<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>USU-IR Collection:</title>
    <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/431</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 19 May 2013 09:47:41 GMT</pubDate>
    <dc:date>2013-05-19T09:47:41Z</dc:date>
    <item>
      <title>Pengaruh Kosentrasi Dekstrin dan Perbandingan Sari Mengkudu dan Sirsak Terhadap Mutu Tablet Effervescent</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37350</link>
      <description>Authors: Aryani, Dian
Advisors: Setyohadi; Limbong, Lasma Nora
Abstract: DIAN ARYANI: Effect of dextrin concentrate and Composition of Noni and Soursop Juice on the Quality of Effervescent, supervised by SETYOHADI and LASMA NORA LIMBONG. The aims of this research was to find the effect of dextrin concentrate and composition of noni and soursop juice on the quality of effervescent tablet. This research was conducted in January-February 2012 at the Laboratory of Food Technology, Faculty of Agriculture, North Sumatera University, Medan, using completely randomized design with two factors, i.e.: dextrin concentrate (K) : (4,8,12,16%) and composition noni abd soursop juice (M) : (90:10, 80:20, 70:30 and 60:40%). Parameters analyzed were moisture content, solubility, solubility time, vitamin C content, total acid, Ph, and organoleptic values of colour, flavor, and taste. The results showed that dextrin concentration had highly significant effect on moisture content, solubility, solubility time, vitamin C content, total acid, pH and organoleptic values of colour, flavour and taste. The composition of noni and soursop juice had highly significant effect of moisture content, solubility, solubility time, vitamin C content, total acid, Ph and organoleptic values of colour, flavour and taste. Interaction of the two factors had highly significant effect solubility and organoleptic values of taste but had no significant effect on moisture content, solubility time, vitamin C content, total acid, pH and oragnoleptic values of colour and flavour. Dextrin concentratinon of 16% and composition of noni and soursop juice of 60:40% produced the best quality of effervescent tablet.
Abstract (other language): DIAN ARYANI: Pengaruh Kosentrasi Dekstrin dan Perbandingan Sari Mengkudu dan Sirsak terhadap Mutu Tablet Effervescent, dibimbing oleh SETYOHADI dan LASMA NORA LIMBONG. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanyan pengaruh kosentrasi dekstrin dan perbandingan sari mengkudu dan sirsak terhadap mutu tablet effervescent. Penelitian ini dilakuka pada Januari-Februari 2012 di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian USU, Medan, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu kosentrasi dekstrin (K) : (4, 8, 12, 16%) dan perbandingan sari mengkudu dan sirsak (90:10%, 80:20%, 70:30%, 60:40%). Parameter yang dianalisa adalah : kadar air, daya larut, kecepatan larut, kadar vitamin C, total asam, pH dan uji organoleptik warna, aroma dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, daya larut, kecepatan larut, kadar vitamin C, total asam, pH dan uji organoleptik warna, aroma dan rasa. Perbandingan sari mengkudu dan sirsak memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, daya larut, kecepatan larut, kadar vitamin C, total asam, pH, dan uji organoleptik warna, aroma dan rasa. Interaksi kedua faktor memberikan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap daya larut dan uji organoleptik rasa tetapi berbeda tidak nyata terhadap kadar air, kecepatan larut, kadar vitamin C, total asam, pH dan uji organoleptik warna dan aroma. Kosentrasi dekstrin 16% dan perbandingan sari mengkudu dan sirsak 60:40 menghasilkan tablet effervescent yang terbaik dan lebih diterima.</description>
      <pubDate>Sat, 11 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37350</guid>
      <dc:date>2013-05-11T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Aryani, Dian</dc:creator>
      <dc:description>DIAN ARYANI: Pengaruh Kosentrasi Dekstrin dan Perbandingan Sari Mengkudu dan Sirsak terhadap Mutu Tablet Effervescent, dibimbing oleh SETYOHADI dan LASMA NORA LIMBONG. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanyan pengaruh kosentrasi dekstrin dan perbandingan sari mengkudu dan sirsak terhadap mutu tablet effervescent. Penelitian ini dilakuka pada Januari-Februari 2012 di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian USU, Medan, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu kosentrasi dekstrin (K) : (4, 8, 12, 16%) dan perbandingan sari mengkudu dan sirsak (90:10%, 80:20%, 70:30%, 60:40%). Parameter yang dianalisa adalah : kadar air, daya larut, kecepatan larut, kadar vitamin C, total asam, pH dan uji organoleptik warna, aroma dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosentrasi dekstrin memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, daya larut, kecepatan larut, kadar vitamin C, total asam, pH dan uji organoleptik warna, aroma dan rasa. Perbandingan sari mengkudu dan sirsak memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, daya larut, kecepatan larut, kadar vitamin C, total asam, pH, dan uji organoleptik warna, aroma dan rasa. Interaksi kedua faktor memberikan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap daya larut dan uji organoleptik rasa tetapi berbeda tidak nyata terhadap kadar air, kecepatan larut, kadar vitamin C, total asam, pH dan uji organoleptik warna dan aroma. Kosentrasi dekstrin 16% dan perbandingan sari mengkudu dan sirsak 60:40 menghasilkan tablet effervescent yang terbaik dan lebih diterima.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Respons Pertumbuhan Dan Produksi  Beberapa Varietas  Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Dengan Pemberian &#xD;
Kompos Limbah Kakao Pada Tanah Inseptisol</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37253</link>
      <description>Authors: Tambak, Dyanne Gisella P
Advisors: Siregar, Luthfi Aziz Mahmud
Abstract: DYANNE GISELLA P. TAMBAK: Response Varieties of Onion (Allium ascalonicum L.) Against Giving  Cocoa Waste Compost on The Ground Inceptisol supervised by Luthfi Aziz Mahmud Siregar and Rosmayati. &#xD;
The study aimed to know respons of four onion extent on the provision of cocoa waste compost on soil inseptisol. Research was conducted at campus area Tengku Amir Hamzah University,Pancing, Medan Estate, Deli Serdang (± 15 m above sea level) from April -Juli 2012. This study used a randomized block design the frist factorsis the variety, Medan Variety, Maja variety, Kuning variety and Bali Karet variety. The second factor is with 4 levels of cocoa waste compost, namely 0 g, 236 g, 472 g, and708 g.. The data obtained were analyzed using analysis of variance, followed by Honestly Significant Difference test. &#xD;
The results showed that the varieties significantly of plant height, number of leaves at 2 week after plant, bulbs per sample,fresh weight per sample, dry weight per sample, fresh weight per plot, dry weight per plot and harves time. Response of giving cocoa waste compost not significantly to all observation parameters. Interaction between varieties and cocoa waste compost doses not significantlyto all observation parameters.
Abstract (other language): DYANNE GISELLA P TAMBAK : Respons Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pemberian Kompos Limbah Kakao Pada Tanah Inseptisol dibimbing oleh Luthfi Aziz Mahmud Siregar dan Rosmayati.&#xD;
	Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggap empat varietas bawang merah terhadap pemberian kompos limbah kakao pada tanah inseptisol, yang telah dilaksanakan di Lahan Kampus Universitas Tengku Amir Hamzah, Jalan Pancing, Medan Estate, Deli Serdang dari bulan April hingga July 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor ganda, Faktor pertama adalah varietas yanaman antara lain Varietas Medan, Maja, Kuning dan Bali Karet. Faktor  kedua dosis kompos limbah kakao dengan 4 taraf, yaitu 0 g, 236 g, 472 g, dan 708 g.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur.&#xD;
	Hasil analisis data menunjukkan bahwa varietas berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun pada 2 minggu setelah tanam, diameter umbi per sampel, bobot segar umbi per sampel, bobot kering per sampel, berat segar per plot, berat kering per plot dan umur panen.Dosis kompos limbah kakao tidak berbeda nyata seluruh parameter pengamatan. Interaksi antara varietas dan dosis kompos limbah kakaobelum berpengaruh nyata terhadap semua parameter</description>
      <pubDate>Thu, 02 May 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37253</guid>
      <dc:date>2013-05-02T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Tambak, Dyanne Gisella P</dc:creator>
      <dc:description>DYANNE GISELLA P TAMBAK : Respons Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pemberian Kompos Limbah Kakao Pada Tanah Inseptisol dibimbing oleh Luthfi Aziz Mahmud Siregar dan Rosmayati.&#xD;
	Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggap empat varietas bawang merah terhadap pemberian kompos limbah kakao pada tanah inseptisol, yang telah dilaksanakan di Lahan Kampus Universitas Tengku Amir Hamzah, Jalan Pancing, Medan Estate, Deli Serdang dari bulan April hingga July 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor ganda, Faktor pertama adalah varietas yanaman antara lain Varietas Medan, Maja, Kuning dan Bali Karet. Faktor  kedua dosis kompos limbah kakao dengan 4 taraf, yaitu 0 g, 236 g, 472 g, dan 708 g.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur.&#xD;
	Hasil analisis data menunjukkan bahwa varietas berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun pada 2 minggu setelah tanam, diameter umbi per sampel, bobot segar umbi per sampel, bobot kering per sampel, berat segar per plot, berat kering per plot dan umur panen.Dosis kompos limbah kakao tidak berbeda nyata seluruh parameter pengamatan. Interaksi antara varietas dan dosis kompos limbah kakaobelum berpengaruh nyata terhadap semua parameter</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Evaluasi Karakter Morfologis dan Produksi Mutan Padi                  (Oryza  Sativa L.) Varietas Cibogo Hasil Radiasi Sinar Gamma Pada Generasi M6 Dengan Aplikasi Pupuk N Dan P Yang Berbeda</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37224</link>
      <description>Authors: Mulana, Indra
Advisors: Bayu, Eva Sartini; Putri, Lollie Agustina P.
Abstract: INDRA MAULANA : Evaluation of Morphological Characters and production of Mutan Rice Cibogo Variety as a Result of Gamma Ray in M6 Generation by aplicating P and K Different Fertilizer. Supervised by Eva Sartini Bayu and Emmy Harso Kardhinata.&#xD;
	This reaserch is proposed to find the different of morphologies and mutan production of Cibogo variety as a result of gamma ray in M6 generation by aplicating P and K different fertilizer. Mutan Cibogo accurs as a result of gamma ray in M5 generation which uses SRI. This reaserch was held in Village Tumpatan Nibung, Batang Kuis, Medan, North Sumatra from June until september 2011 by using Randomized Plot Design with 2 factors, the first factor is nitrogen fertilizer, the doshes are N0(250 kg/ha) N1(300 kg/ha) N2(350 kg/ha) and the second factor is phospate, the doshes are P0(200 kg/ha) P1(250 kg/ha) P2(300 kg/ha). From the data analysis obtained that P and K fertilized treatment perform the significant effect to the plant height (103,09cm), number of tillers (29,76), the maximum number of tillers (29,76), number of productive tillers (27,96),panicle number (27,96), the number of panicle branches (10,29) ,number of grains per panicle (108,22 grains), 1000 grain weight (27,60 g),production per plant (2,01 kg) and production per hectare(8,89 tons) .Whereas the parameter of seed germination,time germination,the number of empty grains per panicle,the percentage of empty grains per panicle,length of vegetative stage,length stadia generative, age of flowering ,age of harvest and stem diameter had no significant effect.
Abstract (other language): INDRA MAULANA : Evaluasi Karakter Morfologi danProduksi Mutan Padi (Oryza sativa L.) Varietas Cibogo Hasil Radiasi Sinar Gamma Pada Generasi M6 Dengan Aplikasi Pupuk N dan P yang Berbeda. Dibimbing oleh Eva Sartini Bayu dan Lollie Agustina P. Putri.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan morfologis dan produksi mutan padi varietas Cibogo Hasil Radiasi Sinar Gamma Pada Generasi M6 Metode SRI Dengan Aplikasi Pupuk N dan P yang Berbeda. Mutan cibogo terjadi sebagai akibat radiasi sinar gamma pada generasi M5 yang menggunakan SRI. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tumpatan Nibung,Batang Kuis,Medan,Sumatera Utara pada bulan juni hingga bulan september2011 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang pertama pupuk nitrogen dengan dosis N0(250 kg/ha) N1(300 kg/ha)                   N2(350 kg/ha) dan yang kedua pupuk kalium dengan dosis P0(200 kg/ha) P1(250 kg/ha) P2(300 kg/ha). Dari hasil analisis data diperoleh bahwa perlakuan pupuk N dan P berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman (103,09cm), jumlah anakan (29,76), anakan maksimum (29,76), anakan produktif pertanaman (27,96), jumlah malai (27,96), jumlah cabang malai(10,29), gabah berisi(108,22 bulir), bobot 1000 butir(27,60 g), produksi pertanaman (2,01 kg) dan produksi perhektar (8,89 ton). Sedangkan pada parameter daya kecambah benih,saat muncul kecambah, lama stadia vegetatif, gabah hampa,persentase gabah hampa, lama stadia vegetatif, lama stadia generatif, umur berbunga, umur panen dan diameter batang tidak berpengaruh nyata.</description>
      <pubDate>Tue, 30 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37224</guid>
      <dc:date>2013-04-30T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Mulana, Indra</dc:creator>
      <dc:description>INDRA MAULANA : Evaluasi Karakter Morfologi danProduksi Mutan Padi (Oryza sativa L.) Varietas Cibogo Hasil Radiasi Sinar Gamma Pada Generasi M6 Dengan Aplikasi Pupuk N dan P yang Berbeda. Dibimbing oleh Eva Sartini Bayu dan Lollie Agustina P. Putri.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan morfologis dan produksi mutan padi varietas Cibogo Hasil Radiasi Sinar Gamma Pada Generasi M6 Metode SRI Dengan Aplikasi Pupuk N dan P yang Berbeda. Mutan cibogo terjadi sebagai akibat radiasi sinar gamma pada generasi M5 yang menggunakan SRI. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tumpatan Nibung,Batang Kuis,Medan,Sumatera Utara pada bulan juni hingga bulan september2011 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang pertama pupuk nitrogen dengan dosis N0(250 kg/ha) N1(300 kg/ha)                   N2(350 kg/ha) dan yang kedua pupuk kalium dengan dosis P0(200 kg/ha) P1(250 kg/ha) P2(300 kg/ha). Dari hasil analisis data diperoleh bahwa perlakuan pupuk N dan P berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman (103,09cm), jumlah anakan (29,76), anakan maksimum (29,76), anakan produktif pertanaman (27,96), jumlah malai (27,96), jumlah cabang malai(10,29), gabah berisi(108,22 bulir), bobot 1000 butir(27,60 g), produksi pertanaman (2,01 kg) dan produksi perhektar (8,89 ton). Sedangkan pada parameter daya kecambah benih,saat muncul kecambah, lama stadia vegetatif, gabah hampa,persentase gabah hampa, lama stadia vegetatif, lama stadia generatif, umur berbunga, umur panen dan diameter batang tidak berpengaruh nyata.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Tingkat Bahaya Erosi (Tbe) Tanah Andisol Pada Beberapa Tipe Penggunaan Lahan Dengan Metode Usle Di Desa Kuta Rakyat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37207</link>
      <description>Authors: Simanungkalit, Amos
Advisors: Nasution, Zulkifli; Sembiring, Mariani
Abstract (other language): Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Tanah Andisol Pada Beberapa Tipe Penggunaan Lahan dengan Menggunakan Metode USLE di Desa Kutarakyat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo, di bimbing oleh Prof. Ir. Zulkifli Naustion, MSc, PhD sebagai ketua komisi pembimbing dan Mariani Sembiring , SP, MP sebagai anggota komisi pembimbing.&#xD;
Desa Kutarakyat Kecamtan Namanteran Kabupaten Karo merupakan daerah desa yang langsung bertepatan dengan Kabupaten Langkat dimana daerah ini masih didominasi oleh daerah hutan. Vegetasi yang masih serta kemiringan lereng mulai dari landai, curam sampai datar di daerah ini menjadi pemicu masalah erosi tanah. Untuk mengetahui tingkat erosi tanah Desa Kutarakyat dilakukan suatu penelitian pada Juni-September 2011. Penelitian ini menggunakan metode survey dan dilanjutkan  perhitungan laju erosi tanah metode USLE (Universal Soil Loss Equation). &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan erosi tertinggi terdapat di daerah tanaman semusim pada kemiringan lereng 30% yaitu sebesar 28, 803 dengan tingkat bahaya erosi kriteria sangat tinggi. Sebaliknya, nilai erosi tanah terendah terdapat di daerah tanaman hutan pada kemiringan 8% yaitu sebesar 0,163 dengan tingkat bahaya erosi kriteria sedang.</description>
      <pubDate>Mon, 29 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37207</guid>
      <dc:date>2013-04-29T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Simanungkalit, Amos</dc:creator>
      <dc:description>Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Tanah Andisol Pada Beberapa Tipe Penggunaan Lahan dengan Menggunakan Metode USLE di Desa Kutarakyat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo, di bimbing oleh Prof. Ir. Zulkifli Naustion, MSc, PhD sebagai ketua komisi pembimbing dan Mariani Sembiring , SP, MP sebagai anggota komisi pembimbing.&#xD;
Desa Kutarakyat Kecamtan Namanteran Kabupaten Karo merupakan daerah desa yang langsung bertepatan dengan Kabupaten Langkat dimana daerah ini masih didominasi oleh daerah hutan. Vegetasi yang masih serta kemiringan lereng mulai dari landai, curam sampai datar di daerah ini menjadi pemicu masalah erosi tanah. Untuk mengetahui tingkat erosi tanah Desa Kutarakyat dilakukan suatu penelitian pada Juni-September 2011. Penelitian ini menggunakan metode survey dan dilanjutkan  perhitungan laju erosi tanah metode USLE (Universal Soil Loss Equation). &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan erosi tertinggi terdapat di daerah tanaman semusim pada kemiringan lereng 30% yaitu sebesar 28, 803 dengan tingkat bahaya erosi kriteria sangat tinggi. Sebaliknya, nilai erosi tanah terendah terdapat di daerah tanaman hutan pada kemiringan 8% yaitu sebesar 0,163 dengan tingkat bahaya erosi kriteria sedang.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Uji Antagonisme Isolat Mutan Sclerotium rolfsii Sacc Terhadap Isolat Tipe Liar Sclerotium rolfsii Sacc di Laboratorium</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37141</link>
      <description>Authors: Nasution, Nurainun
Advisors: Hasanuddin
Abstract: Nurainun Nasution, “Antagonism test between mutated isolate  of  Sclerotium rolfsii Sacc. against wild type isolate of Sclerotium rolfsii Sacc.  in laboratory, supervised by Hasanuddin and Darma Bakti. This research aims to determine ability from mutated isolate of S. rolfsii to inhibit wild type isolate of             S. rolfsii’s growth in laboratory. It was conducted in Plant Pathology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Sumatra Utara, Medan from September until November 2012. It was done by using Completely Randomized Design Non Factorial with 7 treatments and 3 replications.&#xD;
This research’s result showed that highest percentage of inhibiting zones contained at 10 minutes UV irradiated isolate (M2) at 67,63 %  and the lowest were at 30 minutes UV irradiated isolate (M6) at 52,80 %. Macroschopis of                  S. rolfsii experience of the change at 15 and 30 minutes UV irradiated isolate                (M3 and M6) were in the form of colony more dense and compact, myselium like cotton and hyphae in the form of refinement. Mutated isolate of S. rolfsii at 15, 20, 25, 30 minutes UV irradiated able to inhibit wild type isolate of S. rolfsii from producing sclerotia. UV Irradiation length is inversely proportional with mutated of S. rolfsii’s growth speed and 30 minutes UV irradiated isolate decreasing               S. rolfsii’s pathogenecity and virulency towards plants.
Abstract (other language): Nurainun Nasution, “Uji antagonisme isolat mutan Sclerotium rolfsii Sacc. terhadap isolat tipe liar Sclerotium rolfsii Sacc. di laboratorium” dibawah bimbingan Hasanuddin dan Darma Bakti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat mutan S. rolfsii dalam menghambat pertumbuhan isolat tipe liar S. rolfsii di laboratorium. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada bulan September sampai November 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase daerah hambatan tertinggi terdapat pada isolat yang dipapari UV 10 menit (M2) sebesar 67,63 % dan terendah pada isolat yang dipapari UV 30 menit (M6) sebesar 52,80 %. Makroskopis dari S. rolfsii mengalami perubahan pada isolat yang dipapari UV selama 15 dan 30 menit (M3 dan M6) yaitu koloni rapat, miselium seperti kapas dan hifa halus. Isolat mutan S. rolfsii yang dipapari UV selama 15, 20, 25, dan 30 menit mampu menghambat pembentukan sklerotia isolat tipe liar  S. rolfsii. Lama penyinaran berbanding terbalik dengan kecepatan pertumbuhan koloni dan pemaparan UV selama 30 menit (M6) menurunkan patogenesitas dan virulensi                  S. rolfsii terhadap tanaman.</description>
      <pubDate>Fri, 26 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37141</guid>
      <dc:date>2013-04-26T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Nasution, Nurainun</dc:creator>
      <dc:description>Nurainun Nasution, “Uji antagonisme isolat mutan Sclerotium rolfsii Sacc. terhadap isolat tipe liar Sclerotium rolfsii Sacc. di laboratorium” dibawah bimbingan Hasanuddin dan Darma Bakti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat mutan S. rolfsii dalam menghambat pertumbuhan isolat tipe liar S. rolfsii di laboratorium. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada bulan September sampai November 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase daerah hambatan tertinggi terdapat pada isolat yang dipapari UV 10 menit (M2) sebesar 67,63 % dan terendah pada isolat yang dipapari UV 30 menit (M6) sebesar 52,80 %. Makroskopis dari S. rolfsii mengalami perubahan pada isolat yang dipapari UV selama 15 dan 30 menit (M3 dan M6) yaitu koloni rapat, miselium seperti kapas dan hifa halus. Isolat mutan S. rolfsii yang dipapari UV selama 15, 20, 25, dan 30 menit mampu menghambat pembentukan sklerotia isolat tipe liar  S. rolfsii. Lama penyinaran berbanding terbalik dengan kecepatan pertumbuhan koloni dan pemaparan UV selama 30 menit (M6) menurunkan patogenesitas dan virulensi                  S. rolfsii terhadap tanaman.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Perbandingan Berat Kacang Kedelai Tergerminasi dan Biji Nangka dan Konsentrasi Ragi pada Pembuatan Tempe</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37137</link>
      <description>Authors: Purba, Lely Sepryda
Advisors: Ginting, Sentosa; Nurminah, Mimi
Abstract: The research was perfomed to find the ratio of germination soybean and jackfruit’s seed and fermentation agent concentration in a process of making tempeh. The research had been performed using factorial completely randomized design with two factor i.e : the ratio of germination soybean and jackfruit’s seed (K) : (90:10; 80:20; 70:30; 60:40) and concentration of fermentation agent (R) : (0,2; 0,4; 0,6; 0,8%). Parameters analysed were protein content, fat content, mineral content, water content, and organoleptic values (flavour, taste, and texture). The research showed that ratio of germination soybean and jackfruit’s seed had highly significant effect on protein content, mineral content, water content, and organoleptic values (flavour, taste), and significant effect on organoleptic texture, no significant effect on fat content. The concentration of fermentation agent had highly effect on protein content, fat content, mineral content, water content, and organoleptic values (flavour, taste, texture). The interaction of ratio of germination soybean and jackfruit’s seed and concentration of fermentation agent had highly significant effect on protein content and had no significant effect on fat content, mineral content, water content, and organoleptic values (flavour, taste, texture). The ratio of germination soybean and jackfruit’s seed at 80:20 and 0,8% concentration of fermentation agent produced the best quality of tempeh.
Abstract (other language): Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dan biji nangka dan konsentrasi ragi pada pembuatan tempe. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yakni perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dengan biji nangka (K) : (90:10; 80:20; 70:30; 60:40) dan konsentrasi ragi (R) : (0,2; 0,4; 0,6; 0,8%). Parameter analisa adalah kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar air, dan nilai organoleptik (aroma, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dengan biji nangka memberi pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar protein, kadar abu, kadar air, uji organoleptik aroma, rasa, memberi pengaruh berbeda nyata terhadap uji organoleptik tekstur, dan memberi pengaruh tidak nyata terhadap kadar lemak. Konsentrasi ragi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar air, dan uji organoleptik (aroma, rasa, tekstur). Interaksi perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dengan biji nangka dan konsentrasi ragi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar protein dan memberikan pengaruh tidak nyata terhadap kadar lemak, kadar abu, kadar air, dan uji organoleptik (aroma, rasa, tekstur). Perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dengan biji nangka pada 80:20 dan konsentrasi ragi 0,8% menghasilkan mutu tempe yang baik.</description>
      <pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37137</guid>
      <dc:date>2013-04-25T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Purba, Lely Sepryda</dc:creator>
      <dc:description>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dan biji nangka dan konsentrasi ragi pada pembuatan tempe. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yakni perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dengan biji nangka (K) : (90:10; 80:20; 70:30; 60:40) dan konsentrasi ragi (R) : (0,2; 0,4; 0,6; 0,8%). Parameter analisa adalah kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar air, dan nilai organoleptik (aroma, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dengan biji nangka memberi pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar protein, kadar abu, kadar air, uji organoleptik aroma, rasa, memberi pengaruh berbeda nyata terhadap uji organoleptik tekstur, dan memberi pengaruh tidak nyata terhadap kadar lemak. Konsentrasi ragi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar air, dan uji organoleptik (aroma, rasa, tekstur). Interaksi perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dengan biji nangka dan konsentrasi ragi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar protein dan memberikan pengaruh tidak nyata terhadap kadar lemak, kadar abu, kadar air, dan uji organoleptik (aroma, rasa, tekstur). Perbandingan berat kacang kedelai tergerminasi dengan biji nangka pada 80:20 dan konsentrasi ragi 0,8% menghasilkan mutu tempe yang baik.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Respons Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Terhadap Pemberian Pupuk N dan P</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35683</link>
      <description>Authors: Padang, Sehat Bahrin
Advisors: Bangun, Mbue Kata; Putri, Lollie Agustina P.
Abstract: Sehat Bahrin Padang : The Growth and Production Response of Some Maize Varieties Through by N and P, supervised by Ir. Mbue Kata Bangun, MP and Dr. Ir. Lollie Agustina P. Putri, M.Si.&#xD;
The use of Central Composite Rotatable Design (CCRD) to determine the response surface produce at maize not yet a lot of checked, for that an research have been conducted in UPT BBI Tanjung Selamat, Regency of Deli Serdang, Province of North Sumatra with the land height ± 25 m above sea level, at May 2012 - August 2012 using incomplete randomized block design with two replications using two varieties (Bisma and SHS-4) and Fertilize (N and P with the dose determined from CCRD). Parameters measured were: plant height, the number of leaf, the number of leaf above cob, flowering age, harvesting age, cob lenght, cob diameter, wight 100 seeds, production of dry seeds.&#xD;
The results showed that the varieties significantly different in maize height, the number of leafs, flowering age, wight 100 seeds and dry seeds production. Fertilize sigificantly affects flowering age and harvesting age. Interaction factor significantly affects flowering age and the number of leaf above cob.&#xD;
Keyword : Maize, N Fertilizer, P Fertilizer, Varieties, CCRD
Abstract (other language): Sehat Bahrin Padang : Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Jagung Terhadap Pemupukan N dan P, dibimbing oleh Ir. Mbue Kata Bangun, MP dan Dr. Ir. Lollie Agustina P. Putri, M.Si.&#xD;
Penggunaan Central Composite Roatable Design (CCRD) untuk menentukan tanggap permukaan respons produksi pada jagung belum banyak diteliti, untuk itu suatu penelitian telah dilakukan di UPT BBI Tanjung Selamat, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut, pada Mei 2012 - Agustus 2012 menggunakan rancangan acak kelompok tidak lengkap faktorial dengan dua ulangan yaitu varietas (Bisma dan SHS-4) dan Pupuk (N dan P dengan dosis ditentukan dari CCRD). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun diatas tongkol, umur berbunga, umur panen, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 100 biji dan produksi pipilan kering.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, bobot 100 biji dan produksi pipilan kering. Pupuk berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan umur panen. Interaksi pupuk dan varietas berpengaruh nyata pada umur berbunga dan jumlah daun diatas tongkol.&#xD;
Kata kunci : Jagung, Pupuk N, Pupuk P, Varietas, CCRD.</description>
      <pubDate>Sat, 13 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35683</guid>
      <dc:date>2013-04-13T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Padang, Sehat Bahrin</dc:creator>
      <dc:description>Sehat Bahrin Padang : Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Jagung Terhadap Pemupukan N dan P, dibimbing oleh Ir. Mbue Kata Bangun, MP dan Dr. Ir. Lollie Agustina P. Putri, M.Si.&#xD;
Penggunaan Central Composite Roatable Design (CCRD) untuk menentukan tanggap permukaan respons produksi pada jagung belum banyak diteliti, untuk itu suatu penelitian telah dilakukan di UPT BBI Tanjung Selamat, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut, pada Mei 2012 - Agustus 2012 menggunakan rancangan acak kelompok tidak lengkap faktorial dengan dua ulangan yaitu varietas (Bisma dan SHS-4) dan Pupuk (N dan P dengan dosis ditentukan dari CCRD). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun diatas tongkol, umur berbunga, umur panen, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 100 biji dan produksi pipilan kering.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, bobot 100 biji dan produksi pipilan kering. Pupuk berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan umur panen. Interaksi pupuk dan varietas berpengaruh nyata pada umur berbunga dan jumlah daun diatas tongkol.&#xD;
Kata kunci : Jagung, Pupuk N, Pupuk P, Varietas, CCRD.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Karakter Vegetatif dan Generatif Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) Terhadap Cekaman Aluminium</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35682</link>
      <description>Authors: Sari, Wiwik Maya
Advisors: Bayu, Eva Sartini; Ilyas, Syafruddin
Abstract: WIWIK MAYA SARI: Character Vegetative and Generative Some Varieties of Rice Under Aluminum stress. Supervised by Eva Sartini Bayu and Syafruddin Ilyas.&#xD;
The purpose of this research was to find the sensitive and tolerant rice aluminum, and to learn the character of vegetative and generative several varieties of rice seized aluminum. This research was conducted two stages, the first stages was the root length test by using the Character Root Regrowth (RRG) of Plant Breeding laboratory and further testing in the greenhouse of the Agriculture Faculty, University of North Sumatra, Medan from June until October 2012 by using Latin Square Design, with variety treatment that consists of six varieties that were Hawarabunar, Ciherang, Inpari 1, Mekongga, Cibogo and Cigelis. From the observations of RRG character obtained three tolerant rice varieties, that were Hawarabunar, Ciherang and Mekongga and three sensitive rice varieties that were Inpari 1, Cibogo and Cigelis. From the data analysis obtained vegetative character of rice affected by aluminum that were plant height, number of tillers and vegetative stadia stage. Generative character of rice affected by aluminum that were the number of productive tillers, flowering, panicle length, flag leaf length, harvesting, 1000 grain weight.&#xD;
Keywords: Rice Varieties, Aluminum, Root Regrowth&#xD;
.
Abstract (other language): WIWIK MAYA SARI : Karakter Vegetatif dan Generatif Beberapa Varietas Padi Terhadap Cekaman Aluminium. Dibimbing oleh Eva Sartini Bayu dan Syafruddin Ilyas.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui padi yang sensitif dan toleran aluminium, dan untuk mempelajari karakter vegetatif dan generatif beberapa varietas padi tercekam aluminium. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama pengujian panjang akar dengan menggunakan Karakter Root Regrowth (RRG) dilaboratorium Pemuliaan Tanaman dan selanjutnya pengujian di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada bulan Juni hingga Oktober 2012 dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin, dengan 6 Varietas yaitu Hawarabunar, Ciherang, Inpari 1, Mekongga, Cibogo dan Cigelis. Dari hasil pengamatan karakter RRG diperoleh 3 varietas padi yang toleran yaitu Hawarabunar, Ciherang dan Mekongga dan 3 varietas padi yang sensitif yaitu Inpari 1, Cibogo dan Cigelis. Dari hasil analisis data diperoleh karakter vegetatif yang dipengaruhi oleh aluminium adalah tinggi tanaman, jumlah anakan dan lama stadia vegetatif. Karakter generatif yang dipengaruhi oleh aluminium adalah jumlah anakan produktif, umur berbunga, panjang malai, panjang daun bendera, umur panen, bobot 1000 butir.&#xD;
Kata Kunci : Varietas Padi, Aluminium, Root Regrowth.</description>
      <pubDate>Sat, 13 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35682</guid>
      <dc:date>2013-04-13T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sari, Wiwik Maya</dc:creator>
      <dc:description>WIWIK MAYA SARI : Karakter Vegetatif dan Generatif Beberapa Varietas Padi Terhadap Cekaman Aluminium. Dibimbing oleh Eva Sartini Bayu dan Syafruddin Ilyas.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui padi yang sensitif dan toleran aluminium, dan untuk mempelajari karakter vegetatif dan generatif beberapa varietas padi tercekam aluminium. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama pengujian panjang akar dengan menggunakan Karakter Root Regrowth (RRG) dilaboratorium Pemuliaan Tanaman dan selanjutnya pengujian di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada bulan Juni hingga Oktober 2012 dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin, dengan 6 Varietas yaitu Hawarabunar, Ciherang, Inpari 1, Mekongga, Cibogo dan Cigelis. Dari hasil pengamatan karakter RRG diperoleh 3 varietas padi yang toleran yaitu Hawarabunar, Ciherang dan Mekongga dan 3 varietas padi yang sensitif yaitu Inpari 1, Cibogo dan Cigelis. Dari hasil analisis data diperoleh karakter vegetatif yang dipengaruhi oleh aluminium adalah tinggi tanaman, jumlah anakan dan lama stadia vegetatif. Karakter generatif yang dipengaruhi oleh aluminium adalah jumlah anakan produktif, umur berbunga, panjang malai, panjang daun bendera, umur panen, bobot 1000 butir.&#xD;
Kata Kunci : Varietas Padi, Aluminium, Root Regrowth.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Identifikasi Karakter-Karakter Morfologis Dan Hubungan Kekerabatan Salak Sumatera Utara (Salacca Sumatrana) Di Beberapa Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35680</link>
      <description>Authors: Harahap, Hilda Mei Yeni
Advisors: Bayu, Eva Sartini; Siregar, Luthfi A. M.
Abstract: Hilda Mei Yeni Harahap : Identification morphological charaters and the reletionship Salacca Sumatera Utara&#xD;
The objective of the research was to (Salacca sumatrana) in some areas Tapanuli Selatan. Supervised by Eva Sartini Bayu and Luthfi A. M. Siregar&#xD;
identify morphological characters and phylogenetic relationship and determining the nature of superior varieties to develop a standarlized description Salacca Sumatera Utara (Salacca sumatrana) in Tapanuli Selatan. The research carried out in Tapanuli Selatan were the village Sibio-bio Angkola Timur with altitude of + 1100 meters above sea level, the village Siamporik Angkola Selatan with altitude of + 900-1100 meters above sea level, and the village Parsalakan Angkola Barat with altitude of + 1200 meters above sea level, from Juny 2012 to Agustus 2012. In this study, the method to use descriptive method and the continued cluster method and to see reletionship Salacca Sumatera Utara in some areas Tapanuli Selatan. The results obtained from the three villages were simililarity morphological characters such as caulis form, folium form, folium color, vagina color, spina color, flos malculus color and hermafroditus and sphata color. From dendogram reletionship Salacca Sumatera Utara in three villages Tapanuli Selatan the similarity is 63,77% which grouped into 2 groups. That higest similarity from village Parsalakan sampel C6 with C9 equal to 98,65%,, while that lowest similarity from village Sibio-bio sampel A1 with A2 equal to 63,77%.&#xD;
Key word : Salacca, identification, morphological characters, descriptive method
Abstract (other language): Hilda Mei Yeni Harahap : Identifikasi karakter-karakter morfologis dan hubungan kekerabatan Salak Sumatera Utara (Salacca sumatrana) di beberapa daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Dibimbing oleh Eva Sartini Bayu dan Luthfi A. M. Siregar.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter-karakter morfologis dan hubungan kekerabatan dalam menentukan sifat yang unggul untuk menyusun deskripsi varietas yang baku Salak (Salacca sumatrana) di beberapa daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian dilaksanakan di beberapa daerah Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu Desa Sibio-bio Kecamatan Angkola Timur dengan ketinggian tempat + 1100 mdpl, Desa Siamporik Kecamatan Angkola Selatan dengan ketinggian tempat + 900-1100 m dpl, dan Desa Parsalakan Kecamatan Angkola Barat dengan ketinggian tempat + 1200 m dpl mulai dari bulan Juni 2012 sampai dengan Agustus 2012. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kemudian dilanjutkan metode cluster untuk melihat hubungan kekerabatan antar salak di beberapa desa di Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil penelitian dari tiga desa diperoleh beberapa karakter morfologis yang cirinya sama antara lain bentuk batang, bentuk daun, warna daun, warna pelepah daun, warna duri, warna bunga jantan dan hermafrodit dan warna seludang bunga. Bedasarkan hasil dendogram hubungan kekerabatan salak yang dilakukaan di tiga desa di Kabupaten Tapanuli Selatan diketahui bahwa pada tingkat kemiripan 63,77% sampel dapat dikelompokkan kedalam 2 kelompok. Tingkat kemiripan tertinggi pada salak desa Parsalakan yaitu pada sampel C6 dengan C9 sebesar 98,65%, sedangkan tingkat kemiripan terendah pada salak desa Sibio-bio yaitu pada sampel A1 dengan A2 sebesar 63,77%.&#xD;
Kata kunci: salak, identifikasi, karakter morfologis, metode deskriptif</description>
      <pubDate>Sat, 13 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35680</guid>
      <dc:date>2013-04-13T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Harahap, Hilda Mei Yeni</dc:creator>
      <dc:description>Hilda Mei Yeni Harahap : Identifikasi karakter-karakter morfologis dan hubungan kekerabatan Salak Sumatera Utara (Salacca sumatrana) di beberapa daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Dibimbing oleh Eva Sartini Bayu dan Luthfi A. M. Siregar.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter-karakter morfologis dan hubungan kekerabatan dalam menentukan sifat yang unggul untuk menyusun deskripsi varietas yang baku Salak (Salacca sumatrana) di beberapa daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian dilaksanakan di beberapa daerah Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu Desa Sibio-bio Kecamatan Angkola Timur dengan ketinggian tempat + 1100 mdpl, Desa Siamporik Kecamatan Angkola Selatan dengan ketinggian tempat + 900-1100 m dpl, dan Desa Parsalakan Kecamatan Angkola Barat dengan ketinggian tempat + 1200 m dpl mulai dari bulan Juni 2012 sampai dengan Agustus 2012. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kemudian dilanjutkan metode cluster untuk melihat hubungan kekerabatan antar salak di beberapa desa di Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil penelitian dari tiga desa diperoleh beberapa karakter morfologis yang cirinya sama antara lain bentuk batang, bentuk daun, warna daun, warna pelepah daun, warna duri, warna bunga jantan dan hermafrodit dan warna seludang bunga. Bedasarkan hasil dendogram hubungan kekerabatan salak yang dilakukaan di tiga desa di Kabupaten Tapanuli Selatan diketahui bahwa pada tingkat kemiripan 63,77% sampel dapat dikelompokkan kedalam 2 kelompok. Tingkat kemiripan tertinggi pada salak desa Parsalakan yaitu pada sampel C6 dengan C9 sebesar 98,65%, sedangkan tingkat kemiripan terendah pada salak desa Sibio-bio yaitu pada sampel A1 dengan A2 sebesar 63,77%.&#xD;
Kata kunci: salak, identifikasi, karakter morfologis, metode deskriptif</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh perbandingan susu kedelai dengan susu segar terhadap mutu soyghurt</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35641</link>
      <description>Authors: Sihite, Melva Ulina
Advisors: Purba, Asmin; Rusmarilin, Herla
Abstract: The effect of mixture soy milk with milk and the types of stabilizing agent on the cmahty of soyghurt&#xD;
was investigated.&#xD;
The experiment using factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors, i.e, the mixture soy milk with milk (P, =100 %: 0 %,&#xD;
P3 -85 %: 15 % P»« 70 %; 30 %, P4 - 55 %; 45 %, P, - 60 %; 40 %) and the type* ofMbtlutag «g«* (S, -&#xD;
Caragcnan, S2 = Gelatine, S3Kium Arabic). Analysed of parameters were total acid, iodium value, fat content, protein content, texture, aromatic, and taste organoleptic value.&#xD;
The results show that the mixture soy milk with milk affect total acid, iodium vaalue, fat content, protein content, texture, and taste organoleptic value highly significant (P&lt;0,01) but not aromatic organoleptik&#xD;
value.&#xD;
The types of stabilizing agent affect total acid, protein content and texture organoleptic value highly significant (P&lt;0,01) but not iodium value, fat content, aromatic and taste organoleptic value.&#xD;
The combination of mixture soy milk with milk types of stabilizing agent affect taste organoleptic value higly significant (P&lt;0,01) but not total acid, iodium value, fat content, protein content, texture and aromatic&#xD;
organoleptic value.&#xD;
The mixture soy milk with milk 70 %; 30 % and the type of stabilizing agent were gelatin 0,1 % that produced the higher and more acceptable quality of soyghurt.
Abstract (other language): Pengaruh perbandingan susu kedelai dengan susu segar dan jenis penstabil telah dilakukan penelitian.&#xD;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dan dua faktor yaitu : perbandingan susu kedelai dengan susu segar (P, =100 %: 0 %, P2 =85 % • 15 %, Py= 70 % : 30 %, P4 - 55 % : 45 %, P5 - 60 %: 40 %) dan jenis penstabil (S, = Karagcnan, S2 = Gelatin, S3=Gum Arab). Parameter yang dianalisa adalah total asam, bilangan iodium, kadar lemak, kadar protein, nilai organoleptik tekstur, aroma dan rasa.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbandingan susu kedelai dengan susu segar memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total asam, bilangan iodium, kadar lemak, kadar aroma"* ^ n'iai °r8anoleptik rasa dan mcraberi Pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap nilai organoleptik&#xD;
, . Jcnis Pra^M memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total asam, kadar protein, dan nilai organolepuk tekstur dan berbeda tidak nyata terhadap bilangan iodium, kadar ternak, nilai organotejptik&#xD;
mpm^.. H"^ean jnteraksi antara pengaruh perbandingan susu kedelai dengan susu segar dan jenis penstabil SeTS^rti^ ^ T W fc^P mlai organolepuk rasa dan raLberi rLngaSyang berbeda udak nyata terhadap total asam, buangan iodium, kadar lemak, kadar protein, nilai organo^S&#xD;
mutu sovI^tTJT k^!m de°fm SUSU ^ 70 % ' 30 % ^berikan mutu yang lebih baik terhadap mutu soy ghurt yang cLhasiikan dengan gelatin sebagai penstabil dengan konsentrasi 0,1 %</description>
      <pubDate>Wed, 10 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35641</guid>
      <dc:date>2013-04-10T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sihite, Melva Ulina</dc:creator>
      <dc:description>Pengaruh perbandingan susu kedelai dengan susu segar dan jenis penstabil telah dilakukan penelitian.&#xD;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dan dua faktor yaitu : perbandingan susu kedelai dengan susu segar (P, =100 %: 0 %, P2 =85 % • 15 %, Py= 70 % : 30 %, P4 - 55 % : 45 %, P5 - 60 %: 40 %) dan jenis penstabil (S, = Karagcnan, S2 = Gelatin, S3=Gum Arab). Parameter yang dianalisa adalah total asam, bilangan iodium, kadar lemak, kadar protein, nilai organoleptik tekstur, aroma dan rasa.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbandingan susu kedelai dengan susu segar memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total asam, bilangan iodium, kadar lemak, kadar aroma"* ^ n'iai °r8anoleptik rasa dan mcraberi Pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap nilai organoleptik&#xD;
, . Jcnis Pra^M memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total asam, kadar protein, dan nilai organolepuk tekstur dan berbeda tidak nyata terhadap bilangan iodium, kadar ternak, nilai organotejptik&#xD;
mpm^.. H"^ean jnteraksi antara pengaruh perbandingan susu kedelai dengan susu segar dan jenis penstabil SeTS^rti^ ^ T W fc^P mlai organolepuk rasa dan raLberi rLngaSyang berbeda udak nyata terhadap total asam, buangan iodium, kadar lemak, kadar protein, nilai organo^S&#xD;
mutu sovI^tTJT k^!m de°fm SUSU ^ 70 % ' 30 % ^berikan mutu yang lebih baik terhadap mutu soy ghurt yang cLhasiikan dengan gelatin sebagai penstabil dengan konsentrasi 0,1 %</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Pembuatan Sirup Salak (Salacca edulis Reinw)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35640</link>
      <description>Authors: Lubis, M. Jafar
Advisors: Ginting, Sentosa; Karo-Karo, Terip
Abstract: The aim of this research was to investigate the effect of stabilizer and concentrations on the salacca syrup.&#xD;
The research had been performed using Factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors, i.e. the stabilizers (S) : agar, CMC, pectin and xanthan gum. and concentrations (C) : 0%, 0,15%, 0,3% and 0,45%. Parameter analysed were total acid, total soluble solid, viscosity and organeleptic value (colour, aromatic and taste).&#xD;
The results show that the stabilizers had highly significant effect on total soluble solid, viscosity and organoleptic value colour, aromatic and taste, and the concentrations had highly significan effect on total soluble solid, total acid, viscosity and organoleptic value colour, aromatic and taste.&#xD;
The combination of stabilizers and concentrations had highly significant effect on total soluble solid, viscosity and organoleptic value colour, aromatic and taste.&#xD;
The CMC (Na Carboxy Methyl Cellulose) and concentration 0,45% produced the better and more acceptable quality of the salacca syrup.</description>
      <pubDate>Tue, 09 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35640</guid>
      <dc:date>2013-04-09T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Lubis, M. Jafar</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Gula Sukrosa Dengan Sirup Glukosa Dan Lama Pemasakan Terhadap Mutu Permen Jahe (Zingiber officinale Rosc)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35639</link>
      <description>Authors: Siregar, Jamaluddin
Advisors: Setyohadi; Ginting, Sentosa
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh perbandingan konsentrasi gula sukrosa dengan sirup glukosa dan lama pemasakan terhadap mutu permen jahe.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial : 4x4 terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor I : Perbandingan konsentraasi gula sukrosa dengan sirup glukosa (K) terdiri dari 4 taraf yaitu : K, (60:40), K2 (65:35), K3 (70:30), dan K4 (75:25). Faktor TT : Lama Pemasakan (L) terdiri dari 4 taraf yaitu : Li (30 menit), L2 (35 menit), L3 (40 menit), dan L4 (45 menit).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan perbandingan konsentrasi gula sukrosa dengan sirup glukosa memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar air, total soluble solid (TSS), Melting Point, Tekstur dan Warna. Berpengaruh tidak nyata terhadap Aroma dan Rasa.&#xD;
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lama pemasakan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, total soluble solid (TSS), Melting Point, Tekstur, Warna, Aroma dan Rasa.&#xD;
Hasil penelitian juga menunjukkan kombinasi perlakuan perbandingan konsentrasi gula sukrosa dengan sirup glukosa dan lama pemasakan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar air, total soluble solid (TSS) dan Tekstur. Berpengaruh tidak nyata terhadap Melting Point, Warna, Aroma dan Rasa.</description>
      <pubDate>Tue, 09 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35639</guid>
      <dc:date>2013-04-09T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Siregar, Jamaluddin</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Suhu Pengeringan dan Konsentrasi Natrium Bikarbona' (NaHC03) terhadap Mutu Beras Singkong - Semi Instant (Semi Instant- Cassava Rice)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35634</link>
      <description>Authors: Sari, Hersa Kesuma
Advisors: Lubis, Zulkifli; Julianti, Elisa
Abstract: The objective of this research was to know the effect of Drying Temperature and concentration of Sodium Bicarbonate (NaHC03) on quality of Semi Instant -Cassava Rice.&#xD;
&#xD;
The research was carried out by factorial Complete Randomited Design with the following factors, drying temperature ( Ti - 55°C, T2 * 65°C, T3 = 75°C, T4 = 85°C ) and concentration of sodium bicarbonate (Ki = 1%, K2 - 2%, K3 = 3%, K4 = 4% ). Parameters recorded and analyzed were yield, moisture content, rehydration, starch content and sensories evaluation with hedonic test including taste and texture.&#xD;
&#xD;
The results showed that both factors were highly significantly affected all parameters except for yield which was not affected by concentration of sodium bicarbonate. The interaction between drying temperature and concentration of sodium bicarbonate were highly significanrtly affected taste and were significantly affected a texture, while the yield, moisture content, rehydration and starch content were not affected.&#xD;
&#xD;
It could be concluded mat drying temperature at 65°C and 2% of sodiam bicarbonate gave the best quality of the semi instant - cassava rice.
Abstract (other language): Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh Suhu Pengeringan dan Konsentrasi Natrium Bikarbonat ( NaHC03 ) terhadap mutu Beras Singkong - Semi Instant yang dihasilkan.&#xD;
&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor yaitu Suhu Pengeringan (T, = 55°C, T2 = 65°C, T3 « 75°C, T4 = 85°C) dan Konsentrasi Natrium Bikarbonat (NaHC03) (Ki * 1%, K2« 2%, K3» 3%, K4 = 4%). Parameter yang diamati dan dianalisa yaitu Rendemen, Kadar Air, Rehidrasi, Kadar Pati dan Uji Organoleptik Tekstur dan Rasa dengan skala hedonik.&#xD;
&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua faktor memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter kecuali terhadap rendemen konsentrasi natrium bikarbonat tidak berpengaruh. Kombinasi antara suhu pengeringan dan konsentrasi natrium bikarbonat berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstur, tetapi tidak berpengaruh terhadap rendemen, kadar air, rehidrasi dan kadar pati.&#xD;
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengeringan dengan suhu 65°C dan konsentrasi natrium bikarbonat 2% menghasilkan mutu beras singkong - semi instant terbaik.</description>
      <pubDate>Tue, 09 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35634</guid>
      <dc:date>2013-04-09T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sari, Hersa Kesuma</dc:creator>
      <dc:description>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh Suhu Pengeringan dan Konsentrasi Natrium Bikarbonat ( NaHC03 ) terhadap mutu Beras Singkong - Semi Instant yang dihasilkan.&#xD;
&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor yaitu Suhu Pengeringan (T, = 55°C, T2 = 65°C, T3 « 75°C, T4 = 85°C) dan Konsentrasi Natrium Bikarbonat (NaHC03) (Ki * 1%, K2« 2%, K3» 3%, K4 = 4%). Parameter yang diamati dan dianalisa yaitu Rendemen, Kadar Air, Rehidrasi, Kadar Pati dan Uji Organoleptik Tekstur dan Rasa dengan skala hedonik.&#xD;
&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua faktor memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter kecuali terhadap rendemen konsentrasi natrium bikarbonat tidak berpengaruh. Kombinasi antara suhu pengeringan dan konsentrasi natrium bikarbonat berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstur, tetapi tidak berpengaruh terhadap rendemen, kadar air, rehidrasi dan kadar pati.&#xD;
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengeringan dengan suhu 65°C dan konsentrasi natrium bikarbonat 2% menghasilkan mutu beras singkong - semi instant terbaik.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Pelilinan dengan Bee Wax Terhadap Mutu Pepaya (Carica papaya L.) Selama Penyimpanan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35633</link>
      <description>Authors: Batubara, Mirdansyah
Advisors: Taufik; Sitinjak, Kamal
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk-mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi lilin yang optimal untuk memperpanjang masa simpan pepaya segar selama penyimpanan.&#xD;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor I adalah Konsentrasi Lilin terdiri dari 4 taraf yaitu : Ko = 0%, Ki = 2%, K2 = 4%, dan K3 = 6%. Faktor II Lama Penyimpanan dengan 4 taraf yaitu: Lo = 0 hari, Li = 3 hari, L2 = 6 hari, dan L3 = 9 hari.&#xD;
Parameter yang diamati adalah : susut bobot (%), tekstur (Kg/cm2), total asam (%), kadar vitamin C (mg/100 g bahan), total soluble solid (°Brix), organoleptik warna, rasa dan aroma (skor).&#xD;
Hasil penelitian yang dianalisa secara statistik menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Susut Bobot (%)&#xD;
Konsentrasi lilin menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap susut bobot. Susut bobot yang tertinggi diperoleh pada perlakuan Ko yaitu sebesar 4,33 %, terendah pada perlakuan K3 yaitu 2,23 %.&#xD;
 &#xD;
Lama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap susut bobot. Susut bobot yang tertinggi diperoleh pada perlakuan L3 yaitu sebesar §,15 % dan terendah pada perlakuan L0 yaitu 0,00 %.&#xD;
interaksi antara konsentrasi lilin dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata.&#xD;
2.	Tekstur (Kg/cm2)&#xD;
Konsentrasi lilin menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tekstur. Tekstur yang tertinggi diperoleh pada perlakuan K3 yaitu sebesar 6,59 kg/cm2 terendah pada perlakuan K0 yaitu 3,67 kg/cm2.&#xD;
Lama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tekstur. Tekstur yang tertinggi diperoleh pada perlakuan Lo yaitu sebesar 5,98 kg/cm2 dan terendah pada perlakuan L3 yaitu 4,14 kg/cm2&#xD;
Interaksi antara konsentrasi lilin dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata.&#xD;
3.	Total Asam (%)&#xD;
Konsentrasi lilin menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap total . asam. Total asam yang tertinggi diperoleh pada perlakuan K3 yaitu sebesar 1,04 %, terendah pada perlakuan KQ yaitu 0,71 %.&#xD;
Lama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap total asam. Total asam yang tertinggi diperoleh pada perlakuan Lo yaitu sebesar 1,05 % dan terendah pada perlakuan L3 yaitu 0,76 %.&#xD;
 &#xD;
Interaksi antara konsentrasi lilin dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata. .,&#xD;
4.	Vitamin C (mg/100 g bahan)&#xD;
Konsentrasi lilin menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap vitamin C. Vitamin C yang tertinggi diperoleh pada perlakuan K3 yaitu sebesar 64,35 mg/100 g bahan terendah pada perlakuan Ko yaitu 56,65 mg/100 g bahan.&#xD;
Lama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap vitamin C. Vitamin C yang tertinggi diperoleh pada perlakuan Lo yaitu sebesar 69,30 mg/100 g bahan dan terendah pada perlakuan L3 yaitu 52,80 mg/100 g bahan.&#xD;
Interaksi antara konsentrasi lilin dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata.&#xD;
5.	Total Soluble Solid (° Brix)&#xD;
Konsentrasi lilin menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap total soluble solid. Total soluble solid yang tertinggi diperoleh pada perlakuan Ko yaitu sebesar 9,09 0 Brix, terendah pada perlakuan K3 yaitu 8,28 0 Brix.&#xD;
Lama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap total soluble solid. Total soluble solid yang tertinggi diperoleh pad perlakuan L3 yaitu sebesar 9,48 0 Brix dan terendah pada perlakuan Lo yaitu 7,19 0 Brix.&#xD;
Interaksi antara konsentrasi lilin dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata.&#xD;
 &#xD;
6. Organoleptik Warna (skore)&#xD;
Konsentrasi lilin menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap organoleptik warna. Organoleptik warna yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan K3 yaitu berwarna kuning dibagian ujung buah (bagian warna kuning 5-10 %) dengan skore 4,13 sedangkan yang terendaah pada perlakuan Ko yaitu berwarna kuning kehijauan dengan skore 3,00.&#xD;
Lama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap organoleptik warna. Organoleptik warna yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan L0 yaitu dengan skore 5,00 dan paling rendah pada perlakuan L3 yaitu dengan skore 1,88.&#xD;
Interaksi antara konsentrasi lilin dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap organoleptik warna.&#xD;
&#xD;
7. Organoleptik Rasa (skore)&#xD;
Konsentrasi lilin menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap organoleptik rasa. Organoleptik rasa yang sangat disukai diperoleh pada perlakuan Ko yaitu dengan skore 2,66 dan kurang disukai pada perlakuan K3 yaitu dengan skore 1,75.'&#xD;
Lama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap organoleptik rasa. Organoleptik rasa yang sangat disukai diperoleh pada perlakuan L2 yaitu dengan skore sebesar 2,66 dan kurang disukai pada perlakuan L0 dengan skore 1,70.&#xD;
 &#xD;
yaitu dengan skore sebesar 2,66 dan kurang disukai pada perlakuan Lo dengan skore 1,70.&#xD;
Interaksi antara konsentrasi lilin dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata.&#xD;
&#xD;
8. Organoleptik Aroma (skore)&#xD;
Konsentrasi lilin menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap organoleptik aroma. Organoleptik aroma yang sangat disukai diperoleh pada perlakuan KQ yaitu dengan skore 2,74 dan kurang disukai pada perlakuan K3 yaitu dengan skore 2,34&#xD;
Lama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap organoleptik aroma. Organoleptik aroma yang sangat disukai diperoleh pada perlakuan L2 yaitu dengan skore sebesar 2,94 dan kurang disukai pada perlakuan Lo dengan skore 2,10.&#xD;
Interaksi antara konsentrasi lilin dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata.</description>
      <pubDate>Tue, 09 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35633</guid>
      <dc:date>2013-04-09T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Batubara, Mirdansyah</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Perbandingan Konsentrasi NaHCOj (Soda Kue) dengan Na2HP04 (Meta Fosfat) dan Lama Perendaman Terhadap Mutu Beras-Singkong Semi Instan (Semi Instant Cassa Va-Rice)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35631</link>
      <description>Authors: Siregar, Fitri Chairani
Advisors: Lubis, Zulkifli; Nainggolan, Rona J.
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh perbandingan konsentrasi NaHC03 (soda kue) dengan Na2HP04 (meta fosfat) dan lama perendaman terhadap mutu beras-singkong semi instan.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu perbandingan konsentrasi NaHC03 (soda kue) dengan Na2HP04 (meta fosfat) ( 1%:0%; 2%:0,1%; 3%:0,2%; 4%: 0,3% ) dan lama perendaman ( 5 jam, 6 jam, 7 jam dan 8 jam ). Sampel yang digunakan adalah ubi kayu (Manihot esculenta Crantz). Sampel direndam dalam larutan NaHC03 (soda kue) dengan Na2HP04 (meta fosfat), kemudian dilakukan pemarutan, pengukusan dan pengeringan. Analisa dilakukan terhadap beberapa parameter yaitu kadar pati, kadar air, rehidrasi, rendemen, nilai organoleptik rasa dan tekstur.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan, dengan berbagai perbandingan konsentrasi NaHC03 (soda kue) dengan Na2HP04 (meta fosfat) beri pengaruh terhadap kadar pati, kadar air, rehidrasi, dan nilai organoleptik rasa dan tekstur, tetapi tidak terlalu berpengaruh terhadap rendemen. Semakin tinggi konsentrasi NaHC03 (soda kue) dengan Na2HP04 (meta fosfat) yang digunakan maka kadar pati, rehidrasi akan semakin tinggi. Untuk kadar air, semakin tinggi konsentrasi NaHC03 dengan Na2HP04 yang digunakan maka kadar air semakn menurun. Untuk nilai organoleptik rasa dan tekstur akan meningkat sampai perbandingan konsentrasi NaHC03 (soda kue) dengan Na2HP04 (meta fosfat) 2%: 0,1% dan kemudian menurun kembali.&#xD;
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lama perendaman beri pengaruh terhadap kadar pati, kadar air, rehidrasi dan nilai organoleptik tekstur dan rasa tetapi tidak terlalu berpengaruh terhadap rendemen.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dari perbandingan konsentrasi NaHC03 (soda kue) dengan Na2HP04 (meta fosfat) dan lama perendaman beri pengaruh terhadap kadar pati tetapi tidak terlalu berpengaruh terhadap kadar air, rehidrasi, rendemen dan nilai organoleptik rasa dan tekstur</description>
      <pubDate>Tue, 09 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35631</guid>
      <dc:date>2013-04-09T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Siregar, Fitri Chairani</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Sukrosa Dengan High Fructose Syrup (Hfs) Dan Konsentrasi Pektin Terhadap Mutu Permen Jelly</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35627</link>
      <description>Authors: Zulfaini, Fauziah
Advisors: Rusmarilin, ierla; Nainggolan, Rona J.
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Sukrosa Dengan High Fructose Syrup Dan Konsentrasi Pektin Terhadap Mutu Permen Jelly yang dihasilkan.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktorial: 4X4 terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor I Perbandingan Konsentrasi Sukrosa Dengan High Fructose Syrup (P) terdiri dari 4 jenis yaitu : P t (70% : 20%), P2 (75% : 15%), P3 (80% : 10%), P4 (85% : 5%) dengan penambahan glukosa masing-masing 10%. Faktor H Konsentrasi Pektin (K) terdiri dari 4 taraf yaitu : Ki (0%), K2 (2%), K3 (4%), K4 (6%)&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbandingan Konsentrasi Sukrosa dengan High Fructose Syrup memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Kadar Air, Total Soluble Solid, Kadar Vitamin C, Total Asam, Uji Organoleptik Rasa, Aroma, Warna dan Tekstur.&#xD;
Hasil Penelitian juga menunjukkan bahwa Konsentrasi Pektin memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Kadar Air, Total Soluble Solid, Kadar Vitamin C, Totol Asam, Uji Organoleptik Rasa, Aroma, Warna dan Tekstur.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan Perbandingan Konsentrasi Sukrosa Dengan High Fructose Syrup dan Konsentrasi Pektin memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Kadar Vitamin C dan berpengaruh tidak nyata terhadap Kadar Air, TSS, Total Asam, Uji Organoleptik Rasa, Aroma, Warna dan Tekstur.</description>
      <pubDate>Tue, 09 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35627</guid>
      <dc:date>2013-04-09T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Zulfaini, Fauziah</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Jenis Isolator Dan Lama Penyimpanan Dengan Menggunakan Tablet Kmn04 Terhadap Mutu Buah Salak (Salacca Edulis Reinw)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35623</link>
      <description>Authors: Aprianda, Faisal Riza
Advisors: Sulaiman, A.H.; Taufik
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh jenis isolator dan lama penyimpanan dengan menggunakan tablet KMnCU terhadap mutu buah salak (Salacca edulis Reinw)&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial: 5x3 terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor I Jenis Isolator (I) terdiri dari 5 taraf yaitu : I0 (tanpa isolator/kontrol), Ii (potongan kertas), h (styrofoam), I3 (daun pisang kering) dan I4 (plastik). Faktor II Lama Penyimpanan (L) terdiri dari 3 taraf yaitu : Lo (0 hari), Li (7 hari), dan L2 (14 hari).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan Jenis Isolator memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Susut Bobot, Warna, Tekstur dan TSS, serta memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap Vitamin C.&#xD;
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Lama Penyimpanan dengan menggunakan tablet KMnCU memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Susut Bobot, Warna, Tekstur, TSS dan Vitamin-C.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan Jenis Isolator dan Lama Penyimpanan dengan Menggunakan Tablet KMn04 memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Susut Bobot,Warna, TSS dan Tekstur. Serta berpengaruh tidak nyata terhadap Vitamin-C.</description>
      <pubDate>Mon, 08 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35623</guid>
      <dc:date>2013-04-08T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Aprianda, Faisal Riza</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Tentang Efek Beberapa Hormon Pematangan Buah terhadap Mutu Pisang Barangan (Musa paradisiaca L)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35621</link>
      <description>Authors: Wahyudi, Eko
Advisors: Taufik; Sulaiman, Halim
Abstract: An experiment to study the effect of fruit ripening hormones on the quality of banana in AKBP Laboratory, Faculty of Agriculture, USU, Medan, on December 2004, using Completely Randomized Design with no factorial with four replications. The fruit hormones ripening were; Eo = without hormone, Ei = Acetylene, E2 = Acetylene from carbide, E3 = Ethylene, and E4 = Ethrel. Parameters recorded and analyzed were; vitamin C content, weight loss, total soluble solid (TSS), texture, color, taste and aroma.&#xD;
The result showed that fruit ripening hormones affected all parameters with highly significant effects except TSS and texture. Ethylene (E?) gave the highest values of vitamin C content, weigh loss, total soluble solid (TSS), color, taste and aroma and ethylene gave lowest values of texture. It could be concluded that for ripening of good banana, the recommended treatment was ethylene (E3).
Abstract (other language): Suatu penelitian untuk mengetahui efek dari beberapa hormon pematangan buah terhadap mutu pisang barangan telah dilakukan di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan FP-USU pada bulan Desember 2004 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: E0 = Tanpa hormon, Ei - Asetilen, E2 = Asetilen murni, E3 = Etilen dan E4 = Ethrel. Parameter yang dicatat dan dianalisa adalah kadar vitamin C, susut bobot, total padatan terlarut (TSS), tekstur, dan organoleptik (warna, rasa dan aroma).&#xD;
Hasil percobaan menunjukkan bahwa beberapa jenis hormon pematangan buah yang dicobakan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter yang diujikan, kecuali pada parameter TSS dan tekstur, dimana hanya memberikan pengaruh yang nyata. Hormon pematangan buah E3, yakni etilen menghasilkan nilai tertinggi untuk semua parameter kecuali tekstur, dimana etilen menghasilkan sebaliknya yaitu nilai terendah. Dapat disimpulkan bahwa untuk pematangan pisang yang baik disarankan untuk menggunakan perlakuan etilen (E3).</description>
      <pubDate>Mon, 08 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35621</guid>
      <dc:date>2013-04-08T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Wahyudi, Eko</dc:creator>
      <dc:description>Suatu penelitian untuk mengetahui efek dari beberapa hormon pematangan buah terhadap mutu pisang barangan telah dilakukan di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan FP-USU pada bulan Desember 2004 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: E0 = Tanpa hormon, Ei - Asetilen, E2 = Asetilen murni, E3 = Etilen dan E4 = Ethrel. Parameter yang dicatat dan dianalisa adalah kadar vitamin C, susut bobot, total padatan terlarut (TSS), tekstur, dan organoleptik (warna, rasa dan aroma).&#xD;
Hasil percobaan menunjukkan bahwa beberapa jenis hormon pematangan buah yang dicobakan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter yang diujikan, kecuali pada parameter TSS dan tekstur, dimana hanya memberikan pengaruh yang nyata. Hormon pematangan buah E3, yakni etilen menghasilkan nilai tertinggi untuk semua parameter kecuali tekstur, dimana etilen menghasilkan sebaliknya yaitu nilai terendah. Dapat disimpulkan bahwa untuk pematangan pisang yang baik disarankan untuk menggunakan perlakuan etilen (E3).</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Perangkap Warna Berperekat dan Aroma Rempah untuk Mengendalikan Hama Gudang Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae di Gudang Tembakau</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35601</link>
      <description>Authors: Rahayu, Siti
Advisors: Tobing, Maryani Cyccu
Abstract: Siti Rahayu, “ The Use of Sticky Colour Traps and Spicy to Control Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae) in Deli Tobacco Storage”, under supervised by Maryani Cyccu Tobing and Yuswani Pangestiningsih. L. serricorne is one of important pest in tobacco storage at various stages of the process. This research was to study the use of sticky colour traps and spicy to control L. serricorne in tobacco storage. This research was carried out at tobacco storage PTPN II Klambir V Medan since Juli-September 2012. The method used Randomized Complete Design nonfactorial which consists 11 treatments with three replications. &#xD;
The results showed that the highest population (5,33 adults) of                            L. serricorne on yellow sticky trap + coriander and yellow sticky trap + black pepper and the lowest population (0,00 adults) on white sticky trap + coriander and white sticky trap + black pepper, most other insects trapped on yellow sticky trap + coriander and yellow sticky trap + black pepper and other treatment is 0 adult of L. serricorne fond in the bottle.
Abstract (other language): Siti Rahayu, “Pengaruh Perangkap Warna Berperekat dan Aroma Rempah Untuk Mengendalikan Hama Gudang Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae) di Gudang Tembakau Deli”, di bawah bimbingan Maryani Cyccu Tobing dan Yuswani pengestiningsih.  L. serricorne merupakan hama penting pada tembakau dan mampu menyerang tembakau di tempat penyimpanan pada berbagai tahapan proses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifits beberapa perangkap warna berperekat dan aroma rempah untuk mengendalikan L. serricorne pada daun tembakau di gudang. Penelitian ini dilaksanakan di Gudang Tembakau PTPN II Klambir V Medan pada bulan Agustus- September 2012. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial terdiri dari 11 perlakuan  dengan tiga ulangan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan jumlah hama terperangkap tertinggi                     (5,33 ekor) pada perangkap kuning + ketumbar dan perangkap kuning + lada hitam dan terendah (0,00 ekor) pada perangkap putih + ketumbar dan perangkap putih + lada hitam, serangga lain yang terperangkap terbanyak pada perangkap kuning + ketumbar dan perangkap kuning + lada hitam sedangkan pada  perangkap lainnya 0 ekor serangga. Dalam botol perangkap tidak ada serangga yang terperangkap.</description>
      <pubDate>Sat, 06 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35601</guid>
      <dc:date>2013-04-06T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Rahayu, Siti</dc:creator>
      <dc:description>Siti Rahayu, “Pengaruh Perangkap Warna Berperekat dan Aroma Rempah Untuk Mengendalikan Hama Gudang Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae) di Gudang Tembakau Deli”, di bawah bimbingan Maryani Cyccu Tobing dan Yuswani pengestiningsih.  L. serricorne merupakan hama penting pada tembakau dan mampu menyerang tembakau di tempat penyimpanan pada berbagai tahapan proses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifits beberapa perangkap warna berperekat dan aroma rempah untuk mengendalikan L. serricorne pada daun tembakau di gudang. Penelitian ini dilaksanakan di Gudang Tembakau PTPN II Klambir V Medan pada bulan Agustus- September 2012. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial terdiri dari 11 perlakuan  dengan tiga ulangan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan jumlah hama terperangkap tertinggi                     (5,33 ekor) pada perangkap kuning + ketumbar dan perangkap kuning + lada hitam dan terendah (0,00 ekor) pada perangkap putih + ketumbar dan perangkap putih + lada hitam, serangga lain yang terperangkap terbanyak pada perangkap kuning + ketumbar dan perangkap kuning + lada hitam sedangkan pada  perangkap lainnya 0 ekor serangga. Dalam botol perangkap tidak ada serangga yang terperangkap.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Kalsium Klorida (CaCI2) dan Lama Perendaman Terhadap Mutu French Fries Ubi Jalar {Jpomea batatas L.)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35592</link>
      <description>Authors: Sary, Deny Fitra
Advisors: Karo-Karo, Terip; Suhaidi, Ismed
Abstract: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahi adanya pengaruh berbagai konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) dan lama perendaman pada jarak waktu y ang berbeda terhadap mutu french fries ubi jalar.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu konsesentrasi kalsium klorida (CaCl2) (0%; 0,5%; 1%; 1,5%) dan lama perendaman (5 menit; 10 menit; 15 menit; 20 menit). Bahan yang digunakan adalah ubi jalar putih (Iponie batatas L.). Bahan yang telah dipersiapkan dan telah direndam dengan Na2S205 sebelumnya direndam dalam larutan kalsium klorida (CaCl2) suhu 65 °C selama jangka waktu yang telah ditentukan. Analisa dilakuan terhadap kadar pati (%), kadar air(%), TSS (°Brix), nilai organoleptik warna, aroma, rasa dan kerenyahan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan berbagai konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar pati, kadar air, TSS, nilai organoleptik warna, rasa dan kerenyahan, tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai organoleptik aroma.&#xD;
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lama perendaman juga menunjukkan bahwa lama perendaman yang dilakukan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar pati, kadar air, TSS, nilai organoleptik warna dan rasa, tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai organoleptik aroma dan kerenyahan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dari perlakuan konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) dan lama perendaman memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar pati dan nilai organoleptik warna, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, TSS, nilai organoleptik aroma, rasa dan kerenyahan.&#xD;
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa French fries ubi jalar yang bermutu baik dihasilkan dari penggunaan konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) 0,5% dengan lama perendaman selama 5 menit.</description>
      <pubDate>Sat, 06 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35592</guid>
      <dc:date>2013-04-06T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sary, Deny Fitra</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Pengolahan Belut (Synbranchw bengalensis&#xD;
Mc.Clell) Menggunakan Penggorengan Vakum</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35578</link>
      <description>Authors: Simanuliang, Dahlia
Advisors: Karo-Karo, Terip; Julianti, Elisa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi Kalsium Propionat dan jenis tepung pada pembuatan keripik belut.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial: 4x4 terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan Faktor I Konsentrasi Kalsium Propionat (K) terdiri dari 4 taraf yaitu : Ki (0.2 %), K2 (0.3 %), K3 (0.4 %) dan K4 (0.5 %). Faktor Jenis Tepung (J) terdiri dari 4 taraf yaitu : Jo (Tanpa Tepung), }{ (Tepung Terigu), h (Tepung Beras) dan J3 (Tepung Jagung).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi Kalsium Propionat memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Rendemen, Kadar Air, Kadar Protein, Nilai Organoleptik Warna, Rasa dan Tekstur (kerenyahan) dan berpengaruh berbeda tidak nyata terhadap Kadar Lemak.&#xD;
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Jenis Tepung memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Kadar Air, Kadar Protein, Kadar Lemak, Nilai Organoleptik Warna dan Tekstur (kerenyahan) dan berpengaruh tidak nyata terhadap Nilai Rendemen.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan Konsentrasi Kalsium Propionat dan Jenis Tepung memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap Kadar Protein dan Nilai Organoleptik Tekstur dan memberikan pengaruh tidak nyata terhadap Rendemen, Kadar Air, Kadar Lemak dan Nilai Organoleptik Warna dan Rasa.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kalsium propionat yang terbaik adalah pada taraf 0.5 % dan jenis tepung yang terbaik adalah tepung jagung.</description>
      <pubDate>Fri, 05 Apr 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35578</guid>
      <dc:date>2013-04-05T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Simanuliang, Dahlia</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Respon Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Hasil Mutasi Radiasi Sinar Gamma Terhadap Salinitas</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35418</link>
      <description>Authors: Daeli, Nitry Dewi Sari
Advisors: Putri, Lollie Agustina P; Nuriadi, Isman
Abstract: NITRY DEWI SARI DAELI: Response on Growth and Yield of Mungbean(Vigna  radiata L.) Radiated by Gamma Ray to Salinity, supervised by LOLLIE AGUSTINA P.PUTRI and ISMAN NURIADI.&#xD;
This research was aimed to find out response of radiation dosage and salinity toward growth and yield of mungbean. This research was arranged using Randomize Block Experimental Design with two factors and three replicates.The first factor was radiation dosage in four degree 0, 10, 20 and 30 krad. The second factor was NaCl concentration in four degree 0, 2, 4, and 6 g/l. The parameters observed were plant height, productive branch number, flowering age, harvesting age, dry weight of root, dry weight of canopy, ratio of root-canopy dry weight, leaf width, leaf chlorophyl, root volume, number of pods per plant, seed weight per plant, and weight of 100 seeds.  &#xD;
The results showed that radiation were significantly to plant height at 4 and 5 weeks after planted, and harvesting age. Salinity were significantly to leaf width, dry weight of root, ratio of root-canopy dry weight, root volume, and weight of 100 seeds. The combination between radiation and salinity were not significantly to whole parameters
Abstract (other language): NITRY DEWI SARI DAELI : Respons Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna  radiata L.) Hasil Mutasi Radiasi Sinara Gamma Terhadap Salinitas, dibimbing oleh LOLLIE AGUSTINA P.PUTRI dan ISMAN NURIADI.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis radiasi dan salinitas terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis radiasi yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0, 10, 20 dan 30 krad. Faktor kedua adalah konsentrasi NaCl yang terdiri atas 4 taraf, yaitu 0,  2, 4, dan 6 g/l. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur berbunga, umur panen, bobot kering tajuk, bobot kering akar, nisbah bobot kering akar-tajuk, luas daun, klorofil daun, volume akar, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan radiasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 dan 5 MST, dan umur panen. Salinitas berpengaruh nyata terhadap parameter luas daun, bobot kering akar, nisbah bobot kering akar-tajuk, volume akar, dan bobot 100 biji. Interaksi antara kedua faktor tersebut belum berpengaruh nyata terhadap semua parameter.</description>
      <pubDate>Sat, 23 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35418</guid>
      <dc:date>2013-03-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Daeli, Nitry Dewi Sari</dc:creator>
      <dc:description>NITRY DEWI SARI DAELI : Respons Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna  radiata L.) Hasil Mutasi Radiasi Sinara Gamma Terhadap Salinitas, dibimbing oleh LOLLIE AGUSTINA P.PUTRI dan ISMAN NURIADI.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis radiasi dan salinitas terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis radiasi yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0, 10, 20 dan 30 krad. Faktor kedua adalah konsentrasi NaCl yang terdiri atas 4 taraf, yaitu 0,  2, 4, dan 6 g/l. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur berbunga, umur panen, bobot kering tajuk, bobot kering akar, nisbah bobot kering akar-tajuk, luas daun, klorofil daun, volume akar, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan radiasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 dan 5 MST, dan umur panen. Salinitas berpengaruh nyata terhadap parameter luas daun, bobot kering akar, nisbah bobot kering akar-tajuk, volume akar, dan bobot 100 biji. Interaksi antara kedua faktor tersebut belum berpengaruh nyata terhadap semua parameter.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Daya  Predasi Cecopet  ( Forficula auricularia  ) (Dermaptera: Nisolabididae) Pada Berbagai Instar Larva Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) (Lepidoptera : Noctuidae) Dilaboraturium</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35413</link>
      <description>Authors: Arobi, Yasir
Advisors: Oemry, Syahrial; Zahara, Fatimah
Abstract: Yasir Arobi, " The Ability of Cecopet (Forficula auricularia) (Dermaptera: Nisolabididae) on some  Instar of Spodoptera litura F. (Lepidoptera: Noctuidae) in the Laboratory", under supervised by Ir. Syahrial Oemry, MS. and  Ir. Fatimah Zahara. The is research was to study the ability of Cecopet      (Forficula auricularia) on some instar of Spodoptera litura F. The research was held at the Insect Laboratory of Agriculture Faculty University of North Sumatera , Medan, North Sumatera since Agustus - September 2012. The method of this research was Randomized Complete Design Non Factorial with eight treatments (control with 1st and 4th instar, 2 males cecopet, female, a pair on 10 larvae 2nd and 4th instar/stoples) with three replications.The results showed that the highest percentage of mortality was C2 (2 female cecopet on 10 larvae/ stoples) is 96,67% and the lowest was C02 (control with 4th instar) is 0%.
Abstract (other language): Yasir Arobi “Daya Predasi Cecopet (Forficula auricularia) (Dermaptera : Nisolabididae) Pada Berbagai Instar Larva Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) (Lepidoptera : Noctuidae) di Laboratorium” di bawah bimbingan Bapak                        Ir. Syahrial Oemry, M.S dan Ibu Ir. Fatimah Zahara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya predasi cecopet (Forficula auricularia) terhadap beberapa instar ulat grayak (Spodoptera litura F.) (Lepidoptera : Noctuidae) di Laboratorium . Penelitian dilakukan pada bulan Agustus – September 2012 di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non-faktorial yaitu 8 perlakuan (kontrol instar 2 dan 4, 2 ekor cecopet jantan, betina, sepasang terhadap 10 ekor larva ulat grayak instar 2 dan 4/stoples dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati       meliputi persentase mortalitas dan perilaku hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase mortalitas cecopet tertinggi terdapat pada perlakuan C2 ( 2 ekor cecopet betina terhadap 10 ekor larva instar 2 ulat grayak/stoples) yaitu sebesar 96.67% dan yang terendah pada perlakuan C02 (kontrol instar 4) sebesar 0 %.</description>
      <pubDate>Sat, 23 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35413</guid>
      <dc:date>2013-03-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Arobi, Yasir</dc:creator>
      <dc:description>Yasir Arobi “Daya Predasi Cecopet (Forficula auricularia) (Dermaptera : Nisolabididae) Pada Berbagai Instar Larva Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) (Lepidoptera : Noctuidae) di Laboratorium” di bawah bimbingan Bapak                        Ir. Syahrial Oemry, M.S dan Ibu Ir. Fatimah Zahara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya predasi cecopet (Forficula auricularia) terhadap beberapa instar ulat grayak (Spodoptera litura F.) (Lepidoptera : Noctuidae) di Laboratorium . Penelitian dilakukan pada bulan Agustus – September 2012 di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non-faktorial yaitu 8 perlakuan (kontrol instar 2 dan 4, 2 ekor cecopet jantan, betina, sepasang terhadap 10 ekor larva ulat grayak instar 2 dan 4/stoples dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati       meliputi persentase mortalitas dan perilaku hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase mortalitas cecopet tertinggi terdapat pada perlakuan C2 ( 2 ekor cecopet betina terhadap 10 ekor larva instar 2 ulat grayak/stoples) yaitu sebesar 96.67% dan yang terendah pada perlakuan C02 (kontrol instar 4) sebesar 0 %.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Varietas Pioneer-23 Terhadap Berbagai Komposisi Vermikompos dengan Pupuk Anorganik (N,P,K)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35411</link>
      <description>Authors: Nasution, Efrida Sari
Advisors: Mariati; Barus, Asil
Abstract: EFRIDA SARI NASUTION: The Response of Growth and Yield of      Maize (Zea mays L.) Pioneer 23 Variety on Some Compotition of Vermicompost and Anorganic Fertilizer (N,P,K), supervised by MARIATI SINURAYA and           ASIL BARUS.&#xD;
The research has been conducted to investigate the response of growth and yield of maize on some compotition of organic (vermicompost) and anorganic (N,P,K) fertilizer at Bunga Terompet street, Sempakata village chief, Medan Selayang subdistrict head, with a height of 25 metre above sea level, began March until June 2012. The design of the research was a Randomized Block Design of one factor with eleven treatments and three replications. The treatments were P0 (control); P1 (vermicompost 2,5 kg/plot); P2 (N, P, K fertilizer 100 %); P3 (vermicompost 2,5 kg/plot + N, P, K fertilizer 100 %); P4 (vermicompost 2,5 kg/plot + N, P, K fertilizer 75 %); P5 (vermicompost 2,5 kg/plot + N, P, K fertilizer 50 %); P6 (vermicompost 2,5 kg/plot + N, P, K fertilizer 25 %); P7 (vermicompost 2 kg/plot + N, P, K fertilizer 100 %); P8 (vermicompost 2 kg/plot + N, P, K fertilizer 75 %); P9 (vermicompost 2 kg/plot + N, P, K fertilizer 50 %); and P10 (vermicompost 2 kg/plot + N, P, K fertilizer 25 %). Parameters observed were plant height, plant diameters, leave width, cob diameters, 100 grain weight, production per plant and production per hectare. The results showed that all parameters were unsignificantly effected by some compotition of vermicompost and anorganic fertilizer (N,P,K) except for plant diameters and 100 grain weight
Abstract (other language): EFRIDA SARI NASUTION: Tanggap Pertumbuhan dan Produksi   Jagung (Zea mays L.) Varietas Pioneer 23 terhadap Berbagai Komposisi Vermikompos dan Pupuk Anorganik (N, P, K), dibimbing oleh               MARIATI SINURAYA dan ASIL BARUS.&#xD;
Penelitian dilakukan untuk meneliti tanggap pertumbuhan dan produksi jagung dengan berbagai komposisi pupuk organik (vermikompos) dan pupuk anorganik (N,P,K) di Jl. Bunga Terompet, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, dengan ketinggian tempat ± 25 meter di atas permukaan laut, mulai bulan Maret sampai Juni 2012. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 11 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya yaitu P0 (kontrol); P1 (vermikompos 2,5 kg/plot); P2 (pupuk N, P, K 100 %); P3 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 100 %); P4 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 75 %); P5 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 50 %); P6 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 25 %); P7 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 100 %); P8 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 75 %); P9 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 50 %); dan P10 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 25 %). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, diameter tongkol, bobot 100 biji, produksi per tanaman dan produksi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter berpengaruh tidak nyata dengan komposisi vermikompos dengan pupuk anorganik (N, P, K) kecuali diameter batang dan bobot 100 biji.</description>
      <pubDate>Sat, 23 Mar 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35411</guid>
      <dc:date>2013-03-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Nasution, Efrida Sari</dc:creator>
      <dc:description>EFRIDA SARI NASUTION: Tanggap Pertumbuhan dan Produksi   Jagung (Zea mays L.) Varietas Pioneer 23 terhadap Berbagai Komposisi Vermikompos dan Pupuk Anorganik (N, P, K), dibimbing oleh               MARIATI SINURAYA dan ASIL BARUS.&#xD;
Penelitian dilakukan untuk meneliti tanggap pertumbuhan dan produksi jagung dengan berbagai komposisi pupuk organik (vermikompos) dan pupuk anorganik (N,P,K) di Jl. Bunga Terompet, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, dengan ketinggian tempat ± 25 meter di atas permukaan laut, mulai bulan Maret sampai Juni 2012. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 11 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya yaitu P0 (kontrol); P1 (vermikompos 2,5 kg/plot); P2 (pupuk N, P, K 100 %); P3 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 100 %); P4 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 75 %); P5 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 50 %); P6 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 25 %); P7 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 100 %); P8 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 75 %); P9 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 50 %); dan P10 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 25 %). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, diameter tongkol, bobot 100 biji, produksi per tanaman dan produksi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter berpengaruh tidak nyata dengan komposisi vermikompos dengan pupuk anorganik (N, P, K) kecuali diameter batang dan bobot 100 biji.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Kajian Laju Infiltrasi Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35133</link>
      <description>Authors: Isnaini, Rika
Advisors: Sumono M.S.; Rohanah, Ainun
Abstract: Rika Isnaini: Study of Soil Infiltration Rate in Some type of Lands at Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, supervised by Sumono and Ainun Rohanah.&#xD;
The aim of this research was to know the infiltration rate in some type of lands in edition chili field, coffee field, and bush at Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo using Philips equation model.&#xD;
Parameters observed were moisture content, soil texture, bulk density, particle density, porosity,  and organical matter was used. Double ring infiltrometer that pressed into the soil, and filled with water. The decreased of water was observed with interval 0, 5, 10, 20, 30, 45, 60, 120, 180, 240 minutes.&#xD;
The results showed that the highest infiltration rate was found in bush, followed by chili field, and the smallest was found in coffee field. The biggest influence on the infiltration rate were soil texture and porosity.
Abstract (other language): Rika Isnaini: Kajian Laju Infiltrasi Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan di Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, dibimbing oleh Sumono dan Ainun Rohanah.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi pada berbagai pengunaan lahan, yaitu Ladang Cabai, Kebun Kopi, dan Semak di Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo menggunakan model persamaan Philips.&#xD;
Parameter yang diamati adalah kadar air, tekstur, kerapatan massa, kerapatan partikel, ruang pori atau porositas, dan bahan organik. Penelitian ini menggunakan alat infiltrometer silinder ganda yang ditanamkan ke dalam tanah lalu diisi air. Kemudian dilakukan pengamatan penurunan air untuk selang waktu 0, 5, 10, 20, 30, 45, 60, 120, 180, dan 240 menit.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju infiltrasi paling besar terjadi di lahan Semak, kemudian di ladang Cabai, dan yang paling kecil terjadi di Kebun Kopi. Pengaruh yang paling besar terhadap laju infiltrasi adalah tekstur tanah dan porositas total tanah awal.</description>
      <pubDate>Tue, 19 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35133</guid>
      <dc:date>2013-02-19T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Isnaini, Rika</dc:creator>
      <dc:description>Rika Isnaini: Kajian Laju Infiltrasi Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan di Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, dibimbing oleh Sumono dan Ainun Rohanah.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi pada berbagai pengunaan lahan, yaitu Ladang Cabai, Kebun Kopi, dan Semak di Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo menggunakan model persamaan Philips.&#xD;
Parameter yang diamati adalah kadar air, tekstur, kerapatan massa, kerapatan partikel, ruang pori atau porositas, dan bahan organik. Penelitian ini menggunakan alat infiltrometer silinder ganda yang ditanamkan ke dalam tanah lalu diisi air. Kemudian dilakukan pengamatan penurunan air untuk selang waktu 0, 5, 10, 20, 30, 45, 60, 120, 180, dan 240 menit.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju infiltrasi paling besar terjadi di lahan Semak, kemudian di ladang Cabai, dan yang paling kecil terjadi di Kebun Kopi. Pengaruh yang paling besar terhadap laju infiltrasi adalah tekstur tanah dan porositas total tanah awal.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Kajian Laju Insfiltrasi Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rakyat Kabupaten Karo</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35125</link>
      <description>Authors: Putra, Ahmad Eka
Advisors: Sumono M.S.; Lchwan, Nazif
Abstract: Ahmad Eka Putra : Study Of Infiltration Soil Rate In Some Lands Using At Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo,Guide By Sumono And Nazif Ichwan.&#xD;
&#xD;
The Aim Of This Research Was To Know Infiltration Rate In Some Lands Using That Are Tomato Field,Avocado Field,And Pine Forest At Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo Using Phiips Equation Model.&#xD;
Parameter That Perceived Were Moisture Content,Soil Texture,Bulk Density,Particle Density,Porosity,And Organical Matter. This Research Used Double Ring Infiltrometer That Pressed Into The Soil,And Filled With water. The Decreased Of Water Was Observed With Interval 0, 5, 10, 20, 30, 45, 60, 120, 180, 240 Minutes.&#xD;
&#xD;
The Results Showed That The Biggest Infiltration Was Found In Tomato Field,And Pine Forest,The Smallest Was Found In Avocado Field.Big Influential Factors To Infiltration Rate Are Soil Texture,Porosity And Organical Matter.
Abstract (other language): Ahmad Eka Putra : Kajian Laju Infiltrasi Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo,Dibimbing Oleh Sumono Dan Nazif Ichwan.&#xD;
&#xD;
Penelitian ini Bertujuan Untuk Mengetahui Laju Infiltrasi Pada Berbagai Pengunaan Lahan,Yaitu Ladang Tomat,Kebun Alpukat,Dan Hutan Pinus Di Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo Menggunakan Model Persamaan Philips.&#xD;
&#xD;
Parameter Yang Diamati Adalah Kadar Air, Tekstur,Kerapatan Massa,Kerapatan Partikel,Ruang Pori Atau Porositas,Dan Bahan Organik.Penelitian ini Menggunakan Alat Infiltrometer Silinder Ganda Yang Ditanamkan Ke Dalam Tanah Lalu Diisi Air. Kemudian Dilakukan Pengamatan Penurunan Air Untuk Selang Waktu 0, 5, 10, 20, 30, 45, 60, 120, 180, dan 240 menit.&#xD;
&#xD;
Hasil Penelitian ini Menunjukkan Bahwa Laju Infiltrasi Paling Besar Terjadi Di Ladang Tomat,Kemudian Di Hutan Pinus,Dan Yang Paling Kecil Terjadi Di Kebun Alpukat. Faktor Yang Berpengaruh Besar Terhadap Laju Infiltrasi Adalah Tekstur Tanah,Porositas Total Tanah Awal Dan Bahan Organik Tanah</description>
      <pubDate>Fri, 15 Feb 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/35125</guid>
      <dc:date>2013-02-15T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Putra, Ahmad Eka</dc:creator>
      <dc:description>Ahmad Eka Putra : Kajian Laju Infiltrasi Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo,Dibimbing Oleh Sumono Dan Nazif Ichwan.&#xD;
&#xD;
Penelitian ini Bertujuan Untuk Mengetahui Laju Infiltrasi Pada Berbagai Pengunaan Lahan,Yaitu Ladang Tomat,Kebun Alpukat,Dan Hutan Pinus Di Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo Menggunakan Model Persamaan Philips.&#xD;
&#xD;
Parameter Yang Diamati Adalah Kadar Air, Tekstur,Kerapatan Massa,Kerapatan Partikel,Ruang Pori Atau Porositas,Dan Bahan Organik.Penelitian ini Menggunakan Alat Infiltrometer Silinder Ganda Yang Ditanamkan Ke Dalam Tanah Lalu Diisi Air. Kemudian Dilakukan Pengamatan Penurunan Air Untuk Selang Waktu 0, 5, 10, 20, 30, 45, 60, 120, 180, dan 240 menit.&#xD;
&#xD;
Hasil Penelitian ini Menunjukkan Bahwa Laju Infiltrasi Paling Besar Terjadi Di Ladang Tomat,Kemudian Di Hutan Pinus,Dan Yang Paling Kecil Terjadi Di Kebun Alpukat. Faktor Yang Berpengaruh Besar Terhadap Laju Infiltrasi Adalah Tekstur Tanah,Porositas Total Tanah Awal Dan Bahan Organik Tanah</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis sistem irigasi hidroponik NFT (nutrient film technique) pada tanaman budidaya tanaman selada (Lactuca sativa var crispa L.)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34838</link>
      <description>Authors: Sibarani, Sahat Muhtar
Advisors: Sumono; Darun
Abstract: Nutrient Film Technique (I\FFT) is a new technological in hidroponics. In this system, a part of root deep on the water have fertilizers and other part upon the water which sirculating above 24 hours. The lining of the water is slight, about 3 mm, so its like film.&#xD;
The research of NFT irrigation was carried out to study on Electric Conductivity(EC) uniformity and pH of nutrient liquid as well as effectivity of gutters gradient application. The research was done with planting the plants in gutters that hold by styrofoam, afterwards recording data according to available parameter was carried out during crop growth.&#xD;
The research showed that 6 % gradient of gutter resulted better yield produce than 3 % gradient of gutter. The research was concluded that 6 % gradient of gutter application was more effective
Abstract (other language): Nutrient Film Technique (NFT) termasuk cara baru bertanam tanam hidroponik. Pada sistem ini, sebagian akar terendam dalam larutan nutrisi dan sebagian lagi berada di permukaan larutan. Larutan bersirkulasi selama 24 jam. Lapisan larutan sangat tipis sekitar 3 mm.&#xD;
Penetapan NFT dalam penelitian ini adalah untuk mempelajari keseragaman konduktivitas listrik (EC) dan pH larutan nutrisi serta efektivitas aplikasi kemiringan talang. Penelitian dilakukan dengan menanam tanaman pada talang yang ditopang styrofoam, kemudian melakukan pengambilan data sesuai dengan data yang ada selama periode pertumbuhannya.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode kemiringan talang 6 % memberikan hasil produk dan keseragaman EC yang lebih baik dibandingkan dengan kemiringan talang 3 %. Dapat disimpulkan dari hasil yang diperoleh bahwa dengan kemiringan talang 6 % lebih efektif.</description>
      <pubDate>Tue, 18 Dec 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34838</guid>
      <dc:date>2012-12-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sibarani, Sahat Muhtar</dc:creator>
      <dc:description>Nutrient Film Technique (NFT) termasuk cara baru bertanam tanam hidroponik. Pada sistem ini, sebagian akar terendam dalam larutan nutrisi dan sebagian lagi berada di permukaan larutan. Larutan bersirkulasi selama 24 jam. Lapisan larutan sangat tipis sekitar 3 mm.&#xD;
Penetapan NFT dalam penelitian ini adalah untuk mempelajari keseragaman konduktivitas listrik (EC) dan pH larutan nutrisi serta efektivitas aplikasi kemiringan talang. Penelitian dilakukan dengan menanam tanaman pada talang yang ditopang styrofoam, kemudian melakukan pengambilan data sesuai dengan data yang ada selama periode pertumbuhannya.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode kemiringan talang 6 % memberikan hasil produk dan keseragaman EC yang lebih baik dibandingkan dengan kemiringan talang 3 %. Dapat disimpulkan dari hasil yang diperoleh bahwa dengan kemiringan talang 6 % lebih efektif.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Penentuan Nilai Modulus Drainase Pada Sawah Beririgasi Di Daerah Irigasi Serba Jadi Kecamatan Talawi Kabupaten Asahan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34833</link>
      <description>Authors: Manurung, Safril Putra; Usman, Svammaun
Advisors: Susanto, Edi
Abstract: Penelitian ini di laksanakan di Daerah Irigasi Serba Jadi Kecamatan Talawi&#xD;
Kabupaten Asahan dengan menggunakan data skunder berupa data curah hujan&#xD;
harian milik PT. Supra Matra Abadi Kebun Tanah Datar, serta data evapotranspirasi&#xD;
dan perkolasi dari Dinas   Proyek Irigasi dan Rawa Andalan Sumatera Utara&#xD;
(PIRASU).&#xD;
Penelitian ini menggunakan 2 metode, yaitu:&#xD;
1.	Metode Memplotkan Curah Hujan Maksimum.&#xD;
Dengan menggunakan metode ini diperoleh nilai koefisien drainase (Dm) sebesar 10 mm/hari atau sebesar 1,157 lt/det/ha.&#xD;
2.	Metode Penggunaan Rumus dari Departemen Pekerjaan Umum&#xD;
Dn = R„T + n(I-ET-P)-AS&#xD;
Dengan menggunakan metode ini diperoleh nilai koefisien darinase (Dm) sebesar 24,6 mm/hari atau sebesar 2,847 lt/det/ha.&#xD;
Besarnya perbedaan nilai koefisien (modulus) drainase dari kedua metode tersebut adalah dikarenakan adanya perbedaan tinggi penggenangan maksimum yang digunakan. Serta pada metode memplotkan curah hujan maksimum tidak memperhitungkan nilai evapotranspirasi dan perkolasi. Sedangkan pada metode rumus nilai evapotranspirasi dan perkolasi diperoleh dari Dinas Proyek Irigasi dan&#xD;
 &#xD;
Rawa Andalan Sumatera Utara (PIRASU) yaitu sebesar 3,4 mm/hari untuk evapotranspirasi dan 3 mm/hari untuk perkolasi.&#xD;
Nilai evapotranspirasi dari Dinas PIRASU dihitung dengan menggunakan rumus Penman modifikasi metode Nedeco/Prosida, dimana harga ETo adalah nilai rata-rata pada tahun 2002.&#xD;
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa perlu dirancang suatu saluran drainase yang sesuai untuk menampung dan mengalirkan kelebihan air yang ada pada Daerah Irigasi Serba Jadi.</description>
      <pubDate>Tue, 18 Dec 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34833</guid>
      <dc:date>2012-12-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Manurung, Safril Putra</dc:creator>
      <dc:creator>Usman, Svammaun</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis System Irigasi Para Pada Budidaya Tanaman Caisim (Brassica juncea, L)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34829</link>
      <description>Authors: Sinulingga, Riswal
Advisors: Susanto, Edi; Darun
Abstract: Para irrigation system is a piece of technological application of irrigated water by utilizing Para construction. The research of Para irrigation was carried out to study on Electric-Conductivity (EC) uniformity and pH of nutrition liquid as well as effectivity of water application. The research used certain crop hung in Para construction afterwards recording data according to available parameter was carried out during crop growth.&#xD;
The research showed that method I ofwater application (water flowed by pipe through nutrition glass) resulted better yield produce and Electric-Conductivity uniformity compared to method II of water application ( water flowed by pipe through object growing glass) The research was concluded that method I of water application was more effective and more applicable to be applied in Para irrigation system.
Abstract (other language): Sistem irigasi Para adalah suatu teknologi aplikasi air irigasi dengan memanfaatkan konstruksi Para. Penetapan irigasi Para pada penelitian ini adalah untuk dapat mempelajari keseragaman konduktivitas listrik ( EC ) dan pH larutan nutrisi serta efektivitas aplikasi pemberian air. Penelitian dilakukan dengan menanam tanaman pada gelas nutrisi yang diletakkan pada konstruksi Para, kemudian melakukan pengumpulan data sesuai parameter yang ada selama pertumbuhan tanaman.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode aplikasi air I ( air diberikan melalui gelas nutrisi) memberikan hasil produk dan keseragaman EC yang lebih baik dibandingkan dengan metode aplikasi n ( air diberikan melalui gelas media tanam ). Dapat disimpulkan dari hasil yang diperoleh bahwa metode aplikasi air I lebih efektif dan lebih tepat untuk diaplikasikan pada teknologi aplikasi irigasi Para.</description>
      <pubDate>Tue, 18 Dec 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34829</guid>
      <dc:date>2012-12-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sinulingga, Riswal</dc:creator>
      <dc:description>Sistem irigasi Para adalah suatu teknologi aplikasi air irigasi dengan memanfaatkan konstruksi Para. Penetapan irigasi Para pada penelitian ini adalah untuk dapat mempelajari keseragaman konduktivitas listrik ( EC ) dan pH larutan nutrisi serta efektivitas aplikasi pemberian air. Penelitian dilakukan dengan menanam tanaman pada gelas nutrisi yang diletakkan pada konstruksi Para, kemudian melakukan pengumpulan data sesuai parameter yang ada selama pertumbuhan tanaman.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode aplikasi air I ( air diberikan melalui gelas nutrisi) memberikan hasil produk dan keseragaman EC yang lebih baik dibandingkan dengan metode aplikasi n ( air diberikan melalui gelas media tanam ). Dapat disimpulkan dari hasil yang diperoleh bahwa metode aplikasi air I lebih efektif dan lebih tepat untuk diaplikasikan pada teknologi aplikasi irigasi Para.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Uji Lama Fermentasi Media Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Jamur Merang ( Vohariella Volvaceae) Dalam Kumbung Yang Dikontrol</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34825</link>
      <description>Authors: Sitorus Pane, Risjon
Advisors: Soekiman; Rizaldi, Taufik
Abstract: The exploitation of compost heap such as straw, remains of cotton, sawdust.is the important thing. Fungus cultivation is one way to exploit the compost heap. In its flowering, fungus cultivation should notice the time of fermentation and kind of growing mediator. This research was done in a container by controlling the temperature and immidity. N&#xD;
The purpose of this research was to test the effect of growing of small round mushroom on different growing mediators and the time of fermentation of the growing mediator. This research use Factorial Random Completed Sampling with repetition and two factors, those were the time of fermentation (Li= 3 days; I2= 6 days; L3= 9 days) and the different of growing mediator &lt;T/= straw, remains of cotton; T2^ straw; 7&gt;= straw, sawdust)&#xD;
The result of this research indicated six days for time fermentation and growing mediator was the mixture of straw and remains of cotton that gave the best average weight and water content.
Abstract (other language): Pemanfaatan limbah-limbah pertanian seperti jerami, sisa kapas, serbuk gergaji adalah satu hal yang sangat penting saat ini. Budidaya jamur merupakan salah satu cara yang memanfaatkan limbah-limbah pertanian tersebut. Dalam pengembangannya budidaya jamur harus memperhatikan lamaa fermentasi dan jenis media tumbuhnya. Penelitian dilakukan dalam suatu wadah (kumbung) dengan mengontol suhu dan kelembaban.&#xD;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji respon pertumbuhan jamur merang terhadap perbedaan media tumbuh dan juga perbedaan lama fermentasi media tumbuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga ulangan dan dua perlakuan yaitu lama fermentasi (Li= 3 hari; L2- 6 hari; L3= 9 hari) dan beda media tumbuh (Ti= jerami, sisa kapas; T2= jerami; T3= jerami, serbuk gergaji)&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan lama fermentasi enam hari dan media tumbuh jerami campur sisa kapas memberikan hasil berat rata-rata, kadar air yang terbaik.</description>
      <pubDate>Tue, 18 Dec 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34825</guid>
      <dc:date>2012-12-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sitorus Pane, Risjon</dc:creator>
      <dc:description>Pemanfaatan limbah-limbah pertanian seperti jerami, sisa kapas, serbuk gergaji adalah satu hal yang sangat penting saat ini. Budidaya jamur merupakan salah satu cara yang memanfaatkan limbah-limbah pertanian tersebut. Dalam pengembangannya budidaya jamur harus memperhatikan lamaa fermentasi dan jenis media tumbuhnya. Penelitian dilakukan dalam suatu wadah (kumbung) dengan mengontol suhu dan kelembaban.&#xD;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji respon pertumbuhan jamur merang terhadap perbedaan media tumbuh dan juga perbedaan lama fermentasi media tumbuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga ulangan dan dua perlakuan yaitu lama fermentasi (Li= 3 hari; L2- 6 hari; L3= 9 hari) dan beda media tumbuh (Ti= jerami, sisa kapas; T2= jerami; T3= jerami, serbuk gergaji)&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan lama fermentasi enam hari dan media tumbuh jerami campur sisa kapas memberikan hasil berat rata-rata, kadar air yang terbaik.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pembuatan Kompos Campuran Kotoran Sapi Dan Serbuk&#xD;
Gergaji Dengan Menggunakan Stardec Sebagai Starter</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34822</link>
      <description>Authors: Siregar, Rafika Hafsah
Advisors: Darun; Soekirman
Abstract: Composting is the oldest practices to prepare the organic fertilizer then further more to expanded of the key of the recycling technology from the waste of the resident urban affair. Compost in this research madfrom the mixture of dirt of ox and sawdust by using stardec as starter. This research aim to analyze the influence of mixture of dirt of ox and sawdust in making of compost. This research is condicted by using random device complete with two treatment factor, that is the factor of aose of giving stardec (S) and inversions factor (P). this research has been done in Agriculture Faculty of North Sumatera University since 18 July 2005 until 21 August 2005 with parameter perceived is comparison C/N, pH, rendemen, and moisture content.&#xD;
The result of this research indicate that by using stardec have an effect on very real to comparison of C/N, moisture content and rendemen, and give the not real influence to pH of compost, the intensity of inversion have an effect on very real to the substance of rendemen, moisture content and give not real influence to pHand comparison of C/N compost. And the influence of interaction by giving the stardec and inversion give the not real influence to comparison of C/N, pH, rendemen, and moisture content
Abstract (other language): Pengomposan merupakan praktek tertua untuk menyiapkan pupuk organik yang selanjutnya dikembangkan menjadi kunci tekhnologi daur-ulang limbah pemukiman perkotaan. Kompos dalam penelitian ini dibuat berasal dari campuran kotoran ternak sapi dan serbuk gergaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengarah campuran kotoran ternak sapi dan serbuk gergaji dalam pembuatan kompos dan diduga ada pengaruh dosis stardec dan pembalikan terhadap pembuatan kompos. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 perlakuan yaitu faktor dosis pemberian stardec (S) dan faktor pembalikan (P). Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanaian Universitas Sumatera Utara sejak tanggal 18 juli sampai dengan 21 agustus 2005 dengan parameter yang diamati adalah perbandingan C/N, pH, rendemen dan kadar air.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian stardec berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap perbandingan C/N, kadar air, rendemen dan berpengaruh berbeda tidak nyata terhadap nilai pH kompos. Intensitas pembalikan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap rendemen, kadar air dan berpengaruh tidak nyata terhadap pH dan perbandingan C/N kompos. Interaksi pemberian stardec dan pembalikan memberikan pengaruh berbada tidak nyata terhadap perbandingan C/N, pH, rendemen dan kadar air</description>
      <pubDate>Tue, 18 Dec 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34822</guid>
      <dc:date>2012-12-18T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Siregar, Rafika Hafsah</dc:creator>
      <dc:description>Pengomposan merupakan praktek tertua untuk menyiapkan pupuk organik yang selanjutnya dikembangkan menjadi kunci tekhnologi daur-ulang limbah pemukiman perkotaan. Kompos dalam penelitian ini dibuat berasal dari campuran kotoran ternak sapi dan serbuk gergaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengarah campuran kotoran ternak sapi dan serbuk gergaji dalam pembuatan kompos dan diduga ada pengaruh dosis stardec dan pembalikan terhadap pembuatan kompos. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 perlakuan yaitu faktor dosis pemberian stardec (S) dan faktor pembalikan (P). Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanaian Universitas Sumatera Utara sejak tanggal 18 juli sampai dengan 21 agustus 2005 dengan parameter yang diamati adalah perbandingan C/N, pH, rendemen dan kadar air.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian stardec berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap perbandingan C/N, kadar air, rendemen dan berpengaruh berbeda tidak nyata terhadap nilai pH kompos. Intensitas pembalikan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap rendemen, kadar air dan berpengaruh tidak nyata terhadap pH dan perbandingan C/N kompos. Interaksi pemberian stardec dan pembalikan memberikan pengaruh berbada tidak nyata terhadap perbandingan C/N, pH, rendemen dan kadar air</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengujian Perbedaan Lama Pengeringan dan Diameter Pulley Alat Pemecah Biji Kemiri Terhadap Kapasitas dan Biji Pecah</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34500</link>
      <description>Authors: Sose, Andi
Advisors: Soekirman; S. Matondang; Daulay, Saipul Bahri
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lama pengeringan biji kemiri&#xD;
dan diameter pulley yang paling baik pada Mesin Pemecah Kemiri Politeknik, sehingga diperoleh kapasitas dan mutu hasil pemecahan kemiri yang baik.&#xD;
Rancangan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu lama pengeringan biji kemiri dan diameter pulley.</description>
      <pubDate>Fri, 23 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34500</guid>
      <dc:date>2012-11-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sose, Andi</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Diameter dan Jarak Gigi Rotor Corn Sheller (Top Pemipil Jagung ) Terhadap Mutu Hasil Pipilan Jagung (Zea mays)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34498</link>
      <description>Authors: Harahap, Asnita Rahma
Advisors: Darun; Sumono; Soekirman
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh diameter rotor, jarak gigi rotor dan interaksi antara diameter dengan jarak gigi rotor tersebut sehingga dapat dipergunakan untuk memperoleh hasil pipilan jagung yang sesuai dengan standar mutu.                      Penelitian ini dilakukan pada usaha kelompok Karang Taruna Nusa lndah Desa Tuntungan Kecamatan Medan Selayang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Pengujian dilakukan dengan dua faktor yaitu Diameter Rotor dan Jarak Gigi Rotor masing-masing tiga ulangan.</description>
      <pubDate>Fri, 23 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34498</guid>
      <dc:date>2012-11-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Harahap, Asnita Rahma</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Kelayakan Pekerjaan Mengolah Tanah Sebagai Sumber Mata Pencaharian Petani (Studi Kasus Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Deli Serdang)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34497</link>
      <description>Authors: Fitri, Amelda
Advisors: Darun; Matondang, Saidin; Sumono
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pekerjaan mengolah tanah sebagai sumber mata pencaharian dengan mengamati dan menganalisis pemasukan dan pengeluaran usaha jasa pengolahan tanah dengan penggunaan bajak tenaga hewan dan traktor tangan untuk studi kasus Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Deli Serdang.            Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data primer (data yang diperoleh dari petani sampel), data sekunder (data yang diperoleh dari selain petani sampel), perhitungan matematis dan analisis finansial.</description>
      <pubDate>Fri, 23 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34497</guid>
      <dc:date>2012-11-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Fitri, Amelda</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Prioritas Penanganan Sub DAS dan Arahan Fungsi Kawasan Sub- Sub DAS Badiguten Kabupaten Tanah Karo Berdasarkan Karakteristik Fisiknya</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34495</link>
      <description>Authors: Amalia
Advisors: Sumono; Darun; Daulay, Saipul Bahri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk megetahui Prioritas Penanganan Sub DAS dan Arahan Fungsi Kawasan Sub-Sub DAS Badiguten.&#xD;
Sub-Sub DAS Badiguten mengalir dari Barat ke Timur dan merupakan hulu sungai Wampu yang bermuara di Selat Malaka. Sub-Sub DAS Badiguten berada pada ketinggian 600 m - ,2400 m di atas permukaan laut.</description>
      <pubDate>Fri, 23 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34495</guid>
      <dc:date>2012-11-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Amalia</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Perbandingan Daging Ikan Lele (Clarias batrachus Lin.) dengan Tapioka dan Lama Pegeringan Terhadap Mutu Kerupuk Ikan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34492</link>
      <description>Authors: Zakir, Muhammad
Advisors: Lubis, Zulkifli; Taufik
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan daging ikan lele (Clarias batrachus Lin.) dengan tapioka dan lama pengeringan terhadap mutu kerupuk ikan yang dihasilkan.</description>
      <pubDate>Fri, 23 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34492</guid>
      <dc:date>2012-11-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Zakir, Muhammad</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Natrium Benzoat dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Juice Sirsak (Annona muricata L.)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34490</link>
      <description>Authors: Purba, John Eddy C. P
Advisors: G. Sinambela; K. .Sitinjak; Nainggolan, Rona J
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Natrium Benzoat dan lama penyimpanan terhadap multi juice sirsak (Annona Muricata L.). Digunakan rancangan acak lengkap faktorial, dcngan 2 fak lor, yaitu, Konsentrasi Natrium Benzoat (N), terdiri dari 5 taraf dan Lama Penyimpanan (L) yang terdiri dari 4 taraf.</description>
      <pubDate>Fri, 23 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34490</guid>
      <dc:date>2012-11-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Purba, John Eddy C. P</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Formulasi Bahan Campuran Dan Lama Penyangraian (Roasting) Terhadap Mutu Bubuk Kopi</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34486</link>
      <description>Authors: Hondro, Ferdinan
Advisors: Setyohadi; Taufik; Nainggolan, Rona J
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh forrnulasi bahan campuran dan lama penyangraian terhadap kadar air , kadar sari, kealkalian abu, wama dan organoleptik rasa dan aroma.                    Penelitian ini dilakukan dengan 2 Faktor, yaitu Faktor Formulasi Bahan Campuran (F) terdiri dari 4 taraf antara lain: 80 : 20, 70 : 30, 60 : 40, dan SO : SO, dan Lama Penyangraian terdiri dari 4 taraf antara lain: 15, 20, 25, dan 30 menit.</description>
      <pubDate>Fri, 23 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34486</guid>
      <dc:date>2012-11-23T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Hondro, Ferdinan</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Natrium Klorida (NaCl) dan&#xD;
Lama Perendaman Terhadap Mutu Tepung Ubi Kayu</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34454</link>
      <description>Authors: Heramyanti, Suri
Advisors: H. Taufik; Sinambela (aIm), Gadja; Siahaan, Satya R
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Natrium Klorida dan Lama perendaman terhadap mutu tepung ubi kayu.&#xD;
Metoda penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 ulangan. Sebagai faktor pertama adalah konsentrasi Natrium Klorida (K) dengan 4 taraf, dan lama perendaman ( L ) sebagai faktor kedua, dengan 4 taraf.</description>
      <pubDate>Thu, 22 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34454</guid>
      <dc:date>2012-11-22T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Heramyanti, Suri</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Lama Waktu Pasteurisasi dan Lama Penyimpanan terhadap Mutu Juice Belimbing (Averhoa carambola L)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34453</link>
      <description>Authors: Ginting, Sri Rahayu
Advisors: G. Sinambela; Nainggolan, Rona J; Purnamasari, Wahyuniar
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui pengaruh waktu pasteurisasi dan lama penyimpanan terhadap mutu juice belimbing. Digunakan rancangan acak faktorial, dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu, lama pasteurisasi (P), dengan 5 taraf Po = 0 menit, PI = 10 menit, P2 = 20 menit, P3 = 30 menit, P4 = 40 menit dan lama penyimpanan (L) sebagai faktor kedua dengan 4 taraf , yaitu : Lo = 0 minggu, LI = 1 minggu, L2 = 2 minggu, dan L3 = 3 minggu.</description>
      <pubDate>Thu, 22 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34453</guid>
      <dc:date>2012-11-22T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Ginting, Sri Rahayu</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Natrium Sorbat Dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Minuman Beras Kencur</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34452</link>
      <description>Authors: Novira, Sofiza
Advisors: Nainggolan, Rona J
Abstract: Perlakuan Konsentrasi Na-Sorbat dari mmuman beras kencur yang dihasilkan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kandungan Total Asam. Kadar Total Asam yang tertinggi diperoleh pada perlakuan KJ yaitu konsentrasi Na-Sorbat 0 ppm adalah 0.70% dan Total Asam yang terendah diperoleh pada perlakuan K4 yaitu konsentrasi Na-Sorbat 750 ppm adalah 0.50 %.</description>
      <pubDate>Thu, 22 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34452</guid>
      <dc:date>2012-11-22T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Novira, Sofiza</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pemecahan Cangkang Kemiri Dengan Menggunakan Sistem Ripple Mill Dengan  Berbagai Suhu Perendaman</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34449</link>
      <description>Authors: Siallagan, Asrita Yohana
Advisors: Daulay, Saipul Bahri; Harahap, Lukman Adlin
Abstract: Generally candlenut are still broken traditionally. The product broken is affected by immersion process, drying and it will affect the product significantly. This research was performed in December 2011 up to February 2012 at Agricultural Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Sumatera Utara, Medan using non factorial randomized block design with one factor i.e immersion temperature (3oC,    6 oC, dan 9 oC).The parameters observed were the percentage of whole nut, the percentage of nut broken in half, the percentage of crushed nut, the percentage of sticky core, immersion temperature and engineering econonics analysis using basic value, BEP, NPV, dan IRR.&#xD;
The results showed that immersion temperature had significantly affected all parameters. The best result was immersion temperature at 3oC. This equipment is feasible to operate with the basic value of Rp 119.92 / kg, the BEP of 37329.32 kg / year, NPV of Rp. 8.121.452,19 and Rp. 7.171.112,51, and an IRR of 37.64 %.
Abstract (other language): Buah kemiri pada umumnya masih dipecah secara tradisional. Hasil pecahan buah kemiri dipengaruhi oleh proses perendaman setelah buah kemiri dikeringkan dan diduga ada pengaruh nyata pada hasil pemecahan buah kemiri akibat perbedaan suhu perendaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2011 – Pebruari 2012 di Laboratorium Teknik Pertanian Fakultas Pertanian USU, Medan dengan menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 1 faktor yaitu suhu perendaman yaitu 3oC, 6 oC, dan 9 oC. Parameter yang diamati adalah persentase inti utuh, persentase inti pecah dua, persentase inti hancur, persentase inti lengket, suhu perendaman dan analisis ekonomi teknik menggunakan nilai pokok, BEP, NPV dan IRR.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu perendaman memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter.  Hasil yang terbaik diperoleh pada suhu perendaman 3 oC. Alat ini layak untuk dioperasikan apabila nilai pokoknya Rp 119,92/ kg, nilai BEP 37.329,32 kg/tahun, NPV                     Rp. 8.121.452,19 dan Rp. 7,171,112.51, dan IRR sebesar 37,64 %.</description>
      <pubDate>Wed, 21 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34449</guid>
      <dc:date>2012-11-21T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Siallagan, Asrita Yohana</dc:creator>
      <dc:description>Buah kemiri pada umumnya masih dipecah secara tradisional. Hasil pecahan buah kemiri dipengaruhi oleh proses perendaman setelah buah kemiri dikeringkan dan diduga ada pengaruh nyata pada hasil pemecahan buah kemiri akibat perbedaan suhu perendaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2011 – Pebruari 2012 di Laboratorium Teknik Pertanian Fakultas Pertanian USU, Medan dengan menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 1 faktor yaitu suhu perendaman yaitu 3oC, 6 oC, dan 9 oC. Parameter yang diamati adalah persentase inti utuh, persentase inti pecah dua, persentase inti hancur, persentase inti lengket, suhu perendaman dan analisis ekonomi teknik menggunakan nilai pokok, BEP, NPV dan IRR.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu perendaman memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter.  Hasil yang terbaik diperoleh pada suhu perendaman 3 oC. Alat ini layak untuk dioperasikan apabila nilai pokoknya Rp 119,92/ kg, nilai BEP 37.329,32 kg/tahun, NPV                     Rp. 8.121.452,19 dan Rp. 7,171,112.51, dan IRR sebesar 37,64 %.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Kalsium Khlorida dan Suhu Pengeringan terhadap Mutu Manisan Kering Tomat</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34426</link>
      <description>Authors: Zuhra, Sofia
Advisors: Nainggolan, Rona J; Sulaiman, A.H.; Purba, Bekman
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kalsium khlorida (CaCh) dan suhu pengeringan terhadap mutu manisan tornat kering.&#xD;
Digunakan rancangan acak faktorial, dengan 2 faktor.</description>
      <pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34426</guid>
      <dc:date>2012-11-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Zuhra, Sofia</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Natrium Metabisulfit dan Lama Perendaman lrisan Ubi Kayu Terhadap Mutu Gaplek</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34425</link>
      <description>Authors: Sinaga, Roni
Advisors: Taufik; Setyohadi; Nainggolan, Rona J
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penambahan Konsentrasi Natrium metabisulfit dan Lama Perendaman lrisan Ubi kayu terhadap mutu Gaplek.&#xD;
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua ulangan. Perlakuan terdiri dari dua faktor.</description>
      <pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34425</guid>
      <dc:date>2012-11-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sinaga, Roni</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Jumlah Starter Dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu “ Nata De Pina”</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34424</link>
      <description>Authors: Silalahi, Roberto
Advisors: Lubis, Zulkifli; Nainggolan, Rona J
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah starter dan lama fermentasi    terhadap mutu Nata de Pina. &#xD;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) Faktorial 4 x 4 terdiri dari dua faktor dengan 2 ulangan. Faktor I : Jumlah Starter (R) terdiri dari 4 taraf yaitu Rl ( 20 ml /200 ml ), R2 (30 ml/ 200 ml ), R3 (40 ml/200ml), dan R4 ( 50 ml/200 ml ).</description>
      <pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34424</guid>
      <dc:date>2012-11-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Silalahi, Roberto</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Perbandingan Sari Buah Markisa dengan Sari Buah Pepaya dan Penambahan Pektin Terhadap Mutu Jeli</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34422</link>
      <description>Authors: Riduan
Advisors: Purba, Asmin; Sinambela, Gadja; Siahaan, Satya R
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan sari buah markisa dengan sari buah pepaya dan pengaruh penambahan pektin terhadap mutu jelly yang dihasilkan. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 ulangan.</description>
      <pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34422</guid>
      <dc:date>2012-11-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Riduan</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Lama Perendaman Kacang Kedelai Dan Jenis Zat Penggumpal Terhadap Mutu Tahu</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34420</link>
      <description>Authors: Sibarani, Ramses
Advisors: Sitinjak, Kamal; Nainggolan, Rona J; Siahaan, Satya R
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perencaman kacang kedelai dan penggunaan jenis zat penggumpal terhadap mutu tahu.                          Digunakan rancangan acak lengkap, dengan 2 faktor, Faktor I yaitu, Lama Perendaman (L),&#xD;
dengan 4 taraf L0 = 2 jam, L1 = 4 jam, L2 = 6 jam dan L3 = 8 jam, dan Jenis Zat Penggumpal (J) sebagai faktor II dengan 2 taraf, yaitu : J0 =  Asam Cuka dan J1 =  Batu Tabu.</description>
      <pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34420</guid>
      <dc:date>2012-11-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sibarani, Ramses</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Kecepatan Putaran Dan Lama Sentrifugasi Terhadap Mutu Tepung Ubi Jalar (Ipomea bat alas, L.)</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34419</link>
      <description>Authors: Pardede, New Some Johannes
Advisors: Sulaiman; Setyohadi; Sitinjak, Kamal
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan putaran dan lama sentrifugasi terhadap mutu tepung ubi jalar. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)faktorial dengan dua ulangan.</description>
      <pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34419</guid>
      <dc:date>2012-11-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Pardede, New Some Johannes</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi KMn04 dan Silika Gel Terhadap Mutu Buah Terong Belanda (Cyphomandra betaceae Sendth) Selama Penyimpanan</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34417</link>
      <description>Authors: Simanjuntak, Mery Fransiska
Advisors: Lubis, Zulkifli; Purba, Bekman; Pumamasari, Wahyuniar
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi KMn04 dan silika gel terhadap mutu buah terong belanda selama penyimpanan.&#xD;
Digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) bentuk faktorial dengan analisa data statistik dari parameter yang diamati yaitu wama, susut bobot, tekstur, total asam dan vitamin C.</description>
      <pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34417</guid>
      <dc:date>2012-11-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Simanjuntak, Mery Fransiska</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Kalsium Klorida dan Lama&#xD;
Penyimpanan Terhadap Mutu Manisan Kering Tomat</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34416</link>
      <description>Authors: Marhamah
Advisors: Taufik; Purba, Bekman; Nainggolan, Rona J.
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Kalsium Klorida dan Lama Penyimpanan terhadap mutu manisan kering tomat. Metoda penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 ulangan.</description>
      <pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/34416</guid>
      <dc:date>2012-11-20T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Marhamah</dc:creator>
    </item>
  </channel>
</rss>

