<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>USU-IR Community: Ensikom</title>
    <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/124</link>
    <description>Ensikom</description>
    <pubDate>Sat, 25 May 2013 14:32:40 GMT</pubDate>
    <dc:date>2013-05-25T14:32:40Z</dc:date>
    <image>
      <title>USU-IR Community: Ensikom</title>
      <url>http://repository.usu.ac.id:80/retrieve/33191/ensikom.png</url>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/124</link>
    </image>
    <item>
      <title>Pedoman Penulisan Naskah Jurnal Ensikom (Bold, 14 Times New Roman (TNR))</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/17616</link>
      <description>Authors: Baafai, Usman; Pane, Zulkarnaen
Abstract: Pedoman penulisan ini dipersiapkan sebagai contoh tulisan yang dapat dijadikan acuan bagi penulis yang ingin memasukkan tulisannya ke Jurnal Teknik Simetrika. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan atau Bahasa Inggris. Isi abstrak berisi  tujuan, cakupan kajian dan kesimpulan terpenting. Isinya tidak lebih dari 200 kata dan ditulis dengan huruf miring serta  rata kanan kiri.</description>
      <pubDate>Fri, 04 Jun 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/17616</guid>
      <dc:date>2010-06-04T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Baafai, Usman</dc:creator>
      <dc:creator>Pane, Zulkarnaen</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengukuran Tahanan Pembumian Dengan Menggunakan Metode Fall-Of-Potential Alternatif</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15221</link>
      <description>Authors: Zulkarnaen Pane; Mustafrind Lubis
Abstract: Suatu analisis yang diperluas dari pengukuran tahanan pembumian dengan menggunakan metode fall-of-potential akan dipaparkan. Pertama-tama akan diperoleh suatu kurva yang menyatakan lokasi eksak dari probe potensial apabila probe potensial dan probe arus berada pada arah yang berbeda. Kurva-kurva yang menggambarkan kesalahan pengukuran juga ditampilkan untuk kasus apabila probe potensial ditempatkan di mana tahanan pembumian yang benar tidak dapat diukur. Studi yang dibahas pada artikel ini telah memperluas teori metode fall-of-potential konvensional dan hasil yang diperoleh dapat menjadi petunjuk praktis untuk pengukuran tahanan pembumian yang dilakukan dengan menggunakan metode ini.</description>
      <pubDate>Fri, 03 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15221</guid>
      <dc:date>2009-04-03T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Zulkarnaen Pane</dc:creator>
      <dc:creator>Mustafrind Lubis</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Desain Dan Implementasi Jaringan Akses Kabel Telepon</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15220</link>
      <description>Authors: Suherman
Abstract: Jaringan akses kabel merupakan teknologi lama yang digunakan untuk menghubungkan sentral telepon ke pelanggan. Dalam perkembangannya, teknologi akses serat optik mulai menggantikan. Namun demikian, teknologi akses kabel masih banyak digunakan di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia.&#xD;
Teknologi DSL dan jaringan akses untuk layanan multimedia dibangun berdasarkan jaringan kabel, baik sebagai peningkatan kualitas saja, maupun dibangun secara campuran. Beberapa jaringan akses juga menggunakan teknik desain yang relatif sama. Artikel ini membahas teknik perencanaan jaringan kabel dari peramalan permintaan, rancangan dasar, sampai implementasi (rancangan rinci).
Abstract (other language): Cable network is an anchient technology that connect public telephone network to its subcribers. Optical network then will replace it. Even it’s a conventional technology without any significant techniques, cable networks are still the primary subscriber networks in many developing countries.&#xD;
DSL technology for TV cable or Internet access, and optical network for multimedia services are developed based on the cable network, on it, mixed, or using the same technique.This article describes design technique to develop a cable network, including demand forecasting, basic design, and detil design. This article also give a basic knowledge to design the other access network technology.</description>
      <pubDate>Fri, 03 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15220</guid>
      <dc:date>2009-04-03T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Suherman</dc:creator>
      <dc:description>Cable network is an anchient technology that connect public telephone network to its subcribers. Optical network then will replace it. Even it’s a conventional technology without any significant techniques, cable networks are still the primary subscriber networks in many developing countries.&#xD;
DSL technology for TV cable or Internet access, and optical network for multimedia services are developed based on the cable network, on it, mixed, or using the same technique.This article describes design technique to develop a cable network, including demand forecasting, basic design, and detil design. This article also give a basic knowledge to design the other access network technology.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Perancangan Switch Matrik Besar Menggunakan Array Switch Analog Zarlink</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15219</link>
      <description>Authors: M. Zulfin
Abstract: Secara tradisional, perancangan sebuah switch matrik yang besar dilakukan dengan menggunakan switch-switch elektromekanik. Dengan demikian, banyak bagian yang bergerak yang digunakan untuk membangun switch matrik ini. Dengan kemajuan bidang elektronik, switch elektromekanik saat ini dapat digantikan dengan switch-switch semikonduktor yang ekivalen yang menawarkan solusi yang lebih ekonomis dan memiliki keandalan yang lebih baik. Rumpun switch crosspoint analog Zarlink dapat disusun dengan mudah ke dalam berbagai ukuran konfigurasi switch array dan memiliki kinerja elektrik yang baik.</description>
      <pubDate>Fri, 03 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15219</guid>
      <dc:date>2009-04-03T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>M. Zulfin</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Unjuk Kerja Koreksi Kesalahan Tipe-Ii Hybrid Arq Dengan Menggunakan Kaskade Kode Hamming</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15218</link>
      <description>Authors: Mubarakah, Naemah
Abstract: Keandalan dan throughput adalah dua aspek penting yang menunjukkan unjuk kerja dari sistem komunikasi data. Kontrol kesalahan seperti Forward Error Control (FEC) dan Automatic Repeat Request (ARQ) kurang memberikan solusi unjuk kerja yang optimum. Kontrol kesalahan hybrid ARQ merupakan gabungan FEC dan ARQ sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan unjuk kerja sistem. Kontrol kesalahan tipe-II hybrid ARQ (adaptive ARQ) dengan menggunakan kaskade kode Hamming dimaksudkan untuk menyediakan throughput yang tinggi mengatasi kemungkinan kesalahan bit pada kanal. Ini dapat dilihat dari penggunaan kaskade kode Hamming (7,4) dengan tingkat kaskade satu memiliki throughput yang lebih baik dibandingkan GH–ARQ, sedangkan tingkat kaskade dua memiliki keandalan yang cukup baik. Dari hasil simulasi diperoleh pada BER 10-6 sampai dengan 7,5.10-5, sistem Hamming (7,4) dengan tingkat kaskade level kedua memberikan throughput yang setara dengan tingkat kaskade level pertama. Sedangkan pada BER &gt; 7,5.10-5, sistem dengan tingkat kaskade level kedua memiliki throughput lebih rendah dari sistem dengan tingkat kaskade level pertama, tetapi memiliki keandalan yang lebih baik. Dengan demikian terlihat sistem tipe-II hybrid ARQ memiliki peningkatan unjuk kerja yang optimal.</description>
      <pubDate>Fri, 03 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15218</guid>
      <dc:date>2009-04-03T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Mubarakah, Naemah</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Transceiver Daya Rendah Untuk Komunikasi Audio Jarak Dekat</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15217</link>
      <description>Authors: Suherman
Abstract: Beberapa aplikasi teknologi saat ini membutuhkan aplikasi radio berdaya rendah untuk jarak yang dekat. Contohnya seperti wireless headset, mouse, dan keyboard wireless untuk komputer, aplikasi tracking, radio penyadap, dan lainnya. Aplikasi sistem analog tidak lagi populer, disebabkan ukuran yang menjadi masalah, serta teknologinya yang memungkinkan kurangnya keamanan data. Saat ini sistem populer adalah menggunakan pemancar digital berdaya rendah.</description>
      <pubDate>Fri, 03 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15217</guid>
      <dc:date>2009-04-03T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Suherman</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Rancangan Alat Ukur Waktu Tunda Rele Arus Lebih</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15216</link>
      <description>Authors: T. Ahri Bahriun
Abstract: Rele arus lebih berfungsi untuk membuka circuit breaker jika terjadi gangguan berupa arus lebih. Pembukaan circuit breaker ini bertujuan untuk menghindari kelebihan arus yang berkepanjangan. Rele ini umumnya dilengkapi dengan penunda waktu yang akan menunda pembukaan circuit breaker selama waktu tertentu. Ini dimaksudkan agar circuit breaker tidak dibuka jika gangguan arus lebih hanya berlangsung untuk saat yang singkat. Lamanya tundaan waktu ini umumnya merupakan fungsi dari besarnya arus lebih. Salah satu alat ukur yang dibutuhkan oleh laboratorium distribusi adalah alat ukur waktu tunda rele arus lebih. Alat ini berguna untuk mengukur selang waktu antara mulai terjadinya arus lebih dengan dibukanya circuit breaker. Alat ukur ini umumnya merupakan suatu timer yang akan di-start dan di-stop oleh kontak bantu dari rele yang diuji. Tulisan ini mencoba membahas suatu rangkaian pengukur waktu pembukaan rele arus lebih yang sederhana, yang menggunakan rangkaian logika sebagai intinya.</description>
      <pubDate>Fri, 03 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15216</guid>
      <dc:date>2009-04-03T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>T. Ahri Bahriun</dc:creator>
    </item>
    <item>
      <title>Pengukuran Tahanan Grid Pembumian Pada Model Lapisan Tanah Yang Tidak Uniform</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15215</link>
      <description>Authors: Zulkarnaen Pane
Abstract: Tulisan ini akan memaparkan penerapan pengujian model skala pada dua lapisan tanah yang tidak uniform. Pengujian dilakukan pada bak elektrolitik untuk mengukur tahanan grid pembumian. Rincian dari bak elektrolitik, peralatan dan rangkaian yang digunakan akan dijelaskan. Untuk memverifikasi keakuratan dari hasil yang diperoleh melalui pengujian akan dibandingkan dengan hasil perhitungan.
Abstract (other language): This paper will explain the testing application of scale models for two non uniform earth layer. The testing is done in an electrolytic tank for measuring the earth grid resistance.&#xD;
The details of an electrolytictank, instruments and circuits which are used, will be explained. For the verification the result’s accuracies of the testing will be compared by calculation.</description>
      <pubDate>Thu, 02 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15215</guid>
      <dc:date>2009-04-02T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Zulkarnaen Pane</dc:creator>
      <dc:description>This paper will explain the testing application of scale models for two non uniform earth layer. The testing is done in an electrolytic tank for measuring the earth grid resistance.&#xD;
The details of an electrolytictank, instruments and circuits which are used, will be explained. For the verification the result’s accuracies of the testing will be compared by calculation.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Implementasi Rangkaian Elektronika Menggunakan Teknologi Surface Mount</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15214</link>
      <description>Authors: Suherman
Abstract: Salahsatu perkembangan perangkat elektronika adalah miniaturisasi, yakni pengurangan pada volume perangkat. Dan teknologi yang berperan penting dalam proses miniaturisasi adalah teknologi Surface Mount. Teknologi Surface Mount adalah teknologi komponen yang berusaha nengurangi ukuran komponen dan diletakkan secara langsung pada permukaan PCB. Teknologi ini menggantikan teknologi sebelumnya, yakni teknologi thru hole, dimana dalam pemasangannya dilakukan pelubangan pada PCB.&#xD;
Pemakaian komponen ini telah merata pada semua perangkat elektronika. Namun sangat disayangkan, teknologi ini sangat asing di ndonesia, baik pada tingkat industri, pasar komponen, maupun pada kurikulum perguruan tinggi. Tulisan ini akan mengulas mengenai teknologi elektronika surface mount, komponen, peralatan pendukung serta proses implementasi rangkaian.
Abstract (other language): Miniaturization is one of the electronics devices development that reduce equipment size. Surface mount technology fullfil this requirement. Surface Mount is an electronics devices technology that reduce the size and mounting the components on the board surface directly. This technology then replace through hole technology that using hole on PCB, even sometimes they are combined.&#xD;
All electronics devices are now using surface mount, but it still unknown well in Indonesian factory, market or in the university curriculum. This paper describe surface mount technology, its components, devices and implementation process.</description>
      <pubDate>Thu, 02 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15214</guid>
      <dc:date>2009-04-02T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Suherman</dc:creator>
      <dc:description>Miniaturization is one of the electronics devices development that reduce equipment size. Surface mount technology fullfil this requirement. Surface Mount is an electronics devices technology that reduce the size and mounting the components on the board surface directly. This technology then replace through hole technology that using hole on PCB, even sometimes they are combined.&#xD;
All electronics devices are now using surface mount, but it still unknown well in Indonesian factory, market or in the university curriculum. This paper describe surface mount technology, its components, devices and implementation process.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Kajian Pemanfaatan Sistem Teknologi Pembangkit Tenaga Gasifikasi Batubara</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15213</link>
      <description>Authors: Sitorus, Tulus Burhanuddin
Abstract: Sumber energi batubara diperkirakan sebesar 36.5 milyar ton, dengan sekitar 5.1 milyar ton dikategorikan sebagai cadangan terukur. Produksi batubara pada tahun 1995 mencapai sebesar 44 juta ton. Sekitar 33 juta ton dieksport dan sisanya sebesar 11 juta ton untuk konsumsi dalam negeri. Dari jumlah 11 juta ton tersebut 60 % atau sekitar 6.5 juta ton digunakan untuk pembangkit listrik, 30 % untuk industri semen dan sisanya digunakan untuk rumah tangga dan industri kecil. Permasalahan utama dalam pemanfaatan batubara adalah wujud batubara yang berupa zat padat sehingga kurang luwes dalam transportasinya. Disamping itu batubara mengandung sulfur, nitrogen dan abu dalam jumlah besar sehingga gas buang hasil pembakaran menghasilkan polutan seperti SO2 dan NO2 serta abu terbang. Pembakaran batubara juga menghasilkan CO2 yang berperan dalam proses pemanasan global.
Abstract (other language): Energy sources of coal estimated 36,5 billion ton and 5,1 billion ton as measureable reseve. Coal production in 1995 achieve 44 million ton. Thereabouts 33 million ton is exported and 11 million ton remainder for consumption of country. Around 60% is used for powerplant, 30% for cement industries and the remainder for household and home industries. The main problem in coal using is shape of coal. Besides the coal contains sulfur, nitrogen and ash in large quantity so gas exhaust of combustion yield pollutant like SO2, NO2 and fly ash. Coal combustion also yield CO2 which make global warming process.</description>
      <pubDate>Thu, 02 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15213</guid>
      <dc:date>2009-04-02T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Sitorus, Tulus Burhanuddin</dc:creator>
      <dc:description>Energy sources of coal estimated 36,5 billion ton and 5,1 billion ton as measureable reseve. Coal production in 1995 achieve 44 million ton. Thereabouts 33 million ton is exported and 11 million ton remainder for consumption of country. Around 60% is used for powerplant, 30% for cement industries and the remainder for household and home industries. The main problem in coal using is shape of coal. Besides the coal contains sulfur, nitrogen and ash in large quantity so gas exhaust of combustion yield pollutant like SO2, NO2 and fly ash. Coal combustion also yield CO2 which make global warming process.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Implementasi Sistem Step By Step Switching Menggunakan Komponen Terintegrasi</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15212</link>
      <description>Authors: Suherman
Abstract: Sentral yang menggunakan sistem step by step switching telah lama ditinggalkan. Teknologi telah beralih ke sistem switching digital common control, bahkan berbasis packet switching khususnya penggunaan IP based Network. Namun demikian, teknologi switching step by step yang dahulu berbasis sistem mekanis masih dapat diperbaharui dengan memanfaatkan komponen terintegrasi (integrates cicuit, IC).&#xD;
Sistem switching step by step dengan komponen terintegrasi ini dapat dimanfaatkan untuk membentuk sistem PABX kapasitas kecil. Karena dibentuk dengan memanfaatkan komponen terintegrasi, teknologi ini memungkinkan untuk diimplementasikan dalam bentuk IC tunggal (Application Specipic Integrated Circuit, ASIC). Sehingga akan diperoleh komponen PABX mini yang lebih sederhana dibandingkan PABX berbasis microcontroller.
Abstract (other language): munication exchange which used step by step switching system are obsolete. Technology had move to the digital common control switching system even based on switching package, especially using IP based network. Even though, the step by step switching system technology based on mechanical switching system are renewable by using integrated circuits IC’s.&#xD;
Step by step switching system using the integrated circuits technologies can be used to build a small capacity PABX system. Because of built by using IC’s, this technology can be implemented in the form of single chip IC (Application Spesific Integrated Circuits, ASIC). This will give small PABX components which is more simple compared to microcontroller base PABX.</description>
      <pubDate>Thu, 02 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15212</guid>
      <dc:date>2009-04-02T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>Suherman</dc:creator>
      <dc:description>munication exchange which used step by step switching system are obsolete. Technology had move to the digital common control switching system even based on switching package, especially using IP based network. Even though, the step by step switching system technology based on mechanical switching system are renewable by using integrated circuits IC’s.&#xD;
Step by step switching system using the integrated circuits technologies can be used to build a small capacity PABX system. Because of built by using IC’s, this technology can be implemented in the form of single chip IC (Application Spesific Integrated Circuits, ASIC). This will give small PABX components which is more simple compared to microcontroller base PABX.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Rele Tegangan Elektronik</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15211</link>
      <description>Authors: T. Ahri Bahriun
Abstract: Salah satu alat proteksi yang sangat dibutuhkan untuk mengamankan peralatan listrik ialah rele tegangan. Rele ini berfungsi untuk memantau tegangan dan akan memberikan sinyal melalui kontak-kontak keluarannya, jika tegangan yang dipantau lebih besar dari nilai maksimum atau lebih kecil dari nilai minimum yang diperkenankan. Rele ini umumnya bekerja secara elektronik dan rangkaian yang digunakan sangatlah sederhana, sehingga mudah untuk dipahami. Tulisan ini mencoba membahas suatu rangkaian rele tegangan yang sangat sederhana.
Abstract (other language): One of the protection equipments which is needed for protecting the electrical instruments is a voltage relay. This relay function as to detect voltages and will send signals from its terminals when the detect voltege greater than its maximum value or smaller than its minimum voltage rating. In general this relay works electronically, and using simple circuits so it is easy to understand.&#xD;
This paper try to explain a very simple voltage relay.</description>
      <pubDate>Thu, 02 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15211</guid>
      <dc:date>2009-04-02T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>T. Ahri Bahriun</dc:creator>
      <dc:description>One of the protection equipments which is needed for protecting the electrical instruments is a voltage relay. This relay function as to detect voltages and will send signals from its terminals when the detect voltege greater than its maximum value or smaller than its minimum voltage rating. In general this relay works electronically, and using simple circuits so it is easy to understand.&#xD;
This paper try to explain a very simple voltage relay.</dc:description>
    </item>
    <item>
      <title>Sistim Akuisisi Data</title>
      <link>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15210</link>
      <description>Authors: F. Rizal batubara
Abstract: Sistem akuisisi data menkonversikan besaran fisis sumber data ke bentuk sinyal digital dan diolah oleh suatu komputer. Pengolahan dan pengontrolan proses oleh komputer memungkinkan penerapan akuisisi data dengan software. Konfigurasi sistem akuisisi data dapat di lihat dari banyaknya tranduser atau kanal yang digunakan, kecepatan pemrosesan data, dan letak masing-masing komponen pada sistem akuisisi data.
Abstract (other language): Data Acquisition System converts physical number of data sources to digital signal form and processed by computer. Processing and Controlling of process by computer allow the application of data acquisition with software. Configuration of data acquisition system can be known from number of tranducer or channel which are used, data processing speed, and position of each component on data acquisition system.</description>
      <pubDate>Thu, 02 Apr 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/15210</guid>
      <dc:date>2009-04-02T00:00:00Z</dc:date>
      <dc:creator>F. Rizal batubara</dc:creator>
      <dc:description>Data Acquisition System converts physical number of data sources to digital signal form and processed by computer. Processing and Controlling of process by computer allow the application of data acquisition with software. Configuration of data acquisition system can be known from number of tranducer or channel which are used, data processing speed, and position of each component on data acquisition system.</dc:description>
    </item>
  </channel>
</rss>

