<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>USU Institutional Repository</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80" />
  <subtitle>The USU-IR digital repository system captures, stores, indexes, preserves, and distributes digital research material.</subtitle>
  <id>http://repository.usu.ac.id:80</id>
  <updated>2013-05-24T15:19:39Z</updated>
  <dc:date>2013-05-24T15:19:39Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Penentuan pH Dan Suhu Optimum Untuk Aktivitas Ekstrak Kasar Enzim Lipase Dari Kecambah &#xD;
Biji Karet (Hevea Brasiliensis) Terhadap &#xD;
Hidrolisis PKO (Palm Kernel Oil)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37574" />
    <author>
      <name>Nasution, Rizki Amalia</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37574</id>
    <updated>2013-05-24T04:33:16Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Nasution, Rizki Amalia
Advisors: Bulan, Rumondang; Sebayang, Firman
Abstract: Determination of optimum pH and temperature for crude lipase enzyme activity from rubber seeds germination had been conducted. Rubber seed germination made by soaking time process, seed separation with shell’s and seed germination in temperature 27-30oC during 6 days. Crude lipase enzyme was obtained by two times centrifugations with the speed of rotation  at 5000 rpm and 10000 rpm during 30 minutes by additing aceton 70%. The crude enzyme is diluted with phosfat buffer pH 7,0. The activity test of crude lipase enzyme is done by measurement of free fatty acid levels is obtained from hydrolisis process of PKO as subtrate by titrimetric method at temperature variation 40; 45; 50; 55; 60oC and pH 6,0; 6,5; 7,0; 7,5; 8,0. The result shower that the highest activity is 2,432 U/mL at pH optimum 7,0 and temperature optimum 40oC.
Abstract (other language): Telah dilakukan penentuan pH dan suhu optimum untuk aktivitas crude enzim lipase dari kecambah biji karet (Hevea brasiliensis). Kecambah biji karet dibuat melalui proses perendaman, pemisahan biji dengan cangkangnya dan perkecambahan biji dilakukan pada suhu kamar (27 – 30oC) selama 6 hari. Ekstrak kasar enzim lipase diperoleh melalui dua kali proses sentrifugasi selama 30 menit dengan kecepatan putaran 5000 rpm dan 10000 rpm dan dengan penambahan aseton 70%. Crude enzim lipase yang dihasilkan dilarutkan dengan buffer fosfat pH 7,0. Uji aktivitas dari crude enzim lipase dilakukan dengan pengukuran kadar asam lemak bebas yang diperoleh dari proses hidrolisis minyak PKO (Palm Kernel Oil) sebagai substrat dengan metode titrimetri pada variasi suhu 30; 35; 40; 45; 50oC dan pH 6,0; 6,5; 7,0; 7,5; 8,0. Sehingga diperoleh pH optimum 7,0 dan suhu optimum 40oC, dengan aktivitas tertingginya adalah 2,432 U/mL</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Nasution, Rizki Amalia</dc:creator>
    <dc:description>Telah dilakukan penentuan pH dan suhu optimum untuk aktivitas crude enzim lipase dari kecambah biji karet (Hevea brasiliensis). Kecambah biji karet dibuat melalui proses perendaman, pemisahan biji dengan cangkangnya dan perkecambahan biji dilakukan pada suhu kamar (27 – 30oC) selama 6 hari. Ekstrak kasar enzim lipase diperoleh melalui dua kali proses sentrifugasi selama 30 menit dengan kecepatan putaran 5000 rpm dan 10000 rpm dan dengan penambahan aseton 70%. Crude enzim lipase yang dihasilkan dilarutkan dengan buffer fosfat pH 7,0. Uji aktivitas dari crude enzim lipase dilakukan dengan pengukuran kadar asam lemak bebas yang diperoleh dari proses hidrolisis minyak PKO (Palm Kernel Oil) sebagai substrat dengan metode titrimetri pada variasi suhu 30; 35; 40; 45; 50oC dan pH 6,0; 6,5; 7,0; 7,5; 8,0. Sehingga diperoleh pH optimum 7,0 dan suhu optimum 40oC, dengan aktivitas tertingginya adalah 2,432 U/mL</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tinjauan Yuridis Mengenai Pemberian Grasi Terhadap Terpidana Di Indonesia</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37573" />
    <author>
      <name>Vinansari, Triana Putrie</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37573</id>
    <updated>2013-05-24T04:07:55Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Vinansari, Triana Putrie
Advisors: Suwarto; Marlina
Abstract (other language): Grasi merupakan salah satu upaya yang dapat diajukan oleh terpidana kepada Presiden untuk meminta pengampunan atau pengurangan hukuman kepada Presiden. Tidak semua terpidana dapat mengajukan grasi, melainkan harus memenuhi syarat yang diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2002 jo. Undang-Undang No. 5 Tahun 2010 tentang Grasi. Permohonan grasi yang diajukan belum tentu akan mendapat persetujuan dari Presiden. Sebelum memberikan keputusan, Presiden harus memperhatikan pertimbangan dari Mahkamah Agung terlebih dahulu. Penyelesaian permohonan grasi ini masih ada menimbulkan kontroversi dalam masyarakat ketika grasi diberikan kepada orang-orang yang dianggap tidak layak untuk mendapatkannya. Permasalahan yang dikaji dalam skripsi yang berjudul “Tinjauan Yuridis Mengenai Pemberian Grasi Terhadap Terpidana di Indonesia” adalah mengenai apakah yang menjadi landasan dasar pemberian grasi dan bagaimana pengaturan mengenai grasi dalam hukum positif di Indonesia.&#xD;
	Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penulisan yuridis-normatif. Penelitian yuridis normatif adalah penelitian yang dilakukan dan ditujukan kepada peraturan-peraturan tertulis dan penerapan dari peraturan perundang-undangan atau norma-norma hukum positif yang erat kaitannya dengan permasalahan yang dibahas.&#xD;
	Alasan pemberian grasi kepada terpidana adalah karena faktor kemanusiaan dan faktor keadilan. Faktor kemanusiaan dimaksudkan kepada terpidana yang mengalami sakit parah atau kepada mereka yang telah membuktikan dirinya berubah menjadi baik, dinilai sebagai bentuk penghargaan atas perubahan tersebut. Faktor keadilan dimaksudkan kepada mereka yang mencari keadilan atas putusan yang dirasa kurang adil dipidanakan padanya.&#xD;
	Peraturan perundang-undangan mengenai grasi telah diatur dalam Undang-Undangnya tersendiri yaitu UU No. 22 Tahun 2002 jo UU No. 5 Tahun 2010, namun wewenang baru yang diberikan kepada Menteri Hukum dan HAM dalam meneliti dan melaksanakan pengajuan grasi diharapkan dibuat aturan lebih lanjut karena cenderung dapat disalahgunakan dan pemberian grasi kepada terpidana korupsi, terorisme, dan narkotika dirasa sangat kurang adil apabila permohonan grasi yang diajukan dikabulkan oleh Presiden tanpa memperhatikan keadilan dari sisi terpidana dan masyarakat umum, karena tindak pidana tersebut dirasa sangat merugikan kepentingan orang banyak dan perlu mendapatkan hukuman yang berat. Oleh karena itu, akan dirasa kurang pantas apabila pelaku tindak pidana extra ordinary dimudahkan dalam proses pemidanaannya</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Vinansari, Triana Putrie</dc:creator>
    <dc:description>Grasi merupakan salah satu upaya yang dapat diajukan oleh terpidana kepada Presiden untuk meminta pengampunan atau pengurangan hukuman kepada Presiden. Tidak semua terpidana dapat mengajukan grasi, melainkan harus memenuhi syarat yang diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2002 jo. Undang-Undang No. 5 Tahun 2010 tentang Grasi. Permohonan grasi yang diajukan belum tentu akan mendapat persetujuan dari Presiden. Sebelum memberikan keputusan, Presiden harus memperhatikan pertimbangan dari Mahkamah Agung terlebih dahulu. Penyelesaian permohonan grasi ini masih ada menimbulkan kontroversi dalam masyarakat ketika grasi diberikan kepada orang-orang yang dianggap tidak layak untuk mendapatkannya. Permasalahan yang dikaji dalam skripsi yang berjudul “Tinjauan Yuridis Mengenai Pemberian Grasi Terhadap Terpidana di Indonesia” adalah mengenai apakah yang menjadi landasan dasar pemberian grasi dan bagaimana pengaturan mengenai grasi dalam hukum positif di Indonesia.&#xD;
	Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penulisan yuridis-normatif. Penelitian yuridis normatif adalah penelitian yang dilakukan dan ditujukan kepada peraturan-peraturan tertulis dan penerapan dari peraturan perundang-undangan atau norma-norma hukum positif yang erat kaitannya dengan permasalahan yang dibahas.&#xD;
	Alasan pemberian grasi kepada terpidana adalah karena faktor kemanusiaan dan faktor keadilan. Faktor kemanusiaan dimaksudkan kepada terpidana yang mengalami sakit parah atau kepada mereka yang telah membuktikan dirinya berubah menjadi baik, dinilai sebagai bentuk penghargaan atas perubahan tersebut. Faktor keadilan dimaksudkan kepada mereka yang mencari keadilan atas putusan yang dirasa kurang adil dipidanakan padanya.&#xD;
	Peraturan perundang-undangan mengenai grasi telah diatur dalam Undang-Undangnya tersendiri yaitu UU No. 22 Tahun 2002 jo UU No. 5 Tahun 2010, namun wewenang baru yang diberikan kepada Menteri Hukum dan HAM dalam meneliti dan melaksanakan pengajuan grasi diharapkan dibuat aturan lebih lanjut karena cenderung dapat disalahgunakan dan pemberian grasi kepada terpidana korupsi, terorisme, dan narkotika dirasa sangat kurang adil apabila permohonan grasi yang diajukan dikabulkan oleh Presiden tanpa memperhatikan keadilan dari sisi terpidana dan masyarakat umum, karena tindak pidana tersebut dirasa sangat merugikan kepentingan orang banyak dan perlu mendapatkan hukuman yang berat. Oleh karena itu, akan dirasa kurang pantas apabila pelaku tindak pidana extra ordinary dimudahkan dalam proses pemidanaannya</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Leverage Keuangan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37572" />
    <author>
      <name>Sinabang, Meilina A</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37572</id>
    <updated>2013-05-24T03:59:22Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Sinabang, Meilina A
Advisors: Rustam
Abstract: The objectives of this research is to know the influence of independent variables financial leverage, total assets turnover, either partially or simultaneously toward profitability in textil and garment firm on Indonesia Stocks Exchange.&#xD;
This research uses quantitative approach with causal type, that contains of three variable, such as financial leverage is measured by Debt to Total Assets, Debt to Total Equity and Total Assets Turnover as independent variable. Profitability is measured by Return On Equity as dependent variable. This research uses 13 textil and garment companies that listed in Indonesia Stocks Exchange during 2008 to 20011, so that got 52 samples. The sample selection using purposive sampling method. This research utilizes secondary data, those are taken from the website www.idx.co.id. Data which have already collected are processed with classic assumption test before hypothesis test. The statistic method that’s used in multiple regresioan analyze.&#xD;
The result of this research show that, partially  Debt to Total Assets uninfluence toward Return On Equity. Debt to Total Equity partially influence toward  Return On Equity. Total Assets Turnover partially uninfluence toward Return On Equity. Simultaneously, Debt to Total Assets, Debt to Total Equity, dan Total Assets Turnover  influence toward Return On Equity. Adjusted R Square that shows value 0,417 indicates that 41,7% turning in profitability can be determined by the independent variable in this research, meanwhile, the remainder 58,3% detemined by other factors which not include in this research
Abstract (other language): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen leverage keuangan dan perputaran total aktiva berpengaruh terhadap variabel dependen profitabilitas baik secara parsial maupun simultan pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk hubungan kausal (sebab akibat), terdiri dari tiga variabel yaitu leverage keuangan diuji dengan Debt to Total Assets, Debt to Total Equity dan perputaran total aktiva diuji dengan Total Assets Turnover sebagai variabel independen serta profitabilitas diuji dengan Return On Equity sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan 13 perusahaan tekstil dan garmen yang terdafatar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2008-2011 sehingga diperoleh 52 sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh dari situs www.idx.co.id. Proses analisis data yang dilakukan terlebih dahulu adalah uji asumsi klasik dan selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Debt to Total Assets tidak berpengaruh terhadap Return On Equity. Debt to Total Equity secara parsial berpengaruh terhadap Return On Equity. Total Assets Turnover secara parsial tidak berpengaruh terhadap Return On Equity. Secara simultan, Debt to Total Assets, Debt to Total Equity, dan Total Assets Turnover berpengaruh terhadap Return On Equity pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai Adjusted R Square adalah 0,417 mengindikasikan bahwa 41,7% perubahan dalam profitabilitas dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan sisanya 58,3% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Sinabang, Meilina A</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen leverage keuangan dan perputaran total aktiva berpengaruh terhadap variabel dependen profitabilitas baik secara parsial maupun simultan pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk hubungan kausal (sebab akibat), terdiri dari tiga variabel yaitu leverage keuangan diuji dengan Debt to Total Assets, Debt to Total Equity dan perputaran total aktiva diuji dengan Total Assets Turnover sebagai variabel independen serta profitabilitas diuji dengan Return On Equity sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan 13 perusahaan tekstil dan garmen yang terdafatar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2008-2011 sehingga diperoleh 52 sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh dari situs www.idx.co.id. Proses analisis data yang dilakukan terlebih dahulu adalah uji asumsi klasik dan selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Debt to Total Assets tidak berpengaruh terhadap Return On Equity. Debt to Total Equity secara parsial berpengaruh terhadap Return On Equity. Total Assets Turnover secara parsial tidak berpengaruh terhadap Return On Equity. Secara simultan, Debt to Total Assets, Debt to Total Equity, dan Total Assets Turnover berpengaruh terhadap Return On Equity pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai Adjusted R Square adalah 0,417 mengindikasikan bahwa 41,7% perubahan dalam profitabilitas dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan sisanya 58,3% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pembuatan Manisan Mangga(Mangifera Indica L.) Dengan Memanfatkan Sirup Glukosa Hasil Hidrolisis Selulosa Kulit Buah Kuini (Mangifera Odorata G.) Menggunakan Hcl 30%</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37571" />
    <author>
      <name>Sari, Fitri Maya</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37571</id>
    <updated>2013-05-24T03:48:44Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Sari, Fitri Maya
Advisors: RA, Harlinah; Sebayang, Firman
Abstract: A research on the making of candied mango by utilizing a glucose syrup as the result of the hydrolysis of cellulose from kuini’s peel using HCl 30% has been done. Samples of cellulose were isolated from the skin of the kuini fruit and then hydrolyzed by HCl 30% to produce the glucose syrup. Glucose levels were analyzed by using the Nelson-Somogyi method and calculated by regression analysis. The result of the analysis shows that the amount of the glucose that hydrolyzed from the cellulose of the kuini’s peel is 15.96%. Then, the glucose syrup were used in the making of candied mango as a sweetener to the variation of sugar and itself (1:0), (1:1), (1:2), (1:3), and (0:1) and then organoleptic test is tested on 15 panelists and the results of candied mango which is most favored by the ratio (1:1).
Abstract (other language): Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan manisan buah mangga dengan memanfaatkan sirup glukosa hasil hidrolisis selulosa kulit buah kuini menggunakan HCl 30%. Sampel berupa selulosa yang diisolasi dari kulit buah kuini dihidrolisis menggunakan HCl 30% untuk menghasilkan sirup glukosa. Kadar glukosa dianalisis dengan menggunakan metode Nelson-Somogyi dan dihitung dengan analisis regresi. Dari hasil penelitian diperoleh sirup glukosa dari selulosa kulit buah kuini dengan kadar glukosa sebesar 15,96%. Sirup glukosa kemudian dimanfaatkan pada pembuatan manisan buah mangga sebagai pemanis dengan variasi gula pasir dan sirup glukosa (1:0), (1:1), (1:2), (1:3), dan (0:1) yang kemudian diuji organoleptik pada 15 orang panelis dan diperoleh hasil manisan buah mangga yang paling disukai yaitu dengan perbandingan (1:1)</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Sari, Fitri Maya</dc:creator>
    <dc:description>Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan manisan buah mangga dengan memanfaatkan sirup glukosa hasil hidrolisis selulosa kulit buah kuini menggunakan HCl 30%. Sampel berupa selulosa yang diisolasi dari kulit buah kuini dihidrolisis menggunakan HCl 30% untuk menghasilkan sirup glukosa. Kadar glukosa dianalisis dengan menggunakan metode Nelson-Somogyi dan dihitung dengan analisis regresi. Dari hasil penelitian diperoleh sirup glukosa dari selulosa kulit buah kuini dengan kadar glukosa sebesar 15,96%. Sirup glukosa kemudian dimanfaatkan pada pembuatan manisan buah mangga sebagai pemanis dengan variasi gula pasir dan sirup glukosa (1:0), (1:1), (1:2), (1:3), dan (0:1) yang kemudian diuji organoleptik pada 15 orang panelis dan diperoleh hasil manisan buah mangga yang paling disukai yaitu dengan perbandingan (1:1)</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perancangan Aplikasi Sistem Pengenalan &#xD;
Iris Mata Menggunakan Metode Gabor Wavelet Pada Ekstraksi Ciri</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37570" />
    <author>
      <name>Lukas, Prisilia</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37570</id>
    <updated>2013-05-24T03:27:41Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Lukas, Prisilia
Advisors: Sitompul, Opim Salim; Syurahbil
Abstract: The research presented in this thesis is how to implement iris image recognition methods into the software. Making the system is able to recognize the extent of iris image database by selecting the image recognition method is considered simple for beginners who want to build the stage of an iris recognition system image that is generally considered difficult to implement into the form of software. For perform testing of the system used digital database of CASIA (Chinese Academy of Science Institute of Auutomation) Iris Database. Iris recognition system consists of the segmentation process is Gaussian filters, grayscale, threshold, Sobel edge detection and Hough transformation recent. Region segmentation results then normalized by using Daugman Rubber Sheet after then get into using the Gabor wavelet feature extraction, the extraction of the unique iris patterns to encode the bits of biometric templates. Hamming distance is used to test the results of the iris template. The final result obtained is a system capable of recognizing tested by comparing the images in the database with a certain accuracy. The system is able to recognize well over 100 different eye images, for 50 different eye images are first stored in the database, each eye consists of three images of the same eye both shape and distance were each given a different noise in the image. Thus in the design of image recognition application system these my contribution as researchers is how to design iris recognition application is simple to implement the the Gabor wavelet of feature extraction
Abstract (other language): Penelitian yang disajikan pada tugas akhir ini&#xD;
Kata Kunci : Iris, Segmentasi, Normalisasi, Ekstraksi, Gabor Wavelet. adalah bagaimana mengimplementasikan metode pengenalan citra iris ke dalam perangkat lunak. Pembuatan sistem sebatas mampu mengenali citra iris database dengan memilih metode pengenalan citra yang dianggap sederhana untuk tahap pemula yang ingin membangun suatu sistem pengenalan citra iris yang pada umumnya dianggap sulit untuk mengimplemetasikan ke dalam bentuk software. Untuk melakukan pengujian terhadap sistem dipakai database digital dari CASIA (Chinese Academy of Science Institute of Auutomation) Iris Database. Sistem pengenalan iris terdiri dari proses segmentasi yaitu Gaussian filter, grayscale, binerisasi, deteksi tepi sobel dan terakhir transformasi Hough. Wilayah hasil segmentasi kemudian dinormalisasikan dengan menggunakan Daugman Rubber Sheet setelah selesai kemudian masuk ke dalam ekstraksi ciri menggunakan Gabor Wavelet, hasil ekstraksi dengan mengkodekan pola unik iris ke dalam bentuk template bit biometrik. Jarak hamming digunakan untuk hasil pengujian template iris. Hasil akhir yang diperoleh adalah sistem mampu mengenali citra yang diuji dengan membandingkan yang ada dalam database dengan akurasi tertentu. Sistem mampu mengenali dengan baik pada 100 citra mata yang berbeda, untuk 50 citra mata yang berbeda sudah tersimpan lebih dahulu dalam database, setiap mata terdiri dari 3 citra mata yang sama baik bentuk dan jaraknya masing-masing diberi noise yang berbeda pada citra tersebut. Jadi dalam perancangan sistem aplikasi pengenalan citra ini kontribusi saya sebagai peneliti adalah bagaimana merancang aplikasi pengenalan iris mata yang sederhana dengan mengimplementasikan Gabor Wavelet pada ekstraksi ciri.</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Lukas, Prisilia</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian yang disajikan pada tugas akhir ini&#xD;
Kata Kunci : Iris, Segmentasi, Normalisasi, Ekstraksi, Gabor Wavelet. adalah bagaimana mengimplementasikan metode pengenalan citra iris ke dalam perangkat lunak. Pembuatan sistem sebatas mampu mengenali citra iris database dengan memilih metode pengenalan citra yang dianggap sederhana untuk tahap pemula yang ingin membangun suatu sistem pengenalan citra iris yang pada umumnya dianggap sulit untuk mengimplemetasikan ke dalam bentuk software. Untuk melakukan pengujian terhadap sistem dipakai database digital dari CASIA (Chinese Academy of Science Institute of Auutomation) Iris Database. Sistem pengenalan iris terdiri dari proses segmentasi yaitu Gaussian filter, grayscale, binerisasi, deteksi tepi sobel dan terakhir transformasi Hough. Wilayah hasil segmentasi kemudian dinormalisasikan dengan menggunakan Daugman Rubber Sheet setelah selesai kemudian masuk ke dalam ekstraksi ciri menggunakan Gabor Wavelet, hasil ekstraksi dengan mengkodekan pola unik iris ke dalam bentuk template bit biometrik. Jarak hamming digunakan untuk hasil pengujian template iris. Hasil akhir yang diperoleh adalah sistem mampu mengenali citra yang diuji dengan membandingkan yang ada dalam database dengan akurasi tertentu. Sistem mampu mengenali dengan baik pada 100 citra mata yang berbeda, untuk 50 citra mata yang berbeda sudah tersimpan lebih dahulu dalam database, setiap mata terdiri dari 3 citra mata yang sama baik bentuk dan jaraknya masing-masing diberi noise yang berbeda pada citra tersebut. Jadi dalam perancangan sistem aplikasi pengenalan citra ini kontribusi saya sebagai peneliti adalah bagaimana merancang aplikasi pengenalan iris mata yang sederhana dengan mengimplementasikan Gabor Wavelet pada ekstraksi ciri.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Gambaran Pengetahuan Wanita pada Usia Produktif tentang Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37569" />
    <author>
      <name>Daniel</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37569</id>
    <updated>2013-05-24T02:53:58Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Daniel
Advisors: Manik, Murniati
Abstract: Backgrounds: It is known that mother’s milk is better than formula milk because it contains high nutrition that is useful for child growth and development. To reduce child mortality and morbidity, World Health Organization (WHO), suggest that newborn baby must be breastfed for at least 6 months. Factors that inhibit the breastfeeding process are lack of knowledge and experience from the mother. The aim of this study is to understand the level of knowledge from women in productive ages about exclusive breastfeeding.&#xD;
Methods: This is a descriptive research with cross-sectional approach. This study data is collected by distributing questionnaires to 40 women in productive ages (15-49years old) in Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak. The sample is chosen through consecutive sampling method.&#xD;
Results: In conclusion, the knowledge of women in productive ages in Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak about exclusive breastfeeding are 10 person in “good” category, 29 person in “average” category, and 1 person in “less” category. Most of the sample are High School graduate (50%) and Married (65%).&#xD;
Conclusion: From this study, it can be concluded that the knowledge about exclusive breastfeeding from women in productive ages in Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak is in average category
Abstract (other language): Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) lebih baik daripada susu formula karena ASI mengandung nutrisi yang tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam rangka mengurangi mortalitas dan morbiditas anak, World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar ASI eksklusif diberikan kepada bayi yang baru lahir minimal selama enam bulan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan ASI eksklusif adalah karena faktor pengetahuan dan pengalaman ibu yang kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita pada usia produktif tentang ASI eksklusif.&#xD;
&#xD;
Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study, data diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada 40 wanita usia produktif (15-49tahun) di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak. Responden dipilih dengan metode consecutive sampling.&#xD;
&#xD;
Hasil: Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan  wanita pada usia produktif di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak tentang ASI eksklusif yang termasuk dalam kategori “baik” adalah sebanyak 10 orang, yang termasuk dalam kategori “cukup” adalah sebanyak 29 orang, dan yang termasuk dalam kategori “kurang” adalah sebanyak 1 orang. Sebagian besar responden pendidikan terakhirnya adalah SMA (50%) dan status kawinnya adalah kawin (65%).&#xD;
&#xD;
Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan wanita pada usia produktif di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak tentang ASI eksklusif tergolong dalam kategori “cukup”</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Daniel</dc:creator>
    <dc:description>Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) lebih baik daripada susu formula karena ASI mengandung nutrisi yang tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam rangka mengurangi mortalitas dan morbiditas anak, World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar ASI eksklusif diberikan kepada bayi yang baru lahir minimal selama enam bulan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan ASI eksklusif adalah karena faktor pengetahuan dan pengalaman ibu yang kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita pada usia produktif tentang ASI eksklusif.&#xD;
&#xD;
Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study, data diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada 40 wanita usia produktif (15-49tahun) di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak. Responden dipilih dengan metode consecutive sampling.&#xD;
&#xD;
Hasil: Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan  wanita pada usia produktif di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak tentang ASI eksklusif yang termasuk dalam kategori “baik” adalah sebanyak 10 orang, yang termasuk dalam kategori “cukup” adalah sebanyak 29 orang, dan yang termasuk dalam kategori “kurang” adalah sebanyak 1 orang. Sebagian besar responden pendidikan terakhirnya adalah SMA (50%) dan status kawinnya adalah kawin (65%).&#xD;
&#xD;
Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan wanita pada usia produktif di Dusun III, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak tentang ASI eksklusif tergolong dalam kategori “cukup”</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Hubungan antara Lingkungan Kerja dengan Kejadian Faringitis pada Petugas Kebersihan di Dinas Kebersihan Kota Medan</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37568" />
    <author>
      <name>Pulungan, Altika Mitvasari</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37568</id>
    <updated>2013-05-24T02:34:43Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Pulungan, Altika Mitvasari
Advisors: Farhat
Abstract: Environment influenced human’s health. Street as the work place of cleaning services is a dangerous place that become port de’ entry of viral and bacterial agent of Faringitis. The air pollution and many of flying dust in the street also supporting Faringitis. The purpose of this study was to analyze the Relation of Occupational Environment and the Incident of Faringitis at cleaning services in the Sanitation Departement Medan.&#xD;
	This was a crosssectional observational study with the sample was cleaning services work inside the room and outside the room. The sample of this research was 68 respondents consisting of 34 respondents from inside the room and 34 respondents from outside the room. Sampling method of this research using a calculation formula for for the research data estimates the proportion of the population finite (limited). Data collection was done usi ng by a questionnaire and physical examination.&#xD;
Incident of Faringitis consisting of 18 respondets (26,5%) from inside the room and 6 respondents (8,8%) from outside the room.&#xD;
	The result, which analyzed using the chi square test, p count 0,002&lt;0,05, so we can conclude that there was relation between the occupational environment and the incident of Faringitis at cleaning services. Based on the large of OR value, we can conclude that cleaning services from outside the room has 5,25 bigger than cleaning services from inside the room in the risk to experience Faringitis
Abstract (other language): Lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan. Tempat kerja di jalan pada petugas kebersihan merupakan lokasi rawan yang menjadi perantara masuknya virus atau bakteri penyebab Faringitis. Polusi udara dan banyaknya debu bertebaran dijalan turut menunjang terjadinya Faringitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lingkungan kerja dengan kejadian Faringitis pada petugas kebersihan di Dinas Kebersihan Kota Medan.&#xD;
	Penelitian ini dilakukan dengan metode Analitik Observasional dengan sampel petugas kebersihan yang bekerja di luar ruangan dan di dalam ruangan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 responden yang terbagi atas 34 responden dari luar ruangan dan 34 responden dari dalam ruangan. Metode penentuan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan rumus perhitungan besar sampel untuk penelitian estimasi data proporsi pada populasi finit (terbatas). Data didapat dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan fisik.&#xD;
Dari responden petugas kebersihan yang bekerja di luar ruangan yang terkena faringitis sebanyak 18 orang (26,5%), sedangkan dari responden petugas kebersihan yang bekerja di dalam ruangan yang terkena faringitis sebanyak 6 orang (8,8%).&#xD;
Hasil yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square dan didapatkan nilai hitung p sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05, maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara lingkungan kerja dengan kejadian faringitis pada petugas kebersihan. Berdasarkan besarnya nilai Odds Ratio, maka dapat disimpulkan bahwa petugas kebersihan di luar ruangan memiliki resiko untuk mengalami faringitis 5,25 kali lebih besar daripada petugas kebersihan di dalam ruangan</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Pulungan, Altika Mitvasari</dc:creator>
    <dc:description>Lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan. Tempat kerja di jalan pada petugas kebersihan merupakan lokasi rawan yang menjadi perantara masuknya virus atau bakteri penyebab Faringitis. Polusi udara dan banyaknya debu bertebaran dijalan turut menunjang terjadinya Faringitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lingkungan kerja dengan kejadian Faringitis pada petugas kebersihan di Dinas Kebersihan Kota Medan.&#xD;
	Penelitian ini dilakukan dengan metode Analitik Observasional dengan sampel petugas kebersihan yang bekerja di luar ruangan dan di dalam ruangan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 responden yang terbagi atas 34 responden dari luar ruangan dan 34 responden dari dalam ruangan. Metode penentuan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan rumus perhitungan besar sampel untuk penelitian estimasi data proporsi pada populasi finit (terbatas). Data didapat dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan fisik.&#xD;
Dari responden petugas kebersihan yang bekerja di luar ruangan yang terkena faringitis sebanyak 18 orang (26,5%), sedangkan dari responden petugas kebersihan yang bekerja di dalam ruangan yang terkena faringitis sebanyak 6 orang (8,8%).&#xD;
Hasil yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square dan didapatkan nilai hitung p sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05, maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara lingkungan kerja dengan kejadian faringitis pada petugas kebersihan. Berdasarkan besarnya nilai Odds Ratio, maka dapat disimpulkan bahwa petugas kebersihan di luar ruangan memiliki resiko untuk mengalami faringitis 5,25 kali lebih besar daripada petugas kebersihan di dalam ruangan</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Biomassa Azolla Terhadap Status              &#xD;
Logam Berat Timbal (Pb) Pada Tanah</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37567" />
    <author>
      <name>Abror, Muhammad</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37567</id>
    <updated>2013-05-24T02:17:30Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Abror, Muhammad
Advisors: Sabrina, T; Hidayat, Benny
Abstract (other language): Pencemaran tanah akibat logam berat semakin banyak terjadi akibat perkembangan industri dan kurangnya pengawasan terhadap polutan. Tanah tidak terlepas pada ancaman ini. Penelitian pengaruh biomassa azolla  terhadap status logam berat timbale (Pb) pada tanah bertujuan untuk mengukur kemampuan bimassa azolla  tercemar Pb dalam menambahkan maupun mengurangi ketersediaan Pb pada tanah yang dicemari Pb maupun yang tidak dicemari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan perlakuan yaitu biomassa azolla yang tercemar (0 g, 15 g, dan 30g) dan tanah yang dicemari Pb (0g, 150 ppm, dan 300 ppm). Parameter yang diamati pH H2O, Bahan Organik, Pb Total dan Pb tersedia tanah minggu pertama dan minggu kedua setelah inkubasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian biomassa azolla yang terkontaminasi Pb berpotensi menekan cemaran Pb dalam tanah yang tercemar sebesar 5% dan 10% berturut-turut untuk tanah yang dicemari Pb sebanyak 150 ppm dan 300 ppm. Penambahan biomassa azolla yang terkontaminasi Pb tidak berpengaruh terhadap pH maupun dalam meningkatkan bahan organik tanah. Sedangkan pemberian biomassa azolla yang tercemar Pb ke tanah tidak tercemar justru berpotensi menambah ketersediaan Pb tanah sebesar 75%  dan 82% berturut-turut  untuk penambahan azolla tercemar Pb 15 g dan           30 g. Pemberian azolla ini meningkatkan kandungan bahan organik tanah namun tidak berpengaruh nyata secara statistik terhadap perubahan pH tanah. Efek dari pemberian biomassa azolla yang tercemar Pb sejalan dengan waktu akan meningkatkan bahan organic tanah dan menurunkan pH tanah serta ketersediaan Pb didalam tanah. Pemberian  biomassa azolla yang tercemar Pb sebanyak 30 g kedalam tanah yang tercemar mampu menekan ketersediaan Pb didalam tanah sampai dua minggu setelah aplikasi</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Abror, Muhammad</dc:creator>
    <dc:description>Pencemaran tanah akibat logam berat semakin banyak terjadi akibat perkembangan industri dan kurangnya pengawasan terhadap polutan. Tanah tidak terlepas pada ancaman ini. Penelitian pengaruh biomassa azolla  terhadap status logam berat timbale (Pb) pada tanah bertujuan untuk mengukur kemampuan bimassa azolla  tercemar Pb dalam menambahkan maupun mengurangi ketersediaan Pb pada tanah yang dicemari Pb maupun yang tidak dicemari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan perlakuan yaitu biomassa azolla yang tercemar (0 g, 15 g, dan 30g) dan tanah yang dicemari Pb (0g, 150 ppm, dan 300 ppm). Parameter yang diamati pH H2O, Bahan Organik, Pb Total dan Pb tersedia tanah minggu pertama dan minggu kedua setelah inkubasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian biomassa azolla yang terkontaminasi Pb berpotensi menekan cemaran Pb dalam tanah yang tercemar sebesar 5% dan 10% berturut-turut untuk tanah yang dicemari Pb sebanyak 150 ppm dan 300 ppm. Penambahan biomassa azolla yang terkontaminasi Pb tidak berpengaruh terhadap pH maupun dalam meningkatkan bahan organik tanah. Sedangkan pemberian biomassa azolla yang tercemar Pb ke tanah tidak tercemar justru berpotensi menambah ketersediaan Pb tanah sebesar 75%  dan 82% berturut-turut  untuk penambahan azolla tercemar Pb 15 g dan           30 g. Pemberian azolla ini meningkatkan kandungan bahan organik tanah namun tidak berpengaruh nyata secara statistik terhadap perubahan pH tanah. Efek dari pemberian biomassa azolla yang tercemar Pb sejalan dengan waktu akan meningkatkan bahan organic tanah dan menurunkan pH tanah serta ketersediaan Pb didalam tanah. Pemberian  biomassa azolla yang tercemar Pb sebanyak 30 g kedalam tanah yang tercemar mampu menekan ketersediaan Pb didalam tanah sampai dua minggu setelah aplikasi</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Modernisasi Jaringan Akses Tembaga dengan Fiber Optik ke Pelanggan.</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37566" />
    <author>
      <name>Hasibuan, Astrid Harera Royani</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37566</id>
    <updated>2013-05-24T01:56:51Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Hasibuan, Astrid Harera Royani
Advisors: M, Zulfin
Abstract (other language): Untuk mengirimkan layanan ke pelanggan diperlukan jaringan akses. Jika menggunakan kabel tembaga kecepatan akses yang didapat hanya mampu menyalurkan maksimal hingga 4 Mbps, sementara kebutuhan pelanggan terhadap layanan mengalami peningkatan dan bandwidth kabel tembaga tidak mampu menyalurkannya. Dengan serat optik mampu menyalurkan bandwidth hingga 100 Mbps dengan teknologi berbasis multi-service access node (MSAN) dan gigabit passive optical network (GPON) dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu dilakukan modernisasi jaringan akses tembaga dengan fiber optik.&#xD;
Setelah modernisasi jaringan akses tembaga menjadi fiber optik, fiber optik dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas layanan meningkat. Setelah dimodernisasi bandwidth nya lebih besar dan kecepatannya tinggi dari 4 Mbps menjadi 100 Mbps. Aplikasi yang diperoleh pelanggan juga bervariasi. Instalasi fiber optik lebih mudah, pada serat optik kebutuhan alat ukur menggunakan 2 jenis alat ukur saja. Dengan serat optik biaya lebih murah daripada kabel tembaga dan kapasitas serat optik juga besar. Kemudian sistem menjadi lebih sederhana, penempatan kabel optik lebih kecil akan kelihatan lebih mudah dan lebih rapi, tidak membutuhkan dimensi dan lahan yang luas</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Hasibuan, Astrid Harera Royani</dc:creator>
    <dc:description>Untuk mengirimkan layanan ke pelanggan diperlukan jaringan akses. Jika menggunakan kabel tembaga kecepatan akses yang didapat hanya mampu menyalurkan maksimal hingga 4 Mbps, sementara kebutuhan pelanggan terhadap layanan mengalami peningkatan dan bandwidth kabel tembaga tidak mampu menyalurkannya. Dengan serat optik mampu menyalurkan bandwidth hingga 100 Mbps dengan teknologi berbasis multi-service access node (MSAN) dan gigabit passive optical network (GPON) dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu dilakukan modernisasi jaringan akses tembaga dengan fiber optik.&#xD;
Setelah modernisasi jaringan akses tembaga menjadi fiber optik, fiber optik dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas layanan meningkat. Setelah dimodernisasi bandwidth nya lebih besar dan kecepatannya tinggi dari 4 Mbps menjadi 100 Mbps. Aplikasi yang diperoleh pelanggan juga bervariasi. Instalasi fiber optik lebih mudah, pada serat optik kebutuhan alat ukur menggunakan 2 jenis alat ukur saja. Dengan serat optik biaya lebih murah daripada kabel tembaga dan kapasitas serat optik juga besar. Kemudian sistem menjadi lebih sederhana, penempatan kabel optik lebih kecil akan kelihatan lebih mudah dan lebih rapi, tidak membutuhkan dimensi dan lahan yang luas</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Sebagai Konsumen Kartu Kredit</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37565" />
    <author>
      <name>Lingga, Esteria Maya Rita</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37565</id>
    <updated>2013-05-24T01:40:56Z</updated>
    <published>2013-05-24T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Lingga, Esteria Maya Rita
Advisors: Ginting, Malem; Mulhadi
Abstract (other language): Kartu kredit adalah salah satu alat bayar dalam transaksi perdagangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Masyarakat tertarik untuk menggunakan kartu kredit karena memberikan banyak fasilitas dengan iming-iming hadiah menarik, utang pada kartu kredit lama dari bank lain bisa ditutup dengan cicilan, aplikasi yang sederhana dan persyaratan yang gampang dalam pengajuan permohonan kartu kredit. Penggunaan kartu kredit ini tidak hanya memberikan keuntungan tetapi pada akhirnya dapat menimbulkan masalah dan menyebabkan adanya keluhan dari nasabah. Untuk itu diperlukan adanya perlindungan hukum terhadap nasabah dalam penggunaan kartu kredit. Dalam skripsi ini, permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana hubungan hukum antara nasabah,  bank, dan merchant, bagaimana perlindungan hukum yang diberikan terhadap nasabah sebagai konsumen kartu kredit dan faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam memberikan perlindungan hukum terhadap nasabah.&#xD;
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian hukum normatif dengan pengumpulan data secara studi kepustakaan (library research) yakni penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan seperti buku-buku, berbagai literatur, peraturan perundang-undangan serta melalui media elektronik (internet).&#xD;
	Dalam dunia perbankan, nasabah yang menggunakan kartu kredit digolongkan sebagai konsumen jasa perbankan karena nasabah yang menggunakan kartu kredit adalah konsumen akhir dari barang dan/ atau jasa perbankan yang dipergunakan baik untuk kepentingan diri sendiri, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Penggunaan kartu kredit menimbulkan hubungan hukum yang berbeda antara bank, nasabah dan merchant. Nasabah sebagai konsumen kartu kredit ditempatkan dalam posisi tawar-menawar yang lemah. Perlindungan hukum terhadap nasabah diberikan melalui tiga tahap yakni tahap sebelum transaksi, pada saat transaksi dan setelah transaksi. Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan perlindungan hukum yang akan diberikan kepada nasabah pengguna kartu kredit yakni adanya human error yang dilakukan oleh pegawai bank, kelalaian nasabah yang kurang teliti dan kurang memperhatikan informasi dengan jelas dan lengkap mengenai suatu produk perbankan, penggunaan teknologi informasi yang dapat menyebabkan timbulnya tindak pidana seperti pemalsuan kartu, penipuan bahkan pembobolan rekening</summary>
    <dc:date>2013-05-24T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Lingga, Esteria Maya Rita</dc:creator>
    <dc:description>Kartu kredit adalah salah satu alat bayar dalam transaksi perdagangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Masyarakat tertarik untuk menggunakan kartu kredit karena memberikan banyak fasilitas dengan iming-iming hadiah menarik, utang pada kartu kredit lama dari bank lain bisa ditutup dengan cicilan, aplikasi yang sederhana dan persyaratan yang gampang dalam pengajuan permohonan kartu kredit. Penggunaan kartu kredit ini tidak hanya memberikan keuntungan tetapi pada akhirnya dapat menimbulkan masalah dan menyebabkan adanya keluhan dari nasabah. Untuk itu diperlukan adanya perlindungan hukum terhadap nasabah dalam penggunaan kartu kredit. Dalam skripsi ini, permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana hubungan hukum antara nasabah,  bank, dan merchant, bagaimana perlindungan hukum yang diberikan terhadap nasabah sebagai konsumen kartu kredit dan faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam memberikan perlindungan hukum terhadap nasabah.&#xD;
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian hukum normatif dengan pengumpulan data secara studi kepustakaan (library research) yakni penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan seperti buku-buku, berbagai literatur, peraturan perundang-undangan serta melalui media elektronik (internet).&#xD;
	Dalam dunia perbankan, nasabah yang menggunakan kartu kredit digolongkan sebagai konsumen jasa perbankan karena nasabah yang menggunakan kartu kredit adalah konsumen akhir dari barang dan/ atau jasa perbankan yang dipergunakan baik untuk kepentingan diri sendiri, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Penggunaan kartu kredit menimbulkan hubungan hukum yang berbeda antara bank, nasabah dan merchant. Nasabah sebagai konsumen kartu kredit ditempatkan dalam posisi tawar-menawar yang lemah. Perlindungan hukum terhadap nasabah diberikan melalui tiga tahap yakni tahap sebelum transaksi, pada saat transaksi dan setelah transaksi. Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan perlindungan hukum yang akan diberikan kepada nasabah pengguna kartu kredit yakni adanya human error yang dilakukan oleh pegawai bank, kelalaian nasabah yang kurang teliti dan kurang memperhatikan informasi dengan jelas dan lengkap mengenai suatu produk perbankan, penggunaan teknologi informasi yang dapat menyebabkan timbulnya tindak pidana seperti pemalsuan kartu, penipuan bahkan pembobolan rekening</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Kepuasan Dan Pengetahuan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Ulang     Smartphone Blackberry Pada Mahasiswa Fakultas                                                     Ekonomi USU</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37564" />
    <author>
      <name>Bangun, Ferynando</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37564</id>
    <updated>2013-05-24T02:04:45Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Bangun, Ferynando
Advisors: Marhayanie
Abstract: This study aims to identify and analyze the Effect of Satisfaction and Product Knowledge Purchasing Decision Against Re-Smartphone Blackberry At USU Faculty of Economics. The sampling technique used purposive sampling method, the sample is selected by specific criteria. Criteria samples in this study were students who purchase a minimum of Blackberry Smartphone twice. Hypothesis testing using descriptive analysis method, statistical analysis method which consists of a multiple linear regression analysis, significant simultaneous testing (Test F), partial significance testing (t test) and test the coefficient of determination (R2).&#xD;
Converting the results of this study the effect of a positive and significant correlation between satisfaction variables and Product Knowledge variable for Blackberry Smartphone Buying Decision Re Faculty of Economics at USU. On testing simultaneously (F test) showed that the variables satisfaction and product knowledge together have a positive and significant impact on Purchasing Decisions Birthday Blackberry Smartphone. In partial test (t test) showed that the variables that influence satisfaction most dominant of the Buying Decision Birthday Blackberry Smartphone. Through testing the adjusted coefficient of determination (Adjusted R square) obtained a value of 0.377 or 37.7% Purchase Decision Birthday Blackberry Smartphone as the dependent variable can be explained by the satisfaction and product knowledge as independent variables. While the remaining 62.3% can be explained by other variables not examined in this study.
Abstract (other language): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Kepuasan dan Pengetahuan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi USU. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu sampel yang dipilih dengan kriteria tertentu. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa yang melakukan pembelian Smartphone Blackberry minimal sebanyak dua kali. Pengujian Hipotesis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, metode analisis statistik yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, pengujian signifikan simultan (Uji F), pengujian signifikan parsial (Uji t) dan pengujian koefisien determinasi (R2).&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa adanya pengaruh secara positif dan signifikan antara variabel Kepuasan  dan variabel Pengetahuan Produk  terhadap Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi USU. Pada pengujian secara serempak (Uji F) diketahui bahwa variabel Kepuasan dan Pengetahuan Produk secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry. Pada pengujian secara parsial (Uji t) diketahui bahwa variabel Kepuasan yang berpengaruh dominan terhadap Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry. Melalui pengujian koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R square) diperoleh nilai sebesar 0,377, berarti 37,7% Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry sebagai variabel terikat dapat dijelaskan oleh Kepuasan dan Pengetahuan Produk sebagai variabel bebas. Sedangkan sisanya 62,3% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Bangun, Ferynando</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Kepuasan dan Pengetahuan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi USU. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu sampel yang dipilih dengan kriteria tertentu. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa yang melakukan pembelian Smartphone Blackberry minimal sebanyak dua kali. Pengujian Hipotesis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, metode analisis statistik yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, pengujian signifikan simultan (Uji F), pengujian signifikan parsial (Uji t) dan pengujian koefisien determinasi (R2).&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa adanya pengaruh secara positif dan signifikan antara variabel Kepuasan  dan variabel Pengetahuan Produk  terhadap Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi USU. Pada pengujian secara serempak (Uji F) diketahui bahwa variabel Kepuasan dan Pengetahuan Produk secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry. Pada pengujian secara parsial (Uji t) diketahui bahwa variabel Kepuasan yang berpengaruh dominan terhadap Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry. Melalui pengujian koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R square) diperoleh nilai sebesar 0,377, berarti 37,7% Keputusan Pembelian Ulang Smartphone Blackberry sebagai variabel terikat dapat dijelaskan oleh Kepuasan dan Pengetahuan Produk sebagai variabel bebas. Sedangkan sisanya 62,3% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga, Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan&#xD;
Properti Dan Real Estat&#xD;
Di Bursa Efek Indonesia</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37563" />
    <author>
      <name>M., Dosmaria A.  R.  Simamora</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37563</id>
    <updated>2013-05-24T02:05:11Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: M., Dosmaria A.  R.  Simamora
Advisors: F, Khaira Amalia
Abstract: This research aims to obtain empirical evidence about the effect of inflation rates, interest rates, and exchange rates on the stock price of real estate and property companies in Indonesia Stock Exchange during period 2006-2012.  &#xD;
This research is quantitative research. Data used for this research is secondary data that collected from Indonesia Stocks Exchange’s and Bank Indonesia’s publication that available in internet, reference books, magazines, articles from internet, and the other science literatures related to the research.  The method applied in this research is descriptive analysis and multiple regression analysis.  Hypothesis of this research is  tested by  simultaneous significance test (F test) and partial significance test (t test) at 5% level of significance. &#xD;
The result of F test indicates that inflation rates, interest rates, and exchange rates (rupiah to U.S. dollar) simultaneously effect on the stock prices of real estat dan property companies in the Indonesia Stock Exchange. The result of  t test, indicates that partially, inflation rates have positive and not significant effect on the stock price, while interest rates and exchange rates have negative and significant effect on the stock price. &#xD;
The implication of this research is investors have to consider the inflation rates, interest rates, and exchange rates before making a stock investment in real estate and property companies in order to minimize possible losses in the investment and for maximize profits. In addition, investors also should consider other macroeconomic indicators such as tax rules, international economics condition, money circulation, economic cycle, and other economic conditions,  which can also affect the stock prices of real estate and property companies listed in Indonesia Stock Exchange.
Abstract (other language): Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap harga saham perusahaan properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan 2006-2012.  &#xD;
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari publikasi Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia yang tersedia di media internet, buku referensi, majalah, artikel yang tersedia di media internet dan bahan literatur ilmiah lainnya yang berhubungan dengan penelitian.   Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis statistika deskriptif dan metode analisis linear berganda.  &#xD;
Hipotesis dari penelitian ini diuji dengan menggunakan uji signifikan simultan (uji F) dan uji signifikansi parsial (uji t) pada tingkat signifikansi 5% (Sig.  0,05).  Hasil uji F mengindikasikan bahwa tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar (rupiah terhadap dolar AS) secara simultan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia. Hasil uji t mengindikasikan bahwa tingkat inflasi memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham, sementara suku bunga dan nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham.&#xD;
Implikasi dari penelitian ini adalah para investor harus mempertimbangkan tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar sebelum membuat keputusan investasi pada saham perusahaan guna meminimalkan kerugian yang mungkin timbul dan memaksimalkan keuntungan.  Selain itu, para investor juga sebaiknya mempertimbangkan indikator makro ekonomi lainnya, seperti peraturan perpajakan, kondisi perekonomian internasional, perputaran uang, siklus ekonomi, dan kondisi ekonomi lainnya yang juga dapat mempengaruhi harga saham properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia. &#xD;
.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>M., Dosmaria A.  R.  Simamora</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap harga saham perusahaan properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan 2006-2012.  &#xD;
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari publikasi Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia yang tersedia di media internet, buku referensi, majalah, artikel yang tersedia di media internet dan bahan literatur ilmiah lainnya yang berhubungan dengan penelitian.   Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis statistika deskriptif dan metode analisis linear berganda.  &#xD;
Hipotesis dari penelitian ini diuji dengan menggunakan uji signifikan simultan (uji F) dan uji signifikansi parsial (uji t) pada tingkat signifikansi 5% (Sig.  0,05).  Hasil uji F mengindikasikan bahwa tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar (rupiah terhadap dolar AS) secara simultan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia. Hasil uji t mengindikasikan bahwa tingkat inflasi memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham, sementara suku bunga dan nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham.&#xD;
Implikasi dari penelitian ini adalah para investor harus mempertimbangkan tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar sebelum membuat keputusan investasi pada saham perusahaan guna meminimalkan kerugian yang mungkin timbul dan memaksimalkan keuntungan.  Selain itu, para investor juga sebaiknya mempertimbangkan indikator makro ekonomi lainnya, seperti peraturan perpajakan, kondisi perekonomian internasional, perputaran uang, siklus ekonomi, dan kondisi ekonomi lainnya yang juga dapat mempengaruhi harga saham properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia. &#xD;
.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Tanaman Kopi Di Kabupaten Dairi</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37562" />
    <author>
      <name>Banjarnahor, Romedina</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37562</id>
    <updated>2013-05-24T02:05:34Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Banjarnahor, Romedina
Advisors: Ramli
Abstract: This research is titled “Eficiency Analysis of Factors Production on Coffee Farming in Dairi Regency.” The goal of this research is to  analize the level of influence of factors of production to total production of coffee, as well as to analize the level of efficiency by using the factors of production in coffee’s farming in Regency of Dairi.&#xD;
Data used in this study are primary and secondary data.This research used 100 respondents which determined by using accidental sampling. Data analysis methods used in this study is multiple regression analysis and test efficiency for analyzing research data.&#xD;
The result of this research shows that the factors of production such as land, labor, and the kind of coffee have a positive impact and significant effect on the quantity of production of coffee in 𝛼 = 1% significance level. Coffee tree’s age have a negative impact and significant effect, while fertilizer have a positive impact but insignificant impact on the quantity of production of coffee. The average value of technical efficiency is 0,694, it shows that coffee farming in Dairi regency is not technically efficient so it’s need to decrease efficient use of production factors. The economic efficiency is 25,975, it shows that coffee farming in Dairi regency is not economic efficient so it is need to increase efficient use of production factors. In addition,  the kind of arabica production isbigger 2743,417 kg than robusta.
Abstract (other language): Penelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Tanaman Kopi di Kabupaten Dairi”. Tujuan penelitian ini adalah  untuk menganalisis tingkat pengaruh faktor-faktor  produksi terhadap jumlah produksi kopi, serta untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi kopi di Kabupaten Dairi. &#xD;
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan 100 responden sebagai sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dan uji efisensi untuk menganalisis data penelitian.&#xD;
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja dan jenis kopi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi  pada taraf signifikansi 𝛼 = 1%. Umur pohon berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan pupuk berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produksi kopi. Nilai efisensi teknis adalah sebesar 0,694 maka dapat dikatakan bahwa usahatani kopi di Kabupaten Dairi tidak efisien secara teknis sehingga perlu pengurangan penggunaan faktor produksi. Nilai efisiensi ekonomi adalah sebesar 25,975 yang berarti usahatani kopi di Kabupaten Dairi tidak efisien secara ekonomi sehingga perlu penambahan penggunaan faktor produksi. Selain itu, terdapat perbedaan produksi kopi arabika yang lebih tinggi sebesar 2743,417 dibandingkan produksi kopi robusta.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Banjarnahor, Romedina</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Tanaman Kopi di Kabupaten Dairi”. Tujuan penelitian ini adalah  untuk menganalisis tingkat pengaruh faktor-faktor  produksi terhadap jumlah produksi kopi, serta untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi kopi di Kabupaten Dairi. &#xD;
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan 100 responden sebagai sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dan uji efisensi untuk menganalisis data penelitian.&#xD;
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja dan jenis kopi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi  pada taraf signifikansi 𝛼 = 1%. Umur pohon berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan pupuk berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produksi kopi. Nilai efisensi teknis adalah sebesar 0,694 maka dapat dikatakan bahwa usahatani kopi di Kabupaten Dairi tidak efisien secara teknis sehingga perlu pengurangan penggunaan faktor produksi. Nilai efisiensi ekonomi adalah sebesar 25,975 yang berarti usahatani kopi di Kabupaten Dairi tidak efisien secara ekonomi sehingga perlu penambahan penggunaan faktor produksi. Selain itu, terdapat perbedaan produksi kopi arabika yang lebih tinggi sebesar 2743,417 dibandingkan produksi kopi robusta.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Yuridis Putusan Pailit Terhadap &#xD;
PT. Telkomsel Tbk.</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37561" />
    <author>
      <name>Samosir, Agnes.W</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37561</id>
    <updated>2013-05-24T02:06:04Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Samosir, Agnes.W
Advisors: Siregar, Ramli; Windha
Abstract (other language): Pada saat ini permasalah mengenai kepailitan, terutama menyangkut pailitnya suatu perusahaan khususnya dalam hal ini adalah suatu perusahaan BUMN yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) banyak mendapat sorotan dan perhatian publik dari para ahli hukum, lembaga swadaya masyarakat maupun dari aparat penegak hukum. Penilaian publik apabila terdapat suatu perusahaan BUMN yang besar yang dinyatakan pailit menimbulkan suatu pertanyaan mengapa dapat  &#xD;
terjadi suatu putusan pailit tersebut.&#xD;
&#xD;
Permasalahan dalam penulisan ini adalah tentang suatu putusan pailit apabila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, tentang kewenangan Pengadilan Niaga dalam memeriksa dan mengadili suatu perkara pailit, serta mengenai penerapan ketentuan UU Kepailitan dan PKPU dalam kasus putusan pailitnya PT.Telkomsel Tbk.&#xD;
&#xD;
Metode penelitian yang dipakai untuk menyusun skripsi ini yaitu dengan penelitian hukum normatif atau disebut juga dengan studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian yang didasarkan pada bahan hukum primer dan sekunder. Alat pengumpulan data yaitu buku-buku, artikel, majalah dan internet, yang erat kaitannya dengan maksud dan tujuan dari penulisan skripsi ini.&#xD;
&#xD;
Adapun kesimpulan dari penulisan ini adalah bahwa adanya suatu kekeliruan dalam hal pengertian putusan pailit berdasarkan UU Kepailitan dan PKPU apabila tidak dipahami secara lebih jelas, hingga bisa saja suatu putusan pailit terjadi bukan karena adanya utang tapi karena adanya suatu wanprestasi, kewenangan Pengadilan Niaga dalam suatu perkara terutama dalam hal putusan pailit kadang kala dilakukan tanpa adanya suatu kemandirian, atau tanpa memandang kedua pihak secara seimbang, hingga terkadang menimbulkan suatu ketidakpastian hukum.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Samosir, Agnes.W</dc:creator>
    <dc:description>Pada saat ini permasalah mengenai kepailitan, terutama menyangkut pailitnya suatu perusahaan khususnya dalam hal ini adalah suatu perusahaan BUMN yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) banyak mendapat sorotan dan perhatian publik dari para ahli hukum, lembaga swadaya masyarakat maupun dari aparat penegak hukum. Penilaian publik apabila terdapat suatu perusahaan BUMN yang besar yang dinyatakan pailit menimbulkan suatu pertanyaan mengapa dapat  &#xD;
terjadi suatu putusan pailit tersebut.&#xD;
&#xD;
Permasalahan dalam penulisan ini adalah tentang suatu putusan pailit apabila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, tentang kewenangan Pengadilan Niaga dalam memeriksa dan mengadili suatu perkara pailit, serta mengenai penerapan ketentuan UU Kepailitan dan PKPU dalam kasus putusan pailitnya PT.Telkomsel Tbk.&#xD;
&#xD;
Metode penelitian yang dipakai untuk menyusun skripsi ini yaitu dengan penelitian hukum normatif atau disebut juga dengan studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian yang didasarkan pada bahan hukum primer dan sekunder. Alat pengumpulan data yaitu buku-buku, artikel, majalah dan internet, yang erat kaitannya dengan maksud dan tujuan dari penulisan skripsi ini.&#xD;
&#xD;
Adapun kesimpulan dari penulisan ini adalah bahwa adanya suatu kekeliruan dalam hal pengertian putusan pailit berdasarkan UU Kepailitan dan PKPU apabila tidak dipahami secara lebih jelas, hingga bisa saja suatu putusan pailit terjadi bukan karena adanya utang tapi karena adanya suatu wanprestasi, kewenangan Pengadilan Niaga dalam suatu perkara terutama dalam hal putusan pailit kadang kala dilakukan tanpa adanya suatu kemandirian, atau tanpa memandang kedua pihak secara seimbang, hingga terkadang menimbulkan suatu ketidakpastian hukum.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Efisiensi Kerja Pada Bagian Kemahasiswaan &#xD;
Fakultas Ekonomi Universitas &#xD;
Sumatera Utara</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37560" />
    <author>
      <name>Doloksaribu, Marsella</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37560</id>
    <updated>2013-05-24T02:06:43Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Doloksaribu, Marsella
Advisors: Dalimunthe, Doli Mhd. Ja’far</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Doloksaribu, Marsella</dc:creator>
  </entry>
  <entry>
    <title>Efesiensi Kerja&#xD;
Pada  Bagian  Departemen Manajemen  &#xD;
Fakultas  Ekonomi  USU</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37559" />
    <author>
      <name>Simanjuntak, Andy S</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37559</id>
    <updated>2013-05-24T02:11:24Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Simanjuntak, Andy S
Advisors: Sebayang, Muly kata
Abstract (other language): Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan sering dijumpai kendala-kendala yang dapat mempengaruhi kelancaran aktivitas kerja. Diantaranya dapat berupa sistem, prosedur atau cara kerja yang kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan kantor. Hal ini dapat dialami oleh seluruh kegiatan kerja lainnya.&#xD;
Pada setiap kantor akan ditemukan “unsur inti” yaitu, manusia beserta hubungan-hubungan sosial mereka dan “unsur kerja” yang meliputi sumber daya insan, sumber daya nir-insani, dan sumber daya konseptual. Dalam kenyataannya unsur inti akan dipengaruhi oleh unsur kerja pada saat kantor berfungsi sebagai perangkat untuk memasok informasi dan merawat aktiva sehingga diperlukan cara-cara bekerja yang efisien.&#xD;
Dari uraian tersebut diatas, dapat kita ketahui bahwa kantor tidak hanya sebagai tempat berkumpul orang-orang yang tergabung dalam sebuah organisasi atau perkumpulan, tetapi juga berisi sistem informasi yang sistematis dan tersusun rapi. Dengan demikian kantor lebih dari sekedar sebuah tempat saja.&#xD;
Setiap kantor pasti mempunyai pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan didalamnya. Pekerjaan kantor merupakan wujud dari mekanisme administrasi sebuah organisasi. Sebagaimana definisi yang dikembangkan bahwa administrasi merupakan keseluruhan proses kerjasama antar dua orang manusia atau lebih yang didasarkan pada rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telahditentukan sebelumnya.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Simanjuntak, Andy S</dc:creator>
    <dc:description>Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan sering dijumpai kendala-kendala yang dapat mempengaruhi kelancaran aktivitas kerja. Diantaranya dapat berupa sistem, prosedur atau cara kerja yang kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan kantor. Hal ini dapat dialami oleh seluruh kegiatan kerja lainnya.&#xD;
Pada setiap kantor akan ditemukan “unsur inti” yaitu, manusia beserta hubungan-hubungan sosial mereka dan “unsur kerja” yang meliputi sumber daya insan, sumber daya nir-insani, dan sumber daya konseptual. Dalam kenyataannya unsur inti akan dipengaruhi oleh unsur kerja pada saat kantor berfungsi sebagai perangkat untuk memasok informasi dan merawat aktiva sehingga diperlukan cara-cara bekerja yang efisien.&#xD;
Dari uraian tersebut diatas, dapat kita ketahui bahwa kantor tidak hanya sebagai tempat berkumpul orang-orang yang tergabung dalam sebuah organisasi atau perkumpulan, tetapi juga berisi sistem informasi yang sistematis dan tersusun rapi. Dengan demikian kantor lebih dari sekedar sebuah tempat saja.&#xD;
Setiap kantor pasti mempunyai pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan didalamnya. Pekerjaan kantor merupakan wujud dari mekanisme administrasi sebuah organisasi. Sebagaimana definisi yang dikembangkan bahwa administrasi merupakan keseluruhan proses kerjasama antar dua orang manusia atau lebih yang didasarkan pada rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telahditentukan sebelumnya.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Prestasi Akademik Ditinjau Dari Pola Asuh &#xD;
Etnis</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37558" />
    <author>
      <name>Putri, Heni Rahmayeni</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37558</id>
    <updated>2013-05-24T02:12:01Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Putri, Heni Rahmayeni
Advisors: Siregar, Ade Rahmawati
Abstract: Prestasi akademik adalah hasil belajar berupa pemecahan masalah lisan atau tulisan yang diwujudkan dalam bentuk angka atau nilai rapor. Beberapa  faktor yang mempengaruhi prestasi akademik adalah pola asuh dan etnis. Pola asuh adalah pola interaksi antara orang tua dengan anak meliputi cara orang tua memberikan aturan, hukuman, kasih sayang serta memberikan perhatian kepada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi akademik ditinjau dari pola asuh authoritative, authoritarian, permissive dan uninvolved dan etnis, yaitu Tionghoa dan Non-Tionghoa. &#xD;
	Teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling dan melibatkan 120 kanak-kanak akhir usia 9 hingga 12 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah nilai rapor semester satu dan skala pola asuh. Data penelitian dianalisis menggunakan anova 2 jalur (two ways anova). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi akademik ditinjau dari pola asuh dan etnis dan tidak ada interaksi antara pola asuh dan etnis terhadap prestasi akademik.
Abstract (other language): Academic performance is the result of verbal or non-verbal problem-solving described in score or grade.  Some of the factors that affect academic achievement are parenting style and ethnic. Parenting style is a pattern of interaction between parent and child include how parents provide the rules, punishment, love and attention to children. The purpose of this study was to determine the differences in academic performance based on parenting style namely authoritative, authoritarian, permissive and uninvolved and ethnic groups, namely Chinese and non-Chinese. &#xD;
The sampling technique was simple ramdom sampling and involved 120 late childhood ages among 9 to 12 years. The instrument to collected data were the first semester grades and parenting style scale. Data were analyzed using two ways anova. The statistically analysis showed that there was no difference of academic performance based on parenting style and ethnic groups and no interaction between parenting style and ethnicity toward academic performance.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Putri, Heni Rahmayeni</dc:creator>
    <dc:description>Academic performance is the result of verbal or non-verbal problem-solving described in score or grade.  Some of the factors that affect academic achievement are parenting style and ethnic. Parenting style is a pattern of interaction between parent and child include how parents provide the rules, punishment, love and attention to children. The purpose of this study was to determine the differences in academic performance based on parenting style namely authoritative, authoritarian, permissive and uninvolved and ethnic groups, namely Chinese and non-Chinese. &#xD;
The sampling technique was simple ramdom sampling and involved 120 late childhood ages among 9 to 12 years. The instrument to collected data were the first semester grades and parenting style scale. Data were analyzed using two ways anova. The statistically analysis showed that there was no difference of academic performance based on parenting style and ethnic groups and no interaction between parenting style and ethnicity toward academic performance.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Gambaran Virtue Mahasiswa Perantau&#xD;
(Studi Deskriptif Di Kota Medan)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37557" />
    <author>
      <name>Lingga, Ruth Widya Wira Logiasari</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37557</id>
    <updated>2013-05-24T02:12:34Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Lingga, Ruth Widya Wira Logiasari
Advisors: Tuapattinaja, Josetta Maria R.
Abstract: Successfulness is one of the basic objectives of every human. For make the objective become of reality, people need to have good characteristic or virtues, characteristic that embedded to the mankind and used by people in solving and deadling with daily life matter. So that students who are leaving-home students, also need virtues to reach their success in university study. They need to apply their virtues in conquering their study and daily problems. The purpose of this research is to discover and to describe the leaving-home university students virtues in Medan. The Measurement tools used in this study is the scale of Virtue which developed based on virtues classification is to character strength which that defined by Seligman and Peterson (2004). Research method applied in this study is quantitative descriptive method with incidental sampling method, involved 254 leaving-home student in Medan. The main result showed that leaving-home student in Medan in general tend to have strong virtue transcendence in itself. Individual with virtue transcendence able to establish a relationship with God, nature, and others. Virtue transcendence that is reflected by five character strength that is appreciation of beauty and excellence, gratitude, hope, humor dan spirituality. The results of data analysis based character strength on the virtue transcendence suggests that spirituality is the most dominant character strength reflects virtue transcendence. the implication of spirituality is a strong belief in the existence of God and obedient conduct religious activities that make it a part of life in leaving-home student in Medan.
Abstract (other language): Kesuksesan adalah tujuan paling mendasar dalam kehidupan individu. Untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan karakter baik atau virtue, yakni karakter baik yang ada pada diri manusia dan digunakan untuk menyelesaikan tugas serta masalah yang dihadapi. Demikian pula yang dibutuhkan para mahasiswa perantau yang berprestasi, yakni ditengah tantangan hidupnya sebagai mahasiswa perantau, mereka mampu untuk mencapai prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran virtue mahasiswa perantau dalam studi deskriptif di kota Medan. Alat ukur yang digunakan adalah skala virtue yang disusun berdasarkan klasifikasi virtue yaitu character strength yang diungkap oleh Seligman dan Peterson (2004). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah incidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 254 orang mahasiswa perantau di kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau di kota Medan secara umum cenderung kuat memiliki virtue transcendence didalam dirinya. Individu dengan virtue transcendence mampu menjalin hubungan dengan Tuhan, alam dan orang lain. virtue transcendence direfleksikan oleh lima character strength yakni appreciation of beauty and excellence, gratitude, hope, humor dan spirituality. Hasil analisa data berdasarkan character strength pada virtue transcendence menunjukkan bahwa spirituality merupakan character strength yang paling dominan merefleksikan virtue transcendence. Implikasi dari spirituality  adalah keyakinan yang kuat akan adanya Tuhan dan taat melakukan kegiatan keagamaan yang menjadikannya sebagai bagian dari hidup pada mahasiswa merantau di Medan.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Lingga, Ruth Widya Wira Logiasari</dc:creator>
    <dc:description>Kesuksesan adalah tujuan paling mendasar dalam kehidupan individu. Untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan karakter baik atau virtue, yakni karakter baik yang ada pada diri manusia dan digunakan untuk menyelesaikan tugas serta masalah yang dihadapi. Demikian pula yang dibutuhkan para mahasiswa perantau yang berprestasi, yakni ditengah tantangan hidupnya sebagai mahasiswa perantau, mereka mampu untuk mencapai prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran virtue mahasiswa perantau dalam studi deskriptif di kota Medan. Alat ukur yang digunakan adalah skala virtue yang disusun berdasarkan klasifikasi virtue yaitu character strength yang diungkap oleh Seligman dan Peterson (2004). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah incidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 254 orang mahasiswa perantau di kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau di kota Medan secara umum cenderung kuat memiliki virtue transcendence didalam dirinya. Individu dengan virtue transcendence mampu menjalin hubungan dengan Tuhan, alam dan orang lain. virtue transcendence direfleksikan oleh lima character strength yakni appreciation of beauty and excellence, gratitude, hope, humor dan spirituality. Hasil analisa data berdasarkan character strength pada virtue transcendence menunjukkan bahwa spirituality merupakan character strength yang paling dominan merefleksikan virtue transcendence. Implikasi dari spirituality  adalah keyakinan yang kuat akan adanya Tuhan dan taat melakukan kegiatan keagamaan yang menjadikannya sebagai bagian dari hidup pada mahasiswa merantau di Medan.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Gambaran Karakteristik Ibu Dalam Pemanfaata Penolong Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten &#xD;
Mandailing Natal &#xD;
Tahun 2012</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37556" />
    <author>
      <name>Hasibuan, Abdul Wahab</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37556</id>
    <updated>2013-05-24T02:13:01Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Hasibuan, Abdul Wahab
Advisors: Tukiman; Lubis, Namora Lumangga
Abstract: Deliveri period is one periode of a risk for pregnant women when experiencing complications that may increase the risk of maternal mortality and infant mortality if not getting a healthy delivery assistance. However, the use of delivery assistance by health personnel in the community is still very low due to the phenomenon of deliveries performed by midwives.&#xD;
This research was aims to drscriv=be the characteristics of mothers in birth attendant utilization in Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan panyabungan Timur kabupaten mandailing natal tahun 2012. Using a descriptive survey design method that aims to describe maternal characteristics 9age, education, occupation, income, parity), the believe, knowledge and attitude of mothers in birth attendant utilization using univariat analysis with questionnaires of 57 respondents were selected by purposive sampling.&#xD;
The results showed that respondents Faith In Childbirth Attendant Utilization in the category of poor 22 people (38,6%), knowlwdgw of the respondents were in category bad 35 people (61,4%). The attitude of the respondents in the of bad category 30 people (52,6%), utilization labour helper respondents using traditional birth attendants (not health) more that 36 people (63,2%) than with the use of doctors, midwives, nurses (medice) that 21 people (36,8%).&#xD;
There should be communication/ outreach to the public on an angoing basis on the utilization of health workers in rural optimally through health education provided in the Perwiritan Ibu activity
Abstract (other language): Periode persalinan merupakan salah satu periode yang mengandung risiko bagi ibu hamil apabila mengalami komplikasi yang dapat meningkatkan resiko kematian ibu dan kematian bayi apabila tidak mendapatkan pertolongan persalinan yang sehat. Akan tetapi pemanfaatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di masyarakat masih sangat rendah disebabkan oleh fenomena persalinan yang dilakukan oleh dukun beranak.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu dalam pemanfaatan penolong persalinan di wilayah kerja Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2012. Dengan menggunakan desain metode survey deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik ibu (umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, paritas), kepercayaan, pengetahuan dan sikap ibu dalam pemanfaatan  penolong persalinan dengan menggunakan analisis Univariat dengan wawancara menggunakan kuesioner terhadap 57 responden yang dipilih secara Purposive Sampling.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepercayaan responden Dalam Pemanfaatan Penolong Persalinan berada pada kategori buruk yaitu 22 orang (38,6%), Pengetahuan responden berada pada kategori buruk yaitu 35 orang (61,4%). Sikap responden berada pada kategori buruk yaitu 30 orang (52,6%), Pemanfaatan Penolong Persalinan responden dengan memanfaatkan dukun bayi (bukan tenaga kesehatan) lebih banyak yaitu 36 orang (63,2%) daripada dengan memanfaatkan dokter, bidan, perawat (tenaga kesehatan) yaitu 21 orang (36,8%).&#xD;
Perlu diadakan komunikasi/penyuluhan kepada masyarakat secara berkesinambungan mengenai pemanfaatan tenaga kesehatan di desa secara optimal melalui penyuluhan kesehatan yang diberikan dalam kegiatan perwiritan ibu-ibu.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Hasibuan, Abdul Wahab</dc:creator>
    <dc:description>Periode persalinan merupakan salah satu periode yang mengandung risiko bagi ibu hamil apabila mengalami komplikasi yang dapat meningkatkan resiko kematian ibu dan kematian bayi apabila tidak mendapatkan pertolongan persalinan yang sehat. Akan tetapi pemanfaatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di masyarakat masih sangat rendah disebabkan oleh fenomena persalinan yang dilakukan oleh dukun beranak.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu dalam pemanfaatan penolong persalinan di wilayah kerja Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2012. Dengan menggunakan desain metode survey deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik ibu (umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, paritas), kepercayaan, pengetahuan dan sikap ibu dalam pemanfaatan  penolong persalinan dengan menggunakan analisis Univariat dengan wawancara menggunakan kuesioner terhadap 57 responden yang dipilih secara Purposive Sampling.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepercayaan responden Dalam Pemanfaatan Penolong Persalinan berada pada kategori buruk yaitu 22 orang (38,6%), Pengetahuan responden berada pada kategori buruk yaitu 35 orang (61,4%). Sikap responden berada pada kategori buruk yaitu 30 orang (52,6%), Pemanfaatan Penolong Persalinan responden dengan memanfaatkan dukun bayi (bukan tenaga kesehatan) lebih banyak yaitu 36 orang (63,2%) daripada dengan memanfaatkan dokter, bidan, perawat (tenaga kesehatan) yaitu 21 orang (36,8%).&#xD;
Perlu diadakan komunikasi/penyuluhan kepada masyarakat secara berkesinambungan mengenai pemanfaatan tenaga kesehatan di desa secara optimal melalui penyuluhan kesehatan yang diberikan dalam kegiatan perwiritan ibu-ibu.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Persepsi Masyarakat Terhadap Upaya Pendukung Pemenangan Komodo (P2K)  Sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Alam Baru (Studi Deskriptif Mengenai Persepsi Masyarakat Kelurahan Sei Agul Terhadap Upaya Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) Sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Alam Baru)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37555" />
    <author>
      <name>Sari, Uca Purnama</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37555</id>
    <updated>2013-05-24T02:03:56Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Sari, Uca Purnama
Advisors: Lubis, Fatma Wardy; Beydha, Inon
Abstract (other language): Penelitian ini berjudul Persepsi Masyarakat terhadap Upaya Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Alam Baru. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah  untuk meneliti upaya yang telah dilakukan P2K dan mengetahui persepsi masyarakat Kelurahan Sei Agul terhadap upaya P2K. Peneliti menggunakan beberapa teori yang relevan dengan penelitian ini yaitu Persepsi, Komunikasi Massa, Media Masyarakat, Teknologi Komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.. &#xD;
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Sei Agul, yang berusia 16 tahun keatas yang berjumlah 13753 orang. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus Taro Yamane dengan 10% presisi, 90% kepercayaan sehingga diperoleh 99 orang. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik Stratified Proportional Random Sampling dan Accidential Sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni kuesioner dengan 42 jumlah pertanyaan. Data yang diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam tabel tunggal kemudian dianalisis dan diinterpretasikan.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap P2K sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Alam Baru cukup positif. Sebagian masyarakat  mengatakan sosialisasi yang dilakukan oleh P2K seperti seminar, talkshow, konser “vote komodo” diberbagai media massa yakni televisi, radio, surat kabar, internet cukup baik sehingga membuat masyarakat antusias untuk memberi dukungan. Selain itu, masyarakat sangat setuju dengan diadakan pemilihan Pulau Komodo sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Alam Baru dapat meningkatkan pendapatan, kesejahteraan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur serta menaikkan martabat Indonesia di mata Dunia Internasional melalui jalur pariwisata.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Sari, Uca Purnama</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini berjudul Persepsi Masyarakat terhadap Upaya Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Alam Baru. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah  untuk meneliti upaya yang telah dilakukan P2K dan mengetahui persepsi masyarakat Kelurahan Sei Agul terhadap upaya P2K. Peneliti menggunakan beberapa teori yang relevan dengan penelitian ini yaitu Persepsi, Komunikasi Massa, Media Masyarakat, Teknologi Komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.. &#xD;
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Sei Agul, yang berusia 16 tahun keatas yang berjumlah 13753 orang. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus Taro Yamane dengan 10% presisi, 90% kepercayaan sehingga diperoleh 99 orang. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik Stratified Proportional Random Sampling dan Accidential Sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni kuesioner dengan 42 jumlah pertanyaan. Data yang diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam tabel tunggal kemudian dianalisis dan diinterpretasikan.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap P2K sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Alam Baru cukup positif. Sebagian masyarakat  mengatakan sosialisasi yang dilakukan oleh P2K seperti seminar, talkshow, konser “vote komodo” diberbagai media massa yakni televisi, radio, surat kabar, internet cukup baik sehingga membuat masyarakat antusias untuk memberi dukungan. Selain itu, masyarakat sangat setuju dengan diadakan pemilihan Pulau Komodo sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Alam Baru dapat meningkatkan pendapatan, kesejahteraan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur serta menaikkan martabat Indonesia di mata Dunia Internasional melalui jalur pariwisata.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai&#xD;
(Studi Pada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37554" />
    <author>
      <name>Umaya, Fatmaulia</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37554</id>
    <updated>2013-05-23T07:58:46Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Umaya, Fatmaulia
Advisors: Arlina
Abstract (other language): Good Governance merupakan suatu konsep yang akhir-akhir ini sejalan dengan konsep-konsep dan terminology demokrasi, masyarakat sipil, partisipasi rakyat, hak asasi manusia, dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance. &#xD;
Dalam suatu organisasi, pengelolaan manusia sebagai sumber daya organisasi sangat penting agar memiliki kemampuan untuk mewujudkan good governance dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance yang diantaranya adalah akuntabilitas, transparansi, keadilan, responsivitas dan penerapan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. &#xD;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 40 responden yang menjadi sampel. &#xD;
Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa prinsip-prinsip Good Governance di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara berada pada kategori tinggi, sedangkan efektivitas kerja pegawainya berada pada kategori sedang. Adapun pengaruh antara prinsip-prinsip Good Governance terhadap efektivitas kerja pegawai berdasarkan perhitungan rumus koefisien korelasi product moment yaitu sebesar 0,50 atau lebih besar dari r-tabel dengan taraf signifikan (α) 5% untuk N=40 yaitu sebesar 0,312. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Kemudian dari hasil perhitungan koefisien determinan diperoleh bahwa besarnya pengaruh prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara adalah sebesar 25% dan sisanya 75% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Umaya, Fatmaulia</dc:creator>
    <dc:description>Good Governance merupakan suatu konsep yang akhir-akhir ini sejalan dengan konsep-konsep dan terminology demokrasi, masyarakat sipil, partisipasi rakyat, hak asasi manusia, dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance. &#xD;
Dalam suatu organisasi, pengelolaan manusia sebagai sumber daya organisasi sangat penting agar memiliki kemampuan untuk mewujudkan good governance dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance yang diantaranya adalah akuntabilitas, transparansi, keadilan, responsivitas dan penerapan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. &#xD;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 40 responden yang menjadi sampel. &#xD;
Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa prinsip-prinsip Good Governance di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara berada pada kategori tinggi, sedangkan efektivitas kerja pegawainya berada pada kategori sedang. Adapun pengaruh antara prinsip-prinsip Good Governance terhadap efektivitas kerja pegawai berdasarkan perhitungan rumus koefisien korelasi product moment yaitu sebesar 0,50 atau lebih besar dari r-tabel dengan taraf signifikan (α) 5% untuk N=40 yaitu sebesar 0,312. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Kemudian dari hasil perhitungan koefisien determinan diperoleh bahwa besarnya pengaruh prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara adalah sebesar 25% dan sisanya 75% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perbedaan Penurunan Skor Plak Antara Mengunyah Buah Apel Dan Mengunyah &#xD;
Buah Jambu Biji Pada Siswa Kelas VII &#xD;
SMP Negeri 10 Medan</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37553" />
    <author>
      <name>Sitorus, Evawati</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37553</id>
    <updated>2013-05-23T08:06:45Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Sitorus, Evawati
Advisors: Natamiharja, Lina
Abstract (other language): Evawati Sitorus&#xD;
Perbedaan penurunan skor plak antara mengunyah buah apel dan mengunyah buah jambu biji pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Medan.&#xD;
Ix + 29 halaman&#xD;
Penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada masyarakat adalah karies gigi dan penyakit periodontal. Hasil survei kesehatan rumah tangga tahun 2004 oleh Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi di Indonesia adalah 90,05%. Plak merupakan faktor etiologi utama terjadinya karies dan penyakit periodontal. Beberapa buah segar, setengah matang, berair, dan berserat dapat menurunkan indeks plak, seperti buah apel dan jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penurunan skor plak antara mengunyah buah apel dan mengunyah buah jambu biji dibandingkan dengan menyikat gigi.&#xD;
Rancangan penelitian adalah pre and post test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 10 Medan Kelas VII. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diambil sesuai kriteria inklusi yang berasal dari kelas VIIA, VIIB,  dan VIIC. Jumlah sampel adalah 60 sampel dan dibagi menjadi 3 kelompok mengunyah buah apel, kelompok mengunyah buah jambu biji dan kelompok menyikat gigi (sebagai kontrol). Yang mana masing-masing kelompok terdiri atas 20 orang.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan rerata  skor plak sebelum mengunyah buah apel adalah 1,21 ± 0,33, sesudah mengunyah buah apel 0,95 ± 0,30. Rerata skor plak sebelum mengunyah buah jambu biji adalah 1,69 ± 0,31, sesudah mengunyah buah jambu biji 1,11 ± 0,33. Rerata skor plak sebelum menyikat gigi adalah 1,92 ± 0,34, sesudah menyikat gigi 1,01 ± 0,35. Ada perbedaan yang bermakna rerata skor plak sebelum dan sesudah mengunyah buah apel, menunyah buah jambu biji dan menyikat gigi. (p&lt;0,05).&#xD;
Selisih rerata skor plak sebelum dan sesudah mengunyah buah apel adalah 0,25 + 0,10, mengunyah buah jambu biji 0,57 + 0,14 dan menyikat gigi 0,90 ± 0,21. Ada perbedaan yang bermakna selisih rerata skor plak sebelum dan sesudah mengunyah apel dan mengunyah jambu biji (p&lt;0,001) dan ada perbedaan yang bermakna selisih rerata skor plak sebelum dan sesudah mengunyah apel, mengunyah jambu biji dan menyikat gigi (p&lt;0,001).&#xD;
Daftar rujukan: 29 (2002-2012)</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Sitorus, Evawati</dc:creator>
    <dc:description>Evawati Sitorus&#xD;
Perbedaan penurunan skor plak antara mengunyah buah apel dan mengunyah buah jambu biji pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Medan.&#xD;
Ix + 29 halaman&#xD;
Penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada masyarakat adalah karies gigi dan penyakit periodontal. Hasil survei kesehatan rumah tangga tahun 2004 oleh Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi di Indonesia adalah 90,05%. Plak merupakan faktor etiologi utama terjadinya karies dan penyakit periodontal. Beberapa buah segar, setengah matang, berair, dan berserat dapat menurunkan indeks plak, seperti buah apel dan jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penurunan skor plak antara mengunyah buah apel dan mengunyah buah jambu biji dibandingkan dengan menyikat gigi.&#xD;
Rancangan penelitian adalah pre and post test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 10 Medan Kelas VII. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diambil sesuai kriteria inklusi yang berasal dari kelas VIIA, VIIB,  dan VIIC. Jumlah sampel adalah 60 sampel dan dibagi menjadi 3 kelompok mengunyah buah apel, kelompok mengunyah buah jambu biji dan kelompok menyikat gigi (sebagai kontrol). Yang mana masing-masing kelompok terdiri atas 20 orang.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan rerata  skor plak sebelum mengunyah buah apel adalah 1,21 ± 0,33, sesudah mengunyah buah apel 0,95 ± 0,30. Rerata skor plak sebelum mengunyah buah jambu biji adalah 1,69 ± 0,31, sesudah mengunyah buah jambu biji 1,11 ± 0,33. Rerata skor plak sebelum menyikat gigi adalah 1,92 ± 0,34, sesudah menyikat gigi 1,01 ± 0,35. Ada perbedaan yang bermakna rerata skor plak sebelum dan sesudah mengunyah buah apel, menunyah buah jambu biji dan menyikat gigi. (p&lt;0,05).&#xD;
Selisih rerata skor plak sebelum dan sesudah mengunyah buah apel adalah 0,25 + 0,10, mengunyah buah jambu biji 0,57 + 0,14 dan menyikat gigi 0,90 ± 0,21. Ada perbedaan yang bermakna selisih rerata skor plak sebelum dan sesudah mengunyah apel dan mengunyah jambu biji (p&lt;0,001) dan ada perbedaan yang bermakna selisih rerata skor plak sebelum dan sesudah mengunyah apel, mengunyah jambu biji dan menyikat gigi (p&lt;0,001).&#xD;
Daftar rujukan: 29 (2002-2012)</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Evaluasi Pelaksanaan Program Kemitraan Di Area Medan&#xD;
Oleh  PT. Perkebunan Nusantara IV Sumatera Utara</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37552" />
    <author>
      <name>Hulu, Anna Alfi Yanti</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37552</id>
    <updated>2013-05-23T07:48:13Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Hulu, Anna Alfi Yanti
Advisors: siagian, Matias
Abstract: This thesis entitled "Evaluation to The Implementation of partnership Program in Medan Area By PT. Perkebunan Nusantara IV of North Sumatera”. This thesis consists of six chapters with 122 pages. The issue discussed here is how the implementation of Partnership Program in Medan area by PT. Perkebunan Nusantara IV of North Sumatra. The purpose of the research is to investigate the implementation of Partnership Program is one of the corporate social responsibility programs which is managed by PT. Perkebunan Nusantara IV of North Sumatera in helping people develop independence with small businesses.&#xD;
Type of the research is descriptive method, which aims to describe the real situation regarding the implementation of Partnership Program by PT. Perkebunan Nusantara IV and describes the response of partners built the Partnership Program. The population was 246 partners that target a sample totaling 25 partners assisted with purposive sampling technique. Meanwhile, the techniques of data collection using observation, interviews and questionnaires then the data is analyzed through descriptive statistics.&#xD;
The conclusions obtained through analysis of the data include: (1) from several conditions set by PT. Perkebunan Nusantara IV to be executed in the implementation of partnership program such as the provision of lending, monitoring and delivery of training, there are things about the monitoring that does not comply with the provisions. (2) Partnership Program positively impact the target partner. (3) The achievement of a harmonious relationship between the company and the community through the Partnership Program. (4) PT. Perkebunan Nusantara IV gives a positive perception for the community through the Partnership Program. (5) The absence of professional social workers who participated in the implementation of the Partnership Program run by PT. Perkebunan Nusantara IV.
Abstract (other language): Skripsi ini berjudul “Evaluasi Pelaksanaan Program Kemitraan di Area Medan Oleh PT. Perkebunan Nusantara IV Sumatera Utara”. Skripsi ini terdiri dari enam bab dengan jumlah halaman 122 halaman. Masalah yang dibahas di sini adalah bagaimana pelaksanaan Program Kemitraan di Area Medan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Program Kemitraan yang merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan yang dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara IV  Sumatera Utara dalam membantu masyarakat mengembangkan kemandirian dengan usaha kecil.&#xD;
	Tipe penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yang bertujuan menggambarkan keadaan sebenarnya mengenai pelaksanaan Program Kemitraan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV serta menggambarkan respon dari mitra binaan terhadap Program Kemitraan. Populasi dalam penelitian ini ada 246 mitra binaan sehingga yang menjadi sampel berjumlah 25 mitra binaan melalui teknik penarikan sampel bertujuan. Sementara itu, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuisioner yang kemudian data dianalisis melalui statistik deskriptif.&#xD;
	Kesimpulan yang diperoleh melalui analisis data meliputi: (1) dari beberapa ketentuan yang ditetapkan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV yang harus dijalankan dalam pelaksanaan program kemitraan seperti ketentuan pemberian pinjaman, melakukan monitoring dan pemberian pelatihan, ada hal mengenai pelaksanaan monitoring yang tidak sesuai dengan ketetapan. (2) Program Kemitraan berdampak positif bagi mitra binaan. (3) Tercapainya hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat melalui Program Kemitraan. (4) PT. Perkebunan Nusantara IV memberikan persepsi yang positif bagi masyarakat melalui Program Kemitraan. (5) Tidak adanya pekerja sosial profesional yang turut dalam pelaksanaan Program Kemitraan yang dijalankan oleh PT. Perkebunan Nusantara.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Hulu, Anna Alfi Yanti</dc:creator>
    <dc:description>Skripsi ini berjudul “Evaluasi Pelaksanaan Program Kemitraan di Area Medan Oleh PT. Perkebunan Nusantara IV Sumatera Utara”. Skripsi ini terdiri dari enam bab dengan jumlah halaman 122 halaman. Masalah yang dibahas di sini adalah bagaimana pelaksanaan Program Kemitraan di Area Medan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Program Kemitraan yang merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan yang dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara IV  Sumatera Utara dalam membantu masyarakat mengembangkan kemandirian dengan usaha kecil.&#xD;
	Tipe penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yang bertujuan menggambarkan keadaan sebenarnya mengenai pelaksanaan Program Kemitraan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV serta menggambarkan respon dari mitra binaan terhadap Program Kemitraan. Populasi dalam penelitian ini ada 246 mitra binaan sehingga yang menjadi sampel berjumlah 25 mitra binaan melalui teknik penarikan sampel bertujuan. Sementara itu, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuisioner yang kemudian data dianalisis melalui statistik deskriptif.&#xD;
	Kesimpulan yang diperoleh melalui analisis data meliputi: (1) dari beberapa ketentuan yang ditetapkan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV yang harus dijalankan dalam pelaksanaan program kemitraan seperti ketentuan pemberian pinjaman, melakukan monitoring dan pemberian pelatihan, ada hal mengenai pelaksanaan monitoring yang tidak sesuai dengan ketetapan. (2) Program Kemitraan berdampak positif bagi mitra binaan. (3) Tercapainya hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat melalui Program Kemitraan. (4) PT. Perkebunan Nusantara IV memberikan persepsi yang positif bagi masyarakat melalui Program Kemitraan. (5) Tidak adanya pekerja sosial profesional yang turut dalam pelaksanaan Program Kemitraan yang dijalankan oleh PT. Perkebunan Nusantara.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Jaringan Sosial Dan Moral Ekonomi Pedagang Pekanan&#xD;
(Studi Kasus Terhadap Pedagang Etnis Minang Yang Berjualan Di Perkebunan Wilayah Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37551" />
    <author>
      <name>Wirawan, Anggre</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37551</id>
    <updated>2013-05-23T07:29:38Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Wirawan, Anggre
Advisors: Sudarwati, Lina
Abstract (other language): Keterbatasan akses masyarakat perkebunan ke kota dikarenakan jarak yang jauh mengakibatkan terhambatnya usaha mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal inilah yang menjadi dasar bagi pedagang-pedagang terutama yang beretnis Minang melihatnya sebagai peluang usaha. Jarak serta lokasi yang tidak mudah karena infrastruktur jalan yang buruk, berlubang, masih berbatu, berdebu bahkan jika hujan akan berlumpur tidak menghambat mereka berjualan ke pekan-pekan di perkebunan. Dalam aktivitas perdagangannya, hambatan-hambatan yang ada dapat dihadapi para pedagang pekan etnis Minang dengan memperkuat jaringan serta dengan adanya bentuk-bentuk moral ekonomi yang terbangun pada para pedagang. Keadaan yang demikian juga terlihat pada pedagang pekan etnis  Minang yang berjualan di wilayah perkebunan sekitar Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan yang membangun jaringan sosial serta mengedepankan nilai-nilai moral ekonomi dalam aktivitas perdagangannya.&#xD;
	Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis serta melihat pola jaringan sosial yang terbangun serta aspek-aspek moral ekonomi yang terbangun pada pedagang-pedagang etnis Minang yang berjualan dengan sistem pekanan serta usaha mereka untuk mempertahankan kelangsungan usahanya tersebut.&#xD;
	Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, pengamatan partisipan serta studi kepustakaan&#xD;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha berjualan ke pekan-pekan yang dijalani sebagian masyarakat Minang di Kota Pinang telah berlangsung sejak 17 tahun yang lalu, dipelopori oleh Bapak Sudirman Pili yang merupakan orang Minang pertama yang merintis usaha tersebut. Kedatangan para pedagang di pekan perkebunan telah mengakibatkan munculnya dampak ekonomis dan dampak sosial di sekitar daerah pekan. Dampak ekonomisnya adalah bergeraknya roda perekonomian di sekitar daerah pekan sedangkan dampak sosial dari keberadaan pekan adalah dijadikannya lokasi pekan sebagai sarana transformasi dan nilai-nilai ke wilayah perkebunan yang jauh dari pusat kota.&#xD;
	Jaringan yang terbentuk antara pedagang pekan etnis Minang di Kota Pinang adalah jaringan yang berdasarkan atas garis keluarga, satu suku dan satu kampung. Jaringan ini memudahkan mereka dalam menjalankan usaha dagang ke pekan-pekan karena dengan jaringan yang kuat maka permasalahan serta kesulitan yang dihadapi terkait masalah dagang dapat diselesaikan bersama-sama. Sedangkan moral ekonomi pedagang pekan etnis Minang dapat terlihat dari prinsip samo-samo tagak yang dipegang teguh oleh para pedagang, penetapan harga jual yang ditetapkan pedagang kepada pembeli dan pelanggannya serta adanya resiprositas dan keikhlasan para pedagang untuk berjualan ke lokasi pekanan.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Wirawan, Anggre</dc:creator>
    <dc:description>Keterbatasan akses masyarakat perkebunan ke kota dikarenakan jarak yang jauh mengakibatkan terhambatnya usaha mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal inilah yang menjadi dasar bagi pedagang-pedagang terutama yang beretnis Minang melihatnya sebagai peluang usaha. Jarak serta lokasi yang tidak mudah karena infrastruktur jalan yang buruk, berlubang, masih berbatu, berdebu bahkan jika hujan akan berlumpur tidak menghambat mereka berjualan ke pekan-pekan di perkebunan. Dalam aktivitas perdagangannya, hambatan-hambatan yang ada dapat dihadapi para pedagang pekan etnis Minang dengan memperkuat jaringan serta dengan adanya bentuk-bentuk moral ekonomi yang terbangun pada para pedagang. Keadaan yang demikian juga terlihat pada pedagang pekan etnis  Minang yang berjualan di wilayah perkebunan sekitar Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan yang membangun jaringan sosial serta mengedepankan nilai-nilai moral ekonomi dalam aktivitas perdagangannya.&#xD;
	Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis serta melihat pola jaringan sosial yang terbangun serta aspek-aspek moral ekonomi yang terbangun pada pedagang-pedagang etnis Minang yang berjualan dengan sistem pekanan serta usaha mereka untuk mempertahankan kelangsungan usahanya tersebut.&#xD;
	Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, pengamatan partisipan serta studi kepustakaan&#xD;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha berjualan ke pekan-pekan yang dijalani sebagian masyarakat Minang di Kota Pinang telah berlangsung sejak 17 tahun yang lalu, dipelopori oleh Bapak Sudirman Pili yang merupakan orang Minang pertama yang merintis usaha tersebut. Kedatangan para pedagang di pekan perkebunan telah mengakibatkan munculnya dampak ekonomis dan dampak sosial di sekitar daerah pekan. Dampak ekonomisnya adalah bergeraknya roda perekonomian di sekitar daerah pekan sedangkan dampak sosial dari keberadaan pekan adalah dijadikannya lokasi pekan sebagai sarana transformasi dan nilai-nilai ke wilayah perkebunan yang jauh dari pusat kota.&#xD;
	Jaringan yang terbentuk antara pedagang pekan etnis Minang di Kota Pinang adalah jaringan yang berdasarkan atas garis keluarga, satu suku dan satu kampung. Jaringan ini memudahkan mereka dalam menjalankan usaha dagang ke pekan-pekan karena dengan jaringan yang kuat maka permasalahan serta kesulitan yang dihadapi terkait masalah dagang dapat diselesaikan bersama-sama. Sedangkan moral ekonomi pedagang pekan etnis Minang dapat terlihat dari prinsip samo-samo tagak yang dipegang teguh oleh para pedagang, penetapan harga jual yang ditetapkan pedagang kepada pembeli dan pelanggannya serta adanya resiprositas dan keikhlasan para pedagang untuk berjualan ke lokasi pekanan.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Hubungan Pola Makan Vegetarian Terhadap Status  Periodontal Di Maha Vihara Maitreya, Medan, Sumatera Utara.</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37549" />
    <author>
      <name>Bakar, Siti Aishah Abu</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37549</id>
    <updated>2013-05-23T07:16:36Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Bakar, Siti Aishah Abu
Advisors: R, Irmansyah; Pasaribu, Krisna Murthy
Abstract: Siti Aishah &#xD;
Relationship of vegetarian diet on periodontal status in Maha Vihara Maitreya, Medan, North Sumatra. &#xD;
xxxviii + 35 Pages&#xD;
Vegetarian diets have a similar basic principle diet of ‘Empat sehat lima sempurna’ diet and it only differ in the type of protein consumed. Oral hygiene was found to be better in vegetarian versus non-vegetarian. Nutritional imbalances indirectly have an influence on the development, endurance, or periodontium tissue repair. The purpose of this study was to determine the periodontal status in vegetarian group and to find out the differences in periodontal status of vegetarians and non-vegetarians in Medan.&#xD;
This is a descriptive cross-sectional research. The study was conducted on 40 vegetarians and 40 non-vegetarians in Maha Vihara Maitreya, Medan. Data retrieval is done by giving interviews and questionnaires to samples and also clinical examinations to find out the periodontal status, using OHIS index, plaque index, and gingival index. The data obtained were analyzed with Mann-Whitney test and T-test.&#xD;
The results obtained show a significant association between vegetarian diet and periodontal status. Vegetarians has a good periodontal status compare to non-vegetarians.
Abstract (other language): Siti Aishah &#xD;
Hubungan pola makan vegetarian terhadap status periodontal di Maha Vihara Maitreya, Medan, Sumatera Utara. &#xD;
xxxviii + 35 Halaman&#xD;
Pola makan vegetarian mempunyai prinsip dasar mirip dengan pola makan empat sehat lima sempurna hanya berbeda pada jenis protein yang dikonsumsi. Didapati kebersihan rongga mulut pada vegetarian lebih baik berbanding non-vegetarian. Ketidakseimbangan nutrisi secara tidak langsung memberi pengaruh terhadap perkembangan, daya tahan, atau membaiki jaringan periodonsium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status periodontal pada kelompok vegetarian dan melihat perbedaan status periodontal pada kelompok vegetarian dan non-vegetarian di Medan.&#xD;
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada 40 orang vegetarian dan 40 orang non-vegetarian di Maha Vihara Maitreya, Medan. Pengambilan data dilakukan dengan memberi wawancara, pengisian kuesioner oleh sampel dan pemeriksaan klinis untuk melihat status periodontal, yaitu dengan menggunakan indeks OHIS, indeks plak, dan indeks gingiva. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji Mann-Whitney dan uji T.&#xD;
Hasil penelitian didapat ada hubungan yang bermakna antara pola makan vegetarian dengan status periodontal dan pengamal pola makan vegetarian mempunyai status periodontal yang baik berbanding yang non-vegetarian.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Bakar, Siti Aishah Abu</dc:creator>
    <dc:description>Siti Aishah &#xD;
Hubungan pola makan vegetarian terhadap status periodontal di Maha Vihara Maitreya, Medan, Sumatera Utara. &#xD;
xxxviii + 35 Halaman&#xD;
Pola makan vegetarian mempunyai prinsip dasar mirip dengan pola makan empat sehat lima sempurna hanya berbeda pada jenis protein yang dikonsumsi. Didapati kebersihan rongga mulut pada vegetarian lebih baik berbanding non-vegetarian. Ketidakseimbangan nutrisi secara tidak langsung memberi pengaruh terhadap perkembangan, daya tahan, atau membaiki jaringan periodonsium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status periodontal pada kelompok vegetarian dan melihat perbedaan status periodontal pada kelompok vegetarian dan non-vegetarian di Medan.&#xD;
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada 40 orang vegetarian dan 40 orang non-vegetarian di Maha Vihara Maitreya, Medan. Pengambilan data dilakukan dengan memberi wawancara, pengisian kuesioner oleh sampel dan pemeriksaan klinis untuk melihat status periodontal, yaitu dengan menggunakan indeks OHIS, indeks plak, dan indeks gingiva. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji Mann-Whitney dan uji T.&#xD;
Hasil penelitian didapat ada hubungan yang bermakna antara pola makan vegetarian dengan status periodontal dan pengamal pola makan vegetarian mempunyai status periodontal yang baik berbanding yang non-vegetarian.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pra Rancangan Pabrik &#xD;
Pembuatan Dimetil Eter Dari Syngas Hasil Gasifikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Kapasitas Produksi 50.000 Ton/Tahun</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37548" />
    <author>
      <name>Putri, Deshinta Maharani</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37548</id>
    <updated>2013-05-23T05:57:14Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Putri, Deshinta Maharani
Advisors: Ritonga, M. Yusuf
Abstract: Dimetil eter merupakan salah satu bahan bakar alternatif ramah lingkungan yang dapat diproduksi dari syngas hasil gasifikasi tandan kosong kelapa sawit. Syngas ini terbentuk melalui pembakaran tandan kosong kelapa sawit dalam reaktor gasifier. Syngas kemudian dibersihkan dari pengotor dan dikondisikan sesuai keadaan yang dibutuhkan untuk sintesis syngas menjadi dimetil eter dalam reaktor slurry.&#xD;
Pabrik dimetil eter ini direncanakan akan berproduksi dengan kapasitas 50.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari dalam setahun. Pabrik ini direncanakan berlokasi di daerah Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan hilir Sungai Musi, dengan luas tanah yang dibutuhkan adalah 33478 m2. Tenaga kerja yang dibutuhkan berjumlah 225 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang direktur utama dengan struktur organisasi sistem garis dan staf.&#xD;
Hasil analisa terhadap aspek ekonomi pabrik pembuatan Dimetil eter dengan proses gasifikasi Tandan kosong Kelapa Sawit adalah: Total Modal Investasi : Rp 795.198.925.942,- Total Biaya Produksi : Rp. 395.058.258.994,- Hasil Penjualan : Rp. 734.000.533.776,- Laba Bersih : Rp. 236.090.794.386,- Profit Margin (PM) : 45,947% Break Even Point (BEP) : 49,859 % Return on Investment (ROI) : 23,799% Pay Out Time (POT) : 4,202 tahun Return on Network (RON) : 39,665 % Internal Rate of Return (IRR) : 40,851 ,&#xD;
Dari hasil analisa aspek ekonomi, maka dapat disimpulkan bahwa pabrik pembuatan dimetil eter dari syngas hasil gasifikasi tandan kosong kelapa sawit ini layak untuk didirikan.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Putri, Deshinta Maharani</dc:creator>
  </entry>
  <entry>
    <title>Eksekusi Hak Tanggungan Sebagai Konsekuensi Jaminan Kredit Untuk Perlindungan Hukum Bagi Kepentingan Kreditur Di Medan</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37547" />
    <author>
      <name>Kadhapi, Muhammad</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37547</id>
    <updated>2013-05-23T05:29:43Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Kadhapi, Muhammad
Advisors: Hayat, Muhammad
Abstract (other language): Hak tanggungan sebagai salah satu lembaga hak jaminan atas tanah untuk pelunasan utang tertentu. Eksekusi hak tanggungan (jaminan), tidak termasuk eksekusi riil, tetapi eksekusi yang mendasarkan pada alas hak eksekusi yang bertitel. Debitur pemberi hak tanggungan mempermasalahkan jumlah besarnya hutang yang dijamin dengan hak tanggungan, dan alasan-alasan ini selalu dipakai sebagai alasan menghambat eksekusi hak tanggungan. Selain itu, juga sering dijumpai debitur keberatan dan tidak bersedia secara sukarela mengosongkan obyek hak tanggungan itu bahkan berusaha mempertahankan dengan mencari perpanjangan kredit atau melalui gugatan perlawanan eksekusi hak tanggungan kepada pengadilan negeri yang tujuannya untuk menunda eksekusi hak tanggungan tersebut, sikap seperti ini jelas mengganggu tatanan kepastian penegakkan hukum yang mengakibatkan runtuhnya keefektifan jaminan hak tanggungan.	Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap eksekusi hak tanggungan sebagai konsekuensi jaminan kredit untuk perlindungan hukum bagi kepentingan kreditur di Medan. Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah bagaimanakah tata cara eksekusi hak tanggungan, bagaimanakah eksekusi hak tanggungan sebagai konsekuensi jaminan kredit untuk perlindungan hukum bagi kepentingan kreditur di Medan, dan bagaimanakah penyelesaian yang dilakukan jika terjadi masalah dalam eksekusi hak tanggungan.  Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, merupakan penelitian terhadap hukum positif atau peraturan perundang-undangan. &#xD;
Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, merupakan penelitian terhadap hukum positif atau peraturan perundang-undangan. Adapun Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode kualitatif.  Jenis data yang diperoleh mengenai data sekunder, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.&#xD;
	Berdasarkan hasil penelitian bahwa diketahui meskipun dalam undang-undang hak tanggungan perlindungan hukum diberikan seimbang kepada semua pihak yang terlibat dalam pembebanan hak tanggungan, kreditur, debitur dan pihak ketiga, tetapi perlindungan hukum yang sangat diperlukan adalah untuk kepentingan dreditur yang menghendaki uang yang dipinjamkan kembali sesuai perjanjian setelah debitur cidera janji atau karena alasan-alasan tertentu debitur tidak bisa melunasi utangnya. dan eksekusi hak tanggungan yang mendasarkan pada grosse akta pengakuan utang dan sertifikat hak tanggungan melalui Pengadilan Negeri merupakan salah satu cara yang dapat memberikan perlindungan hukum kepada kreditur, dengan mengatasi kendala-kendala yang ada. Eksekusi hak tanggungan dapat dilaksanakan dengan menjual seluruh atau sebagian harta kekayaan debitur yang merupakan jaminan melalui lelang, dan hasil lelang sebagian atau sepenuhnya akan diambil untuk membayar lunas utang kepada kreditur setelah dikurangi biaya eksekusi dan biaya lelang.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Kadhapi, Muhammad</dc:creator>
    <dc:description>Hak tanggungan sebagai salah satu lembaga hak jaminan atas tanah untuk pelunasan utang tertentu. Eksekusi hak tanggungan (jaminan), tidak termasuk eksekusi riil, tetapi eksekusi yang mendasarkan pada alas hak eksekusi yang bertitel. Debitur pemberi hak tanggungan mempermasalahkan jumlah besarnya hutang yang dijamin dengan hak tanggungan, dan alasan-alasan ini selalu dipakai sebagai alasan menghambat eksekusi hak tanggungan. Selain itu, juga sering dijumpai debitur keberatan dan tidak bersedia secara sukarela mengosongkan obyek hak tanggungan itu bahkan berusaha mempertahankan dengan mencari perpanjangan kredit atau melalui gugatan perlawanan eksekusi hak tanggungan kepada pengadilan negeri yang tujuannya untuk menunda eksekusi hak tanggungan tersebut, sikap seperti ini jelas mengganggu tatanan kepastian penegakkan hukum yang mengakibatkan runtuhnya keefektifan jaminan hak tanggungan.	Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap eksekusi hak tanggungan sebagai konsekuensi jaminan kredit untuk perlindungan hukum bagi kepentingan kreditur di Medan. Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah bagaimanakah tata cara eksekusi hak tanggungan, bagaimanakah eksekusi hak tanggungan sebagai konsekuensi jaminan kredit untuk perlindungan hukum bagi kepentingan kreditur di Medan, dan bagaimanakah penyelesaian yang dilakukan jika terjadi masalah dalam eksekusi hak tanggungan.  Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, merupakan penelitian terhadap hukum positif atau peraturan perundang-undangan. &#xD;
Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, merupakan penelitian terhadap hukum positif atau peraturan perundang-undangan. Adapun Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode kualitatif.  Jenis data yang diperoleh mengenai data sekunder, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.&#xD;
	Berdasarkan hasil penelitian bahwa diketahui meskipun dalam undang-undang hak tanggungan perlindungan hukum diberikan seimbang kepada semua pihak yang terlibat dalam pembebanan hak tanggungan, kreditur, debitur dan pihak ketiga, tetapi perlindungan hukum yang sangat diperlukan adalah untuk kepentingan dreditur yang menghendaki uang yang dipinjamkan kembali sesuai perjanjian setelah debitur cidera janji atau karena alasan-alasan tertentu debitur tidak bisa melunasi utangnya. dan eksekusi hak tanggungan yang mendasarkan pada grosse akta pengakuan utang dan sertifikat hak tanggungan melalui Pengadilan Negeri merupakan salah satu cara yang dapat memberikan perlindungan hukum kepada kreditur, dengan mengatasi kendala-kendala yang ada. Eksekusi hak tanggungan dapat dilaksanakan dengan menjual seluruh atau sebagian harta kekayaan debitur yang merupakan jaminan melalui lelang, dan hasil lelang sebagian atau sepenuhnya akan diambil untuk membayar lunas utang kepada kreditur setelah dikurangi biaya eksekusi dan biaya lelang.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Balok Laminasi Dengan Kombinasi Dari Batang Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Dan Kayu Mahoni (Swietenia Mahagoni)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37546" />
    <author>
      <name>Ginting, Denni Ardian R.</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37546</id>
    <updated>2013-05-23T05:23:15Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Ginting, Denni Ardian R.
Advisors: Herawati, Evalina
Abstract: The use of timber as a structural material is not only limited to solid timber but also as laminate called lamination wood (gluelam). This research explored the optimum total of layers, and height of the oil-palm stem to evaluate physis and mechanis properties of lamination wood which is a combination of oil-palm  stem (Elaies guineensis jacq) and  mahoni (Swietenia mahagoni). The lamination wood had 50 cm long, 5 cm wide, and 5 cm deep. Glue spread are 300 g/m2 with double side of glue lines. Each layer of lumber glued with water based polymer-isocianate (Koyo Bond) adhesive at pressure of 30 kg/cm2  for 50 minutes pressing time. Testing method followed American Society for Testing and Materials D143-93. The results of lamination wood testing shows that both of the treatment and its interaction did not show significant effect on moisture content,delamination, modulus of elasticity and modulus of rupture. But, was significant effect on density.
Abstract (other language): Pemakaian kayu sebagai bahan struktural tidak hanya terbatas sebagai kayu utuh, tetapi juga sebagai kayu laminasi atau gluelam. Penelitian ini mencari jumlah lapisan, dan ketinggian posisi batang kelapa sawit yang optimum untuk mengevaluasi sifat fisis  dan mekanis kayu laminasi kombinasi dari batang kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq )  dan kayu mahoni (Swietenia mahagoni). Kayu laminasi berukuran panjang 80 cm, lebar 5 cm, dan tebal 5 cm. Jumlah perekat terlabur terdiri dari  300 g/m2 dengan perekatan dua sisi. Masing – masing lapisan papan direkat dengan water based polymer-isocianate (Koyo Bond) pada tekanan 30 kg/cm2, selama 50 menit. Pengujian benda uji dilakukan menurut ASTM D 143-93. Hasil pengujian kayu laminasi menunjukkan bahwa kedua perlakuan beserta interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air,delaminasi, keteguhan lentur dan keteguhan patah. Namun berbeda nyata pada kerapatan.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Ginting, Denni Ardian R.</dc:creator>
    <dc:description>Pemakaian kayu sebagai bahan struktural tidak hanya terbatas sebagai kayu utuh, tetapi juga sebagai kayu laminasi atau gluelam. Penelitian ini mencari jumlah lapisan, dan ketinggian posisi batang kelapa sawit yang optimum untuk mengevaluasi sifat fisis  dan mekanis kayu laminasi kombinasi dari batang kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq )  dan kayu mahoni (Swietenia mahagoni). Kayu laminasi berukuran panjang 80 cm, lebar 5 cm, dan tebal 5 cm. Jumlah perekat terlabur terdiri dari  300 g/m2 dengan perekatan dua sisi. Masing – masing lapisan papan direkat dengan water based polymer-isocianate (Koyo Bond) pada tekanan 30 kg/cm2, selama 50 menit. Pengujian benda uji dilakukan menurut ASTM D 143-93. Hasil pengujian kayu laminasi menunjukkan bahwa kedua perlakuan beserta interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air,delaminasi, keteguhan lentur dan keteguhan patah. Namun berbeda nyata pada kerapatan.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Informasi Peredaran Tumbuhan Obat Hutan di Tanah Karo (Studi Kasus : Di Pasar Tradisional Kabanjahe dan Pasar Tradisional Berastagi)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37545" />
    <author>
      <name>Siajabat, Gordon</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37545</id>
    <updated>2013-05-23T05:13:30Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Siajabat, Gordon
Advisors: Afifudin, Yunus
Abstract: Traditional medicine has been in the community and is used empirically to provide benefits in improving health danpengobatan various diseases. Department of Health classifies obattradisional as herbs, standardized herbal medicine and traditional medicine is herb fitofarmaka of various types of bagiantanaman that have properties to cure a wide range of traditional penyakit.Obat in Indonesia known as herbal medicine. Drugs have traditionally sendirimasih be senyawa.Sehingga efficacy of traditional medicine may terjadidengan the interaction between compounds that have a stronger influence&#xD;
Medicinal plants generally have certain parts that are used as drugs, namely: root (radix), rhizome (rhizome), tubers (tuber), flowers (flos), fruit (fruktus), seed (semen), wood (lignum) , bark (cortex), stem (cauli), leaves (folia) and whole plants (herbs).&#xD;
Types of medicinal plants used by the community is quite diverse, and its use is not maximized. The benefits of medicinal plants has not been well known by the public umum.Manfaat of some medicinal plants obtained from interviews and contained the same relative scientific sources. Parts of the plant most widely used as an ingredient of medicines are used daun.Tumbuhan derived from plants spread across the district karo obtained from perkarangan, woods and fields.
Abstract (other language): Obat tradisional telah berada dalam masyarakat dan digunakan secara empiris dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kesehatan tubuh danpengobatan berbagai penyakit. Departemen Kesehatan mengklasifikasikan obattradisional sebagai jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka Obat tradisional adalah ramuan dari berbagai macam jenis dari bagiantanaman yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.Obat tradisional di Indonesia dikenal dengan nama jamu. Obat tradsional sendirimasih mempunyai berupa senyawa.Sehingga khasiat obat tradisional mungkin terjadidengan adanya interaksi antar senyawa yang mempunyai pengaruh yang lebih kuat&#xD;
Tanaman obat pada umumnya memiliki bagian-bagian tertentu yang digunakan sebagai obat, yaitu : akar (radix),  rimpang (rhizome), umbi (tuber), bunga (flos), buah (fruktus), biji (semen), kayu (lignum), kulit kayu (cortex), batang (cauli), daun (folia) dan  seluruh tanaman (herba).&#xD;
Jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat  cukup beragam, dan penggunaannya belum maksimal. Manfaat tanaman obat belum cukup diketahui oleh masyarakat umum.Manfaat dari beberapa tanaman obat yang didapat dari wawancara dan yang terdapat pada sumber sumber ilmiah relative sama. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai bahan obat-obatan adalah daun.Tumbuhan yang digunakan berasal dari tumbuhan yang tersebar di kabupaten karo yang didapat dari perkarangan, hutan dan ladang.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Siajabat, Gordon</dc:creator>
    <dc:description>Obat tradisional telah berada dalam masyarakat dan digunakan secara empiris dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kesehatan tubuh danpengobatan berbagai penyakit. Departemen Kesehatan mengklasifikasikan obattradisional sebagai jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka Obat tradisional adalah ramuan dari berbagai macam jenis dari bagiantanaman yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.Obat tradisional di Indonesia dikenal dengan nama jamu. Obat tradsional sendirimasih mempunyai berupa senyawa.Sehingga khasiat obat tradisional mungkin terjadidengan adanya interaksi antar senyawa yang mempunyai pengaruh yang lebih kuat&#xD;
Tanaman obat pada umumnya memiliki bagian-bagian tertentu yang digunakan sebagai obat, yaitu : akar (radix),  rimpang (rhizome), umbi (tuber), bunga (flos), buah (fruktus), biji (semen), kayu (lignum), kulit kayu (cortex), batang (cauli), daun (folia) dan  seluruh tanaman (herba).&#xD;
Jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat  cukup beragam, dan penggunaannya belum maksimal. Manfaat tanaman obat belum cukup diketahui oleh masyarakat umum.Manfaat dari beberapa tanaman obat yang didapat dari wawancara dan yang terdapat pada sumber sumber ilmiah relative sama. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai bahan obat-obatan adalah daun.Tumbuhan yang digunakan berasal dari tumbuhan yang tersebar di kabupaten karo yang didapat dari perkarangan, hutan dan ladang.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Struktur Modal, Struktur Aset, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Profitabilitas&#xD;
Pada Perusahaan Manufaktur Yang&#xD;
Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2011</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37544" />
    <author>
      <name>Hasugian, Parasian</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37544</id>
    <updated>2013-05-23T05:05:40Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Hasugian, Parasian
Advisors: Rambe, Syahrul
Abstract: This research is aim to test and describe whether asset structure, equity structure, and devidend policy influence manufactures profitability in Indonesian Stock Exchange. Asset structure is indicated to fixed asset to total asset (FATA), equity structure is indicated to debt to equity ratio (DER), and deviden policy is indicated to deviden payout ratio (DPR). This research population is all manufacture entities which were listed in Indonesian Stock Exchange during the year 2010 to 2011. The sample selection is using purposive sampling method and the result is fourty eight entities as sample.&#xD;
	This research variable consists of fixed asset to total asset (FATA), debt to equity ratio (DER), and deviden payout ratio (DPR) as independent variable, and return on asset (ROA) as dependent variable. Descriptive Statistic method is used in this research by taking simple regression model to test independent variables influence to dependent variable individually and double regression to test its influence together. SPSS computer programme is used to test in this research.&#xD;
	The result indicate that partially FATA and DER significantly influence the ROA negatively whereas DPR unsignificanly influence the ROA. If tested together, FATA, DER, and DPR significantly influence the ROA positively. These are showed by 0,296 of the R Square value, that means 29,6 % variation from the ROA change which can be explained by the three independent variables, meanwhile, the remainder 70,4 % explained by other variation factors which not include in regression model.
Abstract (other language): Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan apakah struktur modal, struktur aset, dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Struktur aset diindikasikan dengan fixed asset to total asset ratio (FATA), struktur modal diindikasikan dengan debt to equity ratio (DER), dan kebijakan dividen diindikasikan dengan dividen payout ratio (DPR).&#xD;
	Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 hingga tahun 2011. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 48 perusahaan. Variabel penelitian ini terdiri dari fixed asset to total asset (FATA), debt to equity ratio (DER) dan dividen payout ratio (DPR) sebagai variabel independen, dan  return on asset (ROA) sebagai variabel dependen. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif dengan menggunakan model regresi sederhana untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individu dan regresi berganda untuk menguji pengaruhnya secara bersama-sama. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS.&#xD;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel FATA dan DER berpengaruh negatif  signifikan terhadap ROA sedangkan DPR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA.  Jika diuji secara bersama-sama, FATA, DER, dan DPR  berpengaruh secara positif signifikan terhadap ROA.  Hal ini ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,296 yang berarti bahwa 29,6%  profitabilitas perusahaan dipengaruhi oleh fixed asset to total asset, debt equity ratio dan dividend payout ratio, sedangkan sisanya 70,4% dapat dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Hasugian, Parasian</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan apakah struktur modal, struktur aset, dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Struktur aset diindikasikan dengan fixed asset to total asset ratio (FATA), struktur modal diindikasikan dengan debt to equity ratio (DER), dan kebijakan dividen diindikasikan dengan dividen payout ratio (DPR).&#xD;
	Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 hingga tahun 2011. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 48 perusahaan. Variabel penelitian ini terdiri dari fixed asset to total asset (FATA), debt to equity ratio (DER) dan dividen payout ratio (DPR) sebagai variabel independen, dan  return on asset (ROA) sebagai variabel dependen. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif dengan menggunakan model regresi sederhana untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individu dan regresi berganda untuk menguji pengaruhnya secara bersama-sama. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS.&#xD;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel FATA dan DER berpengaruh negatif  signifikan terhadap ROA sedangkan DPR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA.  Jika diuji secara bersama-sama, FATA, DER, dan DPR  berpengaruh secara positif signifikan terhadap ROA.  Hal ini ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,296 yang berarti bahwa 29,6%  profitabilitas perusahaan dipengaruhi oleh fixed asset to total asset, debt equity ratio dan dividend payout ratio, sedangkan sisanya 70,4% dapat dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Laba Kotor Dan Laba Bersih  Dalam  Memprediksi  Arus Kas Di Masa Mendatang  Studi  Kasus Pada  PT. Swarnadwipa Serdangjaja</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37543" />
    <author>
      <name>Adrian, Dimas</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37543</id>
    <updated>2013-05-23T04:58:47Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Adrian, Dimas
Advisors: Ismail, Mutia
Abstract: This study aimed to provide empirical evidence on gross profit and net income in predicting future cash flows by examining each variable. Through this research, we can know what income concept that is best in predicting cash flow.&#xD;
	The object of research is PT. Swarnadwipa Serdangjaja from 2003 to 2011 during the observation period. The method used in the selection of objects in this study was purposive sampling. Analysis model used in this study is multiple regression analysis model performed with the aid of the computer program SPSS version 17.0 for Windows.&#xD;
	The results of this study indicate that gross profit has the best ability as compared with net income in predicting future cash flows. Partially only variable that proved significant gross profit affect the dependent variable (cash flow). However, simultaneously gross profi and net earnings have predictive ability for future cash flows.
Abstract (other language): Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai laba kotor dan laba bersih dalam memprediksi arus kas di masa mendatang dengan menguji masing-masing variabel. Melalui penelitian ini, dapat diketahui konsep laba manakah yang paling baik dalam memprediksi arus kas. &#xD;
	Objek penelitian adalah PT. Swarnadwipa Serdangjaja tahun 2003 sampai 2011 secara berturut-turut selama periode pengamatan. Metode yang digunakan dalam pemilihan objek pada penelitian ini adalah purposive sampling. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS versi 17.0 for Windows. &#xD;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba kotor memiliki kemampuan yang paling baik dibandingkan dengan laba bersih dalam memprediksi arus kas masa depan. Secara parsial hanya variabel laba kotor yang terbukti signifikan mempengaruhi variabel dependen (arus kas). Namun, secara simultan laba kotor dan laba bersih mempunyai memiliki kemampuan prediktif terhadap arus kas masa depan.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Adrian, Dimas</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai laba kotor dan laba bersih dalam memprediksi arus kas di masa mendatang dengan menguji masing-masing variabel. Melalui penelitian ini, dapat diketahui konsep laba manakah yang paling baik dalam memprediksi arus kas. &#xD;
	Objek penelitian adalah PT. Swarnadwipa Serdangjaja tahun 2003 sampai 2011 secara berturut-turut selama periode pengamatan. Metode yang digunakan dalam pemilihan objek pada penelitian ini adalah purposive sampling. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS versi 17.0 for Windows. &#xD;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba kotor memiliki kemampuan yang paling baik dibandingkan dengan laba bersih dalam memprediksi arus kas masa depan. Secara parsial hanya variabel laba kotor yang terbukti signifikan mempengaruhi variabel dependen (arus kas). Namun, secara simultan laba kotor dan laba bersih mempunyai memiliki kemampuan prediktif terhadap arus kas masa depan.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Perbandingan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Dengan Menggunakan Rasio Keuangan</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37542" />
    <author>
      <name>Afriany, Utami</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37542</id>
    <updated>2013-05-23T04:52:07Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Afriany, Utami
Advisors: Siregar, Hasan Sakti
Abstract: The aims of this research is to compare the financial performance of Islamic Banking and the Conventional Banking period 2008-2010. The parameters used to compare the financial performance of banks is to use the financial ratios.  Thid research include return on asset, non performing loan, loan to deposit ratio, operating cost operating income, quick ratio and capital adequacy ratio.&#xD;
Methods used in this research is compare financial ratios. This research in to compare is a ratio return on asset, non performing loan, loan to deposit ratio, operating cost operating income, quick ratio and capital adequacy ratio convensional banking and Islamic banking by using independent sample t-test. 9 sample using the convensional banks and Islamic banks.&#xD;
The results were obtained ROA LDR QR and CAR ratios in Islamic banking is better than conventional banking. While, ROA ratios in conventional banking better than the Islamic banking in the study period. Overall, the performance of Islamic banking is better than conventional banking.
Abstract (other language): Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kinerja keuangan perbankan syariah dan perbankan konvensional periode 2008 – 2010. Parameter yang digunakan untuk melakukan perbandingan kinerja keuangan perbankan adalah rasio keuangan. Penelitian ini menggunakan rasio keuangan yakni meliputi return of asset, non performing loan, loan to deposit ratio, biaya operasional pendapatan operasional, quick ratio dan capital adequacy ratio.&#xD;
&#xD;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan rasio keuangan. Dalam penelitian ini yang dibandingkan adalah rasio return of asset, non performing loan, loan to deposit ratio, biaya operasi pendapatan operasional, quick ratio dan capital adequacy ratio perbankan konvensional dan perbankan syariah dengan menggunakan uji beda dua rata-rata. Dengan menggunakan Sembilan sampel yaitu bank konvensional dan bank syariah. &#xD;
&#xD;
Dari hasil penelitian diperoleh rasio ROA, LDR, QR dan CAR perbankan syariah lebih baik dibandingkan dengan perbankan konvensional. Sedangkan rasio NPL dan BOPO perbankan konvensional lebih baik dibandingkan dengan perbankan syariah pada periode penelitian. Secara keseluruhan, kinerja perbankan syariah lebih baik dibandingkan kinerja perbankan konvensional</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Afriany, Utami</dc:creator>
    <dc:description>Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kinerja keuangan perbankan syariah dan perbankan konvensional periode 2008 – 2010. Parameter yang digunakan untuk melakukan perbandingan kinerja keuangan perbankan adalah rasio keuangan. Penelitian ini menggunakan rasio keuangan yakni meliputi return of asset, non performing loan, loan to deposit ratio, biaya operasional pendapatan operasional, quick ratio dan capital adequacy ratio.&#xD;
&#xD;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan rasio keuangan. Dalam penelitian ini yang dibandingkan adalah rasio return of asset, non performing loan, loan to deposit ratio, biaya operasi pendapatan operasional, quick ratio dan capital adequacy ratio perbankan konvensional dan perbankan syariah dengan menggunakan uji beda dua rata-rata. Dengan menggunakan Sembilan sampel yaitu bank konvensional dan bank syariah. &#xD;
&#xD;
Dari hasil penelitian diperoleh rasio ROA, LDR, QR dan CAR perbankan syariah lebih baik dibandingkan dengan perbankan konvensional. Sedangkan rasio NPL dan BOPO perbankan konvensional lebih baik dibandingkan dengan perbankan syariah pada periode penelitian. Secara keseluruhan, kinerja perbankan syariah lebih baik dibandingkan kinerja perbankan konvensional</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Penetapan Kadar Kalsium, Kalium, dan Natrium dalam Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Cayenne Secara Spektrofotometri Serapan Atom</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37541" />
    <author>
      <name>Sitanggang, Siska Sepdiana</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37541</id>
    <updated>2013-05-23T04:39:06Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Sitanggang, Siska Sepdiana
Advisors: Yoenoes, Syahrial
Abstract: Pineapple is one of the tropical fruits those are popular in public to&#xD;
consume fresh fruit, is also main material of canned fruit industry and processed&#xD;
products such as jam, syrup, and others. It contains many important elements that&#xD;
needed by the body, they are water, protein, carbohydrate, fiber, and minerals&#xD;
such as calcium, iron, magnesium, phosphorus, potassium and sodium. The&#xD;
content of vitamin are vitaminC, thiamin, riboflavin, niacin and vitamin A. Food&#xD;
content potassium good for people with high blood pressure. The purpose of this&#xD;
research was to know the level of calcium, potassium, and sodium in pineapple&#xD;
fruit contained in the lowlands and the highlands. The determination of these metal was done by using atomic absorption&#xD;
spectrophotometer using flame with the wavelength at 422.7 nm for calcium, at&#xD;
766.5 nm for potassium and at 589.0 nm for sodium.&#xD;
The result showed that the levels of calcium in pineapple fruit contained in&#xD;
the lowlands and the highlands were (12.81 ±0.1879) mg/100 g and (4.13 ±&#xD;
0.1669) mg/100 g. The levels of potassium in pineapple fruit contained in the&#xD;
lowlands and the highlands were (115.59 ± 0.7187) mg/100 g and (70.95 ±&#xD;
0.7587) mg/100 g. The levels of sodium in pineapple fruit contained in the&#xD;
lowlands and the highlands were (4.63 ± 0.2006) mg/100 g and (2.65 ± 0.2201) mg/100 g. Statistically, the average difference test calcium, potassium, and sodium content between pineapple fruit contained in the lowlands and the&#xD;
highlands used the t distribution, concluded that the content of calcium,&#xD;
potassium, and sodium in pineapple fruit contained in the lowlands were significantly higher than highlands
Abstract (other language): Nanas merupakan salah satu buah tropis yang digemarimasyarakat&#xD;
luasuntuk konsumsi buah segar, juga merupakan bahan baku industri buah&#xD;
kalengan dan olahan seperti selai, sirup dan lain-lain. Nanas mengandung&#xD;
berbagai unsur penting yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu air, protein, lemak,&#xD;
karbohidrat, serat, dan kandungan mineralnya sebagai berikut: kalsium, besi,&#xD;
magnesium, pospor, kalium dan natrium. Kandungan vitamin sebagai berikut:&#xD;
vitamin C, tiamin, riboflavin, niasin dan vitamin A. Bahan pangan yang&#xD;
mengandung kalium baik dikonsumsi penderita darah tinggi. Tujuan dari&#xD;
penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kalsium, kalium, dan natrium dalam&#xD;
buah nanas yang terdapat di dataran rendah dan di dataran tinggi.&#xD;
Penetapan kadar ketiga mineral dilakukan dengan menggunakan&#xD;
spektrofotometer serapan atom dengan nyala pada panjang gelombang 422,7 nm&#xD;
untuk kalsium, kalium pada panjang gelombang 766,5 nm, dan pada panjang&#xD;
gelombang 589,0 nm untuk natrium.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan kadar kalsium dalam nanas di dataran&#xD;
rendah dan nanas di dataran tinggi adalah (12,81 ±0,1879) mg/100 g dan (4,13 ±&#xD;
0,1669) mg/100 g. Kadar kalium dalam nanas di dataran rendah dan nanas di&#xD;
dataran tinggi adalah (115,59 ± 0,7187) mg/100 g dan (70,95 ± 0,7587) mg/100 g.&#xD;
Kadar natrium dalam nanas di dataran rendah dan nanas di dataran tinggi adalah&#xD;
(4,63 ± 0,2006) mg/100 g dan (2,65 ± 0,2201) mg/100 g. Secara statistik, uji beda&#xD;
rata-rata kadar kalsium, kalium, dan natrium antara nanas di dataran rendah dan&#xD;
nanas di dataran tinggi dengan menggunakan distribusi t, menyimpulkan bahwa&#xD;
kandungan kalsium, kalium, dan natrium dalam buah nanas yang terdapat di dataran rendah lebih tinggi dari nanas di dataran tinggi.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Sitanggang, Siska Sepdiana</dc:creator>
    <dc:description>Nanas merupakan salah satu buah tropis yang digemarimasyarakat&#xD;
luasuntuk konsumsi buah segar, juga merupakan bahan baku industri buah&#xD;
kalengan dan olahan seperti selai, sirup dan lain-lain. Nanas mengandung&#xD;
berbagai unsur penting yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu air, protein, lemak,&#xD;
karbohidrat, serat, dan kandungan mineralnya sebagai berikut: kalsium, besi,&#xD;
magnesium, pospor, kalium dan natrium. Kandungan vitamin sebagai berikut:&#xD;
vitamin C, tiamin, riboflavin, niasin dan vitamin A. Bahan pangan yang&#xD;
mengandung kalium baik dikonsumsi penderita darah tinggi. Tujuan dari&#xD;
penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kalsium, kalium, dan natrium dalam&#xD;
buah nanas yang terdapat di dataran rendah dan di dataran tinggi.&#xD;
Penetapan kadar ketiga mineral dilakukan dengan menggunakan&#xD;
spektrofotometer serapan atom dengan nyala pada panjang gelombang 422,7 nm&#xD;
untuk kalsium, kalium pada panjang gelombang 766,5 nm, dan pada panjang&#xD;
gelombang 589,0 nm untuk natrium.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan kadar kalsium dalam nanas di dataran&#xD;
rendah dan nanas di dataran tinggi adalah (12,81 ±0,1879) mg/100 g dan (4,13 ±&#xD;
0,1669) mg/100 g. Kadar kalium dalam nanas di dataran rendah dan nanas di&#xD;
dataran tinggi adalah (115,59 ± 0,7187) mg/100 g dan (70,95 ± 0,7587) mg/100 g.&#xD;
Kadar natrium dalam nanas di dataran rendah dan nanas di dataran tinggi adalah&#xD;
(4,63 ± 0,2006) mg/100 g dan (2,65 ± 0,2201) mg/100 g. Secara statistik, uji beda&#xD;
rata-rata kadar kalsium, kalium, dan natrium antara nanas di dataran rendah dan&#xD;
nanas di dataran tinggi dengan menggunakan distribusi t, menyimpulkan bahwa&#xD;
kandungan kalsium, kalium, dan natrium dalam buah nanas yang terdapat di dataran rendah lebih tinggi dari nanas di dataran tinggi.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Implementasi Algoritma One Time Pad Pada Data Teks Dan Knapsack Pada Kunci</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37540" />
    <author>
      <name>Prameswara, Gustaf</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37540</id>
    <updated>2013-05-23T04:29:11Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Prameswara, Gustaf
Advisors: Budiman, M. Andri
Abstract: A data security is very important to be kept secret. Cryptography is a branch of science that contribute to security and confidentiality of the data. One of the methods used in cryptography is a hybrid encryption. That system of data security by combining the use of symmetric algorithms the key asymmetric algorithms. This thesis aims to increase knowledge and references on how algorithms work in securing a One Time Pad text data. And also how to work the Knapsack algorithm used in securing key algorithm of One Time Pad earlier. This discussion will result in an application that can be used to encrypt text data using symmetric algorithms are used at the same time securing key to encrypt it again using an asymmetric algorithm.
Abstract (other language): Keamanan suatu data rahasia sangat penting untuk dijaga. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi. Kriptografi merupakan cabang ilmu yang berperan dalam keamanan dan kerahasiaan suatu data. Salah satu metoda yang digunakan dalam kriptografi adalah hybrid enkripsi. Yaitu sistem pengamanan data dengan menggabungkan penggunaan algoritma simetris dengan algoritma asimetris. Skripsi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan referensi tentang bagaimana cara kerja algoritma One Time Pad dalam mengamankan data teks. Dan juga bagaimana cara kerja algoritma Knapsack dalam mengamankan kunci yang dipergunakan dari algoritma One Time Pad tadi. Pembahasan ini akan menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengenkripsi data teks menggunakan algoritma simetris sekaligus mengamankan kunci yang digunakan dengan mengekripsinya lagi menggunakan algoritma asimetris.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Prameswara, Gustaf</dc:creator>
    <dc:description>Keamanan suatu data rahasia sangat penting untuk dijaga. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi. Kriptografi merupakan cabang ilmu yang berperan dalam keamanan dan kerahasiaan suatu data. Salah satu metoda yang digunakan dalam kriptografi adalah hybrid enkripsi. Yaitu sistem pengamanan data dengan menggabungkan penggunaan algoritma simetris dengan algoritma asimetris. Skripsi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan referensi tentang bagaimana cara kerja algoritma One Time Pad dalam mengamankan data teks. Dan juga bagaimana cara kerja algoritma Knapsack dalam mengamankan kunci yang dipergunakan dari algoritma One Time Pad tadi. Pembahasan ini akan menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengenkripsi data teks menggunakan algoritma simetris sekaligus mengamankan kunci yang digunakan dengan mengekripsinya lagi menggunakan algoritma asimetris.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Dan Perbandingan Penggunaan Metode Pembangkitan Bilangan Prima Fermat  Dan Lucas-Lehmer Dalam  Kriptografi Elgamal</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37539" />
    <author>
      <name>Wijayanti, Ratnaningtyas Yoga</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37539</id>
    <updated>2013-05-23T04:23:41Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Wijayanti, Ratnaningtyas Yoga
Advisors: Rachmawati, Dian
Abstract: Security of a written message from one person to another during communication is important. It takes an application to secure the contents of the message to be sent. The main objective of this study is to build an applications that can sent plaintexts. This study was implemented ElGamal cryphtography algorithms for encryption and decryption with Fermat and Lucas-Lehmer prime generator, using Java 2.0 programming language with the Netbeans IDE 6.8. The methods ensure that the Fermat prime numbers obtained, a p-1 mod p = 1, has a range of 1-5000. If the value of p has digits greather than 2 and the penultimate is 0 then it should be avoided. Lucas-Lehmer method only applies to Mersenne numbers (Mp = 2p-1) with s := s2 – 2 mod Mp. Prime numbers used in the application are greater than 255 and the key value should not exceed 4 digits. The iteration to determine the key value of p which does not have 0 as the penultimate number resulted in the Fermat encryption method requiring longer time than Lucas-Lehmer, which is 5.346267 second for Fermat compared to 0.13326 second for Lucas-Lehmer. In the decryption process, the average time obtained for Fermat 0.0041 second for Fermat compared to 0.0104 second for Lucas-Lehmer because the p key used in the Lucas-Lehmer was average larger than the p key used in the Fermat. In this application, the encryption process is faster with the Lucas-Lehmer method, while decryption process is the faster with Fermat method
Abstract (other language): Keamanan pesan tertulis yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain ketika berkomunikasi adalah hal yang penting. Dibutuhkan suatu penerapan untuk mengamankan isi dari pesan yang akan dikirim. Sasaran utama dari kajian ini adalah untuk membangun aplikasi yang dapat merahasiakan pesan yang dikirim. Penelitian ini dibangun dengan bahasa pemograman Java 2.0 dengan editornya adalah Netbeans 6.8 dan menggunakan algoritma kriptografi ElGamal untuk proses enkripsi dan dekripsinya, metode pembangkitan bilangan prima Fermat dan Lucas-Lehmer. Metode Fermat memastikan bilangan yang diperoleh prima, a p-1 mod p = 1, memiliki rentang 1-5000. Jika nilai p yang memiliki digit lebih dari 2 dan angka kedua dari belakang adalah 0 harus dihindari. Metode Lucas-Lehmer berlaku pada bilangan Mersenne (Mp = 2p-1) dengan s := s2 – 2 mod Mp. Bilangan prima yang digunakan lebih besar dari 255 dan nilai kuncinya tidak lebih dari 4 digit. Proses iterasi untuk menentukan kunci p yang tidak memiliki angka kedua dari belakang adalah 0 menyebabkan proses enkripsi metode Fermat lebih lama dibandingkan Lucas-Lehmer, untuk Fermat 5.346267 detik dibandingkan 0.13326 detik untuk Lucas-Lehmer. Pada proses dekripsi, didapatkan hasil rata-rata waktu dekripsi Fermat 0.0041 detik dibandingkan 0.0104 detik waktu dekripsi Lucas-Lehmer, disebabkan karena kunci p yang dipakai dalam Lucas-Lehmer rata-rata lebih besar daripada kunci yang dipakai dalam Fermat. Pada aplikasi ini, proses enkripsi yang lebih cepat adalah metode Lucas-Lehmer sedangkan untuk proses dekripsi yang lebih cepat adalah metode Fermat.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Wijayanti, Ratnaningtyas Yoga</dc:creator>
    <dc:description>Keamanan pesan tertulis yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain ketika berkomunikasi adalah hal yang penting. Dibutuhkan suatu penerapan untuk mengamankan isi dari pesan yang akan dikirim. Sasaran utama dari kajian ini adalah untuk membangun aplikasi yang dapat merahasiakan pesan yang dikirim. Penelitian ini dibangun dengan bahasa pemograman Java 2.0 dengan editornya adalah Netbeans 6.8 dan menggunakan algoritma kriptografi ElGamal untuk proses enkripsi dan dekripsinya, metode pembangkitan bilangan prima Fermat dan Lucas-Lehmer. Metode Fermat memastikan bilangan yang diperoleh prima, a p-1 mod p = 1, memiliki rentang 1-5000. Jika nilai p yang memiliki digit lebih dari 2 dan angka kedua dari belakang adalah 0 harus dihindari. Metode Lucas-Lehmer berlaku pada bilangan Mersenne (Mp = 2p-1) dengan s := s2 – 2 mod Mp. Bilangan prima yang digunakan lebih besar dari 255 dan nilai kuncinya tidak lebih dari 4 digit. Proses iterasi untuk menentukan kunci p yang tidak memiliki angka kedua dari belakang adalah 0 menyebabkan proses enkripsi metode Fermat lebih lama dibandingkan Lucas-Lehmer, untuk Fermat 5.346267 detik dibandingkan 0.13326 detik untuk Lucas-Lehmer. Pada proses dekripsi, didapatkan hasil rata-rata waktu dekripsi Fermat 0.0041 detik dibandingkan 0.0104 detik waktu dekripsi Lucas-Lehmer, disebabkan karena kunci p yang dipakai dalam Lucas-Lehmer rata-rata lebih besar daripada kunci yang dipakai dalam Fermat. Pada aplikasi ini, proses enkripsi yang lebih cepat adalah metode Lucas-Lehmer sedangkan untuk proses dekripsi yang lebih cepat adalah metode Fermat.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Gambaran Tipe Sikap Terhadap Competitive Intelligence Pada Pengusaha Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Garmen di Medan</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37538" />
    <author>
      <name>Silalahi, Lastiarma Laorenta</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37538</id>
    <updated>2013-05-23T04:16:56Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Silalahi, Lastiarma Laorenta
Advisors: Mariatin, Emmy
Abstract: The Micro and Small Entrepreneurs (MSEs) compete with Medium and Large Entreprenuers. Therefore, The Micro and Small Entrepreneurs (MSEs) really need to have knowledge and information about competitors and competitive environment, and apply them in decision-making and planning so as can improve their performance. This is called competitive intelligence. This research was a descriptive study aimed to determine the attitude type of the competitive intelligence on garment entrepreneurs in Medan. The number of samples in this study were 122. The sampling techniques in this research was incidental sampling techniques. Instrument used was subjective scale to determine the attitude type towards competitive intelligence based on aspects of competitive intelligence by Rouach and Santi (2001). Based on the index of discrimination aitem were 0,329-0,689 (sleeper attitude), 0,331-0,520 (reactive attitude), 0,324-0,620 (active attitude), 0,313-0,546 (assault attitude), and 0,305 -0,734 (warrior attitude). The reliability of each attitude type using Alpha Cronbach technique were 0,884 (sleeper), 0,794 (reactive), 0,899 (active), 0,807 (assault), and 0,856 (warrior).&#xD;
The results of this study was analyzed using Zscore. The results indicated that subject had the sleeper attitude is 19 people (15,57%), reactive attitude is 17 people (13,93%), active attitude is 25 people (20,49%), assault attitude is 20 people (16,39%), and warrior attitude is 18 people (14,75%). Based on these results, the majority of the garment Micro Small Medium Entrepreneurs in Medan is active attitude
Abstract (other language): Usaha Mikro dan Kecil (UMK) harus bersaing dengan usaha-usaha menengah dan usaha besar sehingga UMK perlu memiliki pengetahuan tentang kompetitor dan lingkungan kompetitif, serta mengaplikasikannya dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan sehingga dapat memperbaiki kinerja mereka. Inilah yang disebut competitive intelligence. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran tipe sikap terhadap competitive intelligence pada pengusaha UMK garmen di Medan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yakni 122 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni teknik incidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa penskalaan subjek untuk mengukur tipe sikap terhadap competitive intelligence yang disusun berdasarkan aspek competitive intelligence oleh Rouach &amp; Santi (2001). Berdasarkan hasil daya beda aitem, terdapat 38 aitem valid, yakni: yang bergerak dari 0,329-0,689 (tipe sleeper), 0,331-0,520 (tipe reactive), 0,324-0,620 (tipe active), 0,313-0,546 (tipe assault), dan 0,305 -0,734 (tipe warrior). Reliabilitas dari kelima tipe sikap dengan menggunakan teknik koefisien Alpha Cronbach, yaitu 0,884 (tipe sleeper), 0,794 (tipe reactive), 0,899 (tipe active), 0,807 (tipe assault), dan 0,856 (tipe warrior)&#xD;
Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Zscore dan terdapat subjek penelitian yang memiliki sikap sleeper sebanyak 19 orang (15,57%), yang memiliki sikap reactive sebanyak 17 orang (13,93%), yang memiliki sikap active sebanyak 25 orang (20,49%), yang memiliki sikap assault sebanyak 20 orang (16,39%), dan yang memiliki sikap warrior sebanyak 18 orang (14,75%). Maka berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas pengusaha UMK Garmen memiliki tipe sikap active.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Silalahi, Lastiarma Laorenta</dc:creator>
    <dc:description>Usaha Mikro dan Kecil (UMK) harus bersaing dengan usaha-usaha menengah dan usaha besar sehingga UMK perlu memiliki pengetahuan tentang kompetitor dan lingkungan kompetitif, serta mengaplikasikannya dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan sehingga dapat memperbaiki kinerja mereka. Inilah yang disebut competitive intelligence. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran tipe sikap terhadap competitive intelligence pada pengusaha UMK garmen di Medan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yakni 122 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni teknik incidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa penskalaan subjek untuk mengukur tipe sikap terhadap competitive intelligence yang disusun berdasarkan aspek competitive intelligence oleh Rouach &amp; Santi (2001). Berdasarkan hasil daya beda aitem, terdapat 38 aitem valid, yakni: yang bergerak dari 0,329-0,689 (tipe sleeper), 0,331-0,520 (tipe reactive), 0,324-0,620 (tipe active), 0,313-0,546 (tipe assault), dan 0,305 -0,734 (tipe warrior). Reliabilitas dari kelima tipe sikap dengan menggunakan teknik koefisien Alpha Cronbach, yaitu 0,884 (tipe sleeper), 0,794 (tipe reactive), 0,899 (tipe active), 0,807 (tipe assault), dan 0,856 (tipe warrior)&#xD;
Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Zscore dan terdapat subjek penelitian yang memiliki sikap sleeper sebanyak 19 orang (15,57%), yang memiliki sikap reactive sebanyak 17 orang (13,93%), yang memiliki sikap active sebanyak 25 orang (20,49%), yang memiliki sikap assault sebanyak 20 orang (16,39%), dan yang memiliki sikap warrior sebanyak 18 orang (14,75%). Maka berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas pengusaha UMK Garmen memiliki tipe sikap active.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Dengan Post Purchase Dissonance Pada Pembelian Online</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37537" />
    <author>
      <name>Panjaitan, Debby Elfrida</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37537</id>
    <updated>2013-05-23T04:10:51Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Panjaitan, Debby Elfrida
Advisors: Pohan, Vivi G. R.
Abstract: This research is a correlational research that is aimed to see the relationship between product perceived quality with post purchase dissonance at consumers that buy online products. Rapid development of internet has been made business transaction moved to internet. This kind of business has many barriers that make the consumers feel uncomfortable with the buying decision that they have already done. This uncomfortable feeling is called post purchase dissonance. Post purchase dissonance can influence consumers behavior because it creates anxiety that the consumers would like to reduce. Post purchase dissonance is influenced by consumers involvement in the product. Involvement is influenced by the characteristics of the product. The characteristics of the product are made by consumer’s perception about the quality of the product.&#xD;
This research used 125 subjects with purposive sampling technique. This concept is measured by Perceived Quality scale and Post Purchase Dissonance scale. Item discrimination test is reached with using item total correlation for perceived quality has 0.276 until 0.656 and post purchase dissonance has 0.26 until 0.957 and Alpha Cronbach is used to measure reliability test for perceived quality and post purchase dissonance, perceived quality has 0.884 and post purchase dissonance scale has 0.949.&#xD;
The result of this research shows negative correlation between perceived quality and post purchase dissonance. It means that the more someone has positive perception about the quality of the product, the less post purchase dissonance he feels.
Abstract (other language): Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi terhadap kualitas produk dengan post purchase dissonance pada konsumen yang melakukan pembelian secara online. Perkembangan pesat internet telah membuat transaksi bisnis beralih ke internet. Bisnis yang dilakukan ini memiliki banyak hambatan sehingga menyebabkan konsumen merasa tidak nyaman atas keputusan ataupun pembelian yang telah mereka lakukan. Ketidaknyamanan ini disebut dengan post purchase dissonance. Post purchase dissonance dapat mempengaruhi perilaku konsumen karena menciptakan perasaan cemas yang ingin dikurangi oleh konsumen. Post purchase dissonance dipengaruhi oleh keterlibatan konsumen terhadap produk. Keterlibatan dipengaruhi oleh karakteristik produk. Karakteristirk produk dibentuk oleh persepsi konsumen terhadap kualitas produk tersebut.&#xD;
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 125 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Persepsi terhadap Kualitas dan Skala Post Purchase Dissonance. Uji daya beda aitem dengan korelasi aitem total pada skala persepsi terhadap kualitas memiliki nilai sebesar 0.276 sampai 0.656 dan post purchase dissonance 0.26 sampai 0.957 dan uji reliabilitas skala persepsi terhadap kualitas dilakukan dengan teknik koefisien Alpha Cronbrach dengan nilai sebesar 0.884 dan untuk skala post purchase dissonance memiliki nilai 0.949.&#xD;
Hasil penelitian menyebutkan bahwa persepsi terhadap kualitas dan post purchase dissonance memiliki hubungan yang negatif. Hal ini berarti bahwa semakin positif persepsi seseorang terhadap produk online yang dibelinya semakin rendahlah post purchase dissonance yang dirasakan konsumen tersebut.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Panjaitan, Debby Elfrida</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi terhadap kualitas produk dengan post purchase dissonance pada konsumen yang melakukan pembelian secara online. Perkembangan pesat internet telah membuat transaksi bisnis beralih ke internet. Bisnis yang dilakukan ini memiliki banyak hambatan sehingga menyebabkan konsumen merasa tidak nyaman atas keputusan ataupun pembelian yang telah mereka lakukan. Ketidaknyamanan ini disebut dengan post purchase dissonance. Post purchase dissonance dapat mempengaruhi perilaku konsumen karena menciptakan perasaan cemas yang ingin dikurangi oleh konsumen. Post purchase dissonance dipengaruhi oleh keterlibatan konsumen terhadap produk. Keterlibatan dipengaruhi oleh karakteristik produk. Karakteristirk produk dibentuk oleh persepsi konsumen terhadap kualitas produk tersebut.&#xD;
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 125 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Persepsi terhadap Kualitas dan Skala Post Purchase Dissonance. Uji daya beda aitem dengan korelasi aitem total pada skala persepsi terhadap kualitas memiliki nilai sebesar 0.276 sampai 0.656 dan post purchase dissonance 0.26 sampai 0.957 dan uji reliabilitas skala persepsi terhadap kualitas dilakukan dengan teknik koefisien Alpha Cronbrach dengan nilai sebesar 0.884 dan untuk skala post purchase dissonance memiliki nilai 0.949.&#xD;
Hasil penelitian menyebutkan bahwa persepsi terhadap kualitas dan post purchase dissonance memiliki hubungan yang negatif. Hal ini berarti bahwa semakin positif persepsi seseorang terhadap produk online yang dibelinya semakin rendahlah post purchase dissonance yang dirasakan konsumen tersebut.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perbedaan Stres Akademik antara Kelompok Siswa Minoritas dengan Mayoritas di SMP WR.Supratman 2 Medan</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37536" />
    <author>
      <name>Fachrosi, Erlyani</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37536</id>
    <updated>2013-05-23T04:05:29Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Fachrosi, Erlyani
Advisors: Supriyantini, Sri
Abstract: Stress is an important topic in academic setting. Stress is a gap condition&#xD;
between psychological and physiological demands of the situation with the source&#xD;
of the biological, psychological, and social. Academic stress is a stress-related&#xD;
aspects of learning, especially learning experience.&#xD;
The one of academic stress phenomenon can be seen in the context of&#xD;
integration in schools. School as a melting pot for assimilation of minority groups&#xD;
into the dominant group. An interisting case in which natives as a minority in a&#xD;
predominantly ethnic Chinese communities. Majority and minority students in the&#xD;
integration school could not be separated from issues related to stress.&#xD;
This research using comparative quantitative study aimed to find out a&#xD;
comparison in academic stress among majority and minority students’s group in&#xD;
SMP WR.Supratman 2 Medan. This research involved 140 students as sample.&#xD;
Sampling method use a disproportionate stratified random sampling technique.&#xD;
The measurement of academic stress developed by the researcher based on the&#xD;
theory of classification of academic stress by Oon (2007). Content validity based&#xD;
on professional judgment and reliability value.859.&#xD;
Data were examined by the Independent t-test with a significance value&#xD;
.147, t (138) = -1459, p &gt; .05. The results of data analysis showed no significant&#xD;
difference in academic stress among minority and the majority student’s group.&#xD;
The implication of this research is useful for the school to aware about&#xD;
student’s academic stress and optimizing existing conditions . For students&#xD;
expected to be more aware of their stress levels
Abstract (other language): Stres menjadi topik penting dalam lingkup akademik. Stres merupakan&#xD;
kondisi kesenjangan antara tuntutan psikologis dan fisiologis berdasarkan situasi&#xD;
yang bersumber dari faktor biologis, psikologis ataupun sosial yang ada pada diri&#xD;
individu. Stres akademik merupakan stres yang berhubungan dengan aspek&#xD;
pembelajaran, khususnya pengalaman belajar.&#xD;
Salah satu fenomena stres akademik dapat dilihat pada konteks pembauran&#xD;
di sekolah. Sekolah dianggap sebagai wadah asimilasi untuk meleburkan&#xD;
kelompok minoritas ke kelompok mayoritas. Hal menarik dimana kelompok&#xD;
pribumi sebagai kelompok minoritas dalam suatu komunitas yang mayoritas etnis&#xD;
Tionghoa. Kelompok siswa mayoritas dan minoritas di sekolah pembauran tak&#xD;
lepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan stres.&#xD;
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif yang bertujuan&#xD;
untuk mengetahui perbedaan stres akademik antara kelompok siswa minoritas dan&#xD;
mayoritas di SMP WR.Supratman 2 Medan. Penelitian ini melibatkan 140 siswa&#xD;
sebagai subjek penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Sampel&#xD;
Acak Secara Tak Proporsional (Disproportionate Stratified Random Sampling).&#xD;
Alat ukur stres akademik disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan teori&#xD;
penggolongan stres akademik yang dikemukakan oleh Oon (2007). Validitas isi&#xD;
berdasarkan professional judgement dan reliabilitas sebesar 0.859.&#xD;
Data diuji dengan menggunakan Independent t-test, diperoleh nilai&#xD;
signifikansi sebesar .147, t(138)=-1.459, p &gt; .05. Hasil analisa data menunjukkan&#xD;
tidak ada perbedaan stres akademik yang signifikan antara kelompok minoritas&#xD;
dan mayoritas.&#xD;
Implikasi dari hasil penelitian ini berguna sebagai masukan untuk pihak&#xD;
sekolah sehingga menyadari kondisi stres akademik siswanya. Selain itu pihak&#xD;
sekolah dapat memanfaatkan kondisi stres baik untuk pencapaian akademik yang&#xD;
baik. Bagi siswa diharapkan lebih sadar terhadap tingkat stres mereka.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Fachrosi, Erlyani</dc:creator>
    <dc:description>Stres menjadi topik penting dalam lingkup akademik. Stres merupakan&#xD;
kondisi kesenjangan antara tuntutan psikologis dan fisiologis berdasarkan situasi&#xD;
yang bersumber dari faktor biologis, psikologis ataupun sosial yang ada pada diri&#xD;
individu. Stres akademik merupakan stres yang berhubungan dengan aspek&#xD;
pembelajaran, khususnya pengalaman belajar.&#xD;
Salah satu fenomena stres akademik dapat dilihat pada konteks pembauran&#xD;
di sekolah. Sekolah dianggap sebagai wadah asimilasi untuk meleburkan&#xD;
kelompok minoritas ke kelompok mayoritas. Hal menarik dimana kelompok&#xD;
pribumi sebagai kelompok minoritas dalam suatu komunitas yang mayoritas etnis&#xD;
Tionghoa. Kelompok siswa mayoritas dan minoritas di sekolah pembauran tak&#xD;
lepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan stres.&#xD;
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif yang bertujuan&#xD;
untuk mengetahui perbedaan stres akademik antara kelompok siswa minoritas dan&#xD;
mayoritas di SMP WR.Supratman 2 Medan. Penelitian ini melibatkan 140 siswa&#xD;
sebagai subjek penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Sampel&#xD;
Acak Secara Tak Proporsional (Disproportionate Stratified Random Sampling).&#xD;
Alat ukur stres akademik disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan teori&#xD;
penggolongan stres akademik yang dikemukakan oleh Oon (2007). Validitas isi&#xD;
berdasarkan professional judgement dan reliabilitas sebesar 0.859.&#xD;
Data diuji dengan menggunakan Independent t-test, diperoleh nilai&#xD;
signifikansi sebesar .147, t(138)=-1.459, p &gt; .05. Hasil analisa data menunjukkan&#xD;
tidak ada perbedaan stres akademik yang signifikan antara kelompok minoritas&#xD;
dan mayoritas.&#xD;
Implikasi dari hasil penelitian ini berguna sebagai masukan untuk pihak&#xD;
sekolah sehingga menyadari kondisi stres akademik siswanya. Selain itu pihak&#xD;
sekolah dapat memanfaatkan kondisi stres baik untuk pencapaian akademik yang&#xD;
baik. Bagi siswa diharapkan lebih sadar terhadap tingkat stres mereka.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai:Studi Pada Kantor Camat Medan Baru</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37535" />
    <author>
      <name>Chandra, Alex</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37535</id>
    <updated>2013-05-23T03:57:11Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Chandra, Alex
Advisors: Kariono
Abstract (other language): Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu kegiatan pengolahan data-data menjadi informasi-informasi tidak atau dengan menggunakan computer dimana informasi yang dihasilakn akan memeberikan akses dalam pengambilan keputusan. Sistem Informasi Manajemen sebagai metode formal menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada manajemen yang diperlukaan untuk mempermudah proses pengambilan fungsi perencanaan, pengendalian, dan operasi secara efektif. System menyediakan informasi mengenai masa lalu, masa kini, dan proyeksi masa depan serta mengetahui peristiwa yang terjadi didalam dan diluar organisasi.&#xD;
	Penelitian ini dilakukan di Kantor Camat Medan Baru. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dengan jumlah populasi sebanyak 29 orang, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 100% dari jumlah populasi sebanyak 29 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan bantuan metode angket dimana jawaban responden diukur dengan menggunakan skala likert yaitu pemberian nilai numerikal dimana setiap skor yang diperoleh akan memiliki tingkat pengukuran ordinal. Nilai numerik tersebut dianggap sebagai objek dan selanjutnya melalui proses transformasi yang ditempatkan kedalam interval. &#xD;
	Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik analisis data korelasi product moment, dari persamaan tersebut hasil perhitungan yang didapat 0,840 dimana hubungan antara variabel X dan variabel Y berada pada kategori sangat tinggi.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Chandra, Alex</dc:creator>
    <dc:description>Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu kegiatan pengolahan data-data menjadi informasi-informasi tidak atau dengan menggunakan computer dimana informasi yang dihasilakn akan memeberikan akses dalam pengambilan keputusan. Sistem Informasi Manajemen sebagai metode formal menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada manajemen yang diperlukaan untuk mempermudah proses pengambilan fungsi perencanaan, pengendalian, dan operasi secara efektif. System menyediakan informasi mengenai masa lalu, masa kini, dan proyeksi masa depan serta mengetahui peristiwa yang terjadi didalam dan diluar organisasi.&#xD;
	Penelitian ini dilakukan di Kantor Camat Medan Baru. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dengan jumlah populasi sebanyak 29 orang, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 100% dari jumlah populasi sebanyak 29 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan bantuan metode angket dimana jawaban responden diukur dengan menggunakan skala likert yaitu pemberian nilai numerikal dimana setiap skor yang diperoleh akan memiliki tingkat pengukuran ordinal. Nilai numerik tersebut dianggap sebagai objek dan selanjutnya melalui proses transformasi yang ditempatkan kedalam interval. &#xD;
	Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik analisis data korelasi product moment, dari persamaan tersebut hasil perhitungan yang didapat 0,840 dimana hubungan antara variabel X dan variabel Y berada pada kategori sangat tinggi.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengelolaan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Penyakit Kronis oleh Keluarga Di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37534" />
    <author>
      <name>Mangunsong, Leloisa Nova</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37534</id>
    <updated>2013-05-23T03:49:36Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Mangunsong, Leloisa Nova
Advisors: Rusdi, Iwan
Abstract: Old age is the final phase of the life span. However, at this stage can provide a further threat to the health problems. Aging is characterized by the presence of biological deterioration and experiencing chronic disease. The family is the primary support system for the elderly in maintaining and improving health. The subject in the practice of comprehensive field study was five persons of elderly and their families who live in Kelurahan Gedung Johor. After assessment for the elderly with chronic disease, the most frequent complaints that suffered by the elderly is pain, fatigue, and immobility. Based on the results of questionnaires given to the family, obtained the result that the family care of the elderly were considered sufficient. One of the intervention can be given to the elderly that is range of motion (ROM). Having taught about the ROM, range of movement of the elderly become more leverage and decreased stiffness in the extremities. Active and passive ROM exercises can improve mobility of joints when performed routinely and regularly to prevent the occurrence of various complications. To the family are also taught about how to care the elderly with chronic diseases according to the five duties of family health. Duties of family health in caring the elderly with chronic disease is important to increase elderly health, for helping  decrease the pain, fatigue, and immobility to fulfill the needs of elderly. The family understand about health education is taught and can apply well to the elderly.Based on a comprehensive field study of this practice, it is recommended to all health services in order to improve the optimization function of  CIE (Communication, Information, and Education). CIE is very important to do and given to families who care for elderly with chronic diseases.
Abstract (other language): Usia tua merupakan fase akhir dari rentang kehidupan. Namun pada tahap lebih lanjut dapat memberikan ancaman masalah pada  kesehatan. Penuaan ditandai dengan adanya kemunduran biologis dan mengalami sakit kronis. Keluarga merupakan support system utama bagi usia lanjut dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Subjek dalam praktek belajar lapangan komprehensif ini adalah lima lansia beserta keluarganya yang tinggal di wilayah binaan Kelurahan Gedung Johor. Setelah dilakukan pengkajian terhadap lansia dengan penyakit kronik, keluhan yang paling sering dialami lansia yakni nyeri, kelelahan, dan imobilitas. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada keluarga, diperoleh bahwa perawatan keluarga terhadap lansia dinilai cukup. Salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada lansia yakni rentang pergerakan (ROM). Setelah diajarkan tentang ROM, rentang pergerakan lansia menjadi lebih maksimal dan kekakuan pada ekstremitas menurun. Latihan ROM aktif dan pasif dapat meningkatkan mobilitas sendi bila dilakukan secara rutin dan teratur untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi. Kepada keluarga juga diajarkan tentang cara merawat lansia dengan penyakit kronis sesuai dengan lima tugas kesehatan keluarga. Tugas kesehatan keluarga dalam merawat lansia dengan penyakit kronis sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia, yakni dengan membantu lansia mengurangi nyeri, mengatasi kelemahan dan imobilitas serta memenuhi kebutuhan kesehatan lansia. Keluarga mengerti akan pendidikan kesehatan yang diajarkan dan dapat menerapkan dengan baik kepada lansia. Berdasarkan hasil praktik belajar lapangan komprehensif ini, disarankan kepada segenap pelayanan kesehatan agar meningkatkan pengoptimalan fungsi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi). KIE sangat penting untuk dilakukan dan diberikan kepada keluarga yang merawat lansia dengan penyakit kronik.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Mangunsong, Leloisa Nova</dc:creator>
    <dc:description>Usia tua merupakan fase akhir dari rentang kehidupan. Namun pada tahap lebih lanjut dapat memberikan ancaman masalah pada  kesehatan. Penuaan ditandai dengan adanya kemunduran biologis dan mengalami sakit kronis. Keluarga merupakan support system utama bagi usia lanjut dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Subjek dalam praktek belajar lapangan komprehensif ini adalah lima lansia beserta keluarganya yang tinggal di wilayah binaan Kelurahan Gedung Johor. Setelah dilakukan pengkajian terhadap lansia dengan penyakit kronik, keluhan yang paling sering dialami lansia yakni nyeri, kelelahan, dan imobilitas. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada keluarga, diperoleh bahwa perawatan keluarga terhadap lansia dinilai cukup. Salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada lansia yakni rentang pergerakan (ROM). Setelah diajarkan tentang ROM, rentang pergerakan lansia menjadi lebih maksimal dan kekakuan pada ekstremitas menurun. Latihan ROM aktif dan pasif dapat meningkatkan mobilitas sendi bila dilakukan secara rutin dan teratur untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi. Kepada keluarga juga diajarkan tentang cara merawat lansia dengan penyakit kronis sesuai dengan lima tugas kesehatan keluarga. Tugas kesehatan keluarga dalam merawat lansia dengan penyakit kronis sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia, yakni dengan membantu lansia mengurangi nyeri, mengatasi kelemahan dan imobilitas serta memenuhi kebutuhan kesehatan lansia. Keluarga mengerti akan pendidikan kesehatan yang diajarkan dan dapat menerapkan dengan baik kepada lansia. Berdasarkan hasil praktik belajar lapangan komprehensif ini, disarankan kepada segenap pelayanan kesehatan agar meningkatkan pengoptimalan fungsi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi). KIE sangat penting untuk dilakukan dan diberikan kepada keluarga yang merawat lansia dengan penyakit kronik.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Prevalensi Tonsilitis Akut pada Siswa yang Absen di SMA Negeri 4 Medan Bulan Juli 2011 - Juli 2012</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37533" />
    <author>
      <name>Siregar, Friska Perawaty Juliana</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37533</id>
    <updated>2013-05-23T03:42:29Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Siregar, Friska Perawaty Juliana
Advisors: Hanum, T. Sofia
Abstract: Acute tonsillitis is an acute inflammation caused by the bacteria streptococcus beta hemoliticus, streptococcus viridans dan streptococcus pyogenes, can also be caused by a virus. Acute tonsillitis is common in children and rarely occurs in adults. Acute tonsillitis is a disease that hole. And usually the most frequently affected acute tonsillitis sex woman than men. Symptom of acute tonsilitis is itching or dry in the throat , anorexia, otalgia, swollen tonsils. Begins with a sore throat to a severe, painful swallowing, and vomiting. The recurrence of tonsillitis can cause a sore throat and a discharge of pus on the tonsils cureve.&#xD;
This study is a survey research, aims to look at the prevalence of acute tonsillitis in students who missed in SMA Negeri 4 Medan in July 2011-July 2012. Data collection by interview using  questionnaires.&#xD;
Bassed on the result of this study indicated that woman are more commonly affected with acute tonsillitis than men, the main complaint is pain in swallowing, additional complaints include no appetite, symptoms 3-4 days ols, and recurren symptom 3 times a year.&#xD;
Conclusions of this study showes that the incidence of absent of students with acute tonsillitis is a little in SMA Negeri 4 Medan.
Abstract (other language): Tonsilitis akut adalah radang akut yang disebabkan oleh kuman streptococcus beta hemolyticus, streptococcus viridans dan streptococcus pygenes, dapat juga disebabkan oleh virus (Mansjoer,A. 2000). Tonsilitis akut ini sering terjadi pada anak-anak dan jarang sekali terjadi pada orang dewasa. Tonsilitis akut ini adalah penyakit yang berulang. Dan biasanya yang paling sering terkena tonsilitis akut pada jenis kelamin perempuan dibandingkan laki-laki. Gejala pada tonsillitis akut adalah rasa gatal/ kering di tenggorokan,  anoreksia, otalgia, tonsil membengkak. Dimulai dengan sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit menelan, kadang muntah. Pada tonsillitis dapat mengakibatkan kekambuhan sakit tenggorokan dan keluarnya nanah pada lekukan tonsil (Mansjoer,2000).&#xD;
Penelitian ini adalah penelitian survey, bertujuan untuk melihat prevalensi tonsilitis akut pada siswa yang absen di SMA Negeri 4 Medan Bulan Juli 2011-Juli 2012. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner.&#xD;
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa perempuan lebih sering terkena tonsilitis akut daripada laki-laki, keluhan utamanya adalah sakit menelan, keluhan tambahan terbanyak tidak nafsu makan, lama gejalanya 3-4 hari, dan gejala kambuh 3 kali dalam setahun.&#xD;
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan prevalensi tonsilitis akut pada siswa yang absen adalah sedikit di SMA Negeri 4 Medan.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Siregar, Friska Perawaty Juliana</dc:creator>
    <dc:description>Tonsilitis akut adalah radang akut yang disebabkan oleh kuman streptococcus beta hemolyticus, streptococcus viridans dan streptococcus pygenes, dapat juga disebabkan oleh virus (Mansjoer,A. 2000). Tonsilitis akut ini sering terjadi pada anak-anak dan jarang sekali terjadi pada orang dewasa. Tonsilitis akut ini adalah penyakit yang berulang. Dan biasanya yang paling sering terkena tonsilitis akut pada jenis kelamin perempuan dibandingkan laki-laki. Gejala pada tonsillitis akut adalah rasa gatal/ kering di tenggorokan,  anoreksia, otalgia, tonsil membengkak. Dimulai dengan sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit menelan, kadang muntah. Pada tonsillitis dapat mengakibatkan kekambuhan sakit tenggorokan dan keluarnya nanah pada lekukan tonsil (Mansjoer,2000).&#xD;
Penelitian ini adalah penelitian survey, bertujuan untuk melihat prevalensi tonsilitis akut pada siswa yang absen di SMA Negeri 4 Medan Bulan Juli 2011-Juli 2012. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner.&#xD;
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa perempuan lebih sering terkena tonsilitis akut daripada laki-laki, keluhan utamanya adalah sakit menelan, keluhan tambahan terbanyak tidak nafsu makan, lama gejalanya 3-4 hari, dan gejala kambuh 3 kali dalam setahun.&#xD;
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan prevalensi tonsilitis akut pada siswa yang absen adalah sedikit di SMA Negeri 4 Medan.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Foto Jurnalistik Mengenai Kerusuhan Di Mesuji Lampung Pada Harian Kompas:&#xD;
(Analisis Isi Mengenai Foto Jurnalistik Kerusuhan di Mesuji Lampung pada Harian Kompas)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37532" />
    <author>
      <name>Berutu, Dedy Isnaini</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37532</id>
    <updated>2013-05-23T03:24:59Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Berutu, Dedy Isnaini
Advisors: Wijaya, Haris
Abstract (other language): Penelitian ini berjudul, Analisis Foto Jurnalistik Mengenai Kerusuhan Di Mesuji Lampung Pada Harian Kompas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi fotojurnalistik mengenai kerusuhan yang terjadi di Mesuji, Lampung pada Harian Kompas, selainitu untuk mengetahui perkembangan fotografi jurnalistik. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode Entire Detail Frame Angle Time (EDFAT) yang diperkenalkan oleh Walter Cronkite School of Journalism and Telecommunication Arizona State University. Teori yang digunakan untuk menunjang penelitian ini yaitu komunikasi dan komunikasi massa, fungsi komunikasi massa, fotografi, media massa dan surat kabar.&#xD;
Subjek penelitian adalah fotojurnalistik pada Harian Kompas yang terbit pada tanggal 16 Desember 2011-24 Februari 2012 yaitu saat terjadinya isu kerusuhan Mesuji yang terjadi dan terbit pada Harian Kompas. Jumlah foto yang dianalisis adalah 8 foto.&#xD;
	Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, penelitian kepustakaan (library research) dan wawancara mendalam (indepth interviews). Peneliti mengirimkan beberapa pertanyaan kepada fotografer senior yang menjabat sebagai redaktur foto Kompas, Arbain Rambey melalui email. Berdasarkan hasil penelitian, foto mengenai kerusuhan yang terjadi di Mesuji, Lampung yang dipublikasikan di Harian Kompas bersumber dari Fotografer Harian Kompas sendiri.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas format foto adalah horizontal, dengan komposisi berdasarkan jarak pemotretan medium shot, sedangkan angle yang digunakan adalah: Eye Level Angle sebanyak 4 foto, High Angle sebanyak 2 foto dan Low Angle/Frog Angle sebanyak 2 foto. Terdapat 2 foto yang dipublikasikan dalam format hitam putih, yaitu foto Harian Kompas terbitan edisi tanggal 19 Desember 2011 halaman 15 oleh fotografer Yulianus Harjono dan terbitan edisi tanggal 26 Desember 2011 halaman 22 dengan fotografer Adhitya Ramadhan</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Berutu, Dedy Isnaini</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini berjudul, Analisis Foto Jurnalistik Mengenai Kerusuhan Di Mesuji Lampung Pada Harian Kompas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi fotojurnalistik mengenai kerusuhan yang terjadi di Mesuji, Lampung pada Harian Kompas, selainitu untuk mengetahui perkembangan fotografi jurnalistik. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode Entire Detail Frame Angle Time (EDFAT) yang diperkenalkan oleh Walter Cronkite School of Journalism and Telecommunication Arizona State University. Teori yang digunakan untuk menunjang penelitian ini yaitu komunikasi dan komunikasi massa, fungsi komunikasi massa, fotografi, media massa dan surat kabar.&#xD;
Subjek penelitian adalah fotojurnalistik pada Harian Kompas yang terbit pada tanggal 16 Desember 2011-24 Februari 2012 yaitu saat terjadinya isu kerusuhan Mesuji yang terjadi dan terbit pada Harian Kompas. Jumlah foto yang dianalisis adalah 8 foto.&#xD;
	Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, penelitian kepustakaan (library research) dan wawancara mendalam (indepth interviews). Peneliti mengirimkan beberapa pertanyaan kepada fotografer senior yang menjabat sebagai redaktur foto Kompas, Arbain Rambey melalui email. Berdasarkan hasil penelitian, foto mengenai kerusuhan yang terjadi di Mesuji, Lampung yang dipublikasikan di Harian Kompas bersumber dari Fotografer Harian Kompas sendiri.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas format foto adalah horizontal, dengan komposisi berdasarkan jarak pemotretan medium shot, sedangkan angle yang digunakan adalah: Eye Level Angle sebanyak 4 foto, High Angle sebanyak 2 foto dan Low Angle/Frog Angle sebanyak 2 foto. Terdapat 2 foto yang dipublikasikan dalam format hitam putih, yaitu foto Harian Kompas terbitan edisi tanggal 19 Desember 2011 halaman 15 oleh fotografer Yulianus Harjono dan terbitan edisi tanggal 26 Desember 2011 halaman 22 dengan fotografer Adhitya Ramadhan</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Likuiditas pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia periode 2008-2010</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37531" />
    <author>
      <name>Sinulingga, Sandriniha</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37531</id>
    <updated>2013-05-23T03:17:01Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Sinulingga, Sandriniha
Advisors: Nasution, Abdillah Arif
Abstract: Liquidity is a company's ability to meet the obligations that must be paid, the liability is often interpreted as a debt. In accordance with the regulations of Bank Indonesia liquidity aspect is part of the bank's assessment of the health indicators. One of the factors that will affect the liquidity is going to be reflected in bank operations such as raise funds and placements that Current accounts, Savings and Deposits. This study aimed to determine the effect of the set of funds from the public and the placement of public funds in this regard is the Current accounts, Savings and Deposits of liquidity in the regional development banks partially the 2008-2010 period.&#xD;
The population is the object of this research is the regional development banks in Indonesia in the period 2008-2010. The number of samples used were 26 regional development banks in Indonesia. The method used in this research is to use multiple regression analysis to test the hypothesis that the t test. Before using multiple regression analysis, performed classical assumption test first.&#xD;
Based on the results of the partial hypothesis test (t test) in the regional development banks shows that current accounts deposits, savings deposits and significant effect on bank liquidity
Abstract (other language): Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang harus segera dibayar, Kewajiban tersebut sering diartikan sebagai hutang. Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia aspek likuiditas merupakan bagian dari indikator penilaian kesehatan bank. Salah satu faktor yang akan mempengaruhi likuiditas ialah akan tercermin pada kegiatan operasional bank diantaranya menghimpun dana dan penempatan dana yaitu Giro, Tabungan, dan Deposito. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh himpunan dana dari masyarakat dan penempatan dana masyarakat dalam hal ini adalah Giro, Tabungan dan Deposito terhadap likuiditas pada bank pembangunan daerah periode 2008-2010 secara parsial.&#xD;
Populasi yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah bank pembangunan daerah di Indonesia periode tahun 2008-2010. Jumlah sample yang digunakan adalah 26 bank pembangunan daerah di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan uji hipotesis yaitu uji t. Sebelum menggunakan analisis regresi berganda, dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.&#xD;
Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial (uji t) pada bank pembangunan daerah menunjukkan bahwa Giro,Tabungan dan Deposito berpengaruh signifikan terhadap likuiditas perbankan</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Sinulingga, Sandriniha</dc:creator>
    <dc:description>Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang harus segera dibayar, Kewajiban tersebut sering diartikan sebagai hutang. Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia aspek likuiditas merupakan bagian dari indikator penilaian kesehatan bank. Salah satu faktor yang akan mempengaruhi likuiditas ialah akan tercermin pada kegiatan operasional bank diantaranya menghimpun dana dan penempatan dana yaitu Giro, Tabungan, dan Deposito. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh himpunan dana dari masyarakat dan penempatan dana masyarakat dalam hal ini adalah Giro, Tabungan dan Deposito terhadap likuiditas pada bank pembangunan daerah periode 2008-2010 secara parsial.&#xD;
Populasi yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah bank pembangunan daerah di Indonesia periode tahun 2008-2010. Jumlah sample yang digunakan adalah 26 bank pembangunan daerah di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan uji hipotesis yaitu uji t. Sebelum menggunakan analisis regresi berganda, dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.&#xD;
Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial (uji t) pada bank pembangunan daerah menunjukkan bahwa Giro,Tabungan dan Deposito berpengaruh signifikan terhadap likuiditas perbankan</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Struktur Modal Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37530" />
    <author>
      <name>Rizka, Mohd. Fahmi</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37530</id>
    <updated>2013-05-23T03:05:29Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Rizka, Mohd. Fahmi
Advisors: Tarigan, Zainal Abidin
Abstract: Formulation of the problem in this research is the extent to which the influence of the capital structure as measured by Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) and the Interest Coverage Ratio (ICR) empirically to the stock price. The purpose of this study is to investigate and analyze the effect of capital structure as measured by Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) and the Interest Coverage Ratio (ICR) empirically to the stock price.&#xD;
The hypothesis of this research is capital structure as measured by Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) and the Interest Coverage Ratio (ICR) effect on stock price&#xD;
This research is a kind of causal research and are replicating the previous study with the study population are manufacturing companies listed on the Stock Exchange during the period 2009-2011. Sample selection is done by purposive sampling method and from 50 manufacturing companies acquired 30 companies sampled. The data used are secondary data. This study analyzes the relationship between the effects of capital structure as measured by Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) and the Interest Coverage Ratio (ICR) empirically to the stock price. The statistical method used was multiple linear regression with the classic assumption test first.&#xD;
The results of this study indicate that simultaneous capital structure as measured by Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) and the Interest Coverage Ratio (ICR) effect on stock price. Tests showed only partial variable Interest Coverage Ratio (ICR) that significantly influence stock prices
Abstract (other language): Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) secara empiris terhadap Harga saham. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) secara empiris terhadap Harga saham.&#xD;
	Hipotesis dalam penelitian ini adalah struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) berpengaruh terhadap Harga saham&#xD;
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian sebelumnya dengan populasi penelitian adalah perusahaan-perusahaan manufaktur  yang terdapat di BEI selama periode 2009-2011. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan dari 50 perusahaan manufaktur diperoleh 30 perusahaan sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengaruh struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) secara empiris terhadap Harga saham. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. &#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) berpengaruh terhadap Harga saham. Uji parsial menunjukkan hanya variabel Interest Coverage Ratio (ICR) yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Rizka, Mohd. Fahmi</dc:creator>
    <dc:description>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) secara empiris terhadap Harga saham. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) secara empiris terhadap Harga saham.&#xD;
	Hipotesis dalam penelitian ini adalah struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) berpengaruh terhadap Harga saham&#xD;
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian sebelumnya dengan populasi penelitian adalah perusahaan-perusahaan manufaktur  yang terdapat di BEI selama periode 2009-2011. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan dari 50 perusahaan manufaktur diperoleh 30 perusahaan sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengaruh struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) secara empiris terhadap Harga saham. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. &#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR) dan Interest Coverage Ratio (ICR) berpengaruh terhadap Harga saham. Uji parsial menunjukkan hanya variabel Interest Coverage Ratio (ICR) yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Antena Mikrostrip Patch Segiempat &#xD;
Dengan Teknik Planar Array</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37529" />
    <author>
      <name>Silalahi, Maria Natalia</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37529</id>
    <updated>2013-05-23T02:53:59Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Silalahi, Maria Natalia
Advisors: Rambe, Ali Hanafiah
Abstract (other language): Teknologi wireless adalah salah satu teknologi komunikasi yang banyak diminati sekarang ini. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja jaringan wireless, salah satunya adalah antena. Antena adalah alat yang sering digunakan untuk meningkatkan jangkauan dari sistem wireless LAN. &#xD;
Antena mikrostrip array adalah pengembangan dari antena mikrostrip yang merupakan gabungan dari beberapa elemen peradiasi yang membentuk suatu jaringan. Ada beberapa macam konfigurasi antena array, di antaranya linear, planar, dan circular.&#xD;
Dalam Tugas Akhir ini dianalisis antena mikrostrip patch segiempat yang disusun secara planar dan bekerja pada frekuensi 2,45 GHz. Jenis planar yang digunakan adalah pola 1x1, 1x2, 2x2, dan 2x4. Hasil yang diperoleh dari antena mikrostrip yang disusun secara planar adalah nilai gain yang semakin meningkat yaitu 5,9 dB; 9,59 dB; 10,23 dB; hingga 13 dB, nilai VSWR yang semakin optimal yaitu 1,606; 1,543; 1,259; hingga 1,487, dan sudut main lobe pada pola radiasi yang semakin kecil untuk masing-masing pola yang dibentuk.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Silalahi, Maria Natalia</dc:creator>
    <dc:description>Teknologi wireless adalah salah satu teknologi komunikasi yang banyak diminati sekarang ini. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja jaringan wireless, salah satunya adalah antena. Antena adalah alat yang sering digunakan untuk meningkatkan jangkauan dari sistem wireless LAN. &#xD;
Antena mikrostrip array adalah pengembangan dari antena mikrostrip yang merupakan gabungan dari beberapa elemen peradiasi yang membentuk suatu jaringan. Ada beberapa macam konfigurasi antena array, di antaranya linear, planar, dan circular.&#xD;
Dalam Tugas Akhir ini dianalisis antena mikrostrip patch segiempat yang disusun secara planar dan bekerja pada frekuensi 2,45 GHz. Jenis planar yang digunakan adalah pola 1x1, 1x2, 2x2, dan 2x4. Hasil yang diperoleh dari antena mikrostrip yang disusun secara planar adalah nilai gain yang semakin meningkat yaitu 5,9 dB; 9,59 dB; 10,23 dB; hingga 13 dB, nilai VSWR yang semakin optimal yaitu 1,606; 1,543; 1,259; hingga 1,487, dan sudut main lobe pada pola radiasi yang semakin kecil untuk masing-masing pola yang dibentuk.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Laporan Keuangan untuk Memprediksi Kebangkrutan Perusahaaan dengan Membandingkan Model Altman Z-Score dan Model Springate pada Perusahaan Manufaktur Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37528" />
    <author>
      <name>Darwis, Robin</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37528</id>
    <updated>2013-05-23T02:42:53Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Darwis, Robin
Advisors: Ismail, Mutia
Abstract: In this global economic era, a tighter business competition requires firms to strengthen the financial condition and management fundamentals, if the company is unable to compete, sooner or later, the company will go bankrupt. This research aimed to determine whether there are significant differences between the results of the analysis of Altman and Springate models and which model is more accurate in predicting bankruptcy in food and beverage company listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2009-2011.&#xD;
Sampling method that used is purposive sampling method and the result are 11 companies that will be the object of research. Data that used in this research are the financial statements of each sample company which published on its website, www.idx.co.id. Independent variables in this research are financial ratios contained in the model of Altman and Springate.&#xD;
The results of this research indicate that there are significant differences between the results of the bankruptcy analysis by Altman Z-Score and Springate models, in which Altman Z-Score Model is more accurate than Springate model in predicting corporate bankruptcies, especially on food and beverage companies which listed in the Indonesia Stock Exchange.
Abstract (other language): Dalam era perekonomian global ini, persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memperkuat kondisi keuangan dan fundamental manajemennya, jika perusahaan tidak mampu bersaing, cepat atau lambat, perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis model Altman dan Springate dan model mana yang lebih akurat dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2009-2011.&#xD;
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 11 perusahaan yang akan menjadi objek penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel yang dipublikasikan melalui situs www.idx.co.id. Adapun yang menjadi variabel bebas adalah rasio-rasio keuangan yang terdapat pada model Altman dan Springate.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis kebangkrutan Model Altman Z-Score dan Model Springate, dimana model Altman Z-Score lebih akurat daripada model Springate dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Darwis, Robin</dc:creator>
    <dc:description>Dalam era perekonomian global ini, persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memperkuat kondisi keuangan dan fundamental manajemennya, jika perusahaan tidak mampu bersaing, cepat atau lambat, perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis model Altman dan Springate dan model mana yang lebih akurat dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2009-2011.&#xD;
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 11 perusahaan yang akan menjadi objek penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel yang dipublikasikan melalui situs www.idx.co.id. Adapun yang menjadi variabel bebas adalah rasio-rasio keuangan yang terdapat pada model Altman dan Springate.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis kebangkrutan Model Altman Z-Score dan Model Springate, dimana model Altman Z-Score lebih akurat daripada model Springate dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perkembangan Akuntansi Sumber Daya Manusia Di Dunia Internasional</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37527" />
    <author>
      <name>Siregar, Fina Fadilah</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37527</id>
    <updated>2013-05-23T02:30:52Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Siregar, Fina Fadilah
Advisors: Syarif, Firman
Abstract: The problem formula in this research was how the development of human resource accounting in international world. The objective of this research was knowing the development of human resource accounting in international world. This research is qualitative research which was not put the test hypothesis, but it aims to get more comprehension about various variable or describing a condition of the past or case that happening. &#xD;
	The data used in this research was secondary data that be done by analyzing data that collected by writer from studying literature, journal, text books, internet, and the other sources that has correlation. The technique of analysis used in this research was qualitative descriptive method, it was a method by collecting, arranging, and descripting, so that acquired the result in clear describing abot the development of human resource accounting in international world. &#xD;
	The result of these research showed that there were differences in disclosure of human resource accounting information across countries and provided accounting and financial professional insight on the human resource information areas which need to focus on each country.
Abstract (other language): Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan akuntansi sumber daya manusia di dunia internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan akuntansi sumber daya manusia di dunia internasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang tidak bersifat menguji hipotesis, melainkan dimaksudkan untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam mengenai berbagai variabel atau bersifat mendeskripsikan keadaan masa lampau atau fenomena yang sedang terjadi saat ini. &#xD;
	Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data-data yang dikumpulkan terlebih dahulu oleh penulis, yaitu dari studi literatur, jurnal, buku teks, internet, serta berbagai sumber yang berhubungan lainnya. Teknik analisis yang digunakan penlis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menyusun dan mendeskripsikan sehingga diperoleh hasil berupa gambaran yang jelas tentang perkembangan akuntansi sumber daya manusia di dunia internasional. &#xD;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pengungkapan informasi akuntansi sumber daya manusia antarnegara dan penyediaan akuntansi serta wawasan profesional keuangan di wilayah informasi akuntansi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk fokus pada masing-masing negara.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Siregar, Fina Fadilah</dc:creator>
    <dc:description>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan akuntansi sumber daya manusia di dunia internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan akuntansi sumber daya manusia di dunia internasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang tidak bersifat menguji hipotesis, melainkan dimaksudkan untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam mengenai berbagai variabel atau bersifat mendeskripsikan keadaan masa lampau atau fenomena yang sedang terjadi saat ini. &#xD;
	Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data-data yang dikumpulkan terlebih dahulu oleh penulis, yaitu dari studi literatur, jurnal, buku teks, internet, serta berbagai sumber yang berhubungan lainnya. Teknik analisis yang digunakan penlis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menyusun dan mendeskripsikan sehingga diperoleh hasil berupa gambaran yang jelas tentang perkembangan akuntansi sumber daya manusia di dunia internasional. &#xD;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pengungkapan informasi akuntansi sumber daya manusia antarnegara dan penyediaan akuntansi serta wawasan profesional keuangan di wilayah informasi akuntansi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk fokus pada masing-masing negara.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Konstruksi Berita Dalam Media Massa&#xD;
 (Analisis Framing Pemberitaan Dua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta “Jokowi-Basuki dan Fauzi-Nachrowi” Dalam Majalah Tempo)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37526" />
    <author>
      <name>Simbolon, Meydita Asima Megarani</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37526</id>
    <updated>2013-05-23T02:20:46Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Simbolon, Meydita Asima Megarani
Advisors: Purba, Amir
Abstract (other language): Skripsi ini meneliti bagaimana majalah mingguan Tempo mengkonstruksi sebuah realitas yang disajikan kepada pembaca. Dengan topik penelitian mengenai persaingan pasangan gubernur dan calon gubernur Jakarta yang lolos pada putaran kedua lalu yaitu Jokowi-Basuki dan Fauzi-Nachrowi. Alasan peneliti memilih topik ini, adalah untuk mengetahui bagaimana Tempo memandang kedua pasangan tersebut, tim suksesnya serta strategi-strategi kampanye yang mereka lakukan dalam proses menjelang pilkada Jakarta putaran kedua. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana posisi Tempo terhadap kedua kubu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan paradigma konstruktivisme. Sementara untuk tehnik analisis yang digunakan adalah teknik analisis framing model Pan dan Kosicki pada level mikro yaitu analisis teks.&#xD;
Berita yang menjadi objek penelitian diambil dari majalah Tempo yang terbit pada tanggal 22 Juli sampai dengan 23 September 2012 lalu yang berjumlah delapan buah berita. Adapun alasan pemilihan waktu pemberitaan tersebut, karena dalam kurun waktu itulah kedua pasangan melakukan kampanye menjelang pilkada putaran kedua.  Dengan menggunakan model analisis framing model Pan dan Kosicki, maka berita ini akan diteliti dengan menggunakan empat perangkat unit analisis: struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris. &#xD;
Sesuai dengan perumusan masalah, yaitu bagaimana majalah Tempo mengkonstruksikan dan membingkai peristiwa mengenai kedua pasangan tersebut, maka hasil penelitian adalah, pemberitaan majalah Tempo cenderung lebih memihak kepada tim Jokowi-Basuki. Hal ini terlihat dari penekanan berita yang cenderung lebih memberikan kesan positif bagi Jokowi. Jokowi ditampilkan sebagai orang yang peduli rakyat kecil, selalu aktif untuk turun ke perumahan kumuh, sikapnya yang santun dan sederhana. Sementara pemberitaan terhadap tim Fauzi lebih menekankan kesan negatif, seperti koalisi dengan pemberian uang, peniruan strategi kampanye Jokowi dan usaha tim suksesnya untuk mengubah gaya penampilan Fauzi yang arogan dan kaku di depan publik menjadi lebih ramah dan murah senyum.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Simbolon, Meydita Asima Megarani</dc:creator>
    <dc:description>Skripsi ini meneliti bagaimana majalah mingguan Tempo mengkonstruksi sebuah realitas yang disajikan kepada pembaca. Dengan topik penelitian mengenai persaingan pasangan gubernur dan calon gubernur Jakarta yang lolos pada putaran kedua lalu yaitu Jokowi-Basuki dan Fauzi-Nachrowi. Alasan peneliti memilih topik ini, adalah untuk mengetahui bagaimana Tempo memandang kedua pasangan tersebut, tim suksesnya serta strategi-strategi kampanye yang mereka lakukan dalam proses menjelang pilkada Jakarta putaran kedua. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana posisi Tempo terhadap kedua kubu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan paradigma konstruktivisme. Sementara untuk tehnik analisis yang digunakan adalah teknik analisis framing model Pan dan Kosicki pada level mikro yaitu analisis teks.&#xD;
Berita yang menjadi objek penelitian diambil dari majalah Tempo yang terbit pada tanggal 22 Juli sampai dengan 23 September 2012 lalu yang berjumlah delapan buah berita. Adapun alasan pemilihan waktu pemberitaan tersebut, karena dalam kurun waktu itulah kedua pasangan melakukan kampanye menjelang pilkada putaran kedua.  Dengan menggunakan model analisis framing model Pan dan Kosicki, maka berita ini akan diteliti dengan menggunakan empat perangkat unit analisis: struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris. &#xD;
Sesuai dengan perumusan masalah, yaitu bagaimana majalah Tempo mengkonstruksikan dan membingkai peristiwa mengenai kedua pasangan tersebut, maka hasil penelitian adalah, pemberitaan majalah Tempo cenderung lebih memihak kepada tim Jokowi-Basuki. Hal ini terlihat dari penekanan berita yang cenderung lebih memberikan kesan positif bagi Jokowi. Jokowi ditampilkan sebagai orang yang peduli rakyat kecil, selalu aktif untuk turun ke perumahan kumuh, sikapnya yang santun dan sederhana. Sementara pemberitaan terhadap tim Fauzi lebih menekankan kesan negatif, seperti koalisi dengan pemberian uang, peniruan strategi kampanye Jokowi dan usaha tim suksesnya untuk mengubah gaya penampilan Fauzi yang arogan dan kaku di depan publik menjadi lebih ramah dan murah senyum.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Eksplorasi dan Potensi Jamur Pelarut Fosfat pada Ekosistem   Lahan Gambut Fibrik dan Hemik</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37525" />
    <author>
      <name>Sitanggang, Martha Hearty Pratiwi</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37525</id>
    <updated>2013-05-23T02:11:07Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Sitanggang, Martha Hearty Pratiwi
Advisors: Elfiati, Deni; Hanum, Hamidah
Abstract: The research was conducted to explore, examine and identify potential phosphate solubilizing fungi (PSF) to solubilize insoluble phosphate from peat of Fibris and Hemis. Samples taken from five random plots at 0-20 cm depth around rhizosfir. The chemical analyze properties of peat soils conducted in North Sumatra Seed Research Center while the activities of isolation, and identification of potential trials conducted at the Laboratory of Soil Biology Agroekoteknologi Studies Program Faculty of Agriculture, University of North Sumatra. Isolation using Pikovskaya media with the source fosfat from Ca3(PO4)2, whereas in the potential test media using Ca3(PO4)2,  AlPO4, FePO4, and Rock Phosphate (RP) as source of insoluble phosphate. Evaluate the potential JPF qualitatively by measuring the diameter of holozone extensive use of the dilution index. JPF potential measurements quantitatively by measuring levels of dissolved phosphate with Bray-II method. &#xD;
The results obtained 12 isolates of isolation of pure PSF. The next test conducted on the potential of isolates obtained. Largest diameter of 1,52 cm holozone generated isolates JF10 and the smallest diameter of 0,31 cm isolates produced JH7. The measurement results are available most of the phosphate levels were JF1 isolates of 28,63 ppm (AlPO4 ) and the smallest by JF12 isolates of 8,97 ppm (FePO4). Based on test results concluded the potential for isolates JF1, JF4, JF10 and JF12 have the best ability in dissolving phosphate. The results both of macroscopic and microscopically identification showed that isolate number JF1, JF4, JF10, and JF12 including of Aspergillus genus.
Abstract (other language): Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi, menguji potensi serta mengidentifikasi jamur pelarut fosfat (JPF) unggul dari lahan gambut Fibrik dan Hemik. Sampel di ambil dari 5 petak secara acak pada kedalaman 0-20 cm di sekitar rhizosfer. Analisis sifat kimia tanah gambut dilakukan di Badan Penelitian Teknologi Pertanian Sumatera Utara sedangkan kegiatan isolasi, uji potensi serta identifikasi dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah Program Studi Agroeko teknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Isolasi menggunakan media pikovskaya dengan sumber fosfat Ca3(PO4)2, sedangkan pada media uji potensi sumber fosfat dari AlPO4, FePO4, dan Batuan Fosfat. Evaluasi potensi JPF secara kualitatifdenganmengukur diameter holozone menggunakan nilai indeks pelarutan. Pengukuran potensi JPF secara kuantitatif dengan mengukur kadar fosfat terlarut dengan metode Bray II.&#xD;
	Hasil isolasi diperoleh 12 isolat JPF murni. Selanjutnya ujipotensi pada isolat yang diperoleh. Diameter holozone terbesar yaitu1,52 cm dihasilkan isolat JF10 dan diameter terkecil sebesar 0,31 dihasilkan isolat JH7. Hasil pengukuran kadar fosfat tersedia paling besar adalah isolat JF1 yaitu 28,63 ppm (sumber fosfat AlPO4) dan paling kecil oleh isolat JF12 yaitu 8,97 ppm (sumber fosfat FePO4). Berdasarkan hasil uji potensi disimpulkan isolat JF1, JF4, JF10, dan JF12 memiliki kemampuan paling baik dalam melarutkan fosfat. Hasil identifikasi baik secara makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa isolate JF1, JF4, JF10 dan JF12 termasuk genus Aspergillus.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Sitanggang, Martha Hearty Pratiwi</dc:creator>
    <dc:description>Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi, menguji potensi serta mengidentifikasi jamur pelarut fosfat (JPF) unggul dari lahan gambut Fibrik dan Hemik. Sampel di ambil dari 5 petak secara acak pada kedalaman 0-20 cm di sekitar rhizosfer. Analisis sifat kimia tanah gambut dilakukan di Badan Penelitian Teknologi Pertanian Sumatera Utara sedangkan kegiatan isolasi, uji potensi serta identifikasi dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah Program Studi Agroeko teknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Isolasi menggunakan media pikovskaya dengan sumber fosfat Ca3(PO4)2, sedangkan pada media uji potensi sumber fosfat dari AlPO4, FePO4, dan Batuan Fosfat. Evaluasi potensi JPF secara kualitatifdenganmengukur diameter holozone menggunakan nilai indeks pelarutan. Pengukuran potensi JPF secara kuantitatif dengan mengukur kadar fosfat terlarut dengan metode Bray II.&#xD;
	Hasil isolasi diperoleh 12 isolat JPF murni. Selanjutnya ujipotensi pada isolat yang diperoleh. Diameter holozone terbesar yaitu1,52 cm dihasilkan isolat JF10 dan diameter terkecil sebesar 0,31 dihasilkan isolat JH7. Hasil pengukuran kadar fosfat tersedia paling besar adalah isolat JF1 yaitu 28,63 ppm (sumber fosfat AlPO4) dan paling kecil oleh isolat JF12 yaitu 8,97 ppm (sumber fosfat FePO4). Berdasarkan hasil uji potensi disimpulkan isolat JF1, JF4, JF10, dan JF12 memiliki kemampuan paling baik dalam melarutkan fosfat. Hasil identifikasi baik secara makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa isolate JF1, JF4, JF10 dan JF12 termasuk genus Aspergillus.</dc:description>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pertumbuhan Bibit Avicennia marina pada Berbagai Intensitas Naungan</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37524" />
    <author>
      <name>Keliat, Sangapta Ras</name>
    </author>
    <id>http://repository.usu.ac.id:80/handle/123456789/37524</id>
    <updated>2013-05-23T02:01:55Z</updated>
    <published>2013-05-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Authors: Keliat, Sangapta Ras
Advisors: Yunasfi; Utomo, Budi
Abstract: Avicenia marina Represent the plant species in forest mangrove which can grow at all of location level alongside coastal area.  One of the  efforts  to rehabilitate  the forest mangrove is doing seedbed A. marina. This study aims to determine the growth of seedlings A. marina good on a variety of shade intensity. &#xD;
The design of this study using Random complete  Design (RCD) with 4 treatments, ie, without shade, shade intensity of 25%, 50% shade intensity,and 75% intensity of shade. Each treatment was repeated as many as 10 to obtain 40 seeds of A. marina. The results showed growth of  seed A. marina give  not real  effection  seedling  to life percentation but give the real effection to height,  seedling diameter, seedling leaf, total leaf area, and total  biomass. High largest seed in the seed A. marina with 50% of shading that is equal to 16,27 cm. The diameter of the largest seed in the seed A. marina with 50% of shading is 0,49 cm. We have the largest seedling total leaf area in seedlings  A. marina with 50%  of shading that is equal to 94,97 cm2. Total biomass of the largest seed found in seed A. marina with 50% of shading that is equal to 0,54 grams.
Abstract (other language): Avicenia marina Merupakan spesies tumbuhan di hutan mangrove yang dapat tumbuh pada semua tingkatan lokasi di sepanjang pesisir. Satu diantara beberapa usaha yang dilakukan untuk merehabilitasi mangrove adalah pembibitan A. marina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit              A. marina yang baik pada berbagai intensitas naungan. &#xD;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan, yaitu intensitas naungan  (0%, 25%, 50% dan 75) yang diulang sebanyak 10 sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas naungan tidak berpengaruh terhadap persentase hidup bibit A. marina namun berpengaruh terhadap tinggi, diameter, jumlah helai daun, luas daun total, dan biomassa total. Persentase hidup bibit A. marina dengan intensitas naungan yang berbeda adalah sama yaitu 100%. Tinggi bibit A. marina tertinggi terdapat pada intensitas naungan 50% yaitu rata-rata 16,27 cm. Diameter bibit A. marina tertinggi terdapat pada intensitas naungan 50% yaitu rata-rata 0,49 cm. Jumlah helai daun bibit A. marina terbanyak terdapat pada intensitas naungan 50% sebanyak rata-rata 6 helai. Luas daun total bibit A. marina terluas terdapat pada intensitas naungan 50% yaitu rata-rata 94,97cm2. Biomassa total bibit A. marina terbesar terdapat pada intensitas naungan 50% yaitu rata-rata 0,54 gram.</summary>
    <dc:date>2013-05-23T00:00:00Z</dc:date>
    <dc:creator>Keliat, Sangapta Ras</dc:creator>
    <dc:description>Avicenia marina Merupakan spesies tumbuhan di hutan mangrove yang dapat tumbuh pada semua tingkatan lokasi di sepanjang pesisir. Satu diantara beberapa usaha yang dilakukan untuk merehabilitasi mangrove adalah pembibitan A. marina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit              A. marina yang baik pada berbagai intensitas naungan. &#xD;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan, yaitu intensitas naungan  (0%, 25%, 50% dan 75) yang diulang sebanyak 10 sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas naungan tidak berpengaruh terhadap persentase hidup bibit A. marina namun berpengaruh terhadap tinggi, diameter, jumlah helai daun, luas daun total, dan biomassa total. Persentase hidup bibit A. marina dengan intensitas naungan yang berbeda adalah sama yaitu 100%. Tinggi bibit A. marina tertinggi terdapat pada intensitas naungan 50% yaitu rata-rata 16,27 cm. Diameter bibit A. marina tertinggi terdapat pada intensitas naungan 50% yaitu rata-rata 0,49 cm. Jumlah helai daun bibit A. marina terbanyak terdapat pada intensitas naungan 50% sebanyak rata-rata 6 helai. Luas daun total bibit A. marina terluas terdapat pada intensitas naungan 50% yaitu rata-rata 94,97cm2. Biomassa total bibit A. marina terbesar terdapat pada intensitas naungan 50% yaitu rata-rata 0,54 gram.</dc:description>
  </entry>
</feed>

