya 30mg/0,5ml/ekor/mencit jantan setiap hari secara oral. Setiap 6 minggu sekali mencit dibunuh dengan cara dislokasi leher, kemudian dibuat preparat hati dengan metode blok parafin dan pewarnaan hematoksilin-eosin. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan nyata antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, nekrosis ditemukan pada setiap minggu pengamatan (p&lt;0,05) dan steatosis ditemukan pada minggu ke 6 dan minggu ke 18 (p&lt;0,05), sedangkan degenerasi hidrofik hanya pada pengamatan minggu ke 12 dan minggu ke 18. Namun pengamatan morfologi tidak berpengaruh nyata (p&gt;0,05).</description>
      <pubDate>Mon, 20 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37489</guid>
      <dc:date>2013-05-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>MARYATI, GUSTIKA</dc:creator>
      <dc:description>Hati merupakan organ yang memiliki fungsi sebagai detoksifikasi toksin. Penelitian tentang pengaruh pemberian ekstrak air biji pepaya (Carica papaya L.) dan Testosteron Undekanoat (TU) terhadap ultrastruktur hati mencit (Mus musculus L.) telah dilakukan di Laboratorium Struktur Hewan Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 kelompok kontrol dan 5 kelompok perlakuan, jumlah mencit masing-masing 5 ekor, dengan perlakuan lama waktu pajanan selama 24 minggu. Penyuntikan TU 0,25mg/0,1ml/ekor/mencit jantan interval waktu 6 minggu sekali secara intramuskular dan pemberian ekstrak biji pepaya 30mg/0,5ml/ekor/mencit jantan setiap hari secara oral. Setiap 6 minggu sekali mencit dibunuh dengan cara dislokasi leher, kemudian dibuat preparat hati dengan metode blok parafin dan pewarnaan hematoksilin-eosin. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan nyata antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, nekrosis ditemukan pada setiap minggu pengamatan (p&lt;0,05) dan steatosis ditemukan pada minggu ke 6 dan minggu ke 18 (p&lt;0,05), sedangkan degenerasi hidrofik hanya pada pengamatan minggu ke 12 dan minggu ke 18. Namun pengamatan morfologi tidak berpengaruh nyata (p&gt;0,05).</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistem Informasi Perpustakaan Sma Dharma Pancasila Medan Berbasis Web</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37477</link>
      <description>Authors: Syahputra, Nandapatria
Advisors: Bu'ulolo, Faigiziduhu
Abstract (other language): Kajian ini bertujuan untuk membangun aplikasi web mengenai sistem informasi perpustakaan di SMA Dharma Pancasila Medan. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop, Macromedia Dreamweaver, Xampp 1.6.6a dan browser Internet Mozilla Firefox. Aplikasi web ini bekerja untuk memudahkan mendapatkan informasi perpustakaan yang diinginkan user/pengguna. Tujuan aplikasi web ini adalah untuk menyajikan dan menyebarkan informasi kepada user/pengguna dengan baik dan tepat dari informasi yang terdapat pada web tersebut dengan mudah pada waktu yang diinginkan.</description>
      <pubDate>Mon, 20 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37477</guid>
      <dc:date>2013-05-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Syahputra, Nandapatria</dc:creator>
      <dc:description>Kajian ini bertujuan untuk membangun aplikasi web mengenai sistem informasi perpustakaan di SMA Dharma Pancasila Medan. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop, Macromedia Dreamweaver, Xampp 1.6.6a dan browser Internet Mozilla Firefox. Aplikasi web ini bekerja untuk memudahkan mendapatkan informasi perpustakaan yang diinginkan user/pengguna. Tujuan aplikasi web ini adalah untuk menyajikan dan menyebarkan informasi kepada user/pengguna dengan baik dan tepat dari informasi yang terdapat pada web tersebut dengan mudah pada waktu yang diinginkan.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistem Informasi Dinas Kebakaran, Pertamanan dan Kebersihan Padang Lawas Utara Berbasis Web</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37469</link>
      <description>Authors: Pulungan, Harmein Zulfan
Advisors: Sinulingga, Ujian
Abstract (other language): Kajian ini bertujuan untuk membangun suatu website Dinas Kebakaran, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Padang Lawas Utara. Website ini dikembangkan dengan menggunakan sistem operasi windows 7, Adobe Dreamweaver CS 3, Wamp Server, Adobe Photoshop CS 2 dan Mozilla Firefox sebagai web browser . Website ini berfungsi sebagai sarana informasi tentang Dinas Kebakaran, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan perancangan website ini adalah untuk menyajikan dan menyebarkan informasi umum mengenai Dinas Kebakaran, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Padang Lawas Utara.</description>
      <pubDate>Mon, 20 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37469</guid>
      <dc:date>2013-05-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Pulungan, Harmein Zulfan</dc:creator>
      <dc:description>Kajian ini bertujuan untuk membangun suatu website Dinas Kebakaran, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Padang Lawas Utara. Website ini dikembangkan dengan menggunakan sistem operasi windows 7, Adobe Dreamweaver CS 3, Wamp Server, Adobe Photoshop CS 2 dan Mozilla Firefox sebagai web browser . Website ini berfungsi sebagai sarana informasi tentang Dinas Kebakaran, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan perancangan website ini adalah untuk menyajikan dan menyebarkan informasi umum mengenai Dinas Kebakaran, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Padang Lawas Utara.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Merancang Website  Berita Moderamen GBKP Dengan Menggunakan PHP Dan MYSQL</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37468</link>
      <description>Authors: Tarigan, Irvan Mart
Advisors: Sitepu, Henry Rani
Abstract (other language): Kajian ini bertujuan untuk membangun suatu website berita Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP). Website ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Apache, PHP, dan MySQL yang telah terinstall dan terkonfigurasi di dalam xampp 1.7.3 dan Adobe Dreamweaver CS5, Website ini berfungsi untuk memberikan informasi tentang Moderamen GBKP kepada masyarakat umum. Tujuan perancangan website ini adalah untuk mempermudah masyarakat umum dalam memperoleh informasi mengenai Moderamen GBKP secara online dan update</description>
      <pubDate>Mon, 20 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37468</guid>
      <dc:date>2013-05-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Tarigan, Irvan Mart</dc:creator>
      <dc:description>Kajian ini bertujuan untuk membangun suatu website berita Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP). Website ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Apache, PHP, dan MySQL yang telah terinstall dan terkonfigurasi di dalam xampp 1.7.3 dan Adobe Dreamweaver CS5, Website ini berfungsi untuk memberikan informasi tentang Moderamen GBKP kepada masyarakat umum. Tujuan perancangan website ini adalah untuk mempermudah masyarakat umum dalam memperoleh informasi mengenai Moderamen GBKP secara online dan update</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Informasi Berbasis Web SMP Negeri 5 Medan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37464</link>
      <description>Authors: Ismail
Advisors: VordipL, Tulus
Abstract (other language): Kajian ini bertujuan untuk memberikan suatu aplikasi sistem yang dapat digunakan dengan mudah dalam melakukan pekerjaan dan untuk mendukung dalam pengambilan keputusan. Aplikasi ini dirancang sesuai dengan kebutuhan informasi yang semakin maju seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, baik dari segi perangkat keras dan perangkat lunak.&#xD;
	&#xD;
Dengan demikian, perancangan suatu sistem informasi yang memerlukan data dan informasi yang akurat agar sistem informasi yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan yang sesuai yang diinginkan. Untuk itu penulis akan membahas “Informasi Berbasis Web SMP Negeri 5 Medan”. Sistem ini meliputi modul-modul masukan data yang berkaitan dengan guru, siswa, alumni. Selain itu juga meliputi modul-modul keluaran data yang berkaitan dengan data masukan tersebut</description>
      <pubDate>Mon, 20 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37464</guid>
      <dc:date>2013-05-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Ismail</dc:creator>
      <dc:description>Kajian ini bertujuan untuk memberikan suatu aplikasi sistem yang dapat digunakan dengan mudah dalam melakukan pekerjaan dan untuk mendukung dalam pengambilan keputusan. Aplikasi ini dirancang sesuai dengan kebutuhan informasi yang semakin maju seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, baik dari segi perangkat keras dan perangkat lunak.&#xD;
	&#xD;
Dengan demikian, perancangan suatu sistem informasi yang memerlukan data dan informasi yang akurat agar sistem informasi yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan yang sesuai yang diinginkan. Untuk itu penulis akan membahas “Informasi Berbasis Web SMP Negeri 5 Medan”. Sistem ini meliputi modul-modul masukan data yang berkaitan dengan guru, siswa, alumni. Selain itu juga meliputi modul-modul keluaran data yang berkaitan dengan data masukan tersebut</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Informasi Berbasis Web Pada SMA Negeri 16 Medan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37463</link>
      <description>Authors: Pardosi, Tetty Indah Sari
Advisors: VordipL, Tulus
Abstract (other language): Tugas akhir ini bertujuan untuk membangun suatu sistem informasi pendidikan berbasis web. Sistem informasi ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak PHP, MySQL, Apache dan browser Internet Explorer atau Mozzila Firefox juga beberapa software pembantu  lainnya  seperti macromedia dreamweaver. Sistem informasi ini bekerja untuk dapat  menyajikan informasi serta mengolah informasi tersebut. Tujuan dari sistem informasi ini adalah untuk menyajikan dan menyebarkan informasi kepada user/pengguna dengan baik  dan dapat meng-update isi dari informasi yang terdapat pada web tersebut dengan mudah pada waktu yang diinginkan.</description>
      <pubDate>Mon, 20 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37463</guid>
      <dc:date>2013-05-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Pardosi, Tetty Indah Sari</dc:creator>
      <dc:description>Tugas akhir ini bertujuan untuk membangun suatu sistem informasi pendidikan berbasis web. Sistem informasi ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak PHP, MySQL, Apache dan browser Internet Explorer atau Mozzila Firefox juga beberapa software pembantu  lainnya  seperti macromedia dreamweaver. Sistem informasi ini bekerja untuk dapat  menyajikan informasi serta mengolah informasi tersebut. Tujuan dari sistem informasi ini adalah untuk menyajikan dan menyebarkan informasi kepada user/pengguna dengan baik  dan dapat meng-update isi dari informasi yang terdapat pada web tersebut dengan mudah pada waktu yang diinginkan.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Perancangan Aplikasi Tes Potensi Akademik  Stan Menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37445</link>
      <description>Authors: Rauf, Abdul
Advisors: Situmorang, Marihat
Abstract (other language): Tulisan ini bertujuan untuk memberikan suatu aplikasi tes potensi akademik STAN yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan dalam penguasaan soal tes potensi akademik STAN. Sistem ini meliputi soal-soal, dan tampilan jawaban. Tes Potensi Akademik ini cukup rumit dan butuh konsentrasi serta latihan agar bisa memahaminya karena tes potensi akademik ini meliputi tes kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif, kemampuan penalaran. Dengan demikian, penulis ingin membantu proses pemahaman pengguna dengan lebih mudah dan menarik yaitu dengan menciptakan sistem pembelajaran yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan sesuai yang diinginkan. Untuk itu penulis akan membahas judul “ PERANCANGAN APLIKASI TES POTENSI AKADEMIK STAN MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0”</description>
      <pubDate>Sat, 18 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37445</guid>
      <dc:date>2013-05-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Rauf, Abdul</dc:creator>
      <dc:description>Tulisan ini bertujuan untuk memberikan suatu aplikasi tes potensi akademik STAN yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan dalam penguasaan soal tes potensi akademik STAN. Sistem ini meliputi soal-soal, dan tampilan jawaban. Tes Potensi Akademik ini cukup rumit dan butuh konsentrasi serta latihan agar bisa memahaminya karena tes potensi akademik ini meliputi tes kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif, kemampuan penalaran. Dengan demikian, penulis ingin membantu proses pemahaman pengguna dengan lebih mudah dan menarik yaitu dengan menciptakan sistem pembelajaran yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan sesuai yang diinginkan. Untuk itu penulis akan membahas judul “ PERANCANGAN APLIKASI TES POTENSI AKADEMIK STAN MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0”</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistem Informasi Perpustakaan&#xD;
Smp Swasta Islam Afifiyah</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37444</link>
      <description>Authors: Riawati
Abstract (other language): Kajian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi yang dapat menjadi alat bantu dalam dunia pendidikan khususnya dalam pengolahan data perpustakaan sekolah. Sistem informasi perpustakaan ini dirancang dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual Basic 6.0 dan perangkat lunak pendukung lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi perpustakaan yaitu penelitian yang dilakukan penulis di SMP Swasta Islam Afifiyah untuk mendapatkan data siswa dan data buku sebagai sumber data. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk membuat Sistem Informasi Perpustakaan yang berbentuk elektronik yang praktis dan efisien dalam pencarian data dan pengolahannya. Sistem Informasi ini meliputi data siswa, data buku, data peminjaman buku dan pengembalian buku yang dapat dilakukan secara langsung kemudian semua data tersimpan kedalam database dan semua data peminjaman serta pengembalian buku juga akan tersimpan kedalam laporan yang dapat dilihat secara langsung.</description>
      <pubDate>Sat, 18 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37444</guid>
      <dc:date>2013-05-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Riawati</dc:creator>
      <dc:description>Kajian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi yang dapat menjadi alat bantu dalam dunia pendidikan khususnya dalam pengolahan data perpustakaan sekolah. Sistem informasi perpustakaan ini dirancang dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual Basic 6.0 dan perangkat lunak pendukung lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi perpustakaan yaitu penelitian yang dilakukan penulis di SMP Swasta Islam Afifiyah untuk mendapatkan data siswa dan data buku sebagai sumber data. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk membuat Sistem Informasi Perpustakaan yang berbentuk elektronik yang praktis dan efisien dalam pencarian data dan pengolahannya. Sistem Informasi ini meliputi data siswa, data buku, data peminjaman buku dan pengembalian buku yang dapat dilakukan secara langsung kemudian semua data tersimpan kedalam database dan semua data peminjaman serta pengembalian buku juga akan tersimpan kedalam laporan yang dapat dilihat secara langsung.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Perancangan Aplikasi Hijaiyah Pada Android Dengan Menggunakan Metode Rectangles Collision Detection</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37425</link>
      <description>Authors: Asmono, Cahya Rizky D
Advisors: Arisandi, Dedy
Abstract: Nowadays, technology development on mobile device has growing rapidly, one of the&#xD;
most popular technology is Android. Android is an open platform operating system&#xD;
which designed for mobile device. As a technology, author uses Android to design a&#xD;
learning hijaiyah application for 5 to 10 years child, so that Android can used as&#xD;
learning media. This research uses Rectangles Collision Detection method to process&#xD;
of learning to write Hijaiyah. This application expected can help parents to teach their&#xD;
children how to read and write Hijaiyah letters quickly, easily, and practically.
Abstract (other language): Perkembangan teknologi pada perangkat mobile saat ini semakin berkembang pesat,&#xD;
salah satunya yang sedang populer saat ini adalah Android. Android merupakan&#xD;
operating sistem open platform yang dirancang untuk perangkat mobile. Dengan&#xD;
menggunakan android penulis akan merancang aplikasi belajar hijaiyah untuk anakanak&#xD;
usia 5 sampai 10 tahun, sehingga mereka bisa memanfaatkan android sebagai&#xD;
media belajar anak muslim. Metode penelitian yang digunakan penulis untuk&#xD;
merancang aplikasi belajar hijaiyah ini ialah metode Rectangles Collision Detection&#xD;
yang digunakan untuk proses belajar menulis Hijaiyah. Aplikasi ini diharapkan dapat&#xD;
membantu para orang tua untuk mengajarkan anak-anak cara membaca dan menulis&#xD;
huruf Hijaiyah secara cepat, mudah dan praktis.</description>
      <pubDate>Fri, 17 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37425</guid>
      <dc:date>2013-05-17T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Asmono, Cahya Rizky D</dc:creator>
      <dc:description>Perkembangan teknologi pada perangkat mobile saat ini semakin berkembang pesat,&#xD;
salah satunya yang sedang populer saat ini adalah Android. Android merupakan&#xD;
operating sistem open platform yang dirancang untuk perangkat mobile. Dengan&#xD;
menggunakan android penulis akan merancang aplikasi belajar hijaiyah untuk anakanak&#xD;
usia 5 sampai 10 tahun, sehingga mereka bisa memanfaatkan android sebagai&#xD;
media belajar anak muslim. Metode penelitian yang digunakan penulis untuk&#xD;
merancang aplikasi belajar hijaiyah ini ialah metode Rectangles Collision Detection&#xD;
yang digunakan untuk proses belajar menulis Hijaiyah. Aplikasi ini diharapkan dapat&#xD;
membantu para orang tua untuk mengajarkan anak-anak cara membaca dan menulis&#xD;
huruf Hijaiyah secara cepat, mudah dan praktis.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Balik Angin (Macaranga Recurvata Gage)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37414</link>
      <description>Authors: Pakpahan, Sondang Anggereny
Advisors: Lenny, Sovia
Abstract: The isolation of flavonoid coumpound which contained in the leaves of balik angin (Macaranga recurvata Gage.) was done by maseration tehnique with methanol solvent. The methanol extract evaporated, dissolved with ethyl acetate solvent, concentrated and evaporated. Ethyl acetate extract was dissolve with methanol and partitioned with n-hexana solvent. Methanol layer was separated using coloumn Chromatography with silica gel as the stationary phase and n-hexane:ethyl acetate (90:10)  v⁄v, (80:20) v⁄v, (70:30)  v⁄v and (60:40)  v⁄v as the mobile phase. The fraction from n-hexane:aethyl acetate (60:40)  v⁄v was separated with second coloumn chomatography with silica gel as the stationary phase and chloroform:methanol (90:10)  v⁄v  as the mobile phase. The obtained fraction was acided then purified with TLC preparative. The pure coumpound is yellowish-white crystal with mass= 2,2 mg, melting point= 138-140oC and Rf= 0,42 with n-hexane:aethyl acetate (60:40)  v⁄v  as the mobile phase. The obtain coumpound was positive  with flavonoid reagents. Based on identified spectrofotometre Ultraviolet-Visible (UV-Vis), spectrofotometre Infra Red and spectrometre Proton Nuclear Magnetic Resonancy (1H-NMR) the obtain compound was estimated as flavonoid flavon.
Abstract (other language): Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam daun tumbuhan balik angin (Macaranga recurvata Gage.) dilakukan dengan cara ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol dipekatkan lalu dilarutkan dengan etil asetat kemudian disaring diuapkan. Ektrak etil asetat dilarutkan dengan metanol dan diekstraksi partisi dengan n-heksana. Lapisan metanol diuapkan hingga pekat lalu dipisahkan dengan kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak n-heksana:etil asetat dengan perbandingan (90:10)  v⁄v, (80:20) v⁄v, (70:30)  v⁄v dan  (60:40)  v⁄v. Fraksi dari perbandingan (60:40)  v⁄v dipisahkan dengan kromatografi kolom II dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak kloroform:metanol (90:10)  v⁄v. Senyawa yang diperoleh dihidrolisis kemudian dimurnikan menggunakan  KLT preratatif. Senyawa murni yang diperoleh dari hasil isolasi yaitu kristal jarum, berwarna putih kekuningan dengan massa= 2,2 mg, titik lebur 138-140oC dan harga Rf= 0,45 diperoleh dengan menggunakan fasa gerak n-heksana:etil asetat (60:40)  v⁄v. Senyawa hasil isolasi juga bereaksi positif terhadap pereaksi-pereaksi senyawa flavonoida. Berdasarkan hasil identifikasi Spektrofotometer inframerah (FT-IR), spektrofotometer UV-Vis dan spektrometer 1H-NMR menunjukkan bahwa senyawa hasil isolasi diduga merupakan senyawa flavonoida golongan flavon.</description>
      <pubDate>Thu, 16 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37414</guid>
      <dc:date>2013-05-16T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Pakpahan, Sondang Anggereny</dc:creator>
      <dc:description>Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam daun tumbuhan balik angin (Macaranga recurvata Gage.) dilakukan dengan cara ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol dipekatkan lalu dilarutkan dengan etil asetat kemudian disaring diuapkan. Ektrak etil asetat dilarutkan dengan metanol dan diekstraksi partisi dengan n-heksana. Lapisan metanol diuapkan hingga pekat lalu dipisahkan dengan kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak n-heksana:etil asetat dengan perbandingan (90:10)  v⁄v, (80:20) v⁄v, (70:30)  v⁄v dan  (60:40)  v⁄v. Fraksi dari perbandingan (60:40)  v⁄v dipisahkan dengan kromatografi kolom II dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak kloroform:metanol (90:10)  v⁄v. Senyawa yang diperoleh dihidrolisis kemudian dimurnikan menggunakan  KLT preratatif. Senyawa murni yang diperoleh dari hasil isolasi yaitu kristal jarum, berwarna putih kekuningan dengan massa= 2,2 mg, titik lebur 138-140oC dan harga Rf= 0,45 diperoleh dengan menggunakan fasa gerak n-heksana:etil asetat (60:40)  v⁄v. Senyawa hasil isolasi juga bereaksi positif terhadap pereaksi-pereaksi senyawa flavonoida. Berdasarkan hasil identifikasi Spektrofotometer inframerah (FT-IR), spektrofotometer UV-Vis dan spektrometer 1H-NMR menunjukkan bahwa senyawa hasil isolasi diduga merupakan senyawa flavonoida golongan flavon.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistem Perparkiran Secara Visual Map Berbasis &#xD;
Local Area Network (LAN)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37393</link>
      <description>Authors: Alpiriyandi
Advisors: Sihombing, Poltak
Abstract (other language): Sistem perparkiran yang ada pada saat ini masih kurang maksimal dalam pemanfaatan lahan parkir dan efisiensi waktu. Banyak sistem perparkiran yang ada sekarang belum dapat menangani berbagai permasalahan yang ada. Pada penelitian ini, akan dirancang sebuah sistem perparkiran yang ditampilkan secara visual berbasis Local Area Network (LAN) dengan menggunakan metode Single Phase-Single Channel. Sistem ini dapat menampilkan lahan parkir secara visual sehingga memudahkan operator untuk mengetahui lahan parkir yang kosong. Selain itu sistem ini juga akan dirancang agar waktu pencarian lahan parkir oleh pengguna parkir tidak membutuhkan waktu lama.</description>
      <pubDate>Wed, 15 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37393</guid>
      <dc:date>2013-05-15T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Alpiriyandi</dc:creator>
      <dc:description>Sistem perparkiran yang ada pada saat ini masih kurang maksimal dalam pemanfaatan lahan parkir dan efisiensi waktu. Banyak sistem perparkiran yang ada sekarang belum dapat menangani berbagai permasalahan yang ada. Pada penelitian ini, akan dirancang sebuah sistem perparkiran yang ditampilkan secara visual berbasis Local Area Network (LAN) dengan menggunakan metode Single Phase-Single Channel. Sistem ini dapat menampilkan lahan parkir secara visual sehingga memudahkan operator untuk mengetahui lahan parkir yang kosong. Selain itu sistem ini juga akan dirancang agar waktu pencarian lahan parkir oleh pengguna parkir tidak membutuhkan waktu lama.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Sistem Pengendalian Kadar Oksigen di Dalam Air Pada Thermal Deaerator di Pabrik Kelapa Sawit Murini Sam Sam-I</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37355</link>
      <description>Authors: Fahrina, Ummi
Advisors: Sitepu, Mester; Susilawati
Abstract: Research about control system at thermal Deaerator with make how many temperature&#xD;
and Pressure can controlled to lose standart oxygen in water. The Research do in Palm&#xD;
oil factory Murini Sam Sam 1 Duri, Riau. At the Process control is used PI and Routh-&#xD;
Hurwitz method. The result can gotten by use PI method are value of Kc= 0.4 and&#xD;
PB= 250%, more stabil than others. For Routh-Hurwitz method are value of Routh (S4&#xD;
= 0.04 ; 0.18; 0,000012); (S3= 0.4; 0.003; 0); (S2= 0.18; 0.000012; 0); (S1= 0.032; 0;&#xD;
0); (S0 = 0.000012; 0; 0) and Hurwitz (0.4; 0.072; 0.000213), because positive value&#xD;
can be said stabil same at characteristic at Routh-Hurwitz
Abstract (other language): Penelitian tentang sistem pengendalian Thermal Deaerator dengan menentukan&#xD;
seberapa besar Temperatur dan Tekanan yang bisa dikontrol untuk menghilangkan&#xD;
kadar oksigen di dalam air. Penelitian dilakukan dipabrik kelapa sawit (PKS) Murini&#xD;
Sam Sam 1 Duri, Riau. Pada proses pengendalian ini digunakan metode PI dan Routh-&#xD;
Hurwitz. Hasil yang didapat dengan menggunakan metode PI yaitu nilai Kc = 0,4 dan&#xD;
PB= 250% lebih stabil dibandingkan yang lainny. Metode Routh-Hurwitz yaitu nilai&#xD;
Routhnya (S4 = 0.04 ; 0.18; 0,000012); (S3= 0.4; 0.003; 0); (S2= 0.18; 0.000012; 0);&#xD;
(S1= 0.032; 0; 0); (S0 = 0.000012; 0; 0) dan Hurwitznya (0.4; 0.072; 0.000213), karena&#xD;
bernilai positif maka dapat dikatakan stabil sama pada karakteristik yang ada pada&#xD;
Routh-Hurwitz.</description>
      <pubDate>Sat, 11 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37355</guid>
      <dc:date>2013-05-11T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Fahrina, Ummi</dc:creator>
      <dc:description>Penelitian tentang sistem pengendalian Thermal Deaerator dengan menentukan&#xD;
seberapa besar Temperatur dan Tekanan yang bisa dikontrol untuk menghilangkan&#xD;
kadar oksigen di dalam air. Penelitian dilakukan dipabrik kelapa sawit (PKS) Murini&#xD;
Sam Sam 1 Duri, Riau. Pada proses pengendalian ini digunakan metode PI dan Routh-&#xD;
Hurwitz. Hasil yang didapat dengan menggunakan metode PI yaitu nilai Kc = 0,4 dan&#xD;
PB= 250% lebih stabil dibandingkan yang lainny. Metode Routh-Hurwitz yaitu nilai&#xD;
Routhnya (S4 = 0.04 ; 0.18; 0,000012); (S3= 0.4; 0.003; 0); (S2= 0.18; 0.000012; 0);&#xD;
(S1= 0.032; 0; 0); (S0 = 0.000012; 0; 0) dan Hurwitznya (0.4; 0.072; 0.000213), karena&#xD;
bernilai positif maka dapat dikatakan stabil sama pada karakteristik yang ada pada&#xD;
Routh-Hurwitz.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Optimalisasi Pembuatan Glukosamin Hidroklorida Dari Kitosan Cangkang Belangkas (Tachypleus Gigas)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37287</link>
      <description>Authors: Damayanti, Dinna Dwi
Advisors: Agusnar, Harry; Alfian, Zul
Abstract: Optimization of preparation of glucosamine hydrochloride from chitosan shell crab, using chemical hydrolysis method with variation of HCl concentration, time and temperature of each - each (2 M. 1 hour, 50 0C, 4 M, 2 hours, 60 0C; 8 M, 3 hours, 70 0C; 10 M, 4 hours ,80 0C; 12 M, 5 hours, 90 0C) that has been done. Determination of glucosamine hydrochloride characteristics performed using FT-IR analysis. Obtained characteristics of glucosamine hydrochloride on the absorption band of OH for 2 M = 3457,13 cm-1, 4 M = 3446.22 cm-1, 8, M = 3446.22 cm-1, 10 M = 3446.02 cm-1 and 12, M = 3447.17 cm-1 and N-H  group absorption band 2 M = 1646.50 cm-1, 4 M = 1597.46 cm-1, 8 M = 1639.83 cm-1, 10 M = 1541.50 cm-1 and 12 M = 1422 cm-1 absorption band C -N group 4 M = 1383,61 cm¬-1, 8, M = 1380,69 cm¬-1, 10 M = 1387.05 cm-1, 12 M = 1383, 60 cm-1 and the absorption band glycosidic group 2 M = 1082 cm-1, 4 M = 1096.91 cm-1,8 M =1082 cm-1, 10 M = 1082.93 cm-1 and 12 M = 1034, 55 cm-1. Determination concentration of glucosamine hydrochloride with uv spectrophotometer analysis at λ = 197 nm is the absorption of the calibration curve with N-acetylglucosamine hydrochloride in 0.01% acetic acid solution. Obtained from calibration curve it was concentrations of glucosamine hydrochloride (20.17 ppm, 25.98 ppm, 34.52 ppm, 41.68 ppm and 48.05 ppm) derived from the standard absorbance 56.22 ppm. The optimum conditions were obtained at a concentration of 12 M and 90 0C temperature for 5 hours.
Abstract (other language): Optimalisasi pembuatan glukosamin hidroklorida dari kitosan cangkang belangkas, menggunakan metode hidrolisis kimia dengan variasi konsentrasi HCl, waktu dan suhu masing – masing ( 2 M. 1 jam, 500C ; 4 M, 2 jam, 600C ; 8 M, 3 jam, 700C ; 10 M, 4 jam, 800C ; 12 M , 5 jam, 900C) yang telah dilakukan. Penentuan karekteristik glukosamin hidroklorida dilakukan menggunakan analisis FT-IR. Diperoleh karekteristik glukosamin hidroklorida pada pita serapan gugus O-H untuk 2 M = 3457,13 cm-1,4 M = 3446,22 cm-1, 8 M = 3446,22 cm-1, 10 M = 3446,02 cm-1 dan 12 M = 3447,17 cm-1  dan pita serapan gugus N-H 2 M = 1646,50 cm-1, 4 M = 1597,46 cm-1 8 M = 1639,83 cm-1, 10 M = 1541,50 cm-1 dan 12 M = 1422 cm-1, pita serapan gugus C-N 4 M = 1383,61 cm -1, 8 M = 1380,69 cm -1, 10 M = 1387,05 cm-1, 12 M = 1383,60 cm-1 serta pita serapan gugus glikosidik 2 M = 1082 cm-1, 4 M = 1096,91 cm-1, 8 M = 1082 cm-1, 10 M = 1082,93 cm-1 dan 12 M = 1034,55 cm-1.Penentuan konsentrasi glukosamin hidroklorida dengan analisis spektrofotometer uv pada λ=197 nm merupakan serapan dari kurva kalibrasi dengan N-asetilglukosamin hidroklorida dalam larutan asam asetat 0,01%. Diperoleh konsentrasi glukosamin hidroklorida (20,17 ppm, 25,98 ppm, 34,52 ppm, 41,68 ppm dan 48,05 ppm) yang berasal dari absorbansi standar yaitu 56,22 ppm. Kondisi yang optimum  diperoleh adalah pada konsentrasi 12 M dan temperature 900C selama 5 jam.</description>
      <pubDate>Mon, 06 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37287</guid>
      <dc:date>2013-05-06T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Damayanti, Dinna Dwi</dc:creator>
      <dc:description>Optimalisasi pembuatan glukosamin hidroklorida dari kitosan cangkang belangkas, menggunakan metode hidrolisis kimia dengan variasi konsentrasi HCl, waktu dan suhu masing – masing ( 2 M. 1 jam, 500C ; 4 M, 2 jam, 600C ; 8 M, 3 jam, 700C ; 10 M, 4 jam, 800C ; 12 M , 5 jam, 900C) yang telah dilakukan. Penentuan karekteristik glukosamin hidroklorida dilakukan menggunakan analisis FT-IR. Diperoleh karekteristik glukosamin hidroklorida pada pita serapan gugus O-H untuk 2 M = 3457,13 cm-1,4 M = 3446,22 cm-1, 8 M = 3446,22 cm-1, 10 M = 3446,02 cm-1 dan 12 M = 3447,17 cm-1  dan pita serapan gugus N-H 2 M = 1646,50 cm-1, 4 M = 1597,46 cm-1 8 M = 1639,83 cm-1, 10 M = 1541,50 cm-1 dan 12 M = 1422 cm-1, pita serapan gugus C-N 4 M = 1383,61 cm -1, 8 M = 1380,69 cm -1, 10 M = 1387,05 cm-1, 12 M = 1383,60 cm-1 serta pita serapan gugus glikosidik 2 M = 1082 cm-1, 4 M = 1096,91 cm-1, 8 M = 1082 cm-1, 10 M = 1082,93 cm-1 dan 12 M = 1034,55 cm-1.Penentuan konsentrasi glukosamin hidroklorida dengan analisis spektrofotometer uv pada λ=197 nm merupakan serapan dari kurva kalibrasi dengan N-asetilglukosamin hidroklorida dalam larutan asam asetat 0,01%. Diperoleh konsentrasi glukosamin hidroklorida (20,17 ppm, 25,98 ppm, 34,52 ppm, 41,68 ppm dan 48,05 ppm) yang berasal dari absorbansi standar yaitu 56,22 ppm. Kondisi yang optimum  diperoleh adalah pada konsentrasi 12 M dan temperature 900C selama 5 jam.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh lama waktu pengomposan kiambang (Azolla Pinnata) terhadap kadar C-Organik, N, P, dan K</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37260</link>
      <description>Authors: Sinaga, Judika Meylisza
Advisors: Nainggolan, Saut; Chairuddin
Abstract: A research about the effect of Kiambang’s decomposition time on C-Organic, Nitrogen, Phosfor, and Kalium level has been carried out. The sample was taken from Liberia village and was cut into small pieces, then start the decomposition process with adding the EM4 bacteria and varying the decomposition time with interval 3 days. The C-Organic was determined by Walkey Black method, Nitrogen with Kjeldahl method, Phosfor with UV-Visible Spectrophotometer, and Potassium with Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that the level of each unsure optimum on the 9thday are C-Organic = 29,71%, Nitrogen = 2,7%, C/N = 11, Phosfor = 0,346%, and Potassium = 2,374%. It can be conclude that Kiambang can be used as organic fertilizer which fulfill the ideal level of soil C/N according to SNI.
Abstract (other language): Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh lama waktu pengomposan Kiambang (Azolla Pinnata) terhadap kadar C-Organik, Nitrogen, Posfor, dan Kalium. Sampel diambil dari Desa Liberia. Sampel ditiriskan dan dirajang kecil - kecil kemudian dikomposkan dengan menambahkan bakteri EM4 dengan variasi waktu 3 hari. Penentuan kadar C-Organik dengan metode Walkey Black, penentuan kadar Nitrogen dengan metode Kjeldahl, penentuan kadar Posfor dengan Spektrofotometer UV-Visible, dan penentuan kadar Kalium dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar masing - masing unsur yang optimum diperoleh pada hari kesembilan adalah, C-Organik = 29,71%, Nitrogen = 2,70%, C/N = 11, Posfor = 0,34% dan Kalium = 2,37%. Dari hasil ini diperoleh bahwa Kiambang dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk organik (kompos) serta kadar C/N sesuai dengan kadar yang terdapat pada SNI.</description>
      <pubDate>Thu, 02 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37260</guid>
      <dc:date>2013-05-02T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sinaga, Judika Meylisza</dc:creator>
      <dc:description>Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh lama waktu pengomposan Kiambang (Azolla Pinnata) terhadap kadar C-Organik, Nitrogen, Posfor, dan Kalium. Sampel diambil dari Desa Liberia. Sampel ditiriskan dan dirajang kecil - kecil kemudian dikomposkan dengan menambahkan bakteri EM4 dengan variasi waktu 3 hari. Penentuan kadar C-Organik dengan metode Walkey Black, penentuan kadar Nitrogen dengan metode Kjeldahl, penentuan kadar Posfor dengan Spektrofotometer UV-Visible, dan penentuan kadar Kalium dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar masing - masing unsur yang optimum diperoleh pada hari kesembilan adalah, C-Organik = 29,71%, Nitrogen = 2,70%, C/N = 11, Posfor = 0,34% dan Kalium = 2,37%. Dari hasil ini diperoleh bahwa Kiambang dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk organik (kompos) serta kadar C/N sesuai dengan kadar yang terdapat pada SNI.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Analisi Dan Perancangan Aplikasi Pesan Rahasia Menggunakan Algoritma One Time PAD (OTP)Dengan Pembangkit Bilangan Acak Linear Congurential Generator (LCG)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37237</link>
      <description>Authors: Bilqis
Advisors: Rachmawati, Dian; Budiman, Andri
Abstract: Because of the increasing usage of information technology that uses computers as medium, then the security data (message) is important aspect in information technology system. One method used to protect data is One Time Pad (OTP) algorithm of cryptography . The OTP is chosen because it is a simple and unbreakable algorithm. Since the key that is used in this algorithm must be truly random so that confidentiality of the data (message) can be assured, so Linear Congruential Generator (LCG) is used as the method of random generator number. The system is implemented by using the program language of Matlab 7.5.0. The result of this study is an application that can be used to encrypt and decrypt a plaintext using OTP algorithm and LCG as key generator.
Abstract (other language): Meningkatnya penggunaan teknologi informasi yang menggunakan komputer sebagai medianya, maka keamanan data (pesan) menjadi aspek yang sangat penting dalam sistem teknologi informasi. Salah satu metode yang digunakan untuk menjaga keamanan data tersebut adalah algoritma kriptografi One Time Pad (OTP). OTP dipilih karena merupakan algoritma sederhana dan belum dapat terpecahkan. Kunci yang digunakan pada algoritma ini haruslah kunci yang benar-benar acak sehingga kerahasiaan pesan didalamnya dapat terjamin, maka digunakanlah metode pembangkit bilangan acak Linear Congruential Generator (LCG). Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Matlab 7.5.0. Hasil dari pembahasan ini adalah menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi plaintext menggunakan algoritma OTP dan LCG sebagai pembangkit kunci.</description>
      <pubDate>Wed, 01 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37237</guid>
      <dc:date>2013-05-01T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Bilqis</dc:creator>
      <dc:description>Meningkatnya penggunaan teknologi informasi yang menggunakan komputer sebagai medianya, maka keamanan data (pesan) menjadi aspek yang sangat penting dalam sistem teknologi informasi. Salah satu metode yang digunakan untuk menjaga keamanan data tersebut adalah algoritma kriptografi One Time Pad (OTP). OTP dipilih karena merupakan algoritma sederhana dan belum dapat terpecahkan. Kunci yang digunakan pada algoritma ini haruslah kunci yang benar-benar acak sehingga kerahasiaan pesan didalamnya dapat terjamin, maka digunakanlah metode pembangkit bilangan acak Linear Congruential Generator (LCG). Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Matlab 7.5.0. Hasil dari pembahasan ini adalah menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi plaintext menggunakan algoritma OTP dan LCG sebagai pembangkit kunci.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Perancangan Pengenal QR (Quick Response) Code Dengan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Perceptron</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37221</link>
      <description>Authors: Novalia
Advisors: Candra, Ade; Budiman, M. Andri
Abstract: Quick Response (QR) Code is used to store important information of an item or product. QR Code has a very random pattern and can not be distinguished. QR Code can also be dirty and damaged. Research conducted on the pattern of QR Code in order to find out the information stored in the QR Code. The method used to identify patterns of QR Code is to use Artificial Neural Networks Perceptron method. Perceptron is a neural network method is often used for pattern recognition. The input to the system is a binary image of the QR Code QR Code which is storing the information in the form of the name of the university as its data. For each of the data provided by 13 different patterns. At the training patterns used 8 for each data. Tests performed on all data that have not been trained or trained. This system has 16 targets for 16 types of data. From the results of system testing, the weights and biases obtained from the training to provide the output as expected. From the results, it can be concluded that neural networks with single-layer Perceptron method can be used to recognize patterns QR Code Level H 4th version of the pattern which is very random and difficult to distinguish.
Abstract (other language): barang atau produk. QR Code memiliki pola yang sangat acak dan tidak dapat dibedakan. QR Code juga dapat kotor dan mengalami kerusakan. Penelitian terhadap pola QR Code dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui informasi yang tersimpan dalam QR Code tersebut. Metode penelitian yang digunakan untuk mengenali pola-pola QR Code tersebut adalah dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan metode Perceptron. Perceptron adalah salah satu metode Jaringan Syaraf Tiruan yang sering digunakan untuk pengenalan pola. Yang menjadi input pada sistem adalah citra biner QR Code dimana QR Code tersebut menyimpan informasi berupa nama universitas sebagai datanya. Untuk setiap data disediakan 13 pola yang berbeda. Pada pelatihan digunakan 8 pola untuk masing-masing data. Pengujian dilakukan terhadap seluruh data yang sudah dilatih maupun yang belum dilatih. Sistem ini memiliki 16 target untuk 16 jenis data. Dari hasil pengujian sistem, bobot dan bias yang didapatkan dari hasil pelatihan mampu memberikan output sesuai dengan yang diharapkan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Jaringan Syaraf Tiruan dengan metode Perceptron lapis tunggal dapat digunakan untuk mengenali pola-pola QR Code Level H versi 4 yang polanya sangat acak dan sulit untuk dibedakan.</description>
      <pubDate>Tue, 30 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37221</guid>
      <dc:date>2013-04-30T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Novalia</dc:creator>
      <dc:description>barang atau produk. QR Code memiliki pola yang sangat acak dan tidak dapat dibedakan. QR Code juga dapat kotor dan mengalami kerusakan. Penelitian terhadap pola QR Code dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui informasi yang tersimpan dalam QR Code tersebut. Metode penelitian yang digunakan untuk mengenali pola-pola QR Code tersebut adalah dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan metode Perceptron. Perceptron adalah salah satu metode Jaringan Syaraf Tiruan yang sering digunakan untuk pengenalan pola. Yang menjadi input pada sistem adalah citra biner QR Code dimana QR Code tersebut menyimpan informasi berupa nama universitas sebagai datanya. Untuk setiap data disediakan 13 pola yang berbeda. Pada pelatihan digunakan 8 pola untuk masing-masing data. Pengujian dilakukan terhadap seluruh data yang sudah dilatih maupun yang belum dilatih. Sistem ini memiliki 16 target untuk 16 jenis data. Dari hasil pengujian sistem, bobot dan bias yang didapatkan dari hasil pelatihan mampu memberikan output sesuai dengan yang diharapkan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Jaringan Syaraf Tiruan dengan metode Perceptron lapis tunggal dapat digunakan untuk mengenali pola-pola QR Code Level H versi 4 yang polanya sangat acak dan sulit untuk dibedakan.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Isolasi Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Pidada Merah ( Soneratia Caseolaris (L) Engler )</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37211</link>
      <description>Authors: Tambunan, Betnia Letare
Advisors: Barus, Tone; Pasaribu, Albert
Abstract: Isolation of flavonoid compound contained in the leaves of pidada merah ( Soneratia caseolaris (L) ) has been done by maceration technique with methanol solvent. Methanol extract obtained was concentrated by rotaryevaporator and partitioned with n-hexane. The dried methanol layer was then concentrated until all of methanol vapored.Then the methanol was added with ethyl acetate and filtered. The ethyl acetate extract which was the total amount of flavonoid was analyzed with TLC, and separated with column chromatography using silica gel as stationary phase  and n-hexane : ethyl acetate  50:50 v/v  as the mobile phase. The obtained fraction was purified and crystallized with ethyl acetate, yielded 32 mg of yellow needle crystal with Rf= 0,6 and MP = 135-137oC. The pure crytal was further identified with UV-Vis spectroscopy, Infrared Spectroscopy (FT-IR) and Proton Nuclear Magnetic Resonance (1H-NMR). Based on the Spectroscopy data analysis, the crystal was indicated  as a flavonoid compound.
Abstract (other language): Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam daun tumbuhan Pidada merah (Soneratia caseolaris (L) ) dilakukan dengan ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh dipekatkan dengan menggunakan rotarievaporator, kemudian diekstraksi partisi dengan pelarut n-heksan, Lapisan metanol lalu diuapkan dengan rotarievaporator sampai seluruh metanol habis menguap. Ekstrak pekat metanol tersebut lalu dilarutkan dengan etil asetat dan disaring. Filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan. Ekstrak pekat etil asetat yang merupakan flavonoida total kemudian dianalisis KLT, lalu dipisahkan dengan  kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan berturut-turut dengan fasa gerak campuran n-heksana : etil asetat 50:50 v/v. Hasil yang didapatkan kemudian dimurnikan dengan Rekristalisasi. Senyawa murni yang diperoleh dari hasil isolasi berbentuk kristal, berwarna kuning , massa=32 mg, Rf=0,6 dan titik lebur = 135-137oC, kemudian dilakukan dengan uji kemurnian dengan perbandingan 70:30 v/v, 60:40 v/v,dan 50:50 v/v. Hasil identifikasi Spektroskopi FT-IR , 1H-NMR, dan UV-Visible  menunjukkan bahwa kristal merupakan senyawa golongan flavonoida</description>
      <pubDate>Tue, 30 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37211</guid>
      <dc:date>2013-04-30T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Tambunan, Betnia Letare</dc:creator>
      <dc:description>Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam daun tumbuhan Pidada merah (Soneratia caseolaris (L) ) dilakukan dengan ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh dipekatkan dengan menggunakan rotarievaporator, kemudian diekstraksi partisi dengan pelarut n-heksan, Lapisan metanol lalu diuapkan dengan rotarievaporator sampai seluruh metanol habis menguap. Ekstrak pekat metanol tersebut lalu dilarutkan dengan etil asetat dan disaring. Filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan. Ekstrak pekat etil asetat yang merupakan flavonoida total kemudian dianalisis KLT, lalu dipisahkan dengan  kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan berturut-turut dengan fasa gerak campuran n-heksana : etil asetat 50:50 v/v. Hasil yang didapatkan kemudian dimurnikan dengan Rekristalisasi. Senyawa murni yang diperoleh dari hasil isolasi berbentuk kristal, berwarna kuning , massa=32 mg, Rf=0,6 dan titik lebur = 135-137oC, kemudian dilakukan dengan uji kemurnian dengan perbandingan 70:30 v/v, 60:40 v/v,dan 50:50 v/v. Hasil identifikasi Spektroskopi FT-IR , 1H-NMR, dan UV-Visible  menunjukkan bahwa kristal merupakan senyawa golongan flavonoida</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Peramalan Nilai Ekspor Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) Dengan Pemulusan Eksponensial Holt (Exponential Smoothing Holt</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37204</link>
      <description>Authors: Siahaan, Togi makmur
Advisors: Napitupulu, Normalina; Sitepu, Rachmad
Abstract: This research is done to predict the export value of Crude Palm Oil in North Sumatera Province in 2012 by use Exponential Smoothing Holt method refer to data from January 2007 to December 2011. In a prediction, for trend and not season’s data, Holt method is suitable to used. The prediction form of the export value of Crude Palm Oil based on data from January 2007 to December 2011 in North Sumatera Utara Province by used Holt exponential method are:&#xD;
St = 0,9 xt + (1-0,9) ( St-1 + bt-1)&#xD;
Bt = 0,1 (St –St-1 ) (1-0,1) bt-1&#xD;
Ft+m = St + bt
Abstract (other language): Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan nilai ekspor Minyak Kelapa Sawit Mentah&#xD;
(CPO) Di Provinsi Sumatera Utara tahun 2012 dengan metode pemulusan&#xD;
eksponensial Holt berdasarkan data dari bulan Januari 2007 sampai Desember 2011.&#xD;
Dalam peramalan, untuk data yang bersifat trend dan non musiman metode Holt&#xD;
cocok digunakan. Model Peramalan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) Di&#xD;
Provinsi Sumatera Utara berdasarkan data Januari 2007-Desember 2011 dengan&#xD;
Pemulusan Eksponensial Holt adalah:&#xD;
St = 0,9 xt + (1-0,9) ( St-1 + bt-1)&#xD;
Bt = 0,1 (St –St-1 ) (1-0,1) bt-1&#xD;
Ft+m = St + btm</description>
      <pubDate>Mon, 29 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37204</guid>
      <dc:date>2013-04-29T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Siahaan, Togi makmur</dc:creator>
      <dc:description>Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan nilai ekspor Minyak Kelapa Sawit Mentah&#xD;
(CPO) Di Provinsi Sumatera Utara tahun 2012 dengan metode pemulusan&#xD;
eksponensial Holt berdasarkan data dari bulan Januari 2007 sampai Desember 2011.&#xD;
Dalam peramalan, untuk data yang bersifat trend dan non musiman metode Holt&#xD;
cocok digunakan. Model Peramalan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) Di&#xD;
Provinsi Sumatera Utara berdasarkan data Januari 2007-Desember 2011 dengan&#xD;
Pemulusan Eksponensial Holt adalah:&#xD;
St = 0,9 xt + (1-0,9) ( St-1 + bt-1)&#xD;
Bt = 0,1 (St –St-1 ) (1-0,1) bt-1&#xD;
Ft+m = St + btm</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Penentuan Batas Bawah pada Metode Branch and Price</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37182</link>
      <description>Authors: Meliana
Advisors: Iryanto; Mawengkang, Herman
Abstract: Integer Programming is a specific linear programming where the variables of decision are integer. There are so many kind of way to finish this integer programming; one of them is Branch and Price method. Like Branch and Bound method, in the step to finish the integer programming in Branch and Price method need the iterations that are too long. To make the iteration to be short then should be given the lower bound.
Abstract (other language): Program bilangan bulat (Integer Programming) merupakan sutau program linear khusus dimana variabel-variabel keputusannya harus merupakan bilangan bulat. Ada banyak cara untuk menyelesaikan program bilangan bulat ini, diantaranya metode branch and price. Seperti halnya metode branch and bound, dalam penyelesaianya menggunakan metode branch and price akan memerlukan iterasi-iterasi yang panjang. Untuk memperpendek iterasi itu maka ditentukan batas bawahnya.</description>
      <pubDate>Mon, 29 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37182</guid>
      <dc:date>2013-04-29T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Meliana</dc:creator>
      <dc:description>Program bilangan bulat (Integer Programming) merupakan sutau program linear khusus dimana variabel-variabel keputusannya harus merupakan bilangan bulat. Ada banyak cara untuk menyelesaikan program bilangan bulat ini, diantaranya metode branch and price. Seperti halnya metode branch and bound, dalam penyelesaianya menggunakan metode branch and price akan memerlukan iterasi-iterasi yang panjang. Untuk memperpendek iterasi itu maka ditentukan batas bawahnya.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Aplikasi Metode Fuzzy - Mamadani Dalam Penentuan Jumlah Produksi Optimum (Studi Kasus: PT HUTAHAEAN Perkebunan dan Pabrik Tapioka)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37181</link>
      <description>Authors: Manurung, Lindo Senna
Advisors: Iryanto; Napitupulu, Normalina
Abstract: Fuzzy logic is a method for analyzing systems that contain uncertainty. In this study Mamdani method is used, or often known as the method of Min - Max. Designing the system to obtain the output is done in stage by stage (a) Establishment of a fuzzy set, (b) Application implication function, (c) Composition of the rules, (d) The assertion (defuzzyfikasi). In this study defuzzyfikasi done using centroid method with the help of MATLAB 6.1 software toolbox fuzzy. This study aims to determine the optimum production of tapioca flour of PT HUTAHAEN Tapioca Plantation and Mill. From the research that has been done, by inserting the input variable is the number of requests and the amount of inventory every month so will result in optimum production output number. The optimum amount of tapioca starch production PT Hutahaean Tapioca Plantation and Mill resolved by the software matlab fuzzy toolbox 6.1 in order to obtain optimum production quantity for the month of January 2011: 77 200 kg, February 2011: 143 000 kg, March 2011: 377 000 kg, April 2011: 374 000 kg , May 2011: 373 000 kg, in June 2011: 376 000 kg, in July 2011: 363 000 kg, August 2011; 370 000 kg, September 2011: 379 000 kg, October 2011: 365 000 kg, November 2011: 228 000 kg, December 2011: 320 000 kg and January 2012: 144 000 kg.
Abstract (other language): Logika fuzzy merupakan salah satu metode untuk melakukan analisis sistem yang mengandung ketidakpastian. Pada penelitian ini digunakan metode Mamdani, atau sering juga dikenal dengan metode Min – Max. Perancangan sistem untuk memperoleh output dilakukan dalam tahap – tahap (a) Pembentukan himpunan fuzzy, (b) Aplikasi fungsi implikasi, (c) Komposisi aturan, (d) Penegasan (defuzzyfikasi). Pada penelitian ini defuzzyfikasi dilakukan dengan menggunakan metode centroid dengan bantuan software MATLAB 6.1 toolbox fuzzy. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah produksi optimum tepung tapioka PT HUTAHAEN Kecamatan Borbor dan Laguboti. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dengan memasukkan variabel input yaitu jumlah permintaan dan jumlah persediaan setiap bulan maka akan menghasilkan output jumlah produksi optimum. Jumlah produksi optimum tepung tapioka PT HUTAHAEAN Kecamatan Borbor dan Laguboti yang diusulkan diselesaikan oleh software matlab 6.1 toolbox fuzzy sehingga diperoleh jumlah produksi optimum untuk bulan Januari 2011 : 77.200 kg, Februari 2011 : 143.000 kg, Maret 2011 : 377.000 kg, April 2011 : 374.000 kg, Mei 2011 : 373.000 kg, Juni 2011 : 376.000 kg, Juli 2011: 363.000 kg, Agustus 2011 : 370.000 kg, September 2011 : 379.000 kg, Oktober 2011 : 365.000 kg, November 2011 : 228.000 kg, Desember 2011 : 320.000 kg dan Januari 2012 : 144.000 kg.</description>
      <pubDate>Mon, 29 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37181</guid>
      <dc:date>2013-04-29T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Manurung, Lindo Senna</dc:creator>
      <dc:description>Logika fuzzy merupakan salah satu metode untuk melakukan analisis sistem yang mengandung ketidakpastian. Pada penelitian ini digunakan metode Mamdani, atau sering juga dikenal dengan metode Min – Max. Perancangan sistem untuk memperoleh output dilakukan dalam tahap – tahap (a) Pembentukan himpunan fuzzy, (b) Aplikasi fungsi implikasi, (c) Komposisi aturan, (d) Penegasan (defuzzyfikasi). Pada penelitian ini defuzzyfikasi dilakukan dengan menggunakan metode centroid dengan bantuan software MATLAB 6.1 toolbox fuzzy. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah produksi optimum tepung tapioka PT HUTAHAEN Kecamatan Borbor dan Laguboti. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dengan memasukkan variabel input yaitu jumlah permintaan dan jumlah persediaan setiap bulan maka akan menghasilkan output jumlah produksi optimum. Jumlah produksi optimum tepung tapioka PT HUTAHAEAN Kecamatan Borbor dan Laguboti yang diusulkan diselesaikan oleh software matlab 6.1 toolbox fuzzy sehingga diperoleh jumlah produksi optimum untuk bulan Januari 2011 : 77.200 kg, Februari 2011 : 143.000 kg, Maret 2011 : 377.000 kg, April 2011 : 374.000 kg, Mei 2011 : 373.000 kg, Juni 2011 : 376.000 kg, Juli 2011: 363.000 kg, Agustus 2011 : 370.000 kg, September 2011 : 379.000 kg, Oktober 2011 : 365.000 kg, November 2011 : 228.000 kg, Desember 2011 : 320.000 kg dan Januari 2012 : 144.000 kg.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Isolasi Senyawa Flavonoida dari Kulit Batang Tumbuhan Kecapi(Sandoricum koetjape Merr.)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37174</link>
      <description>Authors: Parhusip, Lisbeth D
Advisors: Simorangkir, Johannes; Siregar, Philipus H
Abstract: The isolation of flavonoid compound which contained in the bark of kecapi (Sandoricum koetjape Merr. ) was done by maceration technique with methanol solvent. Methanol fraction evaporated, dissolved with ethyl acetate solvent, concentrated and evaporated. Ethyl acetate fraction was dissolved with methanol and partitioned with n-hexane solvent. Methanol layer was separated using Column Chromatography with silica gel as the stationary phase and chloroform : methanol 90:10 v/v , 80:20 v/v , 70:30 v/v, 60:40 v/v,50:50 v/v, as the mobile phase. The pure compound is needle shape, brownish red, mass=12,10 mg, Rf=0,37, with melting point 127-130oC. It showed positive reaction with flavonoid reagents. UV-Visible, FT-IR, 1H-NMR Spectroscopy test, were used to identifying crystal and it show that the crystal was flavonoid (flavanon).
Abstract (other language): Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam kulit batang tumbuhan kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) dilakukan dengan ekstraksi maserasi dengan metanol. Fraksi metanol diuapkan lalu dilarutkan kembali dengan etil asetat kemudian dipekatkan dan diuapkan. Fraksi etil asetat dilarutkan dengan metanol dan diekstraksi partisi dengan n-heksana. Lapisan metanol dipisahkan dengan kolom kromatografi dengan fasa diam silika gel dan berturut-turut dengan fasa gerak campuran kloroform : metanol 90:10 v/v, 80:20 v/v , 70:30 v/v, 60:40 v/v, 50:50 v/v . Senyawa murni yang diperoleh dari hasil isolasi berbentuk jarum, berwarna merah kecokelatan, massa=12,10 mg, Rf=0,37, dan titik lebur=127−130oC. Kristal tersebut juga bereaksi positif terhadap pereaksi-pereaksi senyawa flavonoida. Hasil identifikasi Spektroskopi UV-Visible, FT-IR, dan 1H-NMR menunjukkan bahwa kristal merupakan senyawa golongan flavonoida yaitu flavanon.</description>
      <pubDate>Sat, 27 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37174</guid>
      <dc:date>2013-04-27T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Parhusip, Lisbeth D</dc:creator>
      <dc:description>Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam kulit batang tumbuhan kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) dilakukan dengan ekstraksi maserasi dengan metanol. Fraksi metanol diuapkan lalu dilarutkan kembali dengan etil asetat kemudian dipekatkan dan diuapkan. Fraksi etil asetat dilarutkan dengan metanol dan diekstraksi partisi dengan n-heksana. Lapisan metanol dipisahkan dengan kolom kromatografi dengan fasa diam silika gel dan berturut-turut dengan fasa gerak campuran kloroform : metanol 90:10 v/v, 80:20 v/v , 70:30 v/v, 60:40 v/v, 50:50 v/v . Senyawa murni yang diperoleh dari hasil isolasi berbentuk jarum, berwarna merah kecokelatan, massa=12,10 mg, Rf=0,37, dan titik lebur=127−130oC. Kristal tersebut juga bereaksi positif terhadap pereaksi-pereaksi senyawa flavonoida. Hasil identifikasi Spektroskopi UV-Visible, FT-IR, dan 1H-NMR menunjukkan bahwa kristal merupakan senyawa golongan flavonoida yaitu flavanon.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Lama Penuyimpanan Terhadap Kadar Vitamin C Dari Buah Sirsak  (Annona Murricata L)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37149</link>
      <description>Authors: Sihombing, Ira Veronika
Advisors: Nainggolan, Saut; Bangun, Darwin
Abstract: The influence of storage duration  dutch contain of vitamin C of soursop (Annona Murricata L) using titration method  2,6 Diklorofenol Indofenol with variation time storage , which is 0; 3; 6; 9; 12 hours has been studied. The result of research show that if storage become longer than the contain of vitamin C is more descend.
Abstract (other language): Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kandungan vitamin C dari buah sirsak (Annona Murricata L) dengan menggunakan metoda titrasi 2,6 diklorofenol indofenol dengan variasi penyimpanan 3 jam yaitu 0 jam, 3 jam, 6 jam, 9 jam dan 12 jam. Dari hasil perhitungan kadar vitamin C menunjukkan bahwa semakin lama penyimpanan, kadar vitamin C nya semakin menurun.</description>
      <pubDate>Fri, 26 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37149</guid>
      <dc:date>2013-04-26T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sihombing, Ira Veronika</dc:creator>
      <dc:description>Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kandungan vitamin C dari buah sirsak (Annona Murricata L) dengan menggunakan metoda titrasi 2,6 diklorofenol indofenol dengan variasi penyimpanan 3 jam yaitu 0 jam, 3 jam, 6 jam, 9 jam dan 12 jam. Dari hasil perhitungan kadar vitamin C menunjukkan bahwa semakin lama penyimpanan, kadar vitamin C nya semakin menurun.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Algoritma Semut Untuk Mencari Jalur Terpendek</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37136</link>
      <description>Authors: Yaayu
Advisors: Marbun, James P; Rosmaini, Elly
Abstract: In general, the search for the shortest path can be divided into two methods, namely&#xD;
conventional methods and heuristic methods. Conventional methods tend to be more&#xD;
easily understood than the heuristic method, but more varied and heuristic methods&#xD;
the computation time required is shorter. In the heuristic method, there are several&#xD;
algorithms, one of which ant algorithms. Ant algorithm is an algorithm that was&#xD;
adopted from the behavior of ant colonies. Ant colonies naturally able to find the&#xD;
shortest path on the way from nest to food sources based on a path of footprints that&#xD;
have been passed. The more ants that pass through a lane, it will be more clearly exfootprint.&#xD;
Ant algorithm is used to apply the proper completion of the optimization&#xD;
problem, one of which is to determine the shortest path.
Abstract (other language): Secara umum, pencarian jalur terpendek dapat dibagi menjadi dua metode yaitu&#xD;
metode konvensional dan metode heuristik. Metode konvensional cenderung lebih&#xD;
mudah dipahami daripada metode heuristik, tetapi metode heuristik lebih variatif dan&#xD;
waktu perhitungan yang diperlukan lebih singkat. Pada metode heuristik terdapat&#xD;
beberapa algoritma, salah satunya algoritma semut. Algoritma semut adalah algoritma&#xD;
yang diadopsi dari perilaku koloni semut. Secara alamiah koloni semut mampu&#xD;
menemukan jalur terpendek dalam perjalanan dari sarang menuju sumber makanan&#xD;
berdasarkan jejak kaki pada jalur yang telah dilaluinya. Semakin banyak semut yang&#xD;
melewati suatu jalur, maka akan semakin jelas bekas jejak kakinya. Algoritma semut&#xD;
tepat digunakan untuk diterapkan dalam penyelesaian masalah optimasi, salah satunya&#xD;
adalah untuk menentukan jalur terpendek.</description>
      <pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37136</guid>
      <dc:date>2013-04-25T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Yaayu</dc:creator>
      <dc:description>Secara umum, pencarian jalur terpendek dapat dibagi menjadi dua metode yaitu&#xD;
metode konvensional dan metode heuristik. Metode konvensional cenderung lebih&#xD;
mudah dipahami daripada metode heuristik, tetapi metode heuristik lebih variatif dan&#xD;
waktu perhitungan yang diperlukan lebih singkat. Pada metode heuristik terdapat&#xD;
beberapa algoritma, salah satunya algoritma semut. Algoritma semut adalah algoritma&#xD;
yang diadopsi dari perilaku koloni semut. Secara alamiah koloni semut mampu&#xD;
menemukan jalur terpendek dalam perjalanan dari sarang menuju sumber makanan&#xD;
berdasarkan jejak kaki pada jalur yang telah dilaluinya. Semakin banyak semut yang&#xD;
melewati suatu jalur, maka akan semakin jelas bekas jejak kakinya. Algoritma semut&#xD;
tepat digunakan untuk diterapkan dalam penyelesaian masalah optimasi, salah satunya&#xD;
adalah untuk menentukan jalur terpendek.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Lagundi(Vitex trifolia L.)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37135</link>
      <description>Authors: Saragih, Ika Frasiria C
Advisors: Lenny, Sovia; Marpaung, Lamek
Abstract: Isolation of flavonoid compounds from leaves of lagundi (Vitex trifolia L.)) has been done by maceration technique with methanol solvent. Methanol extract which obtained was concentrated with rotarievaporator and partitioned with n-hexane. The methanol layer was concentrated with rotarievaporator untill all of methanol vapored. Then the methanol layer was added with ethyl acetate and filtered. The ethyl acetate extract which was the total amount of flavonoid was analized with TLC, and separated with column chromatography with gel silica as stationer phase and n-hexane : ethyl acetate 60:40 v/v as the mobile phase. Then the result that obtained was purefied and crystalizationed, yielded 9,7 mg of brownish-yellow pasta with Rf= 0,45. It was positive reaction with flavonoid compound reagents. FT-IR , 1H-NMR, and UV-Visible Spectroscopy were used for identifying pasta show that pasta was yielded is flavonoid.
Abstract (other language): Isolasi senyawa flavonoida yang terdapat pada daun tumbuhan Lagundi (Vitex trifolia L.) dilakukan dengan ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperolah dipekatkan dengan menggunakan rotarievaporator, kemudian diekstraksi partisi dengan pelarut n-heksana, lapisan metanol lalu diuapkan dengan rotarievaporator sampai seluruh metanol habis menguap. Ekstrak pekat metanol tersebut lalu dilarutkan dengan etil asetat dan disaring. Filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan. Ekstrak pekat etil asetat yang merupakan flavonoida total kemudian dianalisis KLT, lalu dipisahkan dengan kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan berturut-turut dengan fasa gerak campuran n-heksana : etil asetat 60:40 v/v. Hasil yang didapatkan kemudian dimurnikan dan rekristalisasi. Senyawa murni yang diperoleh dari hasil isolasi berbentuk pasta, berwarna kuning kecoklatan, massa=9,7 mg, Rf=0,45. Pasta tersebut juga bereaksi positif terhadap pereaksi-pereaksi senyawa flavonoida. Hasil identifikasi Spektroskopi FT-IR , 1H-NMR, dan UV-Visible menunjukkan bahwa pasta merupakan senyawa golongan flavonoida.</description>
      <pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37135</guid>
      <dc:date>2013-04-25T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Saragih, Ika Frasiria C</dc:creator>
      <dc:description>Isolasi senyawa flavonoida yang terdapat pada daun tumbuhan Lagundi (Vitex trifolia L.) dilakukan dengan ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperolah dipekatkan dengan menggunakan rotarievaporator, kemudian diekstraksi partisi dengan pelarut n-heksana, lapisan metanol lalu diuapkan dengan rotarievaporator sampai seluruh metanol habis menguap. Ekstrak pekat metanol tersebut lalu dilarutkan dengan etil asetat dan disaring. Filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan. Ekstrak pekat etil asetat yang merupakan flavonoida total kemudian dianalisis KLT, lalu dipisahkan dengan kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan berturut-turut dengan fasa gerak campuran n-heksana : etil asetat 60:40 v/v. Hasil yang didapatkan kemudian dimurnikan dan rekristalisasi. Senyawa murni yang diperoleh dari hasil isolasi berbentuk pasta, berwarna kuning kecoklatan, massa=9,7 mg, Rf=0,45. Pasta tersebut juga bereaksi positif terhadap pereaksi-pereaksi senyawa flavonoida. Hasil identifikasi Spektroskopi FT-IR , 1H-NMR, dan UV-Visible menunjukkan bahwa pasta merupakan senyawa golongan flavonoida.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Rambutan(Nephelium Lappaceum L.)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37134</link>
      <description>Authors: Rumahorbo, Sarlin
Advisors: Simorangkir, Johannes; Lenny, Sovia
Abstract: The isolation of flavonoid compound which contained in the leaf of rambutan (Nephelium Lappaceum L.) was done by maceration technique with methanol solvent. Methanol fraction evaporated, dissolved with ethyl acetate solvent, concentrated and evaporated. Ethyl acetate fraction was dissolved with methanol and partitioned with n-hexane solvent. Methanol layer was separated using Column Chromatography with silica gel as the stationary phase and n-hexane : ethanol (p.a) 90:10 v/v, 80:20 v/v , 70:30 v/v, 60:40 v/v, as the mobile phase. The compounds was purified with TLC preparatif yielding yellow as crystal with weight 8 mg with Rf=0,6. The compounds were further identified analysi by using Spectroscopy Ultraviolet-Visible (UV-Vis), Fourier Transform Infra Red Spectroscopy (FT-IR) and Proton Nuclear Magnetic Resonance Spectroscopy (1H-NMR). Bases on spectroscopy analysis, indicated that the compounds is flavonol from flavonoid compounds.
Abstract (other language): Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam daun tumbuhan rambutan(Nephelium Lappaceum L.) dilakukan dengan ekstraksi maserasi dengan metanol. Fraksi metanol diuapkan lalu dilarutkan kembali dengan etil asetat kemudian dipekatkan dan diuapkan. Fraksi etil asetat dilarutkan dengan metanol dan diekstraksi partisi dengan n-heksana. Lapisan metanol dipisahkan dengan kolom kromatografi dengan fasa diam silika gel dan berturut-turut dengan fasa gerak campuran n-heksana : etanol (p.a) 90:10 v/v, 80:20 v/v , 70:30 v/v, 60:40 v/v. Senyawa yang diperoleh kemudian dimurnikan dengan cara KLT preparatif, menghsilkan kristal berwarna kuning sebanyak 8 mg dengan harga Rf=0,6. Selnjutnya dianalisis dengan spektrofotometer UV-Visible, spektrofotometer Inframerah (FT-IR) dan spektrofotometer Resonansi magnetik Inti Proton (1H-NMR). Dari data analisis dan interpretasi spektroskopi, mengindikasikan bahwa senyawa hasil isolasi yang diperoleh dalah senyawa golongan flavonoida yaitu flavonol.</description>
      <pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37134</guid>
      <dc:date>2013-04-25T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Rumahorbo, Sarlin</dc:creator>
      <dc:description>Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam daun tumbuhan rambutan(Nephelium Lappaceum L.) dilakukan dengan ekstraksi maserasi dengan metanol. Fraksi metanol diuapkan lalu dilarutkan kembali dengan etil asetat kemudian dipekatkan dan diuapkan. Fraksi etil asetat dilarutkan dengan metanol dan diekstraksi partisi dengan n-heksana. Lapisan metanol dipisahkan dengan kolom kromatografi dengan fasa diam silika gel dan berturut-turut dengan fasa gerak campuran n-heksana : etanol (p.a) 90:10 v/v, 80:20 v/v , 70:30 v/v, 60:40 v/v. Senyawa yang diperoleh kemudian dimurnikan dengan cara KLT preparatif, menghsilkan kristal berwarna kuning sebanyak 8 mg dengan harga Rf=0,6. Selnjutnya dianalisis dengan spektrofotometer UV-Visible, spektrofotometer Inframerah (FT-IR) dan spektrofotometer Resonansi magnetik Inti Proton (1H-NMR). Dari data analisis dan interpretasi spektroskopi, mengindikasikan bahwa senyawa hasil isolasi yang diperoleh dalah senyawa golongan flavonoida yaitu flavonol.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Aplikasi Metode Mann-Whitney Dalam Menentukan Ada Tidaknya Perbedaan Indeks Prestasi Antara Mahasiswa Dominan Otak Kanan Dan Mahasiswa Dominan Otak kiri</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37102</link>
      <description>Authors: Gio, Prana Ugiana
Advisors: Bangun, Pengarapen; Manurung, Asima
Abstract: Mann-Whitney test was developed by Henry Mann and Donald Ransom Whitney 1947. Mann-Whitney test is nonparametric test used for testing two independent samples from different population. Population of first sample differ with other sample so both of these are independent samples. In this case, Mann-Whitney test used for testing there is or no differentiation grade point average (GPA) between student with dominant right brain and student with dominant left brain.&#xD;
&#xD;
After investigated, there is no differentiation GPA between student with dominant right brain and student with dominant left brain.
Abstract (other language): Uji Mann-Whitney dikembangkan oleh Henry Mann dan Donald Ransom Whitney pada tahun 1947. Uji Mann-Whitney merupakan uji nonparametrik yang digunakan untuk menguji apakah dua buah sampel independen berasal dari populasi yang sama. Populasi dari sampel pertama berbeda dengan populasi dari sampel kedua sehingga kedua sampel tersebut bersifat independen. Dalam hal ini, uji Mann-Whitney digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan indeks prestasi antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri.&#xD;
&#xD;
Setelah dianalisis, tidak terdapat perbedaan indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan menggunakan otak kanan dan mahasiswa dominan menggunakan otak kiri.</description>
      <pubDate>Wed, 24 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37102</guid>
      <dc:date>2013-04-24T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Gio, Prana Ugiana</dc:creator>
      <dc:description>Uji Mann-Whitney dikembangkan oleh Henry Mann dan Donald Ransom Whitney pada tahun 1947. Uji Mann-Whitney merupakan uji nonparametrik yang digunakan untuk menguji apakah dua buah sampel independen berasal dari populasi yang sama. Populasi dari sampel pertama berbeda dengan populasi dari sampel kedua sehingga kedua sampel tersebut bersifat independen. Dalam hal ini, uji Mann-Whitney digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan indeks prestasi antara mahasiswa dominan otak kanan dan mahasiswa dominan otak kiri.&#xD;
&#xD;
Setelah dianalisis, tidak terdapat perbedaan indeks prestasi kumulatif antara mahasiswa dominan menggunakan otak kanan dan mahasiswa dominan menggunakan otak kiri.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Penentuan Kandungan Karbohidrat Dan Protein Dari Ubi Kayu (Manihot Utilissima) Kukus Sebelum Dan Sesudah Difermentasi</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37100</link>
      <description>Authors: Fitriani, Nurul
Advisors: Bangun, Ahmad Darwin
Abstract: Determination on carbohydrate and protein content of Cassava (Manihot utilissima) steamed before and after fermented has been studied. Sample of Cassava was taken from Pajak Sore Padang Bulan, Medan. Carbohydrate content analysis performed by hydrolysis sample using HCl 3% then determining glucose levels in advance using the Luff Schoorl method, glucose obtained multiplied by conversion factor of 0.9 and analysis of protein content was determined by the Kjeldahl method. From the experimental results show the influence of fermentation of reduction content of Cassava of carbohydrate and increasing protein. Steamed Cassava carbohydrate content of 32.71% to 30.78% after fermentation and steamed Cassava protein content of 0.25% to 0.81% after fermentation
Abstract (other language): Telah dilakukan penelitian tentang kandungan karbohidrat dan protein dari ubi kayu (Manihot utilissima) kukus sebelum dan sesudah difermentasi. Sampel berupa ubi kayu yang diambil dari pajak sore Padang Bulan, Medan. Analisa kandungan karbohidrat dilakukan dengan menghidrolisa sampel menggunakan HCl 3%  kemudian menentukan kadar glukosa menggunakan metode Luff Schoorl, glukosa yang diperoleh dikalikan dengan faktor konversi 0,9 dan analisa kandungan protein ditentukan dengan metode Kjeldahl. Dari hasil percobaan menunjukkan adanya pengaruh fermentasi terhadap penurunan kandungan karbohidrat dan peningkatan kandungan  protein dari ubi kayu. Kandungan karbohidrat ubi kukus sebesar 32,71% setelah fermentasi menjadi 30,78% dan kandungan protein ubi kukus sebesar 0,25% setelah fermentasi menjadi 0,81%.</description>
      <pubDate>Wed, 24 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37100</guid>
      <dc:date>2013-04-24T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Fitriani, Nurul</dc:creator>
      <dc:description>Telah dilakukan penelitian tentang kandungan karbohidrat dan protein dari ubi kayu (Manihot utilissima) kukus sebelum dan sesudah difermentasi. Sampel berupa ubi kayu yang diambil dari pajak sore Padang Bulan, Medan. Analisa kandungan karbohidrat dilakukan dengan menghidrolisa sampel menggunakan HCl 3%  kemudian menentukan kadar glukosa menggunakan metode Luff Schoorl, glukosa yang diperoleh dikalikan dengan faktor konversi 0,9 dan analisa kandungan protein ditentukan dengan metode Kjeldahl. Dari hasil percobaan menunjukkan adanya pengaruh fermentasi terhadap penurunan kandungan karbohidrat dan peningkatan kandungan  protein dari ubi kayu. Kandungan karbohidrat ubi kukus sebesar 32,71% setelah fermentasi menjadi 30,78% dan kandungan protein ubi kukus sebesar 0,25% setelah fermentasi menjadi 0,81%.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Isolasi Dan Uji Potensi Bakteri Tanah Pertanian Berastagi Sumatera Utara Dalam Mendegradasi Insektisida Marshal Berbahan Aktif Karbosulfan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37068</link>
      <description>Authors: Damanik, Nina Septania
Advisors: Priyani, Nunuk; Munir, Erman
Abstract: The isolation of bacteria from Berastagi agricultural soil Sumatera Utara has been done. The aim is to evaluate their ability in degrading carbosulfan. Sixteen bacterial isolates were obtained using selective media Bushnel Hass Agar (BHA) containing 12 ppm of carbosulfan. The parameters observed were the growth of isolates, biosurfactant activity, biosurfactant concentration, and the residue of carbosulfan after 21 days of incubation. The result showed that all isolates were able to use carbosulfan as the sole carbon source. Two isolates (JBM 3 and KBM 1) were selected for further test to determine their ability to degrade carbosulfan.The results showed that both of the isolates were able to degrade carbosulfan. Compare to control, isolate JBM 3 was able to decrease the concentration of carbosulfan by 33.33%, while isolate KBM 1 was able to reduce carbosulfan concentration up to 40.47%.&#xD;
Keywords: Carbosulfan, degradation of insecticide, biosurfactant, bacteria
Abstract (other language): Isolasi bakteri tanah pertanian Berastagi Sumatera Utara bertujuan untuk mengetahui kemampuannya dalam mendegradasi insektisida Marshal berbahan aktif karbosulfan. Sebanyak 16 isolat bakteri telah diisolasi dengan menggunakan media selektif Bushnell-Hass Agar yang mengandung 12 ppm karbosulfan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan isolat, aktivitas biosurfaktan, konsentrasi biosurfaktan dan residu karbosulfan selama 21 hari masa inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat mampu menggunakan karbosulfan sebagai sumber karbon. Dua Isolat (JBM 3 dan KBM 1) dipilih untuk dilakukan uji lebih lanjut untuk mengetahui kemampuannya dalam mendegradasi karbosulfan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua isolat mampu menguraikan karbosulfan. Jika dibandingkan dengan kontrol, isolat JBM 3 mampu menurunkan konsentrasi karbosulfan sebesar 33,33%, sedangkan isolat KBM 1 mampu menurunkan konsentrasi karbosulfan sebesar 40,47%.&#xD;
Kata Kunci: Bakteri, biosurfaktan, degradasi insektisida, karbosulfan,</description>
      <pubDate>Thu, 18 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37068</guid>
      <dc:date>2013-04-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Damanik, Nina Septania</dc:creator>
      <dc:description>Isolasi bakteri tanah pertanian Berastagi Sumatera Utara bertujuan untuk mengetahui kemampuannya dalam mendegradasi insektisida Marshal berbahan aktif karbosulfan. Sebanyak 16 isolat bakteri telah diisolasi dengan menggunakan media selektif Bushnell-Hass Agar yang mengandung 12 ppm karbosulfan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan isolat, aktivitas biosurfaktan, konsentrasi biosurfaktan dan residu karbosulfan selama 21 hari masa inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat mampu menggunakan karbosulfan sebagai sumber karbon. Dua Isolat (JBM 3 dan KBM 1) dipilih untuk dilakukan uji lebih lanjut untuk mengetahui kemampuannya dalam mendegradasi karbosulfan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua isolat mampu menguraikan karbosulfan. Jika dibandingkan dengan kontrol, isolat JBM 3 mampu menurunkan konsentrasi karbosulfan sebesar 33,33%, sedangkan isolat KBM 1 mampu menurunkan konsentrasi karbosulfan sebesar 40,47%.&#xD;
Kata Kunci: Bakteri, biosurfaktan, degradasi insektisida, karbosulfan,</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Aplikasi Model Regresi Spasial dalam Menganalisis Anak Tidak Bersekolah Usia di bawah 15 Tahun di Kota Medan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37067</link>
      <description>Authors: Rati, Musfika
Advisors: Nababan, Esther S.M.
Abstract: The research is done to determine the model of non schooled children of the age under 15 in Medan with spatial regression, to analyze the factors that affect it and to definite the effective spatial regression in analyzing it. Spatial regression used is Spatial Autoregressive Model (SAR). The result shows that predictor variables which affect the response variable is the number of underprivileged population, the number of elementary schools and the ratio of children attending the ATB under the age of 15 years. Value of R2 is 95.70% with a significance level of 5%.&#xD;
Keyword : Spatial Regression, Spatial Autoregressive Model (SAR), school drop out.
Abstract (other language): Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model anak tidak bersekolah anak di bawah usia 15 tahun di kota Medan dengan regresi spasial, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya serta mengkaji efektifitas metode regresi spasial dalam menganalisis kasus anak tidak bersekolah tersebut. Regresi spasial yang digunakan adalah Spatial Autoregresive Model (SAR). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel prediktor yang mempengaruhi variabel respon adalah jumlah penduduk prasejahtera, jumlah sekolah SD dan rasio antara anak yang bersekolah dengan anak tidak bersekolah (ATB) di bawah usia 15 tahun. Nilai koefisien determinasi (R2) adalah 95.70% dengan taraf signifikan 5%.&#xD;
Kata kunci: Regresi spasial, Spatial Autoregresive Model (SAR), anak tidak bersekolah</description>
      <pubDate>Thu, 18 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37067</guid>
      <dc:date>2013-04-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Rati, Musfika</dc:creator>
      <dc:description>Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model anak tidak bersekolah anak di bawah usia 15 tahun di kota Medan dengan regresi spasial, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya serta mengkaji efektifitas metode regresi spasial dalam menganalisis kasus anak tidak bersekolah tersebut. Regresi spasial yang digunakan adalah Spatial Autoregresive Model (SAR). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel prediktor yang mempengaruhi variabel respon adalah jumlah penduduk prasejahtera, jumlah sekolah SD dan rasio antara anak yang bersekolah dengan anak tidak bersekolah (ATB) di bawah usia 15 tahun. Nilai koefisien determinasi (R2) adalah 95.70% dengan taraf signifikan 5%.&#xD;
Kata kunci: Regresi spasial, Spatial Autoregresive Model (SAR), anak tidak bersekolah</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Perbandingan Kompresi Menggunakan Metode Shannon Fano Dan Unary Coding Pada File Teks</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35673</link>
      <description>Authors: Sitorus, Eunike Johana
Advisors: Tulus; Budiman, Andri
Abstract: Data Compression aims to reduce the file size before storing or moving data to the storage media. In this research the methods used for compression are Shannon Fano and Unary Coding. In the Shannon Fano method, compression process is done by knowing the frequency of occurrence of each symbol then be sorted in descending order. Table of the division based on the frequency of occurrence is then made. Unary Coding method does not use the division table. The process of encoding is done by sorting the frequency of occurrence of each symbol in descending order. The resulting figures sorting is to be encoded by n-1 followed by a 0 bit. In the last bit of code will be modified in the form of n-1 without being followed by a single bit 0. In the compression process using both of these methods can be known the compression ratio, time of compression and redundancy. Compression ratio, time of compression and redundancy will be the comparison parameter for both of methods.&#xD;
Keywords: Shannon Fano, Unary Coding, compression ratio, redundancy.
Abstract (other language): Kompresi data bertujuan untuk mengurangi ukuran file sebelum menyimpan atau memindahkan data ke dalam media penyimpanan. Pada tugas akhir ini metode yang digunakan untuk kompresi adalah Shannon Fano dan Unary Coding. Pada metode Shannon Fano proses kompresi dilakukan dengan mengetahui frekuensi kemunculan setiap simbol yang kemudian akan diurutkan secara descending order. Kemudian, akan dibuat sebuah tabel pembagian berdasarkan frekuensi kemunculan tersebut. Pada metode Unary Coding tidak menggunakan tabel pembagian. Proses pengkodean dilakukan dengan mengurutkan frekuensi kemunculan setiap simbol secara descending order. Angka hasil pengurutan inilah yang akan dikodekan dengan n-1 diikuti oleh satu bit 0. Pada bit terakhir kode akan dimodifikasi yaitu berupa n-1 tanpa diikuti oleh satu bit 0. Dalam proses kompresi dengan menggunakan kedua metode ini dapat diketahui rasio kompresi, waktu kompresi dan redundancy.Rasio kompresi, waktu kompresi dan redundancy akan menjadi parameter pembanding untuk kedua metode ini.&#xD;
Kata kunci: Shannon Fano, Unary Coding, rasio kompresi, redundancy</description>
      <pubDate>Sat, 13 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35673</guid>
      <dc:date>2013-04-13T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sitorus, Eunike Johana</dc:creator>
      <dc:description>Kompresi data bertujuan untuk mengurangi ukuran file sebelum menyimpan atau memindahkan data ke dalam media penyimpanan. Pada tugas akhir ini metode yang digunakan untuk kompresi adalah Shannon Fano dan Unary Coding. Pada metode Shannon Fano proses kompresi dilakukan dengan mengetahui frekuensi kemunculan setiap simbol yang kemudian akan diurutkan secara descending order. Kemudian, akan dibuat sebuah tabel pembagian berdasarkan frekuensi kemunculan tersebut. Pada metode Unary Coding tidak menggunakan tabel pembagian. Proses pengkodean dilakukan dengan mengurutkan frekuensi kemunculan setiap simbol secara descending order. Angka hasil pengurutan inilah yang akan dikodekan dengan n-1 diikuti oleh satu bit 0. Pada bit terakhir kode akan dimodifikasi yaitu berupa n-1 tanpa diikuti oleh satu bit 0. Dalam proses kompresi dengan menggunakan kedua metode ini dapat diketahui rasio kompresi, waktu kompresi dan redundancy.Rasio kompresi, waktu kompresi dan redundancy akan menjadi parameter pembanding untuk kedua metode ini.&#xD;
Kata kunci: Shannon Fano, Unary Coding, rasio kompresi, redundancy</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistem Market Basket Untuk Menentukan Tata Letak Produk Pada Suatu Swalayan Menggunakan Algoritma K-Means Clustering</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35672</link>
      <description>Authors: Sebayang, Steffi Andina
Advisors: Nababan, Erna Budhiarti; Rosmaini, Elly
Abstract: Determination of the products on supermarket layout is an important thing that must be considered by the management department. Market Basket Analysis is one technique on Data Mining that is used to discover patterns of the products often purchased together in a transaction. In this research we applied market basket analysis with k-means clustering algorithm based on consumer shopping habits to produce a model of the product layout. Data on the research were taken from structural groceries on supermarket receipts. K-means clustering algorithm is used to partition the data into clusters so that the data that has same characteristics are grouped into the same cluster and the data that has different characteristics are grouped into other groups. Result of this research produce a model of a product layout that can be used by the management department.&#xD;
Keywords: product layout; market basket analysis; k-means clustering algorithms.
Abstract (other language): Penentuan tata letak produk pada swalayan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh pihak manajemen swalayan. Market basket analysis adalah salah satu teknik data mining yang dapat menemukan pola yang berupa produk-produk yang sering dibeli bersamaan dalam sebuah transaksi. Pada skripsi ini akan dijelaskan bagaimana market basket analysis dengan menggunakan algoritma k-means clustering berdasarkan kebiasaan konsumen berbelanja untuk menghasilkan suatu model tata letak produk. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari struk-struk belanja pada swalayan. Algoritma k-means clustering digunakan untuk mempartisi data ke dalam cluster sehingga data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokkan ke dalam satu cluster yang sama dan data yang mempunyai karakteristik yang berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok lain. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah model tata letak produk yang dapat digunakan oleh pihak manajemen swalayan.&#xD;
Kata Kunci: tata letak produk; market basket analysis; algoritma k-means clustering.</description>
      <pubDate>Sat, 13 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35672</guid>
      <dc:date>2013-04-13T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sebayang, Steffi Andina</dc:creator>
      <dc:description>Penentuan tata letak produk pada swalayan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh pihak manajemen swalayan. Market basket analysis adalah salah satu teknik data mining yang dapat menemukan pola yang berupa produk-produk yang sering dibeli bersamaan dalam sebuah transaksi. Pada skripsi ini akan dijelaskan bagaimana market basket analysis dengan menggunakan algoritma k-means clustering berdasarkan kebiasaan konsumen berbelanja untuk menghasilkan suatu model tata letak produk. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari struk-struk belanja pada swalayan. Algoritma k-means clustering digunakan untuk mempartisi data ke dalam cluster sehingga data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokkan ke dalam satu cluster yang sama dan data yang mempunyai karakteristik yang berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok lain. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah model tata letak produk yang dapat digunakan oleh pihak manajemen swalayan.&#xD;
Kata Kunci: tata letak produk; market basket analysis; algoritma k-means clustering.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Struktur Keramik Berpori Dengan Memanfaatkan Limbah Padat Pulp Dengan Bahan Baku Bentonit</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35662</link>
      <description>Authors: Purba, Eko Putra
Advisors: Sitorus, Zuriah
Abstract: Characterization of Ceramics with a variety of solid waste pulp filler such as dreg, grit, biosludge and raw materials and the addition of Bentonite respectively (0%), (2.5%, 2.5%, 5%), (7 , 5%, 7.5%, 5% 0, (12.5%, 12.5%, 5%), (17.5%, 17.5%, 5%), (22.5%, 22 , 5%, 5%). Done at sintering temperature at 900 oC and the ceramic sample is formed by dry pressing at a pressure of 5 tons (5000 kg). From the results of compressive strength test result is: MPa 34.448 - 88.269 MPa. Hardness Test Results ie: from 19.37 to 42.776 MPa. Porosity test results, namely: 32.773% - 38.573%. The test results obtained density: 1.520 -1.687 gram/cm3 gram/cm3&#xD;
The result microstuktural analysis indicated tahat minority of metal compounds has been bonded each other to formed crystalline structure and the majority of amorph phase also bonded each other. Thus, the dominant resulting phase was calcite (CaCO3) and Silicon Dioxide (SiO2). . The test firing shrinkage are: 1.081% to 3073 %.&#xD;
Keyword : Bio Sudge, Dregs, Grit, Beentonite,
Abstract (other language): Karakterisasi Keramik dengan variasi bahan pengisi limbah padat pulp berupa dreg, grit, biosludge dan bentonit dan penambahan bahan baku Bentonit masing-masing (0%),(2,5%, 2,5%, 5 %), (7,5 %, 7,5%, 5 %0, (12,5 %, 12,5 %, 5%), (17,5 %, 17,5%, 5 %), (22,5 %, 22,5 %, 5 %). Dilakukan pada temperatur sintering pada 900 oC dan sample keramik dibentuk dengan cara dry pressing pada tekanan 5 ton (5000 kg). Dari hasil pengujian diperoleh hasil kuat tekan yaitu : 34,448 MPa – 88,269 MPa. Hasil pengujian Kekerasan yaitu : 19,37 – 42,776 MPa. Hasil pengujian porositas yaitu : 32,773 % - 38,573 %. Hasil pengujian densitas diperoleh : 1,520 gram/cm3 -1,687 gram/cm3&#xD;
Hasil analisa stukturnya menunjukkan bahwa sebagian kecil senyawa logam-logamnya telah terikat satu dengan yang lain dan membentuk struktur kristalin dan sebagian besar fase amorf yang terikat satu dengan yang lainnya. Kemudian fase dominan yang terbentuk adalah kalsit (CaCO3) dan Silikondioksida (SiO2) . Adapun struktur Kristal untuk kalsit (CaCO3) adalah Rhombohedral,dan untuk Silikondioksida (SiO2) adalah Hexagonal. . Hasil pengujian susut bakar yaitu : 1,081 – 3.073 %.&#xD;
Kata kunci: Bio Sludge, Dregs, Grit, Bentonit, Keramik</description>
      <pubDate>Fri, 12 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35662</guid>
      <dc:date>2013-04-12T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Purba, Eko Putra</dc:creator>
      <dc:description>Karakterisasi Keramik dengan variasi bahan pengisi limbah padat pulp berupa dreg, grit, biosludge dan bentonit dan penambahan bahan baku Bentonit masing-masing (0%),(2,5%, 2,5%, 5 %), (7,5 %, 7,5%, 5 %0, (12,5 %, 12,5 %, 5%), (17,5 %, 17,5%, 5 %), (22,5 %, 22,5 %, 5 %). Dilakukan pada temperatur sintering pada 900 oC dan sample keramik dibentuk dengan cara dry pressing pada tekanan 5 ton (5000 kg). Dari hasil pengujian diperoleh hasil kuat tekan yaitu : 34,448 MPa – 88,269 MPa. Hasil pengujian Kekerasan yaitu : 19,37 – 42,776 MPa. Hasil pengujian porositas yaitu : 32,773 % - 38,573 %. Hasil pengujian densitas diperoleh : 1,520 gram/cm3 -1,687 gram/cm3&#xD;
Hasil analisa stukturnya menunjukkan bahwa sebagian kecil senyawa logam-logamnya telah terikat satu dengan yang lain dan membentuk struktur kristalin dan sebagian besar fase amorf yang terikat satu dengan yang lainnya. Kemudian fase dominan yang terbentuk adalah kalsit (CaCO3) dan Silikondioksida (SiO2) . Adapun struktur Kristal untuk kalsit (CaCO3) adalah Rhombohedral,dan untuk Silikondioksida (SiO2) adalah Hexagonal. . Hasil pengujian susut bakar yaitu : 1,081 – 3.073 %.&#xD;
Kata kunci: Bio Sludge, Dregs, Grit, Bentonit, Keramik</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistem Informasi Geografis Daerah Objek Wisata&#xD;
Kabupaten Deli Serdang Berbasis Web Dengan Pencarian Rute Terpendek Menggunakan Metode DIJKSTRA</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35624</link>
      <description>Authors: Purba, Inggou David
Advisors: Andri B, M; Candra, Ade
Abstract: Deli Serdang regency is one of favourite tourisms purpose which has more than 30 tourism objects. Very potential are promoted through Geographic Information System (GIS). On this thesis, Geographic Information System created to collect, to save and to analyse an object where geography location is an important characteristic. Geographic Information System created by web basis through map layers which is represented by map server. The source of data is made to be digital by ArcGIS 10 in shapefile (vector model). Dijkstra method is used as the shortest route searching technique. And facility information is implied in MySQL database which will be implemented to web page through PHP.
Abstract (other language): Kabupaten Deli Serdang sebagai salah satu tujuan favourite wisatawan yang memiliki lebih dari 30 objek wisata sangat potensial dipromosikan melalui Sistem Informasi Geografis (SIG). Pada skripsi ini, Sistem Informasi Geografis dirancang dengan mengumpulkan, menyimpan dan menganalisis suatu objek dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting. Sistem Informasi Geografis tersebut dirancang berbasis web dengan layer-layer peta yang direpresentasikan oleh mapserver. Sumber data (peta) didigitasi dengan ArcGIS 10 ke dalam bentuk shapefile (model vektor). Teknik pencarian rute terpendek menggunakan metode Dijkstra. Serta informasi fasilitas sarana &amp; prasarana dimuat dalam database MySQL dan diimplementasikan ke halaman web melalui PHP.</description>
      <pubDate>Mon, 08 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35624</guid>
      <dc:date>2013-04-08T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Purba, Inggou David</dc:creator>
      <dc:description>Kabupaten Deli Serdang sebagai salah satu tujuan favourite wisatawan yang memiliki lebih dari 30 objek wisata sangat potensial dipromosikan melalui Sistem Informasi Geografis (SIG). Pada skripsi ini, Sistem Informasi Geografis dirancang dengan mengumpulkan, menyimpan dan menganalisis suatu objek dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting. Sistem Informasi Geografis tersebut dirancang berbasis web dengan layer-layer peta yang direpresentasikan oleh mapserver. Sumber data (peta) didigitasi dengan ArcGIS 10 ke dalam bentuk shapefile (model vektor). Teknik pencarian rute terpendek menggunakan metode Dijkstra. Serta informasi fasilitas sarana &amp; prasarana dimuat dalam database MySQL dan diimplementasikan ke halaman web melalui PHP.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Secara Gc-Ms Komponen Minyak Atsiri Dari Rimpang Tanaman Jerangau (Acoruscalamus) Hasil Isolasi Menggunakan Metode Hidrodestilasi Dibandingkan Dengan Destilasi Uap</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35598</link>
      <description>Authors: Sembiring, Dian Arini
Advisors: Ginting, Mimpin; Surbakti, Darwis
Abstract: It had been studied ratio the composistion essential oils from Jerangau rhizomes obtained from isolation using the method of hidrodistillation and steam distillation. Essential oils was yielded using  hidrodistillation method  and steam distilation with fresh rhizome. And then, composition of essential oils that yielded were analyzed using GC-MS. Through hydrodistilation method, essential oil yield obtained a number of 0,325%, v/w, which consists of 13 types compounds which include a total of 11 compounds that can be identified, there are : Camphene (1,87%), β-Ocimene (1,42%), Camphor (1,12%), Methyl Isoeugenol 12,97%), Euasarone (1,87%), Asarone (60,34%), Cis-Calamenene (1,75%), Trans-Isoelemicin (1,14%), β-Ionone (1,97%), and Aristolone (2,43%). And then, by steam distilations obtained essential oils a number of  0,35%, v/w, which consists of 18 types compounds which include a total of 14 compounds that can be indetified, there are : α-Pinene (0,37%), Camphene (1,69%), β-Ocimene (1,33%), Linalool (0,45%), Camphor (1,04%), Aristolen (0,17%), Methyl Isoeugenol (14,91%), Euasarone (2,30%), Asarone (54,33%), β-Ionone (0,62%), 2-Propanone,1-[dihydro-4-4-dimethyl] (2,26%), Aristolone (3,36%), and Isocalamendiol (0,85%).
Abstract (other language): Telah dilakukan studi perbandingan komposisi minyak atsiri dari rimpang jerangau yang diperoleh dari hasil isolasi menggunakan metode hidrodestilasi dan destilasi uap air. Minyak atsiri yang dihasilkan dengan menggunakan metode hidrodestilasi maupun destilasi uap digunakan rimpang jerangau yang basah. Selanjutnya minyak atsiri yang diperoleh dianalisis komposisinya dengan menggunakan GC-MS. Melalui metode hidrodestilasi, diperoleh rendemen minyak atsiri sebanyak 0,325% v/w, yang terdiri dari 13 jenis senyawa dimana diantaranya sebanyak 11 senyawa yang dapat diidentifikasi, yaitu : Kamfen (1,87%), β-Ocimen (1,42%), Kamfor (1,12%), Metil Isoeugenol (12,97%), Euasaron (1,87%), Asaron (60,34%), Cis-Calamenen (1,75%), Trans-Isoelemicin (1,14%), β-Ionon (1,97%) dan Aristolon (2,43%). Selanjutnya melalui metode destilasi uap diperoleh rendemen minyak atsiri sebanyak 0,35% v/w, yang terdiri dari 18 jenis senyawa dimana sebanyak 14 senyawa yang dapat diidentifikasi, yaitu : α-Pinen (0,37%), Kamfen (1,69%), β-Ocimen (1,33%), Linalool (0,45%), Kamfor (1,04%), Aristolen (0,17%), Metil Isoeugenol (14,91%), Euasaron (2,30%), Asaron (54,33%), β-Ionon (0,62%), 2-Propanon,1-[dihidro-4-4-dimetil] (2,26%), Aristolon (3,36%), dan Isokalamendiol (0,85%).</description>
      <pubDate>Sat, 06 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35598</guid>
      <dc:date>2013-04-06T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sembiring, Dian Arini</dc:creator>
      <dc:description>Telah dilakukan studi perbandingan komposisi minyak atsiri dari rimpang jerangau yang diperoleh dari hasil isolasi menggunakan metode hidrodestilasi dan destilasi uap air. Minyak atsiri yang dihasilkan dengan menggunakan metode hidrodestilasi maupun destilasi uap digunakan rimpang jerangau yang basah. Selanjutnya minyak atsiri yang diperoleh dianalisis komposisinya dengan menggunakan GC-MS. Melalui metode hidrodestilasi, diperoleh rendemen minyak atsiri sebanyak 0,325% v/w, yang terdiri dari 13 jenis senyawa dimana diantaranya sebanyak 11 senyawa yang dapat diidentifikasi, yaitu : Kamfen (1,87%), β-Ocimen (1,42%), Kamfor (1,12%), Metil Isoeugenol (12,97%), Euasaron (1,87%), Asaron (60,34%), Cis-Calamenen (1,75%), Trans-Isoelemicin (1,14%), β-Ionon (1,97%) dan Aristolon (2,43%). Selanjutnya melalui metode destilasi uap diperoleh rendemen minyak atsiri sebanyak 0,35% v/w, yang terdiri dari 18 jenis senyawa dimana sebanyak 14 senyawa yang dapat diidentifikasi, yaitu : α-Pinen (0,37%), Kamfen (1,69%), β-Ocimen (1,33%), Linalool (0,45%), Kamfor (1,04%), Aristolen (0,17%), Metil Isoeugenol (14,91%), Euasaron (2,30%), Asaron (54,33%), β-Ionon (0,62%), 2-Propanon,1-[dihidro-4-4-dimetil] (2,26%), Aristolon (3,36%), dan Isokalamendiol (0,85%).</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Model Integrasi Pemasok-Pembeli Untuk Produk Yang Mengalami Kerusakan Dengan Backorder</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35590</link>
      <description>Authors: Surya, Bobby Herman
Advisors: Iryanto; Ariswoyo, Suwarno
Abstract: This study discusses an integrated model between suppliers and buyers for a deteriorating item with permitted shortage in buyers, which shortage be solved by backorder. Buyers make an order to supplier, then it produced in certain size and sends them in multi deliveries with the same size. During it is in supplier’s inventory and on the way to the buyers, it have a deteriorating with constant deterioration rate. An integration model with backorder has been develop to find the lot sizing in suppliers-buyers, in order to minimizing the integrate annual total cost that can benefit both of them. This study shows that increasing deteriorate rate lead to declining in production batch and increasing the shortage inventory size and also increasing the integrate total cost in suppliers and buyers.
Abstract (other language): Penelitian ini membahas model integrasi antara pemasok dan pembeli untuk produk yang mengalami kerusakan dengan diijinkan kekurangan persediaan pada pembeli, dimana kekurangan persediaan diatasi dengan backorder. Pembeli memesan produk kepada pemasok, kemudian pemasok memproduksi dalam ukuran tertentu dan mengirimkannya dengan beberapa kali pengiriman dengan ukuran yang sama. Selama berada dalam persediaan pemasok dan dalam perjalanan menuju pembeli, produk tersebut mengalami kerusakan dengan laju kerusakan konstan. Pemodelan integrasi dilakukan untuk menentukan ukuran lot gabungan pemasok-pembeli dengan backorder, dengan tujuan meminimumkan total biaya gabungan tahunan yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan laju kerusakan akan mengakibatkan menurunnya ukuran batch produksi dan meningkatnya jumlah kekurangan persediaan serta meningkatnya total biaya sistem antara pemasok dan pembeli.</description>
      <pubDate>Sat, 06 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35590</guid>
      <dc:date>2013-04-06T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Surya, Bobby Herman</dc:creator>
      <dc:description>Penelitian ini membahas model integrasi antara pemasok dan pembeli untuk produk yang mengalami kerusakan dengan diijinkan kekurangan persediaan pada pembeli, dimana kekurangan persediaan diatasi dengan backorder. Pembeli memesan produk kepada pemasok, kemudian pemasok memproduksi dalam ukuran tertentu dan mengirimkannya dengan beberapa kali pengiriman dengan ukuran yang sama. Selama berada dalam persediaan pemasok dan dalam perjalanan menuju pembeli, produk tersebut mengalami kerusakan dengan laju kerusakan konstan. Pemodelan integrasi dilakukan untuk menentukan ukuran lot gabungan pemasok-pembeli dengan backorder, dengan tujuan meminimumkan total biaya gabungan tahunan yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan laju kerusakan akan mengakibatkan menurunnya ukuran batch produksi dan meningkatnya jumlah kekurangan persediaan serta meningkatnya total biaya sistem antara pemasok dan pembeli.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Perbandingan Kandungan Ion Logam Timah (Sn2+) Dan Ion Logam Seng (Zn2+) Didalam Ikan Sardine (Sardina Pilchardus Sp) Kaleng Merek Dagang Chip Dan Gaga Berdasarkan Waktu Kadaluwarsanya</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35589</link>
      <description>Authors: Napitupulu, Chatrine A O
Advisors: Bangun, Ahmad Darwin; Barus, Pina
Abstract: Studies have been conducted to determine the level of Zinc metal ion (Zn2+) tin metal ion (Sn2+) in Chip brand canned fish and Gaga brand canned fish by Atomic Absorption Spectrophotometry. Sample was taken by one random from a different stores in pringgan market. Measurement the concentration of zinc metal ion and tin metal ion has been carried out using a dry method of destruction. Solvent use in this method is concentrated nitric acid and the result of sample preparation were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry at 𝛌 = 213,9 nm for Zinc ion (Zn2+) and at  𝛌 = 224,6 nm for Tin ion (Sn2+). From the research that have been made available levels of Zinc metal ion (Zn2+) in chip brand canned fish with year of expired 2010,2012 and 2013 respectively as 520,6 mg/kg, 22,44 mg/kg and 13,69 mg/kg and for Gaga brand canned fish with year of expired  2010, 2012 and 2013 respectively as 290,16 mg/kg, 28,52 mg/kg and O (not detecting) mg/kg. While the level for tin metal ion (Sn2+) in chip brand canned fish with year of expired 2010, 2012 and 2013 respectively as 15,21 mg/kg, 2,35 mg/kg and 0,93 mg/kg and for Gaga brand canned fish with year of expired 2010, 2012 and 2013 respectively as 7,15 mg/kg, 1,42 mg/kg and 0 (not detecting) mg/kg. From result of analysis it can bee seen that ion content of Zn in chip brand of canned fish and Gaga brand of canned fish with year of expired in 2010 has exceeded the threshold value set by the National Standard of Indonesia (SNI). While the levels of Sn ion from Chip Brand canned fish and Gaga Brand canned fish with year of expired 2010,2012 and 2013 are fullfill with quality of National Standard of Indonesia (SNI).
Abstract (other language): Telah dlikukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kadar ion logam Seng (Zn2+) dan Timah (Sn2+) dalam Ikan Kaleng merek Chip dan merek Gaga secara Spektrofotometri Serapan Atom. Sampel diambil secara acak sebanyak satu kali dari beberapa toko yang berbeda yang berada di pasar pringgan. Pengukuran konsentrasi ion logam Seng (Zn2+) dan Timah (Sn2+) pada Ikan Sarden Kaleng telah dilakukan dengan menggunakan metode destruksi kering . Pelarut yang digunakan dalam metode ini adalah HNO3(p), dan hasil preparasi sampel dianalisis dengan menggunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom pada 𝛌 = 213,9 nm untuk ion logam Seng (Zn2+) dan pada 𝛌 = 224,6 nm untuk ion logam Timah (Sn2+). Dari hasil penelitian  yang telah dilakukan telah diperoleh kadar ion logam Seng (Zn2+) dari ikan kaleng sarden chip dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2012 dan tahun 2013 berturut – turut adalah 520,6 mg/kg, 22,44 mg/kg dan 13,69 mg/kg dan untuk ikan kaleng sarden Gaga  dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2012 dan 2013 berturut - turut adalah 290,16 mg/kg, 28,52 mg/kg dan 0 (tidak terdeteksi) mg/kg. Sementara kadar ion logam Timah (Sn2+) dari ikan kaleng sarden chip dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2012 dan tahun 2013 berturut - turut adalah 15,21 mg/kg, 2,35 mg/kg dan 0,93 mg/kg dan untuk ikan kaleng sarden Gaga  dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2011 dan 2012 berturut - turut adalah 7,15 mg/kg, 1,42 mg/kg dan 0 (tidak terdeteksi) mg/kg. Dari hasil analisis tersebut dapat dilihat bahwa kadar ion Zn2+ dari ikan kaleng sarden Chip dan ikan kaleng sarden Gaga dengan masa kadaluwarsa tahun 2010 telah melampaui nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara kadar ion Sn2+ dari ikan kaleng merek Chip dan merek Gaga dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2012, 2013 memenuhi kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI).</description>
      <pubDate>Sat, 06 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35589</guid>
      <dc:date>2013-04-06T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Napitupulu, Chatrine A O</dc:creator>
      <dc:description>Telah dlikukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kadar ion logam Seng (Zn2+) dan Timah (Sn2+) dalam Ikan Kaleng merek Chip dan merek Gaga secara Spektrofotometri Serapan Atom. Sampel diambil secara acak sebanyak satu kali dari beberapa toko yang berbeda yang berada di pasar pringgan. Pengukuran konsentrasi ion logam Seng (Zn2+) dan Timah (Sn2+) pada Ikan Sarden Kaleng telah dilakukan dengan menggunakan metode destruksi kering . Pelarut yang digunakan dalam metode ini adalah HNO3(p), dan hasil preparasi sampel dianalisis dengan menggunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom pada 𝛌 = 213,9 nm untuk ion logam Seng (Zn2+) dan pada 𝛌 = 224,6 nm untuk ion logam Timah (Sn2+). Dari hasil penelitian  yang telah dilakukan telah diperoleh kadar ion logam Seng (Zn2+) dari ikan kaleng sarden chip dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2012 dan tahun 2013 berturut – turut adalah 520,6 mg/kg, 22,44 mg/kg dan 13,69 mg/kg dan untuk ikan kaleng sarden Gaga  dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2012 dan 2013 berturut - turut adalah 290,16 mg/kg, 28,52 mg/kg dan 0 (tidak terdeteksi) mg/kg. Sementara kadar ion logam Timah (Sn2+) dari ikan kaleng sarden chip dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2012 dan tahun 2013 berturut - turut adalah 15,21 mg/kg, 2,35 mg/kg dan 0,93 mg/kg dan untuk ikan kaleng sarden Gaga  dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2011 dan 2012 berturut - turut adalah 7,15 mg/kg, 1,42 mg/kg dan 0 (tidak terdeteksi) mg/kg. Dari hasil analisis tersebut dapat dilihat bahwa kadar ion Zn2+ dari ikan kaleng sarden Chip dan ikan kaleng sarden Gaga dengan masa kadaluwarsa tahun 2010 telah melampaui nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara kadar ion Sn2+ dari ikan kaleng merek Chip dan merek Gaga dengan masa kadaluwarsa tahun 2010, 2012, 2013 memenuhi kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI).</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Lama Penahanan Suhu ( Holding Time Temperature ) Terhadap Kekuatan Tarik Dan&#xD;
Kekerasan Baja Karbon Menengah NS 1045 Dengan Menggunakan Media Pendingin NaCl</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35341</link>
      <description>Authors: Sinurat, Efdianus
Advisors: Sinuhaji, Perdian
Abstract: Has done research on the effect of detention time and temperature on tensile strength&#xD;
of carbon steel hardness NS 1045 with hardening temperature 830°C using cooling&#xD;
media NaCl 30%.&#xD;
The results obtained after testing is that the tensile strength and hardness values&#xD;
change with changes in holding time temperature. For original sample average value&#xD;
of tensile strength of 710.4 MPa and the average value of hardness is 22.9 HRc. At&#xD;
holding time temperature of 10 minutes to 40 minutes average value of tensile&#xD;
strength increases directly proportional to the increase the holding time temperature.&#xD;
The value is 1154.7; 1285.03; 1324.9; 1354.7 MPa and decreased at the time of the&#xD;
holding time temperature of 50 minutes is 884 , 87 MPa. While the average value of&#xD;
hardness at a holding time temperature increased from 10 to 20 minutes additional&#xD;
time is directly proportional to the holding time temperature is 51.8: 60.7 HRc. But&#xD;
decreased at a holding time temperature of 30 to 50 minutes is 60.6: 57.2: 54.9 HRc.&#xD;
From the research results can be seen that the maximum tensile strength of carbon&#xD;
steel NS-1045 occurred at holding time temperature of 40-minute is 1285.03 MPa and&#xD;
the hardness maximum at holding time temperature of 20-minute is 60.7 HRc.
Abstract (other language): Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh lama penahanan suhu terhadap kekuatan&#xD;
tarik dan kekerasan baja karbon NS 1045 dengan hardening temperature 830°C&#xD;
dengan menggunakan media pendingin NaCl 30%.&#xD;
Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pengujian adalah bahwa nilai kuat tarik&#xD;
dan kekerasan berubah sejalan dengan perubahan lama penahanan suhu.Untuk sampel&#xD;
original nilai rata-rata kekuatan tarik 710,4 MPa dan nilai rata-rata kekerasannya 22,9&#xD;
HRc. Pada lama penahanan suhu 10 menit sampai 40 menit nilai rata-rata kuat tarik&#xD;
meningkat berbanding lurus dengan penambahan waktu penahanan suhu yaitu 1154,7;&#xD;
1285,03; 1324,9; 1354,7 MPa dan menurun pada saat penahanan waktu 50 menit yaitu&#xD;
884,87 MPa. Sedangkan nilai rata-rata kekerasannya pada waktu penahanan suhu 10&#xD;
sampai 20 menit bertambah berbanding lurus dengan penambahan lama penahanan&#xD;
suhu yaitu 51,8; 60,7 HRc. Namun mengalami penurunan pada lama penahanan suhu&#xD;
30 sampai 50 menit yaitu 60,6; 57,2; 54,9 HRc. Dari hasil penelitian dapat diketahui&#xD;
bahwa kuat tarik maksimum baja karbon NS-1045 terjadi pada waktu penahanan suhu&#xD;
40 menit yakni 1354,7 MPa dan dan kekerasan maksimumnya terjadi pada lama&#xD;
penahanan suhu 20 menit yaitu 60,7 HRc.</description>
      <pubDate>Thu, 14 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35341</guid>
      <dc:date>2013-03-14T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sinurat, Efdianus</dc:creator>
      <dc:description>Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh lama penahanan suhu terhadap kekuatan&#xD;
tarik dan kekerasan baja karbon NS 1045 dengan hardening temperature 830°C&#xD;
dengan menggunakan media pendingin NaCl 30%.&#xD;
Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pengujian adalah bahwa nilai kuat tarik&#xD;
dan kekerasan berubah sejalan dengan perubahan lama penahanan suhu.Untuk sampel&#xD;
original nilai rata-rata kekuatan tarik 710,4 MPa dan nilai rata-rata kekerasannya 22,9&#xD;
HRc. Pada lama penahanan suhu 10 menit sampai 40 menit nilai rata-rata kuat tarik&#xD;
meningkat berbanding lurus dengan penambahan waktu penahanan suhu yaitu 1154,7;&#xD;
1285,03; 1324,9; 1354,7 MPa dan menurun pada saat penahanan waktu 50 menit yaitu&#xD;
884,87 MPa. Sedangkan nilai rata-rata kekerasannya pada waktu penahanan suhu 10&#xD;
sampai 20 menit bertambah berbanding lurus dengan penambahan lama penahanan&#xD;
suhu yaitu 51,8; 60,7 HRc. Namun mengalami penurunan pada lama penahanan suhu&#xD;
30 sampai 50 menit yaitu 60,6; 57,2; 54,9 HRc. Dari hasil penelitian dapat diketahui&#xD;
bahwa kuat tarik maksimum baja karbon NS-1045 terjadi pada waktu penahanan suhu&#xD;
40 menit yakni 1354,7 MPa dan dan kekerasan maksimumnya terjadi pada lama&#xD;
penahanan suhu 20 menit yaitu 60,7 HRc.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Visusalisasi Keluaran Fonokardiograf Dengan Menggunakan Komputer Pribadi</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35329</link>
      <description>Authors: Amrullah
Advisors: Ilyas, Syafruddin
Abstract: Fonokardiograf merupakan pencatatan grafik bunyi jantung dan bising jantung. Suatu mikrofon yang dirancang khusus ditempatkan pada dinding dada, dan getaran yang dihasilkan oleh jantung diterima, diperkuat, dan direkam. &#xD;
Telah dibuat alat fonokardiograf (sensor suara) yang pada prinsipnya terdiri dari mikrofon untuk mendeteksi suara jantung yang kemudian diperkuat oleh penguat operasional, setelah itu akan melewati filter kemudian diteruskan kealat pencetak atau monitor (komputer pribadi)&#xD;
Hasil uji alat fonokardiograf dapat dilihat hasil perbedaan visualisasi dari detak jantung anak-anak maupun detak jantung orang dewasa sebelum dan sesudah melakukan push up sesuai yang ditentukan. &#xD;
Ada perbedaan yang nyata yaitu (P&lt;0,05) antara sebelum dan sesudah melakukan aktivitas push up sebanyak 20 kali pada anak-anak ataupun orang dewasa.</description>
      <pubDate>Mon, 11 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35329</guid>
      <dc:date>2013-03-11T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Amrullah</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Kelayakan Rencana Pembukaan Showroom  Mobil Oleh PT. Istana Deli Kejayaan (IDK2) Berdasarkan Ramalan Permintaan Di Banda Aceh</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35324</link>
      <description>Authors: Naipospos, Maradu H.
Advisors: Tarigan, Gim; Bangun, Pangarapen
Abstract: This study aimed to analyze the Honda brand car sales data in Banda Aceh using ARIMA models for forecasting 2012 – 2013. The data used is the Honda brand automobile sales data by PT. Istana Deli Kejayaan (IDK2) from 2007-2011. ARIMA forecasting process done in several stages. The first step is to analyze the data stationary by means plot the data and see the autocorrelation and partial autocorrelation of the data obtained. Further identify the model and estimate the parameters of the model. Models with each - each type obtained Jazz with ARIMA (1,1,4), CRV with ARIMA (1,1,3) and Freed with ARIMA (0,1,2). So, the result of each of car sales that 41, 64, dan 24. By knowing the estimated sales proceeds cars in Banda Aceh, improvement planning to do another factor to increasing car sales.
Abstract (other language): Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis data penjualan mobil merk Honda di Banda Aceh dengan menggunakan model ARIMA untuk peramalan 2012 – 2013. Data yang digunakan adalah data penjualan mobil merk Honda oleh PT. Istana Deli Kejayaan (IDK2) dari tahun 2007-2011. Proses peramalan ARIMA dilakukan dengan beberapa tahapan. Langkah pertama  adalah menganalisis data stationer dengan cara plot data dan melihat autokorelasi dan autokorelasi parsial dari data yang diperoleh. Selanjutnya mengidentifikasi model dan mengestimasi parameter dari model tersebut. Model dengan masing – masing tipe diperoleh Jazz dengan ARIMA (1,1,4), CRV dengan ARIMA (1,1,3) dan Freed dengan ARIMA (0,1,2). Sehingga diperoleh hasil ramalan penjualan tipe Jazz, CRV dan Freed masing masing adalah 41, 64, dan 24 unit. Dengan diketahuinya perkiraan hasil penjualan mobil di Banda Aceh, dapat dilakukan perencanaan peningkatan faktor lain untuk meningkatkan hasil penjualan mobil.</description>
      <pubDate>Mon, 11 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35324</guid>
      <dc:date>2013-03-11T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Naipospos, Maradu H.</dc:creator>
      <dc:description>Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis data penjualan mobil merk Honda di Banda Aceh dengan menggunakan model ARIMA untuk peramalan 2012 – 2013. Data yang digunakan adalah data penjualan mobil merk Honda oleh PT. Istana Deli Kejayaan (IDK2) dari tahun 2007-2011. Proses peramalan ARIMA dilakukan dengan beberapa tahapan. Langkah pertama  adalah menganalisis data stationer dengan cara plot data dan melihat autokorelasi dan autokorelasi parsial dari data yang diperoleh. Selanjutnya mengidentifikasi model dan mengestimasi parameter dari model tersebut. Model dengan masing – masing tipe diperoleh Jazz dengan ARIMA (1,1,4), CRV dengan ARIMA (1,1,3) dan Freed dengan ARIMA (0,1,2). Sehingga diperoleh hasil ramalan penjualan tipe Jazz, CRV dan Freed masing masing adalah 41, 64, dan 24 unit. Dengan diketahuinya perkiraan hasil penjualan mobil di Banda Aceh, dapat dilakukan perencanaan peningkatan faktor lain untuk meningkatkan hasil penjualan mobil.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistem Presensi Dengan Metode Sidik Jari Menggunakan Sensor Fingerprint Dengan Tampilan Pada PC</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35315</link>
      <description>Authors: Sinaga, Triandes
Advisors: Tamba, Takdir
Abstract: Biometrics is a method of verification or automated recognition of one's identity based on some physical characteristics. Fingerprint biometrics is a recognition of one's identity based on the strokes of a finger. Fingerprint biometrics has a very high degree of accuracy. Because almost all individuals expressed no strokes have the same fingerprints.Presence system with fingerprint Presence is an excellent system to be applied. By utilizing strokes fingerprint unique to each person. Fingerprinting process for Presence in this study use fingerprint sensor. By registering through the fingerprint sensor, and then stored in the database. Test images are matched with the image of the sample that is in the database through a program that is used to enable sensor tuk un.In this study conducted Presence System for the 10 respondents, each respondent dimanana the data obtained for each 8, is varied from the point of taking fingerprints on the sensor.
Abstract (other language): Biometrika merupakan suatu  metode pembuktian atau pengenalan otomatis identitas dari seseorang berdasarkan beberapa karakteristik fisik. Biometrika sidik jari merupakan pengenalan identitas seseorang berdasarkan guratan-guratan jari. Biometrika sidik jari memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Karena dinyatakan hampir semua individu tidak ada mempunyai guratan sidik jari yang sama. Sistem presensi dengan sidik jari merupakan sistem presensi yang sangat baik untuk diterapkan. Dengan memanfaatkan guratan-guratan sidik jari yang unik pada setiap orang. Proses pengambilan sidik jari untuk presensi pada Penelitian ini memanfaatkan sensor fingerprint. Dengan melakukan pendaftaran sidik jari melalui sensor, kemudian disimpan di basis data. Citra uji akan dicocokkan dengan citra sample yang ada di dalam basis data melalui program yang digunakan un tuk mengaktifkan sensor. Pada penelitian ini Sistem presensi dilakukan untuk 10 responden, dimanana masing-masing responden  diperoleh data untuk masing-masing 8, yaitu divariasikan dari sudut pengambilan sidik jari terhadap sensor.</description>
      <pubDate>Fri, 08 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35315</guid>
      <dc:date>2013-03-08T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sinaga, Triandes</dc:creator>
      <dc:description>Biometrika merupakan suatu  metode pembuktian atau pengenalan otomatis identitas dari seseorang berdasarkan beberapa karakteristik fisik. Biometrika sidik jari merupakan pengenalan identitas seseorang berdasarkan guratan-guratan jari. Biometrika sidik jari memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Karena dinyatakan hampir semua individu tidak ada mempunyai guratan sidik jari yang sama. Sistem presensi dengan sidik jari merupakan sistem presensi yang sangat baik untuk diterapkan. Dengan memanfaatkan guratan-guratan sidik jari yang unik pada setiap orang. Proses pengambilan sidik jari untuk presensi pada Penelitian ini memanfaatkan sensor fingerprint. Dengan melakukan pendaftaran sidik jari melalui sensor, kemudian disimpan di basis data. Citra uji akan dicocokkan dengan citra sample yang ada di dalam basis data melalui program yang digunakan un tuk mengaktifkan sensor. Pada penelitian ini Sistem presensi dilakukan untuk 10 responden, dimanana masing-masing responden  diperoleh data untuk masing-masing 8, yaitu divariasikan dari sudut pengambilan sidik jari terhadap sensor.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pembuatan Dan Karakterisasi Gigi Tiruan Berbahan Dasar Komposit Resin Akrilik No.3 Dengan Penambahan Serat Kaca</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35314</link>
      <description>Authors: Sinabutar, Yosephin Romania
Advisors: Sitorus, Zuriah; Humaidi, Syahrul
Abstract: Acrylic resins usually used as a base for the manufacture of artificial teeth, because it is biocompatibel, flexible, and easily available material and cheap. This material is brittle and can cause pores due to evaporation of unreacted monomers to polymers. The advantages of this material resembles the original tooth, fit and aesthetics can be strengthened with the addition of glass fibers. In this research, the manufacture of denture acrylic resin-based thermal polymerization no.3 with the addition of glass fiber variation. Acrylic resin selected no.3 because of the color of the resin is in accordance with the color of human teeth. Glass fiber (fiberglass) is a fiber that can be added to the acrylic resin to improve the physical and mechanical properties of acrylic resin. The addition of glass fibers in denture serves enchance physical and mechanical properties and can adhesi with acrylic resin in the polymer matrix that has the power of a good bond with acrylic resin, glass fiber therefore be an option to be added to the acrylic resin as reinforcing material. Acrylic resin composition, gear oil and fiber glass is made with a ratio of 10 g: 4.5 mL: 0.13 g which is the most appropriate comparison to get 3 pieces of samples according to the model parent. Length of the glass fiber used was 4 mm, 6 mm, and 8 mm as the independent variable of the study. Tests were carried out , physical examination consisting of tests is density and porosity testing point to see if the tooth has a good structure that includes the arrangement of atoms or loose or dense crystalline and amorphous. Namely mechanical testing, compressive strength, tensile strength and Vickers hardness point to know how the power of the denture . The results showed that the addition of acrylic resin with glass fiber size 6 mm is the optimum condition, which is an artificial tooth gear to good use, which is obtained: density 1.2256 g/cm3, porosity 1.846%, compressive strength  76.623 MPa, tensile strength 71.207 MPa and Vickers hardness  16.997 kg/mm2.
Abstract (other language): Resin akrilik biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gigi tiruan, karena bersifat biocompatibel, flexibel, dan bahannya mudah diperoleh dan harganya murah. Bahan ini mudah patah dan dapat menimbulkan pori akibat adanya penguapan monomer yang tidak bereaksi dengan polimer. Kelebihan bahan ini menyerupai gigi asli, sesuai estetika dan dapat diperkuat dengan penambahan serat kaca. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan gigi tiruan yang berbahan dasar resin akrilik polimerisasi panas no.3 dengan penambahan variasi serat kaca. Resin akrilik yang dipilih no.3 karena warna dari resin ini sesuai dengan warna gigi asli manusia. Serat kaca (fiberglass) adalah serat yang dapat ditambahkan ke dalam resin akrilik untuk memperbaiki sifat fisis dan mekanis resin akrilik. Penambahan serat kaca pada gigi tiruan ini berfungsi meningkatkan sifat fisis dan mekanisnya serta dapat beradhesi dengan matriks polimer didalam resin akrilik sehingga memiliki kekuatan ikatan yang baik dengan resin akrilik, oleh karena itu serat kaca menjadi pilihan untuk ditambahkan ke dalam resin akrilik sebagai bahan penguat. Komposisi resin akrilik, minyak gigi dan serat kaca dibuat dengan perbandingan 10 gr : 4,5 mL : 0,13 gr yang merupakan perbandingan yang paling tepat untuk mendapatkan 3 buah sampel yang sesuai dengan model induk. Ukuran panjang serat kaca yang digunakan adalah 4 mm, 6 mm, dan 8 mm sebagai variable bebas dari penelitian ini. Pengujian yang dilakukan yaitu, pengujian fisis yang terdiri dari pengujian porositas dan densitas yang gunanya untuk mengetahui apakah gigi itu memiliki struktur yang baik yang mencakup susunan atom yang rapat atau renggang ataupun kristal dan amorf. Pengujian mekanik yaitu, kuat tekan, kuat tarik dan kekerasan Vickers gunanya untuk mengetahui bagaimana kekuatan dari gigi tiruan tersebut.. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa resin akrilik dengan penambahan serat kaca ukuran 6 mm merupakan kondisi optimum, dimana gigi tiruan merupakan gigi yang baik untuk digunakan, dimana diperoleh : densitas 1,2256 g/cm3, porositas 1,846 %, kekuatan tekan 76,623 MPa, kekuatan tarik 71,207 MPa, dan kekerasan Vickers 16,997 kg/mm2.</description>
      <pubDate>Fri, 08 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35314</guid>
      <dc:date>2013-03-08T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sinabutar, Yosephin Romania</dc:creator>
      <dc:description>Resin akrilik biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gigi tiruan, karena bersifat biocompatibel, flexibel, dan bahannya mudah diperoleh dan harganya murah. Bahan ini mudah patah dan dapat menimbulkan pori akibat adanya penguapan monomer yang tidak bereaksi dengan polimer. Kelebihan bahan ini menyerupai gigi asli, sesuai estetika dan dapat diperkuat dengan penambahan serat kaca. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan gigi tiruan yang berbahan dasar resin akrilik polimerisasi panas no.3 dengan penambahan variasi serat kaca. Resin akrilik yang dipilih no.3 karena warna dari resin ini sesuai dengan warna gigi asli manusia. Serat kaca (fiberglass) adalah serat yang dapat ditambahkan ke dalam resin akrilik untuk memperbaiki sifat fisis dan mekanis resin akrilik. Penambahan serat kaca pada gigi tiruan ini berfungsi meningkatkan sifat fisis dan mekanisnya serta dapat beradhesi dengan matriks polimer didalam resin akrilik sehingga memiliki kekuatan ikatan yang baik dengan resin akrilik, oleh karena itu serat kaca menjadi pilihan untuk ditambahkan ke dalam resin akrilik sebagai bahan penguat. Komposisi resin akrilik, minyak gigi dan serat kaca dibuat dengan perbandingan 10 gr : 4,5 mL : 0,13 gr yang merupakan perbandingan yang paling tepat untuk mendapatkan 3 buah sampel yang sesuai dengan model induk. Ukuran panjang serat kaca yang digunakan adalah 4 mm, 6 mm, dan 8 mm sebagai variable bebas dari penelitian ini. Pengujian yang dilakukan yaitu, pengujian fisis yang terdiri dari pengujian porositas dan densitas yang gunanya untuk mengetahui apakah gigi itu memiliki struktur yang baik yang mencakup susunan atom yang rapat atau renggang ataupun kristal dan amorf. Pengujian mekanik yaitu, kuat tekan, kuat tarik dan kekerasan Vickers gunanya untuk mengetahui bagaimana kekuatan dari gigi tiruan tersebut.. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa resin akrilik dengan penambahan serat kaca ukuran 6 mm merupakan kondisi optimum, dimana gigi tiruan merupakan gigi yang baik untuk digunakan, dimana diperoleh : densitas 1,2256 g/cm3, porositas 1,846 %, kekuatan tekan 76,623 MPa, kekuatan tarik 71,207 MPa, dan kekerasan Vickers 16,997 kg/mm2.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi NaOH Sebagai Media Pendingin Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon Menengah Dengan Adanya Perlakuan Panas</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35307</link>
      <description>Authors: Sinaga, Jupento
Advisors: Sinuhaji, Perdinan
Abstract: Telah dilakukan sebuah penelitian tentang pengaruh konsentrasi NaOH sebagai media pendingin terhadap sifat mekanik baja karbon menengah dengan adanya perlakuan panas.&#xD;
Pemanasan baja karbon menengah di dalam tungku pemanas hingga 8500C kemudian dilakukan pendinginan secara cepat ke dalam larutan NaOH  yang telah divariasikan konsentrasinya (5%, 10% ,15%, 20 %, 25 %) dan dibiarkan mencapai suhu kamar  (270C). Nilai kekerasan baja karbon menengah yang original sebesar 9,4 HRC dan nilai kekuatan tarik sebesar 656,85 Mpa,sedangkan untuk bahan dengan proses perlakuan panas dan prosen pendinginan dengan konsentrasi NaOH yang berbeda (5%, 10% ,15%, 20 %, 25 %)menghasilkan nilai kekerasan sebesar 57 HRc, 58,3 HRc ,58,5 HRc , 60 HRc, 57,5 HRc dan nilai kekuatan tarik sebesar 728,50 Mpa, 835,99 MPa, 987,26 MPa, 1035 MPa, dan 855 MPa untuk konsentrasi NaOH yang berbeda (5%, 10% ,15%, 20 %, 25 %).Pengamatan struktur mikro yang terlihat untuk bahan tanpa perlakuan panas yaitu struktur ferit dan perlit,sedangkan untuk bahan dengan proses perlakuan panas dan proses pendinginan yaitu struktur perlit dan martensit.Berdasarkan hasil pengujian diatas,maka dapat disimpulkan bahwa proses perlakuan panas dan proses pendinginan kedalam larutan NaOH nilai kekerasan dan kekuatan tarik meningkat ,sedangkan pada konsentrasi 25 % nilai kekerasan dan kekuatan tarik menurun.Pengamatan struktur mikro yang terlihat menunjukkan perubahan struktur dari baja karbon menengah yang menyebabkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik meningkat dan pada konsentrasi 25 % NaOH struktur mikro menunjukkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik menurun .
Abstract (other language): Have done a study on the influence of the concentration of NaOH as a cooling medium on the mechanical properties of medium carbon steel with a heat treatment.&#xD;
Heating medium carbon steel in the furnace heated up to 850 oC and then cooling rapidly carried to a solution of NaOH which has been varied concentrations (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) and allowed to reach room temperature (27 oC). HRC hardness values of 9.4 and the tensile strength of 656.85 MPa for materials original, whereas for materials with the process of heat treatment and cooling cent with different concentrations of NaOH (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) resulted in values hardness of 57 HRC, HRC 58.3, 58.5 HRC, 60 HRC, HRC 57.5 and the tensile strength of 728.50 MPa, 835.99 MPa, 987.26 MPa, 1035 MPa and 855 MPa for concentration different NaOH (5%, 10%, 15%, 20%, 25%). Oobservations of micro structure that looks to the material without heat treatment, namely the structure of ferrite and pearlite, while for materials with heat treatment process and the process of cooling the pearlite structure and martensit. From the test results, it can be concluded that the process of heat treatment and cooling process into a solution of NaOH hardness values and tensile strength increased, whereas at a concentration of 25% of the value of hardness and tensile strength decrease. The  observation shows the microstructure of the visible changes in the structure of carbon steel medium which causes the hardness and tensile strength increased and the concentration of 25% NaOH microstructure shows the hardness and tensile strength decreased.</description>
      <pubDate>Fri, 08 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35307</guid>
      <dc:date>2013-03-08T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sinaga, Jupento</dc:creator>
      <dc:description>Have done a study on the influence of the concentration of NaOH as a cooling medium on the mechanical properties of medium carbon steel with a heat treatment.&#xD;
Heating medium carbon steel in the furnace heated up to 850 oC and then cooling rapidly carried to a solution of NaOH which has been varied concentrations (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) and allowed to reach room temperature (27 oC). HRC hardness values of 9.4 and the tensile strength of 656.85 MPa for materials original, whereas for materials with the process of heat treatment and cooling cent with different concentrations of NaOH (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) resulted in values hardness of 57 HRC, HRC 58.3, 58.5 HRC, 60 HRC, HRC 57.5 and the tensile strength of 728.50 MPa, 835.99 MPa, 987.26 MPa, 1035 MPa and 855 MPa for concentration different NaOH (5%, 10%, 15%, 20%, 25%). Oobservations of micro structure that looks to the material without heat treatment, namely the structure of ferrite and pearlite, while for materials with heat treatment process and the process of cooling the pearlite structure and martensit. From the test results, it can be concluded that the process of heat treatment and cooling process into a solution of NaOH hardness values and tensile strength increased, whereas at a concentration of 25% of the value of hardness and tensile strength decrease. The  observation shows the microstructure of the visible changes in the structure of carbon steel medium which causes the hardness and tensile strength increased and the concentration of 25% NaOH microstructure shows the hardness and tensile strength decreased.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi Dengan Metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35206</link>
      <description>Authors: Meliala, Febrianto Prima
Advisors: Situmorang, Marihat; Sihombing, Poltak
Abstract: Course selection need to be made to facilitate the prospective students in selecting courses that she wanted. Most of the data is retrieved only data from the guidance of study or must follow test try out. This research will be designed on a decision support system in selecting courses. The writer use in the methods of design of this system is a method of Multi Criteria Decision Making Fuzzi (FMCDM). The system is able to display the results in the form of courses that correspond to the criteria that are needed. This application is designed using Borland Delphi 7. From the test results data in this system will be processed according to the entered criterias which has been provided by the system. The test results indicate that the candidate is worthy or not worthy of the chosen courses.
Abstract (other language): Seringnya mahasiswa salah dalam memilih program studi yang tidak sesuai dengan keinginannya menjadikan sistem pendukung keputusan pemilihan program studi perlu dibuat untuk mempermudah para calon mahasiswa dalam memilih jurusan yang diinginkannya. Sebagian besar data yang mereka peroleh hanya berupa data dari bimbingan studi ataupun harus mengikuti tes try out. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah sistem pendukung keputusan dalam memilih program studi. Metode yang penulis gunakan dalam perancangan sistem ini adalah metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM). Sistem ini dapat menampilkan hasil berupa program studi yang sesuai dengan kriteria yag dibutuhkan. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan Borland Delphi 7. Dari hasil pengujian sistem ini data yang di masukkan akan diolah sesuai dengan kriteria yang telah disediakan oleh sistem. Output dari sistem ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa layak atau tidak layak terhadap program studi yang dipilihnya.</description>
      <pubDate>Thu, 28 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35206</guid>
      <dc:date>2013-02-28T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Meliala, Febrianto Prima</dc:creator>
      <dc:description>Seringnya mahasiswa salah dalam memilih program studi yang tidak sesuai dengan keinginannya menjadikan sistem pendukung keputusan pemilihan program studi perlu dibuat untuk mempermudah para calon mahasiswa dalam memilih jurusan yang diinginkannya. Sebagian besar data yang mereka peroleh hanya berupa data dari bimbingan studi ataupun harus mengikuti tes try out. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah sistem pendukung keputusan dalam memilih program studi. Metode yang penulis gunakan dalam perancangan sistem ini adalah metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM). Sistem ini dapat menampilkan hasil berupa program studi yang sesuai dengan kriteria yag dibutuhkan. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan Borland Delphi 7. Dari hasil pengujian sistem ini data yang di masukkan akan diolah sesuai dengan kriteria yang telah disediakan oleh sistem. Output dari sistem ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa layak atau tidak layak terhadap program studi yang dipilihnya.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Implementasi Dan Pembandingan Algoritme Program Evaluation And Review Technique (PERT) Dan Critial Path Method (CPM) Dalam Bidang Transport</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35193</link>
      <description>Authors: Dwinovi, Titin
Advisors: Zarlis, Muhammad; Rachmawati, Dian
Abstract: Transportation constitutes one of important supporting for human life. The term of distance and time go through shall be considered in selecting the type of public transportation to be used. In order to arrange the time accurately and distance to take is required a line schedule properly, and to make schedule shall also involve a optimization in taking decision. Optimization should need points that lead the objective function become a maximum or minimum and based to the limitations existed. There are some methods possible to adopt in optimization such as the algorithms of Program Evaluation and Review Technique (PERT) and Critical Path Method (CPM). Both this algorithms may expose each process to be passed through using network diagram that is shall explain all activities from the beginning to the end of the activity. The result of calculation of both algorithms shall be compared to find the optimum value.
Abstract (other language): Transportasi merupakan salah satu penunjang penting dalam kehidupan. Masalah jarak dan waktu tempuh menjadi pertimbangan dalam memilih jenis transportasi yang akan digunakan. Untuk mengatur ketepatan waktu dan jarak dibutuhkan penjadwalan yang tepat, penjadwalan akan melibatkan optimasi dalam mengambil suatu tindakan. Optimasi akan melibatkan suatu masalah yang membuat nilai fungsi tujuan menjadi maksimum atau minimum dengan memperhatikan batasan-batasan yang akan digunakan. Banyak metode yang dapat digunakan dalam menyelesaikan optimasi diantaranya adalah algoritma Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM). Kedua algoritma ini akan menggambarkan setiap proses yang akan dilalui menggunakan diagram jaringan yang akan memperjelas seluruh kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan. Hasil perhitungan kedua algoritma akan dibandingkan untuk mencari nilai yang paling optimum.</description>
      <pubDate>Tue, 26 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35193</guid>
      <dc:date>2013-02-26T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Dwinovi, Titin</dc:creator>
      <dc:description>Transportasi merupakan salah satu penunjang penting dalam kehidupan. Masalah jarak dan waktu tempuh menjadi pertimbangan dalam memilih jenis transportasi yang akan digunakan. Untuk mengatur ketepatan waktu dan jarak dibutuhkan penjadwalan yang tepat, penjadwalan akan melibatkan optimasi dalam mengambil suatu tindakan. Optimasi akan melibatkan suatu masalah yang membuat nilai fungsi tujuan menjadi maksimum atau minimum dengan memperhatikan batasan-batasan yang akan digunakan. Banyak metode yang dapat digunakan dalam menyelesaikan optimasi diantaranya adalah algoritma Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM). Kedua algoritma ini akan menggambarkan setiap proses yang akan dilalui menggunakan diagram jaringan yang akan memperjelas seluruh kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan. Hasil perhitungan kedua algoritma akan dibandingkan untuk mencari nilai yang paling optimum.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Simulasi Pencarian Jarak Terdekat (Shortest Path) Dengan Menggunakan Algoritme A* (Studi Kasus Pada Perpustakaan Politeknik Negeri Medan)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35192</link>
      <description>Authors: Syahfitri, Dina
Advisors: Harahap, Agus Salim; Saleh, Nasir
Abstract: It is not that existence of computer today used in seeking the shortest path which by displaying them in a simulation model. The Simulation is a truly model for the system as required, there also do data processing on the model itself and also to evaluate the outcome of the simulation. The simulation also known as a technique in order to settle out any problems through the data processing as truly in order to get output well known as solution to the problem or as inputs in order to making an improvement and repairmen to the structure and operation of system available. On this research, it was conducted a case study with seeking a shortest path amongst the book racks available on Politeknik Negeri Medan. The Idea of this research originally from the matter of speed in seeking the book in a library is very important thing, this is in order to avoid any queue for students in looking for any book in a library house. In seeking this shortest path focused on looking for location of books in the library house based on category as symbolized with a vertex. The algorism as used for seeking the shortest path is notated with A*. The outcome as obtained in seeking the shortest path between vertex are the routes that always be passed by and on total distance.
Abstract (other language): Komputer banyak digunakan untuk melakukan pencarian lintasan terpendek (shortestpath), yang ditampilkan dalam model simulasi. Simulasi adalah model dari suatu sistem yang nyata, melakukan pengolahan data terhadap model tersebut dan mengevaluasi hasil simulasi tersebut. Simulasi juga merupakan teknik untuk menyelesaikan persoalan melalui pengolahan data yang nyata untuk memperoleh output berupa solusi persoalan ataupun sebagai bahan masukan dalam rangka pengembangan dan perbaikan struktur dan operasi  sistem yang nyata. Pada penelitian ini dilakukan studi kasus pencarian rute terpendek antar rak-rak buku pada perpustakaan Politeknik Negeri Medan. Ide dari penelitian ini berawal dari masalah kecepatan pencarian sebuah buku yang diperlukan mahasiswa. Faktor kecepatan pencarian buku pada sebuah perpustakaan adalah sangat penting untuk mencegah antrian mahasiswa yang mencari buku di perpustakaan. Pencarian rute terpendek ini memfokuskan untuk mencari lokasi buku di perpustakaan berdasarkan kategori yang disimbolkan dengan sebuah titik (vertex). Algoritma yang digunakan untuk penceraian jarak terpendek adalah A*. Hasil yang diperoleh dalam pencarian jarak terpendek antar verteks adalah rute-rute yang dilalui serta total jarak.</description>
      <pubDate>Tue, 26 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35192</guid>
      <dc:date>2013-02-26T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Syahfitri, Dina</dc:creator>
      <dc:description>Komputer banyak digunakan untuk melakukan pencarian lintasan terpendek (shortestpath), yang ditampilkan dalam model simulasi. Simulasi adalah model dari suatu sistem yang nyata, melakukan pengolahan data terhadap model tersebut dan mengevaluasi hasil simulasi tersebut. Simulasi juga merupakan teknik untuk menyelesaikan persoalan melalui pengolahan data yang nyata untuk memperoleh output berupa solusi persoalan ataupun sebagai bahan masukan dalam rangka pengembangan dan perbaikan struktur dan operasi  sistem yang nyata. Pada penelitian ini dilakukan studi kasus pencarian rute terpendek antar rak-rak buku pada perpustakaan Politeknik Negeri Medan. Ide dari penelitian ini berawal dari masalah kecepatan pencarian sebuah buku yang diperlukan mahasiswa. Faktor kecepatan pencarian buku pada sebuah perpustakaan adalah sangat penting untuk mencegah antrian mahasiswa yang mencari buku di perpustakaan. Pencarian rute terpendek ini memfokuskan untuk mencari lokasi buku di perpustakaan berdasarkan kategori yang disimbolkan dengan sebuah titik (vertex). Algoritma yang digunakan untuk penceraian jarak terpendek adalah A*. Hasil yang diperoleh dalam pencarian jarak terpendek antar verteks adalah rute-rute yang dilalui serta total jarak.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Monitoring Trafik Internet Dan Perbandingan Pengaturan Policy Jaringan Akses Internet Pada Local Area Network (LAN) Menggunakan BrazilFW Dan Mikrotik</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35189</link>
      <description>Authors: Muliana, Winda
Advisors: Sitompul, Opim Salim; Sitompul, Dahlan
Abstract: Along with the increase of data communication and less uncontrolled Internet usage at school so  the school should do the monitoring Internet traffic to determine the amount of data and implemented a network policy to determine what may be accessed and who can access the Internet at SMA Kesatria Medan. Router is able to facilitate the use of restrictions on Internet use in schools, which used the Mikrotik router and BrazilFW. In controlling the use of the Internet in SMA Kesatria Medan restrictions on sites that are not related to teaching and learning activities and to share the available bandwidth for Internet use and equitable basis so that traffic can be generated that is stable.
Abstract (other language): Seiring dengan meningkatnya komunikasi data dan kurang terkontrolnya penggunaan Internet di sekolah maka sudah seharusnya sekolah melakukan monitoring trafik Internet untuk mengetahui jumlah data yang dilewati serta menerapkan policy jaringan (kebijakan) untuk menentukan apa yang boleh diakses dan siapa yang boleh mengakses Internet di lingkungan SMA Kesatria Medan. Penggunaan router mampu memudahkan pembatasan penggunaan Internet di sekolah, router yang digunakan adalah Mikrotik dan BrazilFW. Dalam mengontrol penggunaan Internet di SMA Kesatria Medan dapat dilakukan pembatasan terhadap situs-situs yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar serta membagi bandwidth yang tersedia agar penggunaan Internet merata dan teratur sehingga dapat dihasilkan trafik yang stabil.</description>
      <pubDate>Tue, 26 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35189</guid>
      <dc:date>2013-02-26T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Muliana, Winda</dc:creator>
      <dc:description>Seiring dengan meningkatnya komunikasi data dan kurang terkontrolnya penggunaan Internet di sekolah maka sudah seharusnya sekolah melakukan monitoring trafik Internet untuk mengetahui jumlah data yang dilewati serta menerapkan policy jaringan (kebijakan) untuk menentukan apa yang boleh diakses dan siapa yang boleh mengakses Internet di lingkungan SMA Kesatria Medan. Penggunaan router mampu memudahkan pembatasan penggunaan Internet di sekolah, router yang digunakan adalah Mikrotik dan BrazilFW. Dalam mengontrol penggunaan Internet di SMA Kesatria Medan dapat dilakukan pembatasan terhadap situs-situs yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar serta membagi bandwidth yang tersedia agar penggunaan Internet merata dan teratur sehingga dapat dihasilkan trafik yang stabil.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Pemanfaatan Daun Nanas (Ananas Cosmosus) Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan &#xD;
Kandungan Ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+) Dan Seng (Zn2+) Di Dalam Air</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35188</link>
      <description>Authors: Simanjuntak, Megawati
Advisors: Gultom, Jamahir; Chairuddin
Abstract: The use of pineapple leaf (Pineapple cosmosus) as an adsorbent to reduced of ion copper (Cu2+), iron (Fe3+), and zinc (Zn2+) contents in water has been studied. The sample was taken randomly from Pancur Batu area. Sample was cleaned, cut to pieces, and dried by the sun for 14 days. Then it was activated with HCl 5%; HCl 10%; and HCl 15% , cleaned until pH was neutral, and dried in oven at temperature 1100 C for 5 hours. The two grams powder of pineapple leaf fibre which was activated by HCl 5%; HCl 10%; and HCl 15% added into each 100 mL of ion copper (Cu2+) standard solution 20 mg/L,100 mL ion iron (Fe3+) standard solution 20 mg/L, and 100 mL ion zinc (Zn2+) standard solution 20 mg/L. Strirred for 24 hours, filtered with whatman filter paper No.42 and measured concentrations of ion copper (Cu2+) , iron (Fe3+), and zinc (Zn2+) using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The result of research showed that powder fibre of pineapple leaf that has activated by HCl 5% can absorb ion copper (Cu2+), iron (Fe3+), and zinc (Zn2+) as much 21.545; 7.83%; and 19.53% respectively. Powder fibre of pineapple leaf that has activated by HCl 10% can absorb ion copper (Cu2+), iron (Fe3+), and zinc (Zn2+) as much 95.98%; 79.16%; and 88.71% respectively. While powder fibre of pineapple leaf that has activated by HCl 15% can absorb ion copper (Cu2+), iron (Fe3+), and zinc (Zn2+) as much 58.83%; 45.65%; and 66.74% respectively. From the research can concluded that pineapple leaf (Pineapple cosmosus) which was activated by HCl 10% was optimum activation to used as an adsorbent to reduced concentrations of ion copper (Cu2+), iron (Fe3+), and zinc (Zn2+)  in water.
Abstract (other language): Telah dilakukan penelitian tentang Studi Pemanfaatan Daun Nanas (Ananas cosmosus) Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Kandungan Ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), Dan Seng (Zn2+) Didalam Air. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari daerah Pancur Batu. Sampel terlebih dahulu dicuci, dirajang, dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama 14 hari. Kemudian diaktivasi dengan HCl 5%; HCl 10%; and HCl 15%, dicuci hingga pH-nya netral, dan dikeringkan di oven pada suhu 1100C selama 5 jam. Ditambahkan 2 g serbuk daun nanas yang diaktivasi dengan HCl 5%; HCl 10%; dan HCl 15% ke dalam masing-masing 100 mL larutan standar ion Tembaga (Cu2+) 20 mg/L, 100 mL larutan standar ion Besi (Fe3+) 20 mg/L, dan 100 mL larutan standar ion Seng (Zn2+) 20 mg/L. Diaduk selama 24 jam, disaring dengan kertas saring whatman No. 42 dan diukur konsentrasi ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) menggunakan Spoektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk daun nanas yang telah diaktivasi dengan HCl 5% dapat menyerap ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) sebanyak 21,545; 7,83%; dan 19,53% berturut-turut. Serbuk daun nanas yang telah diaktivasi dengan HCl 10% dapat menyerap ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) sebanyak 95,98%; 79,16%; dan 88,71% berturut-turut. Sedangkan serbuk daun nanas yang telah diaktivasi dengan HCl 15% dapat menyerap ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) sebanyak 58,83%; 45,65%; dan 66,74% berturut-turut. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa daun nanas (Ananas cosmosus) yang diaktivasi dengan HCl 10% adalah aktivasi optimum untuk digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kandungan ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) didalam air.</description>
      <pubDate>Tue, 26 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35188</guid>
      <dc:date>2013-02-26T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Simanjuntak, Megawati</dc:creator>
      <dc:description>Telah dilakukan penelitian tentang Studi Pemanfaatan Daun Nanas (Ananas cosmosus) Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Kandungan Ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), Dan Seng (Zn2+) Didalam Air. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari daerah Pancur Batu. Sampel terlebih dahulu dicuci, dirajang, dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama 14 hari. Kemudian diaktivasi dengan HCl 5%; HCl 10%; and HCl 15%, dicuci hingga pH-nya netral, dan dikeringkan di oven pada suhu 1100C selama 5 jam. Ditambahkan 2 g serbuk daun nanas yang diaktivasi dengan HCl 5%; HCl 10%; dan HCl 15% ke dalam masing-masing 100 mL larutan standar ion Tembaga (Cu2+) 20 mg/L, 100 mL larutan standar ion Besi (Fe3+) 20 mg/L, dan 100 mL larutan standar ion Seng (Zn2+) 20 mg/L. Diaduk selama 24 jam, disaring dengan kertas saring whatman No. 42 dan diukur konsentrasi ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) menggunakan Spoektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk daun nanas yang telah diaktivasi dengan HCl 5% dapat menyerap ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) sebanyak 21,545; 7,83%; dan 19,53% berturut-turut. Serbuk daun nanas yang telah diaktivasi dengan HCl 10% dapat menyerap ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) sebanyak 95,98%; 79,16%; dan 88,71% berturut-turut. Sedangkan serbuk daun nanas yang telah diaktivasi dengan HCl 15% dapat menyerap ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) sebanyak 58,83%; 45,65%; dan 66,74% berturut-turut. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa daun nanas (Ananas cosmosus) yang diaktivasi dengan HCl 10% adalah aktivasi optimum untuk digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kandungan ion Tembaga (Cu2+), Besi (Fe3+), dan Seng (Zn2+) didalam air.</dc:description>
    </item>
  </channel>
</rss>

